Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 19


__ADS_3

"Hentikan Stevani, jaga sikap kamu." Bentak Rangga


"Ayolah Rangga, kamu itu kan calon suami aku, kenapa sikap kamu seperti ini." Ucap Stevani dengan manja nya


" Calon suami apa maksud kamu?" ucap Rangga


" Kita kan dijodohkan oleh kedua orang tua kita?" ucap Stevani dengan pede nya.


"Siapa bilang aku terima perjodohan ini." Ucap Rangga dengan ketus.


"Pergi dari sini sekarang,aku masih banyak pekerjaan."Usir Rangga


Stevani langsung pergi dari ruangan Rangga. Dia terlihat marah, Kirana dan Aldo yang melihat hanya terdiam saja. Telpon yang ada dimeja kerjanya berbunyi.


"Halo," Ucap Kirana


"Keruangan saya." Ucap Rangga


Aldo yang ada disebelah nya bertanya.


"Siapa? Pak bos?"tanya Aldo


"Iya saya disuruh keruangan nya." Ucap Kirana


" Ya sudah sana, hati hati ya Pak bos lagi marah marah nanti kamu kena hukuman lagi loh!!!"ucap Aldo menggoda Kirana sambil tersenyum


"Aldo awas kamu,"ucap Kirana sambil memukul lengan Aldo.


Aldo langsung berlari menuju keruangan nya. Dan Kirana segera masuk keruangan bosnya tersebut, ada ketakutan dihatinya.


"Tok tok tok"


"Masuk." Ucap Rangga


"Maaf bapak memanggil saya?"tanya Kirana

__ADS_1


"Kirana kenapa kamu mengizinkan orang lain masuk keruangan saya?, saya kan sudah pernah bilang sama kamu jangan pernah mengizinkan orang lain masuk keruangan saya terkecuali seizin saya." Ucap Rangga


"Maaf Pak, tadi saya sudah mencegah masuk. tapi wanita itu bilang kepada saya kalo dia calon istri bapak." Ucap Kirana


"Dan tadi saya diancam kalo tidak memperbolehkan masuk, Dia mengancam saya kalo Anda akan memecat saya." Ucap Kirana membela diri


"Dia bilang seperti itu?" tanya Rangga sambil menaikkan satu alisnya


"Iya Pak." Ucap Kirana


"Yang boleh memecat kamu itu saya, bukan dia, dia bukan siapa siapa nya saya" Ucap Rangga


"Dan satu hal lagi, kalo dia kesini kamu usir saja!" Ucap Rangga lagi


"Baik Pak". Ucap Kirana


"Kamu nanti harus menemani saya makan malam, itu sebagai hukuman mu karena sudah lalai." Ucap Rangga sambil menahan tawanya, Karena bisa mengambil kesempatan.


"Baik Pak, saya permisi dulu." Ucap Kirana meninggalkan ruangan Bosnya tersebut.


Hukuman macam apa itu.batin Kirana kesal.


Maaf aku harus mengancam mu seperti ini, kalau tidak seperti ini. Kamu pasti tidak mau aku ajak makan malam. Aku hanya ingin kamu slalu disamping ku terus Kirana, aku menyukai mu Kirana. Kamu yang telah merubah hidup ku, hidup ku menjadi berwarna. Batin Rangga


****


Hari sudah sore, Kirana bersiap siap untuk pulang. Tapi dia ingat janji dengan bosnya. Akhirnya dia menunggu bos nya keluar dari ruangan. Setelah nunggu beberapa menit, Pak Rangga keluar.


"Ayo kenapa masih diam disitu?" Tanya Rangga


"Baik Pak," Kirana segera mengambil tas dan berjalan dibelakang bos nya.


"Hai kenapa kamu berjalan dibelakang ku?" Tanya Rangga


"Tidak kenapa kenapa Pak, Saya kan bawahan anda tidak mungkin saya berjalan beriringan dengan anda." Ucap Kirana

__ADS_1


Rangga dengan cepat menarik tangan Kirana, dan dia tidak melepaskan tangannya. Dia menggenggam erat tangan Kirana. Agar dia tidak berjalan dibelakang nya lagi.


" Pak Rangga maaf Pak nanti kalo ada karyawan lain yang melihat pak bagaimana?" Ucap Kirana sambil mencoba melepaskan genggaman dari tangan bosnya. tapi usaha nya sia sia.


Ketika memasuki lift akhirnya Rangga mau melepaskan genggaman nya. Dia melihat Kirana dari pantulan kaca lift. Kirana terlihat gugup. Rangga yang melihat hanya tersenyum.


Ketika keluar dari lift, Kirana tetap tidak mau jalan bareng dengan Rangga. Dia tetap berjalan dibelakang bos nya.


Waktu pada saat sampai diparkiran pun. Kirana melihat kanan kirinya ada karyawan lain atau tidak. Dirasa tidak ada dia langsung Ikut masuk ke dalam mobil bos nya tersebut.


"Kamu kenapa kayak pencuri mengendap ngendap?" tanya Rangga sambil tersenyum melihat tingkah Kirana.


"Saya tidak enak saja dengan karyawan lain Pak." Ucap Kirana


Deg...


Pada saat Rangga mendekat ke Kirana. Sampai mata mereka beradu pandang, Kirana merasa hatinya bergetar saat menatap wajah bosnya. Kirana yang ketakutan menutup matanya.


"Tidak usah berpikiran macam macam, aku hanya memakai kan seat belt," ucap Rangga sambil memakai kan seat belt nya Kirana.


Kirana yang tadinya tegang, merasa malu sendiri. Rangga yang melihat hanya tersenyum kecil. Di mobil tidak ada pembicaraan apa apa. Sesekali Rangga melirik Kirana.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" Rangga akhirnya membuka suara.


"Tidak ada apa apa Pak." Ucap Kirana


"Ya sudah kalau tidak ada apa apa." Ucap Rangga lagi


Beberapa menit akhirnya mereka sampai di restoran yang dituju. Kirana dan Rangga keluar dari mobil. Rangga langsung menggandeng tangan Kirana.


"Sudah seperti ini saja, jangan kamu menolak." Pinta Rangga kepada Kirana


"Ya Pak," Kirana tidak menolak untuk bergandengan tangan dengan bosnya.


Aku merasa bahagia Kirana,karena aku sudah bisa membuka hatiku untuk wanita lain, aku sudah menemukan wanita itu ,wanita itu adalah kamu. Aku menyukai mu. Dan aku mencintaimu Kirana. Sangat sangat mencintai mu Batin Rangga

__ADS_1


Ya Allah kenapa jantungku berdebar terus, saat bergandengan tangan dengan Pak Rangga, perasaan apa ini? apa aku mulai menyukai nya? tidak tidak mungkin. Jangan Kirana kamu tidak boleh mempunyai perasaan apapun untuk Pak Rangga, bagaikan bumi dan langit. Batin Kirana


Yuk tunggu episode selanjutnya ya, jangan lupa like dan comen nya, selamat membaca.😃😃😃


__ADS_2