
...🍁🍁🍁...
Waktu menunjukkan pukul 7 lewat sedikit, seorang cowok tampan dengan seragam SMA lengkap tengah memasuki ruang makan keluarga.
“Sekolah lo hari ini er?” Tanya gadis cantik yang sedang duduk manis di salah satu kursi yang menghadap meja makan.
“Hmm” Pertanyaan itu di balas dengan deheman singkat dari Erlangga.
“Ya ampun Erlangga” pekik wanita paruh baya yang masih awet muda itu, kala netra nya beralih dari makanan di atas meja dan menangkap pemandangan wajah anaknya yang luka dan lebam-lebam.
“Suara mamih mu Rayna” ucap Aregan seketika memejamkan matanya, pasalnya Alena mamih nya Erlangga memakik tepat di dekat telinga nya.
“Tau nih mamih” sewot Rayna sambil menutup telinga dengan kedua tangan nya.
“Kalian berdua ini” Kesal Alena kepada suami dan putrinya itu.
“Ini kenapa muka kamu, Angga?” tanya Alena sambil menghampiri Erlangga dengan wajah khawatir, lalu membolak-balikan wajah Erlangga ke kanan dan kiri.
“aasshh sakit mih” ringis Sambil mengadu ke mamihnya.
“Jawab mamih, kenapa? Tawuran lagi hah!! Sudah berapa kali mamih bilang jangan tawuran, liat muka kamu ini luka-luka, mamih gak suka Erlangga” cerocos Alena memarahi Erlangga.
“Udah mih, wajar anak cowok harus gentle” ucap Aregan membela Erlangga
“Iisshh papah ngebelain terus” dengus Alena pada Aregan.
Alena dan Erlangga pun menyusul Aregan serta Rayna untuk duduk di hadapan meja makan, di iringi ocehan Alena pada Erlangga.
“Kenapa gak bubarin aja sih Ngga, geng kamu itu kalo bisa ngebahayain diri terus”
“Biarlah mih, selama Erlangga menjamin nyawanya tetap aman”
“Papah juga bukan nya ngelarang malah mendukung” Kesal Alena pada suaminya itu.
“Aahh mamih kan tau sendiri alasana Erlangga mandirikan geng motor” timpal Rayna menengahi.
“Mamih tau, tapi apakah membuahkan hasil? Lagi pula apa gak ada cara lain selain ini?” tanya Alena menohok pada ketiga orang tersebut
Semua terdiam mendengar pertanyaan dari Alena sebelum sebuah suara terdengar dan mengatakan
“Membuahkan hasil.” Ya itu Erlangga yang membuka suara
“Benarkah?” sahut Alena dengan binar di matanya.
.... . ....
__ADS_1
“Woi Angga, gue kira lo libur” seru Aldi pada Erlangga yang baru saja memarkirkan motornya. Saat ini tim inti dan beberapa anggota lainnya masih santai di parkiran sebelum bell masuk kelas berbunyi.
“Angga gak kaya lo, sejak kapan modelan kaya Angga gak masuk sekolah dengan hal kecil gitu doang” sambar Refdy nyolot.
“Ye elo mah” kesal aldi
“Mana, Jingga?” tanya Erlangga kala matanya tak menemukan makhluk absurd satu itu.
“Masih di rumah sakit” terang Aksa singkat, yang di bales deheman singkat oleh Erlangga.
“Parah tuh anak, cara berkalahi gak pernah mau di ubah-ubah” ucap Aldi tak habis pikir dengan teman nya itu.
“Di bilangin batu, untung stamina kuat” ujar Refdy menimpali.
“Awas aja tuh anak, sengaja berlama-lama libur alesan sakit, gue rebut cewek incaran Jingga” sambung Refdy lagi dengan nada kesal.
“Tuh cewek incaran Jingga” ujar Aldi sambil menunjuk salah satu cewek yang baru saja melewati gerbang sekolah.
“Gue duluan yak” pamit Refdy
“Ke mana lo?
“Gombalin cewek”
“Jangan bilang gombalin cewek incaran Jingga?” tanya Aldi yang di bales kedipan mata oleh Refdy. Aldi pun hanya bisa menggelengkan kepala dengan tingkah laku temannya itu, entah kenapa akhir-akhir ini Aldi mager untuk menambah koleksi pacarnya.
Tak seberapa lama bell masuk kelas pun berbunyi, membuat semua murid bergegas untuk masuk kelas. Termasuk anggota NightWolf yang membubarkan perkumpulan nya pada pagi ini untuk menuju kelas masing-masing.
“hmm” Yang di bales Kanaya singkat pasal ia sedang melanjutkan membaca novel yang sempat tertunda.
“Paan sih loh, nyapa orang pake teriak-teriak segala” sewot Anaira yang tengah asek bermain gadget di tangan, biasa lagi aktif di sosial media yang bernama Instagram.
“Gue gak tanya lo, kok lo yang sewot. Lagian yang gue tanya juga biasa aja tuh” tungkas Aldi sambil menunjuk Kanaya dengan dagu nya
“Ya kan lo teriak-teriak ke ganggu tau gak” kesal Anaira sambil memanyunkan bibirnya.
“Idih gak gitu juga kali bibir lo, mau minta cepok ya” celatuk Aldi sambil menggoda Anaira “atau jangan-jangan lo udah mulai suka sama gue, makanya ketika gue ngomong lo sewot in mulu, lo lagi minta perhatian sama gue kan?” sambung nya sambil mengedipkan kedua matanya bergantian.
“Ogah pacaran sama playboy cap buaya kek lo, yang ada sakit hati”
“Hilih awas lo nanti bakal bucin ama gue”
“Gak usah kepede ...,” ucapan Anaira terhenti kala mendengar teguran dari gadis cantik yang berusaha fokus dengan buku nya.
“Bisa diam gak sihh..., Hah muka lo kenapa Al?” tanya Kanaya terkejut ketika kepalanya mendongak ke arah Aldi.
“Lah gak tau lo nay?” Aldi kembali bertanya pada Kanaya, seakan Kanaya itu tau segalanya.
“Ya gak tau lah gue, kan muka lo yang bonyok bukan gue”
__ADS_1
“Ye kan lo asisten nya Angga, gue kira lo pasti tau lah”
“Lah berarti Angga juga dong!” Bergegas Kanaya menoleh ke arah Erlangga dan mendapati wajah nya hampir sama seperti Aldi luka dan lebam ada di wajah nya, tak ketinggalan plester luka yang menempel di dahinya.
“Habis ngapain sih kalian?” tanya Kanaya sambil mngerinyitkan dahinya.
“Astaga gue lupa ngasih tau lo, padahal berita nya heboh dimana-mana” sambar Anaira tiba-tiba membuat Kanaya sedikit terkejut.
“Astaga lo sama aja kaya Aldi, suka teriak-teriak” ujar Kanaya kesal dengan sahabat satu-satunya itu. “emang ada apa?” sudah kesekian kalinya Kanaya bertanya.
“Jadi semalam NightWolf itu tawuran dengan geng Jurix, nah Jurix itu musuh terbesar geng lo kan Al?” tanya Anaira pada Aldi di sela-sela menjelaskan kronologinya pada Kanaya, yang di bales anggukan oleh Aldi.
“Nah setiap pertempuran pasti mengelami luka-luka kan, ya gitu lah hasilnya, seperti yang lo liat. Dan syukur NightWolf masih menjadi pemenang dalam tawuran kali ini, dan hal itu heboh banget soalnya habis tawuran kan NightWolf keliling kota dan banyak para fans nya mengabadikan itu lalu di posting di Instagram” Jelas Anaira panjang lebar pada Kanaya.
“Lo liat gak Nay? Aksa gak luka sama sekali, sejago itu dia!” Begitu gembira Anaira menceritakan geng tersebut, Anaira hanya sekedar mengagumi bukan suka yah, masalah rasa Anaira gak ada sama sekali untuk aksa. Dan juga gak cuman aksa yang Anaira kagumi dan fans, Erlangga juga.
Anaira menyukai manusia-manusia dingin flus pintar, walaupun yah Anaira bukan orang yang terlalu pintar. Dan juga walaupun Anaira suka cowok seperti itu,tetapi cowok seperti itu bukan tipe Anaira jika untuk di jadikan pasangan. Kira-kira pahamkan yak apa yang di maksud Anaira.
“Keren banget gue jadi teman tim inti dari NightWolf yang mereka idolakan” bangga Anaira yang langsung di bantah oleh Aldi
“Sejak kapan lo jadi teman gue, lo itu musuh gue”
“Sapa yang bilang elo”
“Ya kan gue tim inti dari NightWolf”
“Yang lain lah, bukan lo aja kali”
“Ribut aja gue tengok lo berdua” ujar Refdy ikut nimbrung sambil merangkul pundak Aldi “lo juga cewek cantik di musuhin” lanjut nya.
“Tau kok gue cantik” sombong Anaira sambil mengibaskan rabut kebelakang.
“Kalo gitu jadi pacar gue mau gak Anaira sayang” ujar Refdy dengan kedipan tengilnya
“Ogah sama cowok playboy kek lo, pujian dari lo juga gak perlu dasar buaya” ketus Anaira memalingkan wajahnya ke samping.
“Mampus lo” ledek Aldi kepada Refdy “udah nyoba in kan lo godain cewek barbar itu” sambil tertawa terbahak.
“Gue punya firasat buruk” ucap Kanaya pelan setelah lama terdiam dan melamun, ucapan itu masih bisa di dengar oleh ketiga orang yang tengah ribut dari tadi. Setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kanaya, ke tiga nya langsung menoleh ke arah Kanaya dengan tatapan penuh tanda tanya.
...🍁🍁🍁...
... ...
Typo Bertebaran 🙏🙏
__ADS_1