
Pukul lima pagi Kirana sudah terbangun dari tidurnya. Dia segera bangun ketika hendak bangun tangan Kirana ditarik oleh Rangga akhirnya dia jatuh kepelukan suaminya. Rangga langsung memeluk erat Istrinya mengajak Istrinya untuk kembali tidur.
" Mas lepasin aku mau bangun." Ucap Kirana mencoba melepaskan dari dekapan suaminya.
" Sayang ini masih pagi, Kamu mau ngapain?" Tanya Rangga.
" Mau bangun lah Mas mau masak untuk sarapan pagi." Ucap Kirana
" Sudah tidak usah masak, nanti kita delivery aja." Ucap Rangga masih setia mendekap tubuh Kirana.
" Ya sudah tapi aku mau ke kamar mandi Mas, tolong lepasin." Rengek Kirana.
" Heemmm..." Rangga berdehem dan melepaskan pelukannya. Dan Kirana masuk ke kamar mandi. Setelah dari kamar mandi Kirana beranjak ke tempat tidur lagi dan tidur disamping suaminya.
Sinar matahari menyinari masuk ke celah celah jendela kamar. Kirana yang mendapati sinar matahari tengah menyinari matanya pun lantas terbangun. Dan membuka matanya perlahan, Rangga yang menyadari Istrinya sudah bangun pun memberikan morning Kiss.
Cup...
" Pagi Sayang ku." Ucap Rangga memiringkan tubuhnya menghadap Istrinya dan memberikan kecupan di pagi hari.
" Pagi juga Mas." Jawab Kirana tersenyum. Dan Kirana segera bangun untuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai dengan aktivitas mandi nya, Kirana segera keluar menggunakan handuk kimono nya. Dilihat nya Rangga masih tiduran di kasur. Kirana mencoba mendekati suaminya dan membangun kan nya kembali.
" Mas bangun masa kamu tidur lagi sih ini udah siang ayo bangun." Ucap Kirana membangunkan suaminya bukan nya malah bangun. Rangga langsung menarik tangan Kirana dan Kirana jatuh kepelukan nya. Dengan posisi Tubuh Kirana diatas Rangga. Senyum terukir di wajah Rangga mendapati Kirana jatuh kepelukan nya apalagi Istrinya begitu menggoda dengan hanya berbalut handuk kimono nya.
Rangga langsung membalikkan badan nya sekarang menjadi dirinya yang menindih Istrinya.
" Sayang aku menginginkan nya bukan nya ini udah ada dua hari, kamu datang bulan nya sudah selesai kan?" Tanya Rangga sambil membelai lembut wajah cantik istrinya sesekali mengecup bibir mungil Kirana.
" Heemmm... sudah." Ucap Kirana malu malu.
Rangga yang mendengar nya tersenyum dan menatap wajah istrinya, dan salah satu tangannya mulai membuka handuk kimono yang Kirana kenakan. Rangga kembali menciumi Istrinya. Dan tak lama Rangga menghentikan ciumannya.
" Aku sangat menginginkan nya sayang, aku sudah tidak tahan." Ucap Rangga berbisik di telinga Kirana dengan penuh gairah.
" Mas kita mau ke kantor, nanti kita telat." Ucap Kirana mencoba bangun tapi ditahan oleh Rangga.
" Sudah kita tidak usah ke Kantor.." Ucap Rangga sambil mengecup leher jenjang Kirana.
" Mas aku mohon kita lakukan nanti malam saja ya? hari ini kita ke kantor dulu nanti kamu ada rapat penting yang tidak bisa kamu wakilkan." Ucap Kirana membujuk suaminya.
Rangga berpikir sejenak apa yang dikatakan Kirana benar hari ini dia ada rapat penting dengan para pemegang saham.
__ADS_1
" Heemmm...ok lah kita lanjutkan nanti malam, persiapkan dirimu nanti malam Sayang." Ucap Rangga dengan senyum liciknya.
