Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil
Ep 13 Perkelahian di Kantin


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


Beberapa siswa yang ada di kantin memperhatikan ke arah meja yang kini di tempati oleh Erlangga and the geng. Yang seperti nya akan terjadi perkelahian antara Kanaya dan Olivia, ada tontonan seru pikir mereka.


"Lo ngusir gue?" tanya Kanaya sambil nunjuk dirinya.


"Siapa lagi kalo bukan cewek gatel kek lo" Sinis Olivia pongah.


"Lo bilang Kanaya apa?" bentak Anaira memukul meja tak Terima dengan apa yang di katakan Olivia.


"Ra tenang ra" Aldi menenangkan Anaira yang baru saya membuat mereka semakin di perhatikan oleh seluruh isi kantin.


"Gue bilang Kanaya kaya ulat bulu, Ke Ga Te Lan" tekan Olivia di setiap huruf kata terakhir yang di ucapkan nya, sengaja memancing kemarahan Anaira.


Aldi, Refdy dan Jingga melotot kan mata mereka, berani sekali pikir mereka ngomong kaya gitu di depan sang dewa kematian.


"Bangsat lo" umpat Anaira sambil berancang-ancang untuk menjambak rambut Olivia. "Jaga ya tu mulut, dasar gak tau diri, lo tuh yang gatel, dan asal lo tau yah Kanaya jauh lebih baik dari lo"


"Sabar Anaira, jangan lepas kendali lo liat muka datar Erlangga dia gak suka di ganggu saat makan" terang Aldi pada Anaira, lalu Anaira melihat ke arah Erlangga dengan eskpresi susah untuk di jelaskan, ketika itu juga Anaira takut dan mencoba menekan emosi nya.


"Lebih baik tante yang pergi, Afnan gak suka tante, tante jahat sama Kanaya" Bela Afnan begitu polos, yang membuat 3 orang sengklek itu menoleh Secara bersamaan ke arah Afnan


Tante?, mendengar sebutan yang di lempar kan Afnan untuk Olivia hampir membuat mereka terbahak, tapi harus mereka tahan sekuatnya karena situasi nya yang tidak tepat.


Aksa menarik lengan Afnan untuk mengajak nya pergi dari pada si polos ini ikut campur "Makannya udah selesai kan? kita ke kelas yo" ajak Aksa lembut supaya Afnan mau ikut dengan nya dan seperti nya itu tidak berhasil.


"Afnan belum selesai makan nya, lihat mie ayam Afnan masih banyak, lagian kenapa Afnan yang harus pergi harus nya tante itu yang pergi"


Aksa pun mengalah dengan bocah polos itu, sulit kalo harus ngadalin Afnan emang.


Mendengar perkataan polos Afnan membuat Olivia panas sendiri, enak aja dia yang cantik ini di katain Tante. Dia emang cantik cuman make up nya aja yang terlalu tebal untuk ukuran anak SMA.


"Lo pergi dari sini sekarang" tunjuk Olivia ke arah Kanaya yang tentu semakin jengkel setelah mendengar perkataan Afnan.


"Lo emang mau gue babat habis hmm? di diamin malah ngelunjak" Anaira semakin di buat marah oleh Olivia.


"Udah ra udah, gue yang pindah" putus Kanaya yang di sambut tak terima oleh Anaira.


"Kok lo yang..."

__ADS_1


"Udah ra udah, gue cape lagi males gue, tambah gak mood gue makan gue ke ganggu"


"Nay lo gak usah pindah lah, kan lo teman kita" ucap Refdy pada Kanaya nyaring agar Olivia itu sadar diri.


"Sejak kapan gue temanan sama lo" ujar Kanaya sambil tertawa kecil.


"Sejak tadi" cengir refdy. setidaknya inti NightWolf lebih suka sama Kanaya, apalagi tau kalo Kanaya sebenarnya hambule orang nya cuman ya gitu sering marah-marah kek nenek Lampir


"Babu lebih tepatnya nya" sinis Olivia pada Kanaya


"Terserah lo" Kanaya pun bersiap untuk pergi tapi sebelum itu Kanaya menekan satu kalimat.


