Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 29 Tak Pandang Bulu


__ADS_3

Warning‼️


Terdapat adegan kekerasan, diharapkan para pembaca bijak dalam memilih bacaan. Jika tidak kuat dengan adegan yang disuguhkan silahkan skip part ini.


...🍁🍁🍁...


... ...


“Nggak lo harus lihat grup kelas,” ujar Aldi masih menatap layar handphonenya.


“Ngapain?” tanya Erlangga datar.


“Intinya lo harus liat.”


“Ck, males.”


Beberapa saat Aldi terdiam, dan fokus dengan handphonenya. “Lo main handphone gitu, gak terganggu apa ama notif grup?”


“Nggak ngikutin grup.” Erlangga masih fokus dengan handphone, karena ada suatu hal yang dikerjakannya.


Dengan penasaran Afnan pun membuka obrolan grup, yang sedari tadi mengganggunya main game. Afnan juga suka game, tapi bukan game yang tengah digandrungi anak-anak sekarang seperti ML, FF atupun PUBG. Tapi Zona Cacing atau bisa disebut Cacing Alaska.


“Aksa kita ke kantin.” Afnan menarik tangan Aksa, yang kali ini bukan sedang membaca buku tapi sedang memainkan handphone.


Aksa tampak bingung. “Lo masih laper? Itu cemilan masih ada, susu kesukaan lo juga belum habis.”


Saat ini inti dari NightWolf berada di Rooftop sekolah. setelah selesai upacara, dan membeli snack, minuman dan gorengan yang sekarang sudah habis. Mereka langsung menuju kesana, untuk melakukan aksi bolos perdana di sekolah baru, itu kata Refdy dan Jingga.


Sedangkan Erlangga mengukuti kemauan sahabatnya saja, lagi pula hal itu tidak akan mengganggu nilai akademik yang dimilikinya, karena ia memiliki IQ di atas rata-rata. Dan tentu saja ajakan bolos sahabat-sahabatnya itu sedikit menarik, sedikit katanya padahal bolos adalah kegiatan yang sering dilakukan oleh Erlangga.


Afnan mendengus kesal. “Bukan itu, Kanaya lagi berkelahi.”


“Nah itu dia, baru gue mau ngasih tau,” ujar Aldi.


Erlangga yang semula fokus, langsung menoleh ke arah Afnan lalu ke arah Aksa menuntut penjelasan. Aksa pun membuka obrolan grup yang sedari tadi di abaikannya, dan ternyata grup tersebut sedang heboh membahas perkelahian yang sepertinya masih berlangsung.


“Sama siapa Kanaya berkelahi?” tanya Refdy yang baru saja kalah dari mabar bersama dengan Jingga.


“Sama Olivia.”

__ADS_1


“Yang kek ondel-ondel itu?”


“Iya yang disukai sama Jingga.”


Merasa namanya dibawa-bawa Jingga pun menoleh ke arah Refdy. “Kok gue sih?”


“Ya kan lo suka ama dia.” Dengan tengil Aldi mengejek Jingga.


“Enggak lah ... Yah, tu kan gue kalah.”


“Mampus, sapa suruh lo gak bantuin gue tadi.” Refdy tarbahak kala melihat ekspresi Jingga.


Aksa pun menatap Erlangga, setelah membaca pesan-pesan yang ada di grup, dan hal itu langsung dimengerti oleh Erlangga. Dengan tergesa-gesa Erlangga pun berdiri dari duduknya dan berjalan untuk menuju kantin.


“Nanti masukin gue ke grup kelas,” ujar Refdy lalu pergi menyusul Erlangga, Aksa dan juga Afnan. Yang terlebih dahulu beranjak dari tempat itu.


“Gue juga,” ujar Jingga.


“Ngapain lo ngikut grup? Lo kan paling males belajar, jadi info-info di grup gak penting bagi lo.” Aldi tampak bingung keheranan tumben pikirnya, sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.


“Buat ngerusuh lah apa lagi? Aw shh ....” desis Jingga kala dirinya menabrak dinding di dekat pintu Rooftop “Siapa sih yang naro tembok disini?” gerutunya.


“Hahahaa rasain tuh, makanya kalo mata digunain dengan dengan baik, ini malah jalan sambil main hp.” Aldi menggelengkan kepalanya sambil tertawa, definisi bahagia diatas penderitaan orang lain.


 


Ketika mereka sudah berada di depan, ternyata sudah ada beberapa guru yang mencoba memisahkan mereka. Terutama Ibu Ambar selaku guru BK, sudah dipastikan mereka yang sedang berkelahi itu akan dikenakan poin.


Guru-guru itu kualahan menghentikan mereka, karena bukan hanya Kanaya dan Olivia saja yang berkelahi, tatapi juga si Anaira dengan Meta dan Chia yang saling jambak-jambakan. Tapi tak separah Kanaya dan Olivia yang sudah tahap cakar-cakaran.


“Kok lo gak bantuin pisahin sih?” ujar Jingga kepada murid yang asik memvideo.


“Seru ... Eh, kak Jingga.” Murid tersebut pun nyengir tak jelas dan sekaligus takut juga.


“Asu,” umpat Jingga sambil berjalan ke arah Anaira yang sedang berkelahi. “sudah, sudah tuh lihat rambut kalian, jadi gak cantik lagi.”


Plak


“Anjing! gue di tabok,niat gue baik loh,” ujar Jingga yang mengusap pipinya akibat dari tamparan yang tak sengaja dilayangkan Anaira. Murid-murid yang sedang menonton sangat ingin mentertawakan keapesan Jingga, tapi urung karena takut.

__ADS_1


Tak mau nyerah, Jingga pun masuk diantara Anaira dan 2 curut Olivia tersebut untuk menengahi. Dan sialnya dirinya malah dicakar lalu di jambak oleh Anaira.


“Dari tadi lo gak main cakar-cakaran, masa pas gue terlibat lo malah nyakar gue.” Jingga masih berusaha untuk menarik lengan Anaira.


“Ck, makanya gak usah ikut campur,” decak Anaira nyaring yang masih fokus menjabak rambut kedua lawannya.


“Woi bantuin, malah diam aja.”


Entah kenapa Aldi dan Refdy begitu menikmati Perkelahian itu, karena perkelahian 3 orang tersebut tidak terlalu parah. Apalagi setelah Jingga ikut nimbrung dan tak sengaja menjadi sasaran Anaira, paus sekali pikir mereka melihat Jingga teraniaya.


“Padahal gue pengen lihat Jingga masuk Rumah sakit lagi,” ujar Aldi yang mendapat anggukan setuju dari Refdy.


Disisi lain, Erlangga melepaskan tangan Kanaya dari rabut Olivia. Padahal bisa saja Erlangga menarik tangan itu kasar, tapi hal itu dapat membuat tangan Kanaya luka. Tentu saja Erlangga tidak akan melakukan suatu hal yang dapat melukai gadisnya.


Setelah tangan Kanaya berhasil terlepas dari rambut ondel-ondel tersebut, ia pun menarik tubuh Kanaya untuk berada di belakangnya. Dengan gesit dan hanya sekedipan mata, Erlangga berhasil melayangkan tamparan di pipi Olivia, yang membuat darah segar mengalir dari hidungnya.


Plak


Seisi kantin mejemkan mata mereka kala melihat perlakuan Erlangga, ada yang bedesis ngilu, ada yang memalingkan wajah tak tega. Ternyata benar berita yang beredar di luar, bahwa Seorang ketua dari NightWolf itu tidak pandang bulu, dan hal itu benar apa adanya.


Tak puas dengan satu tamparan, Erlangga langsung mencekik leher Olivia menggunakan satu tangan. Dengan Afnan yang manarik rambut acak-acakan milik Olivia.


“Lo tau kesalahan lo?” tanya Erlangga dengan tajam.


Olivia pun menggeleng tak berdaya akibat dari cekikikan kuat pada lehernya.


“Kesalahan lo kerana mengganggu orang-orang gue.” Erlangga pun melepaskan cengkramannya pada leher Olivia. “Urus dia!” titah Erlangga pada anggota NightWolf yang ada di sana.


Aah, mereka lupa kalo Kanaya sekarang adalah orangnya bos.


Setelah mereka membawa Olivia pergi, Erlangga pun berancang-ancang untuk membawa Kanaya ke UKS. Tapi ternyata dirinya dihentikan oleh guru BK.


“Erlangga, nanti kalo udah selesai ke ruangan saya ya. Dan juga Olivia jangan lama-lama di bawa pergi yah,” ujar Bu ambar sesopan mungkin.


Tanpa mangindahkan ujaran dari Ibu Ambar, Erlangga pun melengos pergi sambil menarik tangan Kanaya untuk menuju UKS.


 


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


... ...


Typo Bertebaran 🙏🙏


__ADS_2