" Iya Suami ku tersayang." Ucap Kirana mengecup bibir Suaminya dan beranjak bangun.
" Kamu mencium ku mencoba menggoda aku lagi?" Tanya Rangga
" Tidak Mas, sudah kamu sekarang mandi dulu nanti kita telat ke kantor Mas. Aku siapkan baju kamu." Ucap Kirana mendorong pelan tubuh suaminya ke kamar mandi.
Rangga langsung masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Kirana berganti baju menggunakan pakaian kantor nya. Dan selesai memakai pakaian nya Kirana segera menyiapkan pakaian kantor Rangga lengkap dengan Jas dan juga dasi. Tidak lupa dia mengambil ponselnya untuk memesan makanan untuk sarapan pagi. Sambil menunggu pesanan nya dia menyisir rambut nya dan memake up tipis wajah nya menggunakan bedak tidak lupa dia menggunakan lipstik berwarna natural.
Rangga sudah selesai dengan aktivitas mandi nya. Dia segera memakai pakaian yang Kirana siapakan. Kirana membantu memakaikan dasi. Rangga dan Kirana sudah siap dengan stelan kantor nya mereka langsung turun kebawah. Kirana langsung ke dapur membuatkan kopi kesukaan suaminya. Rangga menunggu dimeja makan.
Bel pintu apartemen nya berbunyi Rangga langsung berjalan ke arah pintu dan membukakan pintunya. Ternyata orang yang membawakan pesanan makanan yang dipesan oleh Kirana. Rangga membawanya makanan tersebut ke meja makan.
" Mas ini kopi nya." Ucap Kirana memberikan secangkir kopi buatan nya.
" Terimakasih Sayang." Ucap Rangga dan dia mengambil kopi lalu dia seduh.
Kirana membukakan bungkusan makanan tersebut lalu dia taruh ke piring dan mereka berdua makan. Sesekali mereka saling bersuapan. Ketika mereka menikmati sarapan pagi ponsel Rangga berdering. Dia melihat siapa yang menelepon nya ternyata Aldo lalu dia angkat.
" Ada apa Al?" Tanya Rangga disambungan telponnya.
" Maaf Pak mengganggu saya hanya memberitahu kan nanti sehabis kita rapat dengan para pemegang saham. Kita nanti langsung meninjau proyek pembangunan Mall yang ada di Tanggerang." Ucap Aldo disambungan telpon.
" Ok Baik." Ucap Rangga langsung mematikan sambungan telepon nya.Dan meneruskan kembali sarapan nya bersama sang istri.
" Iya Mas tidak apa apa." Jawab Kirana
" Sayang persiapkan dirimu untuk pertempuran nanti malam." Ucap Rangga menggoda Kirana dengan mengerjipkan satu matanya.
" Mas apaan sih." Ucap Kirana tersipu malu.
Akhirnya mereka berdua berangkat ke kantor bersama. Seperti biasa Kirana turun di depan jalan dekat kantor. Setelah sampai di kantor, Kirana segera keruangan kerjan. Dan duduk di meja kerjanya lalu memulai bekerja.
Kirana masuk keruangan suaminya untuk memberitahukan bahwa rapat hari ini lagi akan segera dimulai.
" Tok tok."
" Masuk." Ucap Rangga
Kirana langsung masuk kedalam ruangan suaminya. Rangga yang melihatnya langsung tersenyum.
" Mas sebentar lagi Rapat akan segera dimulai." Ucap Kirana
__ADS_1
berdiri didepan meja kerja Rangga.
" Ya sayang." Ucap Rangga berdiri dari kursi nya dan langsung memakai jasanya dibantu oleh Kirana. Dan Kirana merapikan dasi suaminya tiba tiba Rangga mencium pipi Kirana.
