Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 20


__ADS_3

Kirana dan Rangga masih setia bergandengan tangan. Dan banyak pasang mata yang melihat nya, kebanyakan yang melihat adalah para wanita. Mereka melihat dengan tatapan iri.


"Pak, lepaskan tangan saya Pak." Bisik Kirana ditelinga Rangga


" Tidak mau" ucap Rangga


"Pak saya takut para wanita wanita itu menatap saya dengan tatapan seperti itu." bisik Kirana lagi


"Biarkan saja mereka hanya iri kepada kamu, kamu bisa jalan bareng dengan lelaki tampan dan kaya seperti aku." Ucap Rangga dengan sombongnya


Sombong amat. Batin Kirana


Mereka telah sampai ditempat yang Rangga pesan di restoran tersebut. Mereka berdua langsung duduk berhadapan.


Kirana tidak menyangka dia bisa memandang wajah tampan bosnya dengan dekat.


"Tidak usah memandang aku seperti itu, nanti kamu naksir." Ucap Rangga menggoda Kirana


"Siapa juga yang melihat anda Pak." Ucap Kirana ketus


"Benarkah?" Goda Rangga lagi sambil tersenyum.


Kirana yang malu mengakui kalau dirinya memang memandang wajah tampan bosnya. Dengan segera dia membuang mukanya.


Menggemaskan sekali. Batin Rangga


Hidangan yang sudah di pesan oleh Rangga, akhirnya datang. Mereka segera memakan makanan yang sudah dihidangkan dimeja. Sesekali Rangga memandang Kirana.


"Pak anda kenapa melihat saya seperti itu?" tanya Kirana dengan beraninya


Rangga hanya tersenyum


" Pak nanti anda naksir ke saya, tidak usah memandang saya seperti itu," Ucap Kirana dengan beraninya membalikan kata Rangga tadi.


Rangga terperangah tidak percaya. Kirana yang dilihat nya diam, bisa juga banyak bicara.


Rangga hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah laku Kirana.


Hari sudah malam Rangga mengantarkan Kirana pulang. Rangga yang fokus menyetir sedangkan Kirana sedang memainkan ponselnya. Rangga sekilas melirik Kirana. Dan dia memberikan ponsel nya kepada Kirana.

__ADS_1


"Catatlah nomer mu disini?" Pinta Rangga sambil memberikan ponsel nya kepada Kirana


"Ya Pak" Ucap Kirana sambil mengambil ponsel bosnya. Dan menyimpan nomer ponsel nya di ponsel Rangga.


" Ini Pak sudah" Ucap Kirana mengembalikan ponsel bos nya.


Mobil Rangga sudah sampai didepan jalan kontrakan Kirana. Rangga melirik ke samping nya. Ternyata Kirana tertidur pulas. Dia tidak tega membangunkan Kirana. Dilihat nya wajah Kirana dan Rangga membelai wajah Kirana dengan lembut.


Cantik bahkan tidur pun kelihatan cantik. Batin Rangga


Ketika Rangga membelai wajah Kirana. Kirana terbangun dari tidurnya.


"Pak Rangga, anda mau ngapain?" Tanya Kirana takut saat Rangga menatap Kirana dan hidung Rangga menempel di pipinya Kirana. Jantung Kirana bergetar.


"Aku mau melepaskan seat belt kamu." Ucap Rangga sambil melepaskan seat belt yang melingkar di tubuh Kirana.


" Makasih Pak atas makan malam nya dan terimakasih telah mengantarkan saya pulang." Ucap Kirana sambil membuka pintu mobil bos nya.


Ketika Kirana sudah turun, Rangga membukak kaca mobil nya. Memandang Kirana sampai tidak kelihatan dari depan mata nya. Setelah tidak terlihat lagi Kirana, Rangga melajukan mobilnya tersebut.


Rangga tidak pulang ke rumah orang tua nya. Melainkan pulang ke apartemen nya.


****


Kirana segera masuk ke kontrakan nya, dan segera masuk ke kamar mandi untuk mandi. Setelah itu dia melakukan kewajiban nya untuk sholat. Selesai sholat dia langsung merebahkan dirinya di tempat tidur nya. Dia mencoba untuk memejamkan mata nya. Tapi tetap saja tidak bisa. Dia teringat kembali kebersamaan nya tadi dengan Pak Rangga. Ketika dia sedang membayangkan kebersamaan dengan bos nya tadi, tiba tiba ponsel Kirana bergetar.


Dilihat ponsel nya nomer tidak dikenal


"Halo" Ucap Kirana


"Kamu belum tidur." Tanya Rangga ditelfon


"Maaf ini dengan siapa?"tanya Kirana


" Ini aku Rangga" Ucap Rangga


" Maaf Pak, saya tidak tau kalo ini nomer bapak." Ucap Kirana


" Ya sudah tidur lah sudah malam," Ucap Rangga sambil mematikan telfonya.

__ADS_1


Tut..Tut


lah ko dimatikan telfon nya,dia yang menelfon dia yang mematikan. Batin Kirana


" Sudah lah aku mau tidur," Ucap Kirana sendiri


Akhirnya lama kelamaan mata Kirana terpejam dia sudah dialam mimpinya.


****


Di Apartemen Rangga


Rangga tersenyum senyum sendiri. Ketika selesai menelfon Kirana. Dia teringat kembali akan kebersamaan nya dengan Kirana tadi. Merasa kan ada yang berbeda ketika berdekatan dengan Kirana.


Apa aku menyukai nya. Batin Rangga


"Dia sangat cantik dan kelihatan nya dia wanita yang mandiri dan sederhana." Ucap Rangga sambil teringat akan kecantikan Kirana


Hari sudah mulai larut malam, tapi Rangga belum bisa memejamkan mata nya. Dia memilih untuk membuka laptop nya mengecek pekerjaan nya tadi.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 malam. Mau tidak mau Rangga harus memejamkan mata nya untuk tidur. Karena kalau tidak dia akan kesiangan. Akhirnya Rangga bisa tertidur pulas


****


Dikamar Rangga


Pagi pagi terdengar suara ponsel Rangga berdering, Rangga yang sedang tidur akhirnya terbangun juga karena berisik nya suara ponsel nya. Diraihnya ponsel tersebut sambil setengah sadar Rangga mengakat telfonya. Ternyata yang menelfon dia adalah asisten nya sendiri Aldo


"Halo, ada apa kamu pagi pagi menelfon saya." Ucap Rangga


" Maaf Pak saya hanya mengingatkan saja anda pagi ini anda bertemu klayen Pak, itu tidak boleh diwakilkan." Ucap Aldo


" Saya sudah tau." Ucap Rangga ketus sambil mematikan telfon sepihak.


" Ganggu tidur orang saja." grutu Rangga


Rangga akhirnya terpaksa bangun juga. Karena dia tidak mungkin tidur lagi. Bisa bisa dia kesiangan. Dia berjalan menuju kamar mandi dan segera mandi. Setelah selesai mandi dia bersiap untuk bekerja. Dengan stelan jas hitam nya menambah kegantengan nya.


Hari ini dia sudah tidak sabar untuk ke kantor. Karena ingin melihat senyuman bidadari nya, siapa lagi kalau bukan Kirana. Wanita yang akhir akhir ini teriang riang di pikiran nya. Wanita yang mampu menaklukkan hati seorang Rangga Aditya Dewangga.

__ADS_1


Dia segera berangkat ke kantor menggunakan mobil sport putih miliknya.


Yuk tunggu episode selanjutnya, jangan lupa like dan comen nya😃😃😃


__ADS_2