
Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, Rangga masih setia tidur di kasur empuk nya. Terdengar ponsel nya berdering, Rangga menggeliat bangun untuk melihat siapa yang menelpon nya. Dia tersenyum ketika nama My love yang tertera di layar ponsel nya. Kirana menelpon nya menggunakan panggilan video.
Rangga langsung duduk ditepi Ranjang dan langsung mengakat panggilan video dari pujaan hati nya tersebut.
" Halo Sayang, Pagi pagi sudah menelpon kangen ya?" Tanya Rangga
" Nggak, cuman pingin pastin aja Mas Udah bangun apa belum." Ucap Kirana
" Serius beneran nih nggak kangen sama aku?" Tanya Rangga
" Heemmm... sudah sana Mas bangun ini udah jam 7 lebih langsung mandi terus jangan lupa sarapan." Ucap Kirana
" Iya sayang ku, Kamu cantik sekali sayang." Ucap Rangga sambil tidak berkedip memandang wajah Kirana di ponsel nya.
Tiba tiba dikamar Rangga terdengar suara wanita.
" Sayang sudah bangun? Ucap Stevani Di dalam kamar Rangga
Deg..
Kirana dengan jelas mendengar suara wanita tersebut. Rangga langsung mematikan telpon nya sepihak. Jantung Kirana berdetak kencang ketika mendengar ada wanita yang memanggil Rangga dengan sebutan Sayang. Pikiran Kirana tidak karuan dia bertanya tanya siapa wanita tersebut.
Di dalam kamar Rangga
" Stevani, sudah aku bilang ke kamu jangan pernah lancang masuk ke kamar ku!!" Bentak Rangga
" Aku hanya disuruh Mamah untuk membangun kan mu sayang." Ucap Stevani dengan manja, dia seakan tidak takut dengan bentakan Rangga
" Tapi setidaknya kamu ketok pintu dulu, jangan lancang masuk dalam kamar ku. Sudah kamu pergi sana dari Kamar ku." Usir Rangga. Stevani langsung keluar dari kamar Rangga.
Rangga langsung memikirkan Kirana. Dia bingung nanti harus menjelaskan seperti apa kepada Kirana. Pasti tadi Kirana mendengar suara Stevani dengan memanggil nya dengan sebutan Sayang. Rangga langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi. Setelah beberapa menit dia selesai mandi dan langsung memakai baju stelan kantor nya. Dia segera bergegas pergi ke kantor karena ingin menjelaskan semua apa yang Kirana dengar tadi. Dia takut kalau Kirana sampai curiga. Tapi sebelum dia berangkat terlebih dahulu dia berpamitan kepada orang tua nya.
" Sayang, kamu tidak makan dulu?" Tanya Mamah Amelia karena melihat anaknya terburu buru.
"Tidak Mah, ini sudah siang Mah nanti Rangga sarapan di Kantor saja. Soalnya Rangga pagi ini ada Rapat." Ucap Rangga
__ADS_1
" Nanti aku bawain bekal ke kantor kmu ya Mas?" Ucap Stevani mencari perhatian.
" Tidak usah, nanti aku sarapan di kantor saja. Nanti aku rapat sampai siang." Jawab Rangga dingin.
Rangga hanya minum segelas air susu dan dia langsung berpamitan kepada orang tua nya. Dia langsung mengambil mobil nya di garasi mobil dan langsung melajukan mobilnya ke kantor. Hampir satu jam lebih Rangga sampai kantor nya karena jarak antara Rumah orang tua nya dengan kantor nya lumayan jauh dan dia juga terjebak macet.
Ketika sampai di kantor nya, Dia segera melempar kan kunci mobil kepada security kantor untuk memarkir kan mobil nya. Dan dia langsung berjalan masuk kedalam lift menuju Ruangan nya. Ketika sampai dia berjalan ke arah Ruang nya. Dia melihat Kirana sudah ada dimeja kerjanya. Dan dia mendekati Kirana dan menyuruh Kirana keruangan nya.
" Kirana keruangan saya sekarang!" Ucap Rangga. Rangga langsung masuk ke ruangan nya diikuti oleh Kirana di belakang nya. Rangga langsung duduk di kursi kebesaran nya lalu menyandarkan jas nya.
