
Mereka sampai di Lantai 20 dimana mereka berdua bekerja. Kirana langsung duduk di meja kerja dan langsung memulai aktivitas kerjanya. Sedangkan Rangga langsung masuk ke Ruangan nya. Rangga menyandarkan Jas yang dia kenakan di kursi kebesaran nya dan langsung duduk untuk memulai pekerjaan nya. Rangga disibukkan dengan beberapa dokumen yang harus dia cek kembali.
Tak terasa waktu sudah Sore kini saatnya dia untuk bersiap pulang Kantor. Rangga keluar dari ruangan nya, menghampiri Kirana untuk mengajak kekasih nya pulang bersama.
" Ayok Sayang." Ucap Rangga
" Iya Mas duluan aja, aku nanti tunggu di luar aja aku tunggu di seberang jalan saja mas seperti biasa." Ucap Kirana
" Ya terserah kamu saja" Ucap Rangga
Akhirnya mereka berdua turun ke lantai bawah Rangga menuju Parkiran, sedangkan Kirana berjalan ke depan dan menunggu diseberang jalan. Dia melihat mobil Rangga keluar dari kantor menuju ke arahnya. Kirana seperti biasa melihat kanan kirinya dulu dilihat nya aman dia langsung masuk ke mobil Rangga. Rangga langsung melajukan mobilnya seperti biasa mengajak Kirana terlebih dahulu untuk makan malam.
Setelah selesai makan malam Rangga mengantarkan Kirana pulang ke kontrakan nya.
" Mas kamu mau mampir dulu, atau mau langsung jalan?" Tanya Kirana
" Aku langsung jalan saja sayang, kamu sekarang lepas dari pemandangan ku jaga dirimu baik baik. Langsung istirahat saja sampe jumpa besok. Good night, have nice dreams." Ucap Rangga sambil mengecup kening Kirana
" Iya Mas, Mas juga hati hati ya? Jangan lupa langsung istirahat. Dan juga besok aku tidak usah dijemput Mas aku berangkat sendiri saja naik ojek. Aku capek mas harus sembunyi sembunyi seperti maling kalau turun dari mobil mu." Ucap Kirana
" Tidak usah naik ojek biar Aldo saja yang menjemput mu." Ucap Rangga tidak memperbolehkan Kirana naik ojek.
" Heemm... terserah Mas saja lah, kalaupun menolak Mas tetap saja memaksa." ucap Kirana sambil cemberut.
" Gitu dong anak pintar." Ucap Rangga mencubit pipi Kirana.
" Mas sakit" Ucap Kirana
" Sayang besok kamu kemasi barang barang mu, dan kamu pindah ke Apartemen besok malam." Ucap Rangga
" Iya Mas." Jawab Kirana.
" Ya sudah masuk lah sayang ini sudah malam, I love you honey" . Ucap Rangga
Kirana akhirnya masuk ke kontrakan nya. Dan langsung membersihkan diri. Setelah itu dia mengemasi barang barang nya untuk pindahan ke apartemen nya yang diberikan oleh Rangga. Setelah selesai mengemasi barang barang nya Kirana langsung menuju tempat tidur nya untuk tidur.
Dikediaman Rumah Orang tua Rangga.
__ADS_1
Rangga sudah sampai didepan rumah orang tua nya. Dia tadi sebenarnya ingin pulang ke apartemen nya. Tapi pada saat dijalan mamah nya menelpon malam ini dia disuruh pulang kerumah. Ketika sampai di rumah dia disambut oleh mamahnya dan ternyata Stevani ada dirumah orang tuanya. Dan seperti tidak punya malu Stevani menghambur ke pelukan Rangga.
" Sayang kamu sudah pulang?" Tanya Stevani
Rangga tidak menghiraukan Stevani. Dia langsung melangkah kekamar nya di lantai atas untuk mandi. Ketika dia sudah selesai dengan aktivitas mandi nya disegera keluar menggunakan handuk melilit di pinggang nya. Ketika dia mau memakai pakaian nya. Tiba tiba ada yang memeluk nya dari belakang. Dia menoleh kebelakang ternyata Stevani yang sedang memeluk nya.
" Stevani bisa bisa nya kamu masuk ke kamar orang tanpa ijin?" Ucap Rangga kesal karena Stevani tiba tiba ada dikamar nya.
" Sayang ngapain juga aku harus ijin, ini kamar kan nantinya juga menjadi kamar kita." ucap Stevani dengan percaya diri nya.
" Sudah sana keluar kamu dari kamar ku." Usir Rangga.
