Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 32


__ADS_3

Rangga tidak henti hentinya mengatakan cinta kepada Kirana. Wanita yang sudah membuat hidup nya berwarna. Tapi disisi lain dia harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya akan menjodohkan dia dengan Stevani.


Sayang maafkan aku, aku membohongi kamu. Aku menerima perjodohan oleh kedua orang tua ku. Tapi ini tidak akan pernah terjadi sayang. Aku akan memperjuangkan cinta kita. Bersabarlah sayang, aku hanya mencintai kamu seorang. Batin Rangga.


" Sayang."


" Kenapa Mas?" Tanya Kirana


" Sayang berjanji lah, kamu tetap lah disisi ku terus, apapun yang terjadi.Jangan pernah tinggalin aku, aku tidak akan pernah bisa hidup tanpa kamu." Ucap Rangga membelai wajah cantik Kirana.


" Aku juga mencintai kamu Mas." Jawab Kirana memeluk Rangga. Dan Rangga membalas pelukan Kirana dengan erat sambil mengecup rambut Kirana.


" Sayang, mau kah kamu menjadi pendamping hidup ku." Tanya Rangga sambil menatap wajah Kirana


" Mau mas." Kirana mengangguk kan kepala.


" Terimakasih Sayang." Ucap Rangga mencium kening Kirana


" Mas."


" Heemm" Ucap Rangga masih dengan memeluk Kirana


"Mas apa orang tua mu setuju dengan hubungan kita?, aku hanya orang biasa mas tidak sepadan dengan kamu Mas. Ucap Kirana


Rangga langsung menjawab


" Aku akan tetap memperjuangkan cinta kita sayang, jadi tidak usah berpikiran macam macam." ucap Rangga sambil mengangkat dagu Kirana dan mengecup bibir tipis Kirana


" Mas selalu deh mencium bibir ku terus." grutu Kirana


" Habis,aku kecanduan dengan bibir seksi mu sayang." Ucap Rangga menggoda Kirana


"Mas...apan sih? mulai deh." Ucap Kirana malu


" Kalau aku menginginkan lebih dari itu gimana sayang? aku sudah benar benar tergila gila dengan mu sayang." Goda Rangga sambil mengedipkan satu matanya.


" Apaan sih kamu Mas?, Tidak boleh!!!" ucap Kirana ketus


" Sayang...." Rengek manja Rangga.

__ADS_1


" Tidak boleh ya tidak boleh!!" ketus Kirana sambil melepaskan pelukan Rangga


" Iya iya sayang gitu aja ngambek, aku cuman bercanda sayang." Ucap Rangga merayu Kirana.


" Kita itu belum sah menjadi suami istri Mas, tidak boleh melakukan hal seperti itu." Ucap Kirana mengingat kan Rangga


" Iya Sayang maaf tadi aku benaran hanya bercanda." Bujuk Rangga lagi kepada Kirana. Kirana hanya tertawa kecil.


" Aku nggak marah ko Mas." Ucap Kirana


" Terimakasih Sayang, Secepatnya akan aku melamar mu dan menikahi mu." Ucap Rangga.


" Iya Mas." Jawab Kirana


Tak terasa hari sudah mulai gelap Rangga berpamitan untuk pulang. " Sayang, Aku pulang dulu ya? besok pagi aku jemput kamu tidak boleh berangkat dulu, pokonya nunggu aku sampai datang." Ucap Rangga


" Iya Mas." Ucap Kirana


" Tidur lah sayang,ini sudah malam aku mencintaimu." Ucap Rangga mencium kening Kirana


Rangga akhirnya pulang sebenarnya dia tidak ingin pulang. Dia masih ingin berdua dengan Kirana tapi mau gimana lagi. Kalau dia bermalam di kontrakan Kirana tidak mungkin. Apa kata tetangga tetangga Kirana. Bisa bisa Rangga di kroyok warga satu kampung.


Terlintas dipikiran Rangga untuk membelikan Kirana satu unit Apartemen. Agar Rangga bisa berkunjung ketempat Kirana setiap hari hanya untuk melepas Rindu. Padahal setiap hari di kantor mereka sering bertemu. Kalau dia bawa Kirana ke Apartemen nya, takutnya Mamah nya tiba tiba datang.


" Aldo tolong carikan Apartemen baru. Berapapun harganya akan aku bayar." Ucap Rangga di ponsel nya.


" Baik Pak besok akan saya carikan." Jawab Aldo.


Rangga langsung mematikan telpon nya, dan dia segera mengendarai mobil nya kembali. Malam ini dia pulang kerumah orang tuanya.


Sampai di rumah orang tuanya, Rangga memarkiran mobilnya. Dan langsung masuk ke dalam rumah. Langsung menuju kamar nya yang di lantai atas. Dia langsung kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai dengan aktivitas nya, dia segera turun dan bergabung dengan kedua orang tuanya. Untuk menikmati makan malam Rangga menyapa kedua orang tuanya.


" Malam Mah, Pah." Sapa Rangga kepada kedua orang tuanya. Dia juga tidak lupa mencium pipi Mamah nya. Kebiasaan Rangga dari dulu.


" Malam juga sayang, ayo nak makan." Ajak Mamah Amelia.


" Iya Mah." Jawab Rangga


" Pah bagaimana keadaan Papah?" Tanya Rangga

__ADS_1


" Sudah lumayan baik nak." Jawab Papah Arya


" Maaf Pah, Rangga kemarin tidak pulang Kerumah. Soalnya di kantor banyak pekerjaan." Ucap Rangga berbohong, padahal dia sibuk dengan kekasih hatinya. Malahan sampai tidak pergi ke kantor.


" Tidak apa apa nak, Papah juga sudah sehat." Ucap Papah Arya


" Nak lusa, Kamu akan bertunangan dengan Stevani. Nanti biar acara nya Mamah saja yang urus kamu terima beres saja." Ucap Mamah Amelia


" Terserah mamah saja." Ucap Rangga acuh. Dia sebenarnya tidak mau, tapi apa boleh buat. Dia akan mengikuti permainan keluarga Roy Wijaya. Dia akan membongkar semua kelicikan keluarga Roy Wijaya.


Setelah selesai makan malam. Rangga segera menuju ke kamar nya. Dia berbaring ditempat tidur nya. Dan langsung memejamkan matanya.


****


Pagi yang cerah Kirana bersiap untuk berangkat bekerja. Dia hari ini dijemput oleh kekasihnya. Dia menunggu Rangga di depan gang jalan. Beberapa menit kemudian mobil Rangga datang. Rangga keluar dari mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk kekasih hatinya.


" Silahkan masuk Nyonya Rangga." Ucap Rangga sambil membuka pintu mobil


" Mas selalu deh seperti itu, Aku bisa membuka sendiri Mas, Aku bukan tuan putri." Ucap Kirana


" Kamu adalah tuan putri dihatiku." Ucap Rangga


Mereka berdua sudah didalam mobil. Dan Rangga langsung melajukan mobilnya menuju Kantor. Beberapa menit kemudian Rangga dan Kirana sudah sampai di depan Kantor. Tapi sebelum keluar dari mobil Rangga. Kirana melihat disekelilingnya nya ada karyawan lain atau tidak. Dirasa aman Kirana langsung keluar dari mobil. Rangga yang melihat nya hanya tersenyum kecil melihat tingkah aneh kekasih nya tersebut.


Ketika keluar dari mobil Rangga. Aldo mengejutkan Kirana dari belakang.


" Dor..." Ucap Aldo mengejutkan Kirana dari belakang. Kirana melihat ke arah belakang langsung memukul Aldo dengan tas nya.


" Sialan kamu Aldo mengagetkan aku saja." Ucap Kirana


" Cie cie yang di ajak bareng oleh ke kasih hati." Goda Aldo


" Hust... Aldo jangan keras keras Ngomong nya nanti ada yang dengar." Ucap Kirana membungkam mulut Aldo.


" Heemm." Rangga berdehem berjalan ke arah Aldo dan Kirana.


" Aldo ingat batasan mu, apa kamu ingin aku pecat." Ucap Rangga menggoda dengan berpura-pura mengancam Aldo. Karena Aldo menggandeng tangan Kirana.


" Maaf Pak." Ucap Aldo

__ADS_1


Rangga langsung berjalan ke arah lift, disusul dari belakang Kirana dan Aldo. Memang kalo di Kantor Rangga dan Kirana tidak terlihat mesra seperti diluar Kantor. Mereka seperti atasan dan bawahan. Mereka bertiga sampai di depan lift. Aldo yang melihat kode mata dari Bos nya tersebut. Akhirnya dia mengalah untuk naik menggunakan lift Karyawan. Rangga langsung menarik tangan Kirana untuk masuk ke dalam lift khusus Presdir. Kirana jatuh kedalam pelukan Rangga. Rangga mencium aroma wangi tubuh kekasih hatinya.


Yuk jangan lupa like comen dan vote nya ya 😃😃😃 terimakasih


__ADS_2