" Sayang..." Panggil Rangga, tapi. Kirana hanya diam saja. Rangga yang melihat nya hanya menghela nafas dia sudah tau kalau Kirana sedang marah. Dia mendekat kepada Kirana dan meraih tangan nya.
" Sayang kamu marah sama aku?, Kamu salah paham sayang tadi pagi waktu kamu menelpon ku yang memanggil aku tadi Mamah ku." ucap Rangga berbohong.
Maaf sayang untuk kali ini aku berbohong kepada mu, Aku belum siap untuk menceritakan ini kepada mu. Sebelum aku membongkar kedok Stevani. Batin Rangga
" Tidak siapa juga yang marah sama kamu." Ucap Kirana dengan cemberut.
" Itu buktinya kamu cemberut seperti itu?, Cemburu ya? Masa sama calon mertua sendiri cemburu?" Goda Rangga lagi.
" Mas sakit..." Rengek Kirana
Rangga langsung menarik pinggang Kirana untuk menempelkan tubuh Kirana dekat dengan dia.
" Sayang percaya lah kepada ku tidak ada wanita lain selain kamu, aku sangat mencintaimu sayang." Ucap Rangga membelai Pipi Kirana.
" Iya Mas, aku percaya sama kamu mas." Ucap Kirana bersandar di dada Rangga.
" Aku mencintaimu sayang sangat sangat mencintaimu." Ucap Rangga sambil mengelus rambut Kirana
Pada saat Aldo masuk tanpa permisi, dia selalu disuguhkan dengan kemesraan Rangga dan Kirana..
"Hem...hemm" Aldo berdehem
Rangga dan Kirana langsung melihat siapa yang datang. Rangga hanya tersenyum. Sedang kan Kirana menunduk malu.
__ADS_1
" Ada apa Al mengganggu saja?" Tanya Rangga
" Hanya ingin mengingatkan ada jadwal bertemu dengan klien Pak hari ini dan juga nanti anda rapat dengan staf karyawan divisi keuangan." Ucap Aldo.
" Ya baik lah, nanti kamu yang urus rapat dengan para staf divisi keuangan. Biar nanti aku yang akan bertemu dengan klien bersama Kirana." Ucap Rangga
" Baik Pak, oh ya Pak jangan lama lama pacaran nya langsung di nikahin saja. kalau anda tidak menikahi Kirana. Biarkan Kirana buat saya aja Pak." Goda Aldo
" Akan aku cincang kamu kalau berani merebut Kirana." Ucap Rangga kesal
" Saya hanya bercanda Pak." Ucap Aldo.
" Sudah sana kamu keluar, mengganggu saja." Ucap Rangga.
Aldo keluar dari ruangan bosnya, sekarang tinggal Kirana dan Rangga.
" Mas aku keluar dulu ya?" Ucap Kirana
" Sayang disini dulu aja, Sayang aku dari Pagi belum sarapan." Rengek Rangga.
" Ya ampun Mas, kenapa dari tadi kamu nggak bilang? Aku belikan kamu makan ya mas di kantin." Ucap Kirana, dan Rangga hanya mengangguk mau.
" Ya sudah aku belikan dulu ya Mas, kamu mau makan apa Mas?" Tanya Kirana
" Terserah kamu saja sayang." Ucap Rangga
Kirana berjalan menuju ke Kantin kantor, dia membelikan beberapa makanan untuk Rangga. Setelah itu dia kembali ke ruangan Rangga membawakan satu kantong plastik berisi makanan. Kirana dengan cekatan membukakan bungkusan makanan tersebut dan menyuapkan ke mulut Rangga. Dan Rangga merasa senang dengan perhatian dan kasih sayang Kirana kepada dia. Dengan telaten Kirana terus menyuapkan makanan ke mulut Rangga dan sampai benar benar tak tersisa. Setelah itu Kirana pamit keluar untuk kembali ke meja kerja nya kembali.
" Mas Aku keluar dulu ya " Pamit Kirana
" Iya Sayang." Ucap Rangga.
Dan Kirana pun lekas ke meja kerjanya kembali, Dia langsung menyiapkan data data untuk meeting dengan klien dari Singapura nanti siang.
**Yuk jangan lupa like comen dan vote nya ya...😃😃😃
__ADS_1
tunggu kisah selanjutnya 😃😃😃**