"Gue pergi bukan berarti gue kalah dari lo, tapi karena mood gue lagi gak bagus. Jadi lain kali gak ada cerita gue ngalah dari lo, lagian gue juga gak mau duduk bareng si brengsek"


"Lain kali lo kalo di sini juga tetap bakal jadi babu, bukan hanya babu nya Angga doang tapi juga Babu gue" sombong Olivia kepedean.


"Kenapa gue harus jadi babu lo?" tanya Kanaya sambil mengangkat sebelah alis nya.


"Ya karena gue akan jadi pacar nya Angga, majikan lo" ujar Olivia seraya tersenyum bangga ke arah Kanaya.


"Mana mau bos ama cewek begitu an" bisik Jingga pada Refdy sambil memandang remeh ke arah Olivia


"Eeh enggak lah, gak mau gue"


"Lah lo tadi muji-muji dia"


"Kan emang di cantik, bedak nya aja yang ketebalan, gitu lah maksud gue aahh males gue" Kesal Jingga yang jadi bahan bual-bualan Refdy, Refdy hanya tertawa puas dengan kekalahan Jingga


"Terserah lo, sekarang gue lagi males mau ngeladenin lo"


"Dahh ulat bulu" Ujar Olivia sambil melambaikan tangan penuh kegembiraan ke arah Kanaya


Baru saja Kanaya akan melangkahkan kaki, tiba-tiba diri nya dan seluruh seisi kantin di bikin kaget oleh suara pecahan mangkok mengerikan.


"Praannggg"


Mangkok yang berisi mie ayam itu sudah tak berbentuk lagi dengan semua isi nya berhamburan kemana-mana, dan pemilik nya adalah tak lain dan tak bukan Erlangga.


Olivia di buat takut dengan perilaku Erlangga bahkan se isi kantin pun juga ketakutan tapi meraka hanya diam tak berani mengeluarkan suara.

__ADS_1


"Mangkok saya bekurang satu lagi" lirih Mpok Inah selaku pengurus dan penjual di kantin.


"Balik ke tempat lo" titah Erlangga datar ke arah Kanaya


"Gue pindah" sahut Kanaya berusah setenag mungkin padahal asli nya di juga takut dan gemeteran


"Gak ada yang nyuruh lo pindah" terang Erlangga masih setia dengan suara datar nya.


"Gue..."


"Berani ngebantah?" Tanya Erlangga yang langsung membuat Kanaya terdiam


"ta-tapi aku ya-yang nyuruh Ngga" ungkap Olivia memberanikan diri


"Diam" teriak Erlangga dengan penuh amarah ke arah Olivia


"Lebih baik lo pergi" Aksa angkat bicara dari pada masalah semakin besar. Dia tau apapun yang menjadi milik Erlangga tidak bisa di ganggu dan di perintah oleh siapapun.


"Ta-tapi.." Olivia ingin membantah tapi terhenti oleh tatapan Aksa.


Olivia pun pergi dengan perasaan kesal, "lihat aja nanti lo bakal habis setelah gue bisa dapetin Erlangga" batin Olivia,


Olivia sudah sejak lama tidak menyukai Kanaya, karena iri Kanaya lebih populer dan banyak di sukai orang, belum lagi kecantikan dan kepintaran Kanaya, apalagi kabar Kanaya dekat dengan Erlangga membuat nya semakin tidak menyukai Kanaya.


Dan tentu saja dia tidak akan membiarkan itu semua, Erlangga harus menjadi miliknya lelaki yang sejak lama di impikan kini ada di depan mata tentu ia tak akan menyianyia kan itu. Dan dirinya nya harus menyikirkan semua penghalang termasuk Kanaya.


"Tenang Ngga, ini di sekolah" ucap Aksa sambil memukul bahu nya pelan.


Setelah menarik nafas pelan dan menghembuskan nya, Erlangga pun melihat ke arah Kanaya yang sedang memandangi mie ayam yang baru sedikit di rugi,dengan pandangan kosong.


"Kanapa? makan."


"Kenyang, gue ke kelas" Kanaya pun berlalu meninggalkan Erlangga yang diam sambil menahan emosi.


"Keras kepala" maki Erlangga pelan


...🍁🍁🍁...


Typo Bertebaran 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2