Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 66


__ADS_3

Kirana sudah selesai dengan aktivitas mandinya dia keluar dengan handuk kecil yang menutupi sebagian tubuhnya. Rangga yang sedang duduk di sofa melihat Kirana yang hanya menggunakan handuk kecil yang hanya menutupi sebagian tubuhnya dan mengekspos paha mulusnya. Membuat Rangga menelan salivanya menahan gejolak yang berada didirinya. Rangga langsung berdiri dan memeluk istrinya dia menciumi aroma wangi tubuh istrinya.


" Mas jangan seperti ini, aku lelah Mas." Ucap Kirana mencoba melepaskan pelukan suaminya. Dia tahu apa yang ada dipikiran suaminya dan akan berakhir diranjang. Dia merutuki kebodohan nya kenapa tadi dirinya sampai lupa membawa bajunya ke kamar mandi.


" Biarkan seperti ini sebentar saja Sayang, aku tidak akan melakukannya." Ucap Rangga masih setia memeluk Kirana menciumi aroma wangi tubuh istrinya.


" Tapi Aku belum memakai baju Mas nanti kalau Aku sakit gimana karena kedinginan." Ucap Kirana mencoba memberikan pengertian kepada suaminya


" Baiklah.." Ucap Rangga melepaskan pelukannya dan Kirana segera mengambil baju-bajunya yang berserakan dilantai. Mau tidak mau baju tersebut dia pakai kembali karena tidak ada baju lainya.


Kirana yang sudah selesai dengan aktivitasnya dan sudah terlihat fresh mendekati suaminya yang sedang duduk disofa memainkan ponselnya.


" Mas.." Panggil Kirana


" Iya Sayang.." Sahut Rangga.


" Mas tadi Kamu belum jawab pertanyaan Aku." Ucap Kirana bergelayut manja dipundak suaminya.


Rangga langsung berhenti memainkan ponselnya dan beralih menatap wajah cantik istrinya " Pertanyaan Kamu yang mana Sayang?" Tanya Rangga


" Bolehkah Aku Ikut acara Kantor akhir pekan besok Mas?" Ucap Kirana mengatakan pertanyaan nya kembali kepada suaminya yang sempat belum dijawab oleh Rangga karena dijeda dengan olahraga siangnya yang menguras tenaga.


" Heemmm..boleh Sayang tapi Kamu berangkatnya bareng sama Aku." Jawab Rangga.


" Tapi Mas kalau Aku berangkat bareng sama Kamu nanti kalau karyawan lain menaruh curiga bagaimana?" Tanya Kirana


" Tidak jadi masalah kalau Karyawan lain tahu, Bahkan akan Aku akan perkenalkan Kamu didepan semua karyawan kalau Kamu istri Mas."Ucap Rangga

__ADS_1


" Tapi Mas.." Ucap Kirana


" Tidak ada tapi-tapian, Mau Ikut atau tidak sama sekali." Ucap Rangga dengan nada sedikit mengancam.


Kirana terlihat kesal dengan jawaban suaminya. Rangga yang melihat hanya tersenyum tipis melihat istrinya merajuk. Mereka berdua akhirnya pulang ke Apartemen. Didalam mobil pun tidak ada pembicaraan apapun.


Setelah sampai diparkiran Apartemenpun Kirana langsung keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam Apartemen. Dia tidak menghiraukan suaminya. Rangga yang melihatnya hanya menghela nafas.


Apa seperti ini rasanya mempunyai istri yang usianya lebih muda, emosinya gampang naik turun seperti roller coaster. Batin Rangga


Kirana segera masuk kedalam Apartemen, dan langsung menuju ke Kamarnya. Rangga langsung menghampiri istrinya didalam Kamar.


" Sayang.." Panggil Rangga, tapi Kirana tidak menjawab dia hanya diam langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti bajunya dengan piyama tidur.


Rangga menunggu istrinya yang berada dikamar mandi sambil duduk di sofa. Dilihatnya Kirana sudah keluar dari Kamar mandi. Rangga langsung mendekat kearah istrinya.


" Sayang ada apa dengan kamu? Tanya Rangga dia langsung menarik pinggang istrinya dan mendekap erat tubuh istrinya.


" Mas akan lepaskan tapi katakan kesalahan Mas dimana sehingga kamu merajuk seperti ini.!!" Ucap Rangga sebenarnya dia tahu alasan kenapa istrinya marah, tapi dia berpura-pura tidak tahu dan menanyakan kepada istrinya.