" Mas kebiasaan deh selalu menciumi aku terus." Gerutu Kirana dan Rangga hanya tersenyum. Mereka berdua keluar dari ruangan Rangga, ternyata Aldo sudah menunggu didepan pintu. Dan mereka bertiga pun menuju ruangan rapat. Rapat pun segera dimulai dengan Rangga yang memimpin jalannya Rapat.
****
Tak terasa jam istirahat pun tiba. Sudah hampir dua jam rapat itu dilaksanakan Akhirnya rapat pun selesai Rangga, Kirana dan Aldo pun kembali keruangan mereka. Untuk beristirahat sejenak karena sudah memasuki jam istirahat. Aldo kembali keruangan nya, dan Rangga pun masuk juga kedalam ruangan nya. Sedangkan Kirana menuju kantin Kantor membelikan makanan untuk dirinya dan suaminya. Setelah membeli beberapa makanan Kirana segera menuju keruangan suaminya. Dia menaruh makanan tersebut dipiring. Kirana menghampiri Rangga yang sedang memeriksa beberapa dokumen yang tadi Aldo berikan kepada nya.
" Mas makan dulu pekerjaan nya dilanjutin nanti lagi." Ucap Kirana menarik tangan suaminya mengajak untuk duduk di sofa menikmati makan siang.
" Sayang suapin.." Rengek manja Rangga kepada sang istri.
" Iya Mas.." Ucap Kirana dia langsung menyuapi suaminya.
" Sayang..." Panggil Rangga kepada sang istri.
" Kenapa Mas?" Tanya Kirana
" Sayang besok lusa aku akan pergi ke Belanda lagi untuk menengok keadaan Papah. Kamu tidak apa apa kan sementara beberapa hari ini aku tinggal?" Ucap Rangga
" Iya Mas tidak apa apa." Jawab Kirana.
" Maaf Sayang aku belum bisa mengajak mu menemui kedua orang tua ku mengenalkan mu sebagai istri ku. Tapi secepatnya aku akan memberi tahukan mereka." Ucap Rangga sambil memegang tangan Kirana.
" Tidak apa apa Mas yang terpenting kesehatan Papah kamu." Ucap Kirana dia berusaha untuk tegar walaupun hatinya menangis. Karena dia takut dengan status pernikahan mereka yang masih dirahasiakan. Kirana takut pernikahan mereka akan ditentang oleh kedua orang tua Rangga.
Tak terasa buliran air mata nya tidak bisa terbendung menetes membasahi pipinya. Rangga yang melihat nya langsung mengusap perlahan air mata tersebut. Hatinya begitu sakit melihat wanita yang ia cintai menangis.
" Sayang bersabarlah aku secapatnya akan memberitahu kan pernikahan kita kepada kedua orang tua ku bersabarlah sayang." Ucap Rangga memeluk erat tubuh istrinya yang sangat ia cintai.
" Aku takut Mas kedua orang tua mu menentang pernikahan kita." Ucap Kirana terisak.
" Aku akan tetap mempertahankan pernikahan kita. Aku akan tetap memperjuangkan cinta kita sayang. Aku sangat mencintaimu bersabarlah." Ucap Rangga mengusap air mata Istrinya.
" Sudah tidak usah menangis lagi nanti tenaga kamu akan terkuras hanya untuk menangis terus. Simpan tenaga kamu untuk nanti malam kita akan bertempur sampai pagi." Goda Rangga kepada istrinya sambil mengerjipkan matanya.
" Mas apan sih..." Ucap Kirana malu dia langsung mencubit pinggang suaminya.
" Percayalah kepada ku semua akan baik baik saja bersabarlah akan indah pada waktunya sayang jadi nikmatilah kehidupan kita yang seperti ini dulu." Ucap Rangga menenangkan Istrinya dan memberi kecupan di kening sang istri.
Happy reading 😃😃😃😃
__ADS_1
Maaf membuat kalian menunggu 🙏🙏🙏
Jangan lupa follow ig 👉 diandra7798