Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 22


__ADS_3

Kirana langsung menutup telpon dan segera bekerja kembali. Dia sedang fokus menatap layar komputer. Tiba tiba ada sepasang mata sedang memperhatikan nya. Kirana tidak tau kalo ada yang sedang memperhatikan nya.


" ehemmm." Rangga berdehem


Kirana kaget dia langsung melihat. Siapa yang lagi berdehem, ternyata bos nya sendiri. Rangga menghampiri Kirana dan menggandeng tangan Kirana. Untuk masuk keruangan nya, dan membawa Kirana untuk duduk di kursi kebesaran nya. Kirana tidak menyangka kalau akan diperlakukan oleh bos nya seperti itu.


"Maaf Pak saya tidak pantas untuk duduk di kursi Anda Pak." Ucap Kirana sambil mau berdiri tapi di cegah oleh Rangga.


" Diam lah tetap disini." Ucap Rangga sambil berjongkok, memegang erat tangan Kirana dan memandangi wajah cantik Kirana.


Kirana yang hanya tertunduk malu, ketika Rangga menatap nya. Dengan tatapan penuh arti.


Diraihnya dagu Kirana..


" Jangan lah menunduk seperti itu, Kamu tidak perlu takut menatap aku." Ucap Rangga sambil menggenggam tangan Kirana


Rangga tau kalau Kirana sedang gugup, di lihat dari tangan Kirana yang gemetaran.


" Aku mencintaimu Kirana." ucap Rangga sambil menatap Kirana


Kirana lagi lagi menundukan kepalanya, dia tidak tau harus menjawab apa.


" Aku tau kamu pasti tidak menyangka kalau aku mencintaimu Kirana, tapi inilah bukti perasaan ku tidak bisa dibohongi, Ucap Rangga


" Kamu tidak perlu harus menjawab sekarang, aku kasih kamu waktu untuk berfikir." Ucap Rangga lagi


" Maaf Pak, saya permisi." Kirana tidak berani mengatakan apa apa. Karena dia merasa masih syok dengan ungkapan hati bos nya tersebut.


Kirana melangkah pergi keluar ruangan bos nya tersebut. Dia langsung menuju kemeja kerja nya. Dia tidak menyangka dua kali Rangga mengatakan kalau dia mencintai Kirana. Apa yang harus Kirana jawab.


Jujur Kirana juga tertarik kepada Rangga, tapi dia tidak tau itu perasaan apa. Dia hanya mengagumi Rangga karena ke tampanan nya. Mungkin setiap wanita pasti akan punya perasaan sama seperti Kirana. Disisi lain Kirana juga mengagumi kebaikan seorang Rangga, walaupun kadang kadang masih nyebelin.


****


Waktu tidak terasa menunjukkan pukul 5 sore. Kirana segera membereskan pekerjaan nya. Dan langsung bersiap untuk pulang. Dia mengambil ponsel dan memesan ojek online langganan nya.


Segera dia berjalan meninggalkan ruangan nya, dan segera turun menaiki lift. Dia menunggu ojek online yang dia pesan di halte bus sebrang kantor.

__ADS_1


Dilihat nya dari jauh mobil sport putih melangkah keluar dari kantor. Dia pasti sudah tahu kalau yang mengendarai itu adalah bos nya sendiri.


Kirana langsung mencari tempat untuk sembunyi. Karena Kirana tau, kalau bos nya tau dia menunggu di halte bus. Pasti Pak Rangga akan menyuruh Kirana untuk naik ke mobilnya. Kalau tidak mau pasti Pak Rangga akan mengancam ngancam dia seperti biasa nya.


Dia melihat lihat ke sana kemari apa mobil bos nya sudah pergi apa belum. Ternyata mobil bos nya sudah melangkah jauh. Akhirnya Kirana keluar dari tempat persembunyian nya.


" Huft.. lolos akhirnya, dia sudah pergi." Ucap Kirana


Tak terasa beberapa menit, akhirnya ojek online yang dia pesan datang.


" Neng Kirana." Tanya ojek online nya


" Iya bang." Ayo bang jalan


" Siap neng." Ucap tukang ojek online tersebut.


" Biasa bang sesuai aplikasi." Ucap Kirana


" Ya neng" Ucap tukang ojek online


Setelah menempuh beberapa menit, akhirnya Kirana sampai di depan gang rumah. Kirana membayar ojek tersebut. Tiba tiba tukang ojek online tersebut bertanya kepada Kirana.


" Bukan bang itu bos saya, emang kenapa bang?" tanya Kirana


" Lah waktu itu mas yang ganteng itu bilang katanya pacar neng, dan dia ngasih ongkos nya banyak banget." Ucap tukang ojek


Kirana hanya tersenyum tidak mau menghiraukan apa yang dibicarakan tukang ojