
...🍁🍁🍁...
... ...
Ceklek. “Tara!!”
“Wow, banyak banget!” Heboh Raka. Bahkan sebagian orang yang berada dalam ruangan VVIP tersebut bergegas membantu Refdy.
Bagaimana tidak heboh, Refdy membawa 2 buah kantong besar berisi gorengan, bahkan satu lagi di bawa pakai nampan besar oleh anggota yang lain. Mungkin Refdy bermaksud mengadakan pesta makan gorengan, bukan pesta minum.
“Ckck, gak tanggung-tanggung ya lo,” ujar Roy yang menggelengkan kepalanya tak percaya.
Aldi mengambil satu gorengan bersamaan dengan satu buah cabai rawit, rasanya gorengan tidak cocok jika tidak ada cabai. “Yang di luar udah kebagian?” tanyanya.
“Kalo mau, mereka bisa ngambil kesini,” jawab Refdy sekananya.
“Busuk tu perut tau rasa lo!” sewot Jingga.
Refdy memandang Jingga dengan sinis. “Sirik aja lo, lo mau kan? Gak gue kasih, sorry!”
“Enak, btw ... lo pesan di mana gorengan malam-malam gini?” tanya Dion sedikit bingung, kok ada orang jual gorengan pada malam hari.
“Gue pesan di warung pojok sekolah baru gue, gue ke sana ikut anak-anak yang pada mau nge-rokok. Ternyata lumayan rame di sana, walaupun tempatnya di ujung.” Refdy menjelaskan bagaimana ia mendapatkan gorengan di malam hari seperti ini.
“Gue juga sering ke sana, tempatnya enak, sejuk gitu. Tapi kok, Bi Inem mau buat-in gorengan malam-malam?” tanya Aldi.
“Gue bayar 2 kali lipat, dan beliau juga orang susahkan gue punya hati nurani. Ooo iya, anak beliau anggota kita loh.”
“Si Bian kan?” tanya Aldi memastikan yang di balas anggukan Refdy. “Tempatnya enak buat di jadi markas di sekolah.”
“Betul tuh aman tempatnya, Bi Inem juga baik orangnya.”
“Bisa di atur,” timpal Erlangga sambil mematikan ponselnya.
“Widih udah berhenti lo ngebucin?” ledek Roy, yang dihiraukan oleh Erlangga.
“Ngga lo serius?” tanya Zefano tampak serius, Erlangga mengangkat sebelah alisnya bertanda bingung. Dengan sedikit kesal Zefano kembali melempar pertanyaan, “ck, lo serius punya pacar?”
“Lah hahaa ... apa urusannya ama lo kalo Angga punya pacar atau enggak?” cemooh Jingga yang di tunjukan kepada Zefano.
“Lo bego, diam napa.”
Jingga yang merasa dirinya tidak bego pun ingin protes atas panggilan Zefano. Zefano yang melihat Jingga ingin memprotes, bergegas mempotong sebelum Jingga berucap, “Diam lo.”
__ADS_1
“Serius!” jawab Erlangga, semua mata dengan sorot tidak percaya tertuju pada Erlangga.
“Tapi Kanaya benci ama lo, kok bisa lo jadian ama dia?” tanya Aldi heran.
“Mau hubungan kami sekarang pacaran atau tidak, dia tetap milik gue.”
“Jadi lo gak pacaran dong ama kanaya.”
“Bukan enggak, tapi belum.”
Aldi yang mendapat jawaban Erlangga yang sedari tadi dengan kukuh mengklaim Kanaya hanya akan menjadi miliknya, hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
“Jadi cewek Angga namanya Kanaya? Penasaran gue orang yang seperti apa yang dapat meluluhkan Serigala Dingin ini.” Roy menatap kosong ke depan membayangkan seperti apa sosok seorang Kanaya. “Lalu? Kenapa bisa benci sama Angga?”
“Kan Angga bego soal cewek,” cibir Jingga yang mendapat hadiah pelototan dari Erlangga. Jingga yang mendapat pelototan pun hanya nyengir tak jelas “hehee damai bos, bos kita pinter gak ada yang lawan pokoknya”
“Itu karena Angga gak ada angin gak ada hujan main peluk Kanaya, belum lagi meraka baru ketemu kan Angga anak baru. Karena hal itu ya jelas dia marah lah, dan spontan Angga di tampar ama si Kanaya dan hal itu dimanfaatkan Angga untuk menjadikan dia asisten pribadi.” Aldi menjelaskan panjang lebar alasan kenapa Kanaya membenci Erlangga.
“Yahahaa ... emang bodoh lo soal cinta, mau di anjarin gak Ngga?” ledek Raka.
“Gak perlu.” Erlangga membalas dengan nada Ketus.