Stevani kesal merasa dirinya diusir dari kamar nya Rangga. Dia langsung melangkah keluar. Dan ikut bergabung dengan kedua orang tuanya Rangga di meja makan.
Dasar wanita tidak tau diri, masuk kamar orang tanpa ijin. Bisa bisanya Papah menjodohkan aku dengan wanita seperti itu. Batin Rangga.
Rangga sudah selesai memakai bajunya. Dia langsung ikut turun untuk makan malam dengan kedua orang tua nya.
"Malem Mah Pah." Sapa Rangga kepada orang tua nya
" Malam sayang." Jawab Mamah Amelia.
" Terserah kamu saja." Ucap Rangga dingin dia tidak mungkin menolak pada saat ada orang tua nya.
" Stevani sebaiknya kamu bermalam di sini saja,ini sudah malam." Ucap Mamah Amelia.
" Baik Tante." Jawab Stevani dengan senang hati
Rangga sudah selesai makan malam nya. Langsung berpamitan untuk masuk ke kamar nya. Stevani yang melihat Rangga pergi dari meja makan. Ikut berpamitan juga dan menyusul Rangga.
" Kamu mau ngapain mengikuti ku?" Ucap Rangga kesal kepada Stevani.
" Sayang, Aku kan juga ingin berduaan dengan mu." Ucap Stevani manja
Rangga tidak menghiraukan ucapan Stevani dia langsung melangkah pergi ke dalam kamar dan menutup nya. Stevani terlihat kesal karena sikap Rangga dia langsung turun dan berpura pura sedih. Dan langsung menemui orang tua Rangga yang sedang berada di ruang keluarga.
" Sayang, kenapa kamu menangis?" Tanya Mamah Amelia yang melihat Stevani menangis...
__ADS_1
" Hiks... hiks Mas Rangga jahat Tante aku ingin masuk ke kamar nya, malah dia mengusir aku Tante." Ucap Stevani berpura pura menangis.
" Sudah sudah sayang, berhentilah menangis, biar nanti Tante yang berbicara dengan Rangga." Ucap Mamah Amelia memeluk Stevani.
" Tidak usah Tante, biar aku pulang saja dari sini mungkin Mas Rangga belum bisa menerima perjodohan ini." Ucap Stevani berpura pura memelas.
" Ini sudah malam sayang, tidak baik malam malam wanita keluar rumah. Menginap disini saja, biar nanti Tante yang bilang sama Rangga." Ucap Mamah Amelia.
" Ini sudah malam nak, biar nanti Om dan Tante yang akan menegur Rangga." Ucap Papah Arya
" Baik Om, Tante." Ucap Stevani berpura pura mengusap air mata nya.
Ya tidak sia sia berpura-pura menangis, dan kamu Rangga sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku. Mungkin kali ini kamu menolak aku. Tapi tidak untuk kedepannya. Batin Stevani dengan senyuman liciknya.
Mamah Amelia beranjak ke kamar Rangga di ikuti oleh suami nya. Mereka ingin membicarakan apa yang tadi Stevani katakan.
" Tok Tok"
Rangga langsung membukak kan pintu.
" Ada apa Mah Pah?" Tanya Rangga
Mamah Amelia dan Papah Arya masuk kedalam kamar Rangga.
" Rangga tidak sepantasnya kamu mengusir Stevani, dia adalah calon istri mu." Bentak Papah Arya. Rangga hanya terdiam, dia tidak mungkin melawan Papah nya karena dia takut sakit jantung Papah nya akan kambuh lagi.
" Pah sudah sabar Pah ingat kesehatan Papah." Ucap Mamah Amelia menenangkan suami nya.
" Nak kamu mau tidak mau harus menerima perjodohan ini, kamu tidak boleh menyakiti perasaan Stevani belajar lah mencintai dia." Ucap Mamah Amelia
Orang tua Rangga meninggal kan kamar Rangga. Setelah menasehati Putra semata wayangnya.
Dasar wanita ular bisa bisanya dia bermuka dua. Oke akan aku ikuti permainan mu Stevani. Batin Rangga.
Malam semakin larut, Tapi Rangga tidak bisa memejamkan mata nya untuk tidur. Akhirnya dia duduk di balkon kamar nya menatap langit langit malam sambil merokok dan meminum satu botol wine. Dia merasa kesal dan marah dengan kedatangan Stevani dirumahnya. Begitu lah sifat asli Rangga kalau dia sedang emosi meminum minuman beralkohol.
**Jangan lupa like comen dan vote nya ya.....😄😄😄
__ADS_1
Yuk tunggu kelanjutannya ya**....