Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Bab 46 Akhir Kisah Ini


__ADS_3

Pesta resmi resepsi pernikahan Denan dan Akia pun digelar dengan sangat mewah. Pesta itu hanya dihadiri oleh seluruh Keluarga, kerabat dekat dan rekan bisnis dengan khusus. Denan dan Akia memakai gaun terindah berwarna putih, keduanya bak Raja dan ratu. Ketampanan dan kecantikan yang terpadu menjadi satu.


"Selamat ya Bos, atas pernikahannya, jadi ngiri," celetuk Revan yang sedang menggandeng Gladys.


"Kalau gitu nyusul aja dong!' Timpal Denan yang menggenggam erat tangan Akia dan tersenyum dengan senyuman mautnya.


"Sayangi istri mu, Nan!" Pesan Kakek.


"Iya Kek, Insya Allah," timpal Denan dengan sangat bahagia. Tentu hari-hatinya akan sangat berwarna kali ini.


"Mama juga pesan, jadilah imam yang baik ya Nak!" Sambung Yuni juga karena harus melepas anaknya itu yang memindahkan tugas perhatian sepenuhnya pafa Akia.


"Siip Ma," jawab Denan bergaya hormat.


Banyak para rekan kerjanya yang menyalaminya dan mengucapkan Doa untuk pernikahan keduanya.


Dari arah yang berbeda, Fatimah datang dan langsung berhamburan memeluk Akia. "Ki, selamat ya, aku ikut seneng ngeliatnya, dan maaf juga selama jadi sahabat mu kami sering nyakitin kamu," tutur Fatimah menye.


"Gak Papa sayang, aku juga minta maaf selalu ngerepotin kamu sama Bang Alan," jawab Akia yang memandang kearah Alan.


"Gak kok Ki, kami seneng bisa ngebantu kamu," sahut Alan menimpali.


"Kamu harus ngelahirin ponakan yang imut buat aku ya!" Rengek Fatimah bergelayut manja pada Akia yang selama ini menjadi satu-satunya tempatnya berbagi keluh kesah.


"Hey, jangan coba merayu istri ku ya, nanti kalian minta naik gaji lagi," guyon Denan pura-pura mendelik.


"Wah, tau aja si Bos," sambung Revan. Mereka pun terkekeh bersama.


Sesaat setelah ngobrol lama, mereka pun disuguhi oleh alunan musik syahdu yang dinyanyikan wanita yang sangat dikenali Denan. Ya, dia adalah Zazhia mantannya.


"Kenapa dia ada disini?" Celoteh Denan membulatkan mata.


"Halo Om, ini untuk Om!" Sapa seorang anak laki-laki yang datang bersama Rafa. Ia memberikan sebuah mainan gitar miliknya.


"Hai, ganteng, siapa namanya kok lucu banget sih?" t


Tanya Akia yang sedikit membungkuk kan badan dan menerima pemberian sang anak.


"Aku Razheo, anak Papa Rafa dan Mama Zazhia, tu yang nyanyi disana, Ibu ku pinter nyanyikan!" Tunjuk Razheo pada. Zazhia yang kini berdiri ditengah panggung.


"Iya Pinter banget Ibunya, cantik lagi," ucap Akia dengan lembut.


Denan masih menatap malas kearah Rafa, kebencian nya pada Rafa masih bergelayut dihatinya.


"Nan, aku mengerti, kesalahan ku dan Helen tidak termaafkan, tapi aku tetap akan datang meminta maaf pada mu dan masih ingin menjadi sahabat mu sampai saat ini." Tatapan mata Rafa menunjukkan keseriusannya.


"Iya Nan, aku yang mengundang mereka datang kesini, secara gratis, tempo hari mereka menemui ku dan memohon agar dipertemukan dengan mu, mereka benar-benar tulus ingin meminta maaf dan ingin kembali menjalin persahabatan dengan kita," sambung Revan sembari memegang lengan Denan.


"Sulit," delik Denan yang masih tetap menunjukkan kebenciannya.


"Ki, aku mohon Ki, bujuk suami mu untuk bisa memaafkan kami, aku tersiksa setiap hari jika mengingat kesalahan kami," melas Rafa pada Akia.


Akia terdiam.

__ADS_1


"Tolong Ki!" pinta Rafa lagi.


"Baik tunggu sebentar, iZinkan kami bicara berdua," tukas Akia kemudian.


Akia pun menarik pergelangan tangan Denan keruangan sepi.


"Mau apa mengajakku kemari? Aku tidak akan memaafkan mereka meski kau bujuk sekali pun," sungut Denan berkaca pinggang menatap Akia.


"Yakin?" Akia menanyainya sembari tersenyum.


"Apa maksudnya?" ketus Denan lagi.