“Kanaya emang gak suka geng motor alasannya gak ada yang positif dari perkumpulan kita, bisanya cuman kebut-kebutan di jalanan umum, katanya!” ujar Refdy menambahkan.
“Gue tau dari gosip cewek-cewek di grup Chat khusus kumpulan harem gue. Mungkin untuk di jadi-kan pacar kayanya enggak dari kalangan anak motor.”
“Masuk akal sih.”
“Tapi, bukannya lo punya cinta pas waktu kecil ya? Bahkan lo setia nge-jomblo karena dia,” tanya Refdy.
“Ya dia!” jawab Erlangga singkat lalu diiringi senyuman samar setelahnya.
Mereka tampak bingung atas jawaban singkat Erlangga, Aksa yang sedari tadi sedikit menyimak pembicaraan itu pun ber-decak akan kebodohan mereka dalam memahami jawaban Erlangga yang singat, jelas dan padat itu.
“Kenapa kalian bodoh?” tanya Aksa yang semua mata tertuju kepadanya, sudah dipastikan cowok kulkas itu tahu dan ingin menjawab pertanyaan yang bersarang di kepala mereka.
“Jawabannya udah jelas kalau Kanaya cewek yang Angga sukai selama ini, dan setia maupun pencariannya tidak sia-sia.” Mereka pun manaik turunkan kepala tanda mengerti.
“Emang keren patner gue!” ujar Arya memandang Aksa dengan binar di matanya.
“Berarti cewek yang namanya Kanaya bakal dalam bahaya,” celatuk Dion.
Zefano pun memandang ke arah Dion, lalu menyambar perkataannya. “Nah, itu maksud gue, kalo pihak musuh sampai tahu lo punya pacar yang artinya itu adalah kelemahan lo. Bahaya banget, Bagaimana lo mengatasi itu?”
__ADS_1
“Ber-arti identitas Kanaya jangan sampai terbongkar,” pungkas Aldi.
“Saat ini sih aman, karena hubungan Angga dan Kanaya juga masih sekedar bos dan asisten. Masalahnya adalah mata-mata, jadi lo Ngga jangan nunjuk-in rasa suka lo sama Kanaya walau itu hanya berupa perhatian.” Refdy dengan serius memperingatkan Erlangga, walaupun sifatnya rada-rada sengklek, dia tahu situasi di mana tempatnya serius dan di mana tempatnya bercanda.
“Berani juga ya musuh kalian menyusupkan mata-mata di sekitar kalian,” ujar Roy tak percaya.
Mereka semua tahu bagaimana kejamnya geng NightWolf apalagi sang ketua yang berdarah dingin, keberanian musuh memata-matai perlu diacungi jempol terutama sang mata-mata. Karena sekali ketahuan sudah dipastikan pulang hanya membawa nama dan tubuh tanpa nyawa.
“Tidak sabar untuk pertunjukan menarik,” girang Refdy.
“Maksud lo?” tanya Azka yang sedari tadi diam.
“Ya lo tau, sekolah baru kita belum dibersihkan.”
Rio yang paham apa yang dimaksud Refdy menghembuskan nafasnya lesu. “Nyiksanya di markas utama aja ya, tempat biasa.”
“Kalo gak di sana di mana lagi coba?” Refdy memutar bola matanya malas.
“Ya siapa tahu kalian punya tempat baru setelah pindah sekolah.”
“Terus apa hubungannya tolol? Pindah sekolah bukan berarti pinda markas, lagian kalo Angga mau buat tempat interogasi baru juga bakal diskusi ama kita-kita.”
“Ternyata di NightWolf selain Jingga, lo juga bodoh ya Rio.” Zefano ter-bahak setelah mengatai Rio.
Rio yang tak terima pun membalas ejekan Zefano. “Lah, di NightWolf masih untung anggotanya yang bodoh, coba kalau di ColdBear ketuanya yang bodoh.”
Skakmat
“Apa lo Bilang?” sewot Zefano.
“Itu fakta.” Roy pun ikut-ikutan untuk menistakan sang ketua.
Hampir seluruh penghuni ruangan itu pun ter-bahak untuk mentertawakan Zefano yang hanya terdiam karena tak dapat dukungan.
“Ber-arti kita harus ngajarin Kanaya membuat karya yang indah di tubuh manusia.” Seorang cowok paling polos yang sedari tadi hanya diam sambil memakan cemilannya membuka suara, ya siapa lagi kalau bukan Afnan. Dan hal itu berhasil membuat mereka terdiam. Bagaimana menjelaskan agar cowok polos itu mengerti pikir mereka.
“Itu tugas lo Sa,” ujar Aldi sambil menunjuk Aksa.
...🍁🍁🍁...
... ...
__ADS_1
Typo Bertebaran🙏🙏