"Iya tapi lepasin dulu Mas." Ucap Kirana masih dengan muka cemberutnya membuat Rangga semakin gemas. Rangga melonggarkan pelukannya dan menatap wajah istrinya yang sedang cemberut


" Heemmm...katakan." Ucapan Rangga sambil tangannya mencubit hidung istrinya karena merasa gemas.


" Mas Sakit.." Rengek Kirana


" Katakan!!!" Titah Rangga

__ADS_1


" Soal tadi pada saat dikantor Aku minta izin ke Mas kalau Aku pingin ikut acara kantor akhir pekan ini tapi Mas tidak mengizinkan." Ucap Kirana


" Siapa bilang Mas tidak mengizinkan, tadi kan Mas bilang ke kamu boleh ikut tapi Kamu berangkatnya sama Aku." Ucap Rangga sambil menatap wajah istrinya yang sedang cemberut baginya makin menggemaskan.


" Tapi Mas..apa kata karyawan lain kalau Aku berangkat dengan Kamu Mas. Aku tidak mau jadi bahan gosip karyawan Mas." Ucap Kirana panjang lebar.


" Kamu tidak usah menghiraukan ucapan orang lain biarkan saja mereka mau berkata apa. Lagian Kita juga sudah sah menjadi suami Istri. Kalau taupun tidak akan menjadi masalah. Malahan Aku akan memperkenalkan Kamu kesemua orang kalau Kamu istri dari Rangga Aditya Dewangga. Aku tidak mau menjadikan kamu Istri Rahasia Ku. Yang hanya bertemu saat dirumah. Di Kantor seperti orang Asing yang tidak mengenal satu sama lain." Ucap Rangga


Apa yang dikatakan Mas Rangga ada benarnya juga, mungkin dia lelah dengan situasi ini yang selalu kucing-kucingan saat bertemu. Dan dikantor pun seperti tidak mengenal satu sama lain. Batin Kirana


" Tapi Mas Aku belum siap dengan situasi seperti ini memperkenalkan diri kesemua orang dengan setatus baru. Sebagai istri dari Rangga Aditya Dewangga disaat restu dari orang tuamu belum didapat Mas. Bagiku restu orang tua itu penting Mas dalam suatu hubungan Pernikahan. Biarkanlah seperti ini dulu Mas mengalir apa adanya aku tidak masalah kalau hanya sebagai istri rahasia mu." Ucap Kirana menahan air matanya agar tidak tumpah setelah mengatakan isi hatinya.


" Seandainya orang tua mu tidak menyetujui pernikahan kita aku siap Mas kalau Kamu meninggalkan aku. Aku sadar diri Aku hanya seorang anak yatim-piatu jauh dari kata sempurna." Ucap Kirana walaupun dihatinya menangis saat mengatakan seperti itu.


Rangga murka mendapati kata demi kata yang dilontarkan sang istri yang siap meninggalkan dirinya disaat restu tidak didapat.


Rangga menatap tajam wajah istrinya " Apa yang kamu katakan, sedikitpun aku tidak akan melepaskan Kamu. Kamu tetap akan disampingku terus apapun rintangan nya akan aku perjuangkan hubungan kita. Jadi jangan sekali-kali untuk mencoba pergi dari Ku." Ucap Rangga langsung memeluk istrinya lagi dengan erat.


" Aku mencintaimu dengan setulus hatiku sayang, jangan pernah mencoba untuk meninggalkan ku Sayang aku bisa gila tanpamu." Bisik Rangga ditelinga sang istri.


" Maafkan Aku Mas, aku juga mencintaimu. Hanya saja aku tidak mau kamu menjadi anak yang durhaka Mas hanya untuk memperjuangkan ku." Ucap Kirana terisak.


" Aku tidak akan menjadi anak durhaka Sayang, bersabarlah restu akan kita dapat. Jadi tidak usah berfikiran macam-macam." Ucap Rangga menenangkan hati sang istri.


" Tapi Mas seandainya..." Ucap Kirana tidak melanjutkan ucapannya saat jari telunjuk suaminya berada di bibirnya.


" Sudah tidak usah berkata macam-macam lagi." Ucap Rangga mengecup pelan bibir mungil istri kecilnya.

__ADS_1


" Aku akan mengizinkan kan mu untuk Ikut dan bergabung dengan karyawan lain." Ucap Rangga pada akhirnya.


Happy reading 😃😃😃


__ADS_2