"Apa kau masih mencintai Zazhia?" Tanya Akia kemudian.


"Ha, yang benar saja, enggaklah!" Elak Denan terbelalak.


"Lalu apa yang membuat mu tidak menerima permintaan maaf sahabat mu itu, kalau bukan kerena kamu masih punya rasa," ulas Akia.


"Aku kan cintanya sama sahabat kecilku sekarang," sungut Denan.


Akia pun melingkarkan tangan dileher Denan.


"Kalau begitu maafkan mereka, dan jadilah milik ku!" Pinta Akia tulus.


Denan tersenyum, lalu mendaratkan ciuman hangat dibibir indah Akia. "Akan kulakukan untuk mu," ucapnya kemudian.


Mereka kembali berkumpul sedangkan Zazhia sudah turun dari panggung dan berkumpul dengan Razheo dan Rafa.


"Maaf," tukas Zazhia.


"Apa, apa artinya kamu memaafkan kami?" Tanya Rafa tak percaya.


Denanbmenepuk-nepuk punggung Rafa dengan sumringah.


"Iya, aku juga merindukan masa-masa persahabatan kita dulu," Jawab Denan.


"Kalau begitu jangan lupakan aku dong," sahut Revan.


Denan dan Rafa pun mengajak Revan berpelukkan. Mereka tampak sangat bahagia.


"Hel, aku juga memaafkan mu setia lah pada sahabat ku ya!" Tukas Denan yang mencubit gemas pipi Razheo.


"Iya, tentu saja, kami akan hidup bahagia setelah kau maafkan, Nan," timpal Helen Zazhia sembari memeluk Rafa dan Razheo.


Sesaat perkumpulan seru mereka, Pembawa acara memanggil Denan untuk menyanyikan sebuah lagu yang disediakannya.


"Para hadirin, tolong perhatiannya, Pengantin pria kita akan menyumbangkan lagu spesial untuk istri tercintanya Akia Rinjani, lagu ini katanya lagu persahabatannya sewaktu kecil bersama istri tercinta, katakanlah bahwa sebenarnya keduanya ini dulunya menjalin hubungan cinta monyet ," gurau pembawa Acara.


"Kamu masih ingat lagu itu sayang?" Tanya Akia.


"Tentu," jawab Denan singkat. Ia pun menaiki panggung dan meraih gitar yang tergeletak diatas meja. Perasaanya grogi dan gugup. Membuat nya menghela nafas berulang-ulang saat banyak pasang mata melihatnya berdiri disana. Namun tatapannya hanya berfokus pada Istri tercinta yang melihatnya dengan tersenyum indah.


"Halo semuanya, aku Denan Al Fatan, lagu ini dulunya sering banget aku nyanyiin untuk sahabat ku Akia, yang kini jadi permaisuri ku," tutur Denan yang kembali menghela nafas menatap kearah Akia. Tak luput dari sorak sorai semua tamu yang hadir.

__ADS_1


"Aku tidak pernah menyanyikan lagu ini dimana pun setelah perpisahan kami selama sekitar delapan tahun lebih lah lamanya, hingga akhirnya jodoh lah yang kembali mempertemukan kami sampai hari ini, Lagu ini khusus ku tujukan pada Istri ku tercinta yang berjudul:


"DIALAH CINTAKU"


Jreng! Jreng! Jreng!


Dentingan gitar Denan mulai dipetik.


Aku mencintai nya..


Tak lekang oleh waktu...


Meski Rindu berat menusuk....


Hatiku...


Sudah lama tak kutemukan...


Keberadaanya yang kini...


Entah dimana...


Tuhan...


Hanya Dialah cinta ku..


Yang Mampu bangkitkan semangat ku...


Kasih dimana diri mu kini


Rindu beratku menyiksa


Bila Kuingat wajah mu


Cinta ini masih ku simpan


Dan akan kuluap kan


Saat kau hadir di dalam hidupku


Tepukan tangan bergemuruh saat Denan mengakhiri lagunya. Akia pun menghampiri Denan dan memeluk erat suaminya itu. "Makasih sudah ingat lagu itu," lirih Akia ditelinga Denan.


"Sama-sama, sayang," jawab Denan yang makin mempererat Pelukannya.


****Selesai****


Mohon maaf, jika kisah ini hanya berakhir sampai di sini dan kurang berkesan. Maaf juga jika banyak kesalahan kata-kata maupun typo yang gak pernah luput di dalamnya. Makasih ya buat kalian yang selalu ngikutin semua karyaku sampai berakhir. Dan semoga mau mengikuti karya-karyaku selanjutnya.


Jika banyak reader


Episode Panjang


Jika hanya segelintir.

__ADS_1


Sekian Sayang


🙏🙏🙏🙏😂😂😂😂😂


__ADS_2