Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 50


__ADS_3

Mereka yang mendengar Rangga mengucapkan ijab qobul langsung berteriak Sah Sah. Pak Penghulu membacakan doa, dan tak terasa Kirana meneteskan air mata nya. Kirana mencium tangan Rangga. Yang sekarang sudah menjadi suaminya yang Sah. Dan Rangga mencium kening Kirana. Mereka sudah resmi menjadi suami Istri.


" Selamat Ya Nak, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." Ucap Bibi Kirana.


" Iya Bi terimakasih atas doanya." Ucap Kirana.


" Nak Rangga Paman titip Kirana ya Jaga dia." Ucap Paman.


" Iya Paman." Ucap Rangga


Acara Ijab qobul sudah selesai, Kerabat dan tetangga terdekat sudah pulang. Dan tinggal Rangga, Kirana, Paman dan Bibi, serta Aldo dan Bimo. Mereka berbincang di ruang tamu.


" Maaf Paman, Besok Pagi kami akan pulang ke Jakarta." Ucap Rangga


" Nak ko secepat itu?" Tanya Paman.


" Iya Paman, soalnya di Kantor ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal." Ucap Rangga


" Oh gitu Nak, Ya sudah tidak apa apa Nak." Ucap Paman.


Tak terasa malam pun datang, malam ini Rangga dan Aldo tidak menginap lagi di Hotel. Mereka menginap di rumah Kirana. Rangga malam Ini tidur di kamar Kirana sedangkan Aldo tidur bersama Bimo.


" Mas kamu mandi dulu Sanah?, Udah aku siapin air hangat mas untuk kamu." Ucap Kirana


" Iya Sayang, Kamar mandi nya sebelah mana Sayang?" Tanya Rangga kepada Kirana karena Rangga belum tau letak kamar mandi nya.


" Ayo Mas aku tunjukin." Ucap Kirana mengajak Rangga ke arah dapur, Karena letak kamar mandi rumah Kirana di dekat dapur. Tidak seperti Apartemen yang Rangga belikan untuk Kirana. Setiap kamar ada kamar mandi dalamnya.


Beberapa menit kemudian Rangga sudah selesai dengan aktivitas mandi nya. Dia segera menuju ke kamar istrinya. Dia melihat Kirana yang sedang tiduran di tempat tidur nya. Dan Rangga langsung menghampiri Kirana.


" Mas sudah selesai?" Tanya Kirana


" Sudah sayang." Ucap Rangga sambil membelai wajah istrinya ditatapnya wajah istrinya. Lama lama Rangga mendekatkan wajahnya ke wajah cantik istrinya dan mengecup bibir istrinya lembut. Dan memperdalam ciuman nya. Disela sela ciuman nya Rangga berbisik


" Sayang aku menginginkan nya, aku sudah tidak tahan sayang." Ucap Rangga


" Mas maaf bukannya aku menolak, Aku sedang ada tamu Mas." Ucap Kirana


" Maksud kamu tamu apa Sayang?" Tanya Rangga bingung dengan apa yang di katakan Kirana.


" Maksud aku, aku lagi datang bulan Mas." Ucap Kirana


" Apa datang bulan? emang sejak kapan sayang kamu datang bulan?" Tanya Rangga


" Sore tadi Mas, maaf Mas." Ucap Kirana


Astaga kenapa pada saat ingin merasakan malam pertama setelah menikah kenapa harus gagal seperti ini . Batin Rangga.


" Yasudah tidak apa apa sayang, emang berapa hari kalau kamu datang bulan?" Tanya Rangga


" Kurang lebih tujuh hari Mas." Ucap Kirana


Astaga aku harus menunggu selama itu. Sabar sabar Rangga kamu harus sabar.. Batin Rangga menyemangati dirinya sendiri.


" Ya sudah ayo tidur sayang." Ajak Rangga kepada Kirana ya walaupun kecewa karena tidak bisa menikmati malam pertama nya bersama Kirana.


" Iya Mas." Jawab Kirana

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya tidur. Rangga tidur memeluk Kirana. Dan lama lama mereka terpejam.


****


Pagi ini Kirana bangun pagi pagi buta, Dia sedang berkemas kemas barang untuk dia bawa pulang ke Jakarta. Setelah selesai mengemasi barang barang dia dan suaminya. Kirana segera membangunkan Rangga untuk bersiap siap karena Rangga mengajak berangkat pukul 5 pagi.


" Mas.." Ucap Kirana membangun kan Rangga.


" Mas ayo bangun." Ucap Kirana sambil membelai lembut wajah Rangga. Dan Rangga membuka matanya perlahan


" Iya Sayang." Jawab Rangga.


Beberapa menit kemudian Rangga dan Kirana sudah siap. Dan Aldo sudah menunggu mereka berdua diteras depan. Kirana, Rangga dan Aldo terlebih dahulu berpamitan kepada Paman dan Bibi juga Bimo.


" Paman Bibi Kirana dan Mas Rangga pamit pulang dulu. Jaga kesehatan kalian ya? Kirana sayang kalian." Ucap Kirana memeluk Paman Bibi serta Bimo. Tak terasa Kirana meneteskan air matanya.


" Iya Nak, kamu hati hati ya disana ingat pesan Paman dan Bibi Kemarin." Ucap Paman.


" Akan slalu ku ingat Paman." Ucap Kirana sambil mencium tangan Paman dan Bibi.


" Hati hati ya Sayang." Ucap Bibi kembali memeluk Kirana. Kirana mengangguk.


" Dek Jaga Ibu dan Bapak baik baik ya dek?, Jangan terlalu banyak main." Ucap Kirana menasehati Bimo.


" Iya Kak." Jawab Bimo.


Rangga dan Aldo pun juga berpamitan kepada Paman dan Bibi Kirana.


