
Dengan langkah nya,,dia berjalan menuju lift dan masuk setelan itu memencet angka 20. Dimana ruangan Presdir nya ada dilantai 20.
Thing...
Pertanda sudah sampai lantai yang dituju, dan pintu lift terbuka. Dengan langkah malas akhirnya Kirana keluar dari lift tersebut.
Dia berjalan dan mencari ruangan Presdir nya. Dan pada saat sudah sampai didepan ruangan Presdir nya
Dilihat nya ruangan sekertaris Presdir nya, kosong. Dan sebelah nya ada ruangan asisten Presdir..
"Tok tok"
"Masuk".. Ucap Rangga
"Permisi Pak saya diutus pak Heru untuk mengantarkan dokumen ini".. Ucap Kirana sambil menunduk tidak berani menatap bosnya.
"Heemm"..Ucap Rangga
"Taruh saja dimeja" Ucap Rangga lagi
"Kalo begitu saya permisi dulu pak?". Ucap Kirana..
Setelah Kirana melangkah untuk keluar, tiba tiba bosnya memanggil.
"Hai kamu kemari,Aku belum menyuruh mu keluar!!" Ucap Rangga
"tuh kan, pasti si bos mau mempermasalahkan kejadian tadi". Batin Kirana
"Maaf pak". Ucap Kirana
"Ternyata kamu yang tadi ngatain aku gila, Ternyata kamu karyawan bagian pemasaran?"Ucap Rangga dengan sinis
"Pak saya minta maaf pak, saya tidak bermaksud untuk bilang seperti itu pak. saya mohon maaf pak".. Ucap Kirana sambil menahan air mata nya agar tidak tumpah.
__ADS_1
"Ok...kalo begitu, saya terima ucapan maaf mu tapi kamu saya..."???
Belum saja Rangga selesai berbicara.
"Tolong pak, jangan pecat saya. Saya mohon hiks...hiks...hiks" . Kirana akhirnya tidak bisa membendung air matanya. Sambil memohon mohon kepada bosnya.
"Hai..hai siapa yang mau pecat kamu, saya belum selesai berbicara". Ucap Rangga.
"Saya mau menghukum kamu". Ucap Rangga lagi..
" Terimakasih pak, saya kira saya akan dipecat, saya terima hukuman apa saja asal saya tidak dipecat". Ucap Kirana
"Baik lah kalo begitu, kamu harus keluar dari ruangan saya melewati tangga darurat, dan satu lagi selama satu Minggu kamu harus membersihkan ruangan saya dan membawa kan makanan untuk saya, Mengerti" Ucap Rangga dengan senyum licik nya.
"haist... hukuman apaan itu, itu namanya menyiksa orang, dasar bos sialan" . Batin Kirana
"Ya sudah lah tidak papa, sengganya tidak dipecat", Batin Kirana lagi.
"Bagaimana kamu setuju, atau nanti saya berubah pikiran lagi dan kamu saya pecat?". Ucap Rangga dengan senyum mengejek.
"Oh ya jangan sekali sekali naik lift, cctv ada dimana mana". Tegas Rangga.
"Baik pak". Ucap Kirana lagi.
" Dasar bos sialan", grutu Kirana pelan sambil keluar dari ruangan bosnya.
Ketika keluar dari ruangan bosnya, Kirana berpapasan lagi dengan asisten aldo.
"Permisi pak". Ucap Kirana
"Ya"... Jawab Aldo
"Tok tok tok"
__ADS_1
"Masuk" Ucap Rangga
"Maaf Pak hari ini anda ada mitting dengan klayen dari Jepang nanti jam 1 siang pak." Ucap Asinten Aldo
"Ya"..Ucap Rangga
"Bos ini kenapa liat komputer didepan nya sambil senyum senyum sendiri" Batin Aldo
Rangga sedang melihat cctv dari komputer nya, melihat tingkah Kirana yang berjalan kaki melewati tangga darurat.
Rangga tersenyum tersenyum sendiri melihat Kirana dengan muka kesalnya sambil ngomel ngomel. Kesal karena harus turun tangga dari lantai 20 ke lantai 6.
"Tenyata dilihat lihat cantik juga, manis". Batin Rangga
"Pak saya permisi keluar".Ucap Aldo
"Ya" balas Rangga yang masih setia didepan komputer nya
Pak bos ini kenapa akhir akhir ini sering senyum senyum sendiri, apa dia lagi bucin sama seorang wanita,, tapi sama siapa. soalnya nggak kelihatan lagi deket sama seseorang. ah...masa bodoh lahh". Batin Aldo
****
"Tadi itu wanita yang berpapasan sama aku pas di deket ruangan HRD, pingin kenalan malah udah main pergi aja".. Ucap Aldo
"Cantik."Ucap Aldo lagi.
"Kira kira udah punya pendamping belum ya?" Aldo ngomong sendiri
"Tapi kayaknya belum sih, orang dilihat aja masih muda". Aldo ngomong lagi..
**Ni yang bucin kaya nya bos sama asisten nya..
bucin karena melihat kecantikan seorang Kirana Putri
__ADS_1
Siapa ya kira kira yang akan bisa merebut hati seorang Kirana Putri????
yuk... jangan lupa like sama komentar nya 😄😄😄**