Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 16


__ADS_3

Ketika jam makan siang selesai, Rangga dan Kirana segera beraktivitas kerja kembali. Pada saat Rangga sedang mempelajari dokumen dokumen yang menumpuk dimeja kerjanya.


Tiba tiba handphone dia bergetar. Dilihat nya siapa yang menelfon. Yang menelfon mamah nya


"Halo mah", Ucap Rangga


"Nak", Ucap Mamah Amelia


"Iya Ada apa mah?", Tanya Rangga


"Nak nanti kamu setelah pulang dari Kantor, Jangan pulang kerumah dulu. Nanti Kita akan makan malam dengan keluarga teman nya papah kamu." Ucap Mamah Amelia


📞"Baik mah", Ucap Rangga


📞"Ok kl begitu nanti mamah kirim alamat nya ke kamu", Ucap Mamah Amelia


📞"Ok mah, udah dulu ya aku masih banyak pekerjaan". Ucap Rangga


📞"Ya nak", Ucap Mamah Amelia


****


Hari sudah menjelang Sore, Rangga sudah selesai dengan aktivitas nya dikantornya. Banyak dokumen dokumen yang dia harus pelajari.


Dia membuka handphone nya, membuka pesan dari mamahnya. Dia segera menuju ke sana. Karena alamat yang dituju jaraknya jauh dari kantor nya. Belum nanti terjebak macet karena ini jam jam semua orang pulang Kantor.


Diraihnya jas yang ada di kursi kebesaran nya, lalu ia pakai. Dia segera keluar ruangan nya. Dia mendekati Kirana.


"Saya mau pergi dulu,Kamu boleh pulang sekarang". Ucap Rangga


"Baik pak". Ucap Kirana


Ketika Rangga sudah pergi, Kirana juga siap siap untuk pulang. Ketika dia berjalan, tiba tiba Aldo memanggil nya.


"Hai Kirana tunggu", Ucap Aldo


"Oh iya aku lupa kalo hari ini aku pulang nya dianterin kamu". Ucap Kirana

__ADS_1


Mereka berdua segera berjalan menuju lift untuk turun. Ketika sampai diparkiran, mereka berdua segera masuk ke mobil.


"Kirana, sebelum aku anterin kamu pulang? Kita mampir dulu ya makan malam."Ucap Aldo


"baik Al", Ucap Kirana dengan tersenyum


Jalanan ibukota sore ini macet, Aldo dan Kirana sampai juga di restoran. Mereka hampir terkena macet satu setengah jam.


****


Direstoran yang sama


Rangga menghampiri orang tuanya,dia ikut bergabung dengan orang tuanya. Dan keluarga sahabat papah nya


"Maaf semua saya terlambat, tadi jalanan macet". Ucap Rangga


"Iya, gak papa nak". Ucap mamah Amelia


"Malam om Tante". Ucap Rangga Om Roy Wijaya dan Tante Rani Wijaya


Ya om Roy Wijaya adalah sahabat dari papah nya Rangga.Rangga juga partner bisnis nya Om Roy Wijaya. Dia menanam saham di perusahaan Roy Wijaya.


Dirasa Stevani tidak disapa oleh Rangga, Dia terlihat kesal. tapi dia tidak menyerah untuk mencari perhatian Rangga.


"Hai kak Rangga bagaimana kabar kamu?". Basa basi Stevani


"Baik", Ucap Rangga dengan nada ketus.


"Ayo dimakan keburu nanti makanan nya dingin", Ucap ibu Rani Wijaya


Mereka segera makan, dan tidak henti hentinya Stevani mencari perhatian Rangga.


"Kak Rangga mau makan apa?" Biar aku ambilkan.


"Tidak usah, aku bisa ambil sendiri!!!" Ucap Rangga


Rangga terlihat kesal terhadap Stevani. Dari dulu dia tidak pernah suka sama Stevani. Menurut dia Stevani jadi wanita terlalu agresif.

__ADS_1


Ketika mereka sedang makan, Rangga tidak sengaja melihat Kirana dan Aldo. Masuk ke restoran tersebut. Rangga yang melihat nya merasa cemburu. Dia harus menahan emosi nya didepan orang tuanya.


"Apa sedekat itu hubungan mereka?"Batin Rangga


Dia melihat Kirana dan Aldo, sedang bercanda, dan tertawa lepas. Mereka kelihatan bahagia sekali. Ada rasa cemburu dihatinya.


Kenapa dia saat bersama ku tidak pernah sesenang itu. Saat bersama Aldo dia bisa kelihatan bahagia sekali. Batin Rangga lagi


****


"Rangga bagaimana dengan urusan bisnis mu, lancar?" Tanya Pak Rio Wijaya


"Baik semua om, tidak ada kendala apa apa". Ucap Rangga


"Ya bagus Rangga, Di usia mu yang masih muda, kamu bisa meneruskan perusahaan ayah mu dengan baik. dan mempunyai cabang perusahaan dimana mana". Ucap Pak Roy Wijaya


"Terimakasih om atas pujiannya, Itu juga berkat didikan papah selama ini", Ucap Rangga


"Rangga kamu sudah mempunyai calon istri?Tanya Ibu Rani Wijaya


"Belum Tante, Rangga belum memikirkan itu". Jawab Rangga


"Usiamu tidak muda lagi rangga, Kamu sudah mapan, Apa yang kamu pikirkan lagi?" Tanya pak Roy Wijaya.


Rangga tidak menjawab apapun, Dia tau maksud apa yang dibicarakan om Roy.


"Arya bagaimana kalo kita jodoh kan anak anak kita?" Tanya pak Roy kepada papah nya Rangga.


"Terserah mereka saja, mereka yang akan menjalani nya. kalo jodoh pasti tidak akan kemana". Ucap Papah Arya


Stevani merasa senang mendengar pembicaraan orang tua nya dengan orang tua Rangga.


"satu langkah lagi". batin Stevani dengan senyum liciknya.


Lain halnya dengan Rangga


"Ciih..aku tidak mau kalo harus dijodohin Dengan wanita seperti itu".Batin Rangga

__ADS_1


Tunggu kelanjutan nya ya??? jangan lupa like, comen nya😄😄😄


__ADS_2