" Nak Rangga, Titip Kirana jaga dia ya Nak." Ucap Paman


Mereka bertiga masuk kedalam mobil, Mereka akhirnya pulang ke Jakarta lagi setelah beberapa hari berada di Kampung halaman Kirana.


Dalam perjalanan menuju ke Jakarta. Aldo dan Rangga bergantian menyetir mobil. Karena Rangga merasa kasian jika hanya Aldo saja yang menyetir. Sedangkan Kirana menikmati perjalanan nya hanya dengan tidur di mobil. Sesekali bangun kalau merasa haus saja. Kirana kalau dalam perjalanan kemanapun dia selalu tidur. Karena kalau dia tidak tidur dia akan merasakan mabuk perjalanan.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan. Akhirnya mereka sampai juga di Jakarta. Mereka sampai di Jakarta pukul lima sore. Karena terlalu banyak berhenti di Rest area untuk sekedar beristirahat.


Rangga langsung membangunkan Kirana.


" Sayang ayo bangun." Ucap lembut Rangga. Dan Kirana membuka matanya perlahan


" Mas ini sudah sampai?" Tanya Kirana


" Iya Sayang, Ini sudah sampai depan Apartemen mu." Ucap Rangga


Kirana segera keluar dari mobil. Ketika dia hendak berjalan tiba tiba kepalanya terasa pusing dan mata nya berkunang kunang. Kirana langsung tak sadarkan diri dia hampir jatuh untung Rangga menahan badan Kirana. Rangga langsung menggendong Kirana ala bridal style menuju Apartemen Kirana. Dan di ikuti dari belakang Aldo yang membawakan beberapa Tas punya Rangga dan Kirana.


Sampai di depan pintu apartemen, Rangga menyuruh Aldo untuk memencet tombol password pintu langsung terbuka. Dan Rangga membawa istrinya ke Kamar atas. Rangga menaruh Kirana di ranjang tempat tidur secara perlahan. Dia mencoba memberikan sedikit minyak angin di hidung Kirana.


Beberapa menit kemudian Kirana tersadar, Rangga yang melihatnya merasa lega. Karena istrinya sudah sadar. Kirana mencoba membuka matanya perlahan.


" Mas." Ucap Kirana pelan.


" Iya Sayang, bagaimana apa yang kamu rasakan?" Tanya Rangga


" Aku agak sedikit pusing Mas." Ucap Kirana.


" Ya sudah kalau gitu aku panggil kan dokter ya.?" Ucap e

__ADS_1


" Tidak usah mas, aku hanya pusing biasa mungkin karena mungkin kelelahan." Ucap Kirana


" Sayang..." Ucap Rangga menatap Kirana.


Kirana yang sudah paham dengan tatapan tersebut, akhirnya mengalah menuruti perkataan suaminya


" Iya Mas terserah Mas." Ucap Kirana


Rangga langsung memanggil Aldo. Untuk memanggilkan Dokter untuk memeriksa keadaan Kirana.


" Al, tolong panggil kan Dokter untuk memeriksa keadaan istri ku." Perintah Rangga.


" Baik Pak." Jawab Aldo


" Dan tolong belikan Bubur Ayam untuk makan malam istri ku." Ucap Rangga lagi.


" Iya Pak." Ucap Aldo. Aldo langsung keluar dan Aldo langsung memanggil kan Dokter untuk memeriksa Kirana. Dan tidak lupa dia membelikan Bubur Ayam terlebih dahulu untuk Kirana.


Tidak membutuhkan waktu lama Aldo sudah datang dengan dokter wanita akan memeriksa keadaan Kirana. Dokter tersebut langsung memeriksa Kirana.


" Tidak ada yang perlu di khawatir kan. Ibu Kirana hanya kecapean saja." Ucap Dokter tersebut.


" Iya Dokter kami abis menempuh perjalanan jauh. Aku sudah merasakan pusing sudah dari kemarin kemarin pada saat sampai di Jogja." Ucap Kirana


" Pantas saja, Apa anda punya riwayat mabuk perjalanan?" Tanya Dokter


" Iya Dok." Jawab Kirana


" Ya sudah tidak apa apa Mbak, lain kali kalau perjalanan jauh anda harus meminum obat anti mual." Ucap Dokter


" Iya Dok."


" Baik, aku akan kasih resep untuk obat pereda pusing dan vitamin penambah daya tahan tubuh." Ucap Dokter sambil menulis resep obat untuk Kirana.


" Maaf Pak ini resepnya." Ucap Dokter memberikan resep tersebut kepada Rangga.


" Iya Terimakasih." Ucap Rangga. Dan Rangga menyuruh Aldo untuk menebus resep tersebut di Apotek.


Aldo mengantarkan Dokter tersebut sampai lantai bawah. Dan Aldo langsung menuju ke Apotek.


" Sayang kenapa kamu tidak bilang sama aku kalau kamu punya riwayat mabuk perjalanan?" Tanya Rangga


" Maaf Mas, Aku dari kemarin waktu berangkat lupa meminum obat anti mual. Dan tadi pun aku juga lupa Mas." Ucap Kirana merasa bersalah.


" Ya sudah lain kali jangan seperti ini Ya?" Ucap Rangga


" Iya Mas."


" Ayo Bubur nya kamu makan dulu Sayang, Biar Mas suapin Ya?" Ucap Rangga.


" Iya Mas terimakasih." Ucap Kirana


Dengan telaten Rangga menyuapi Kirana. Dan Kirana merasa senang karena Rangga begitu perhatian dengan dirinya.


**Jangan lupa like comen dan vote nya ya 😃😃😃 terimakasih. Author butuh dukungan dari kalian semua


Follow ig 👉 diandra7798**

__ADS_1


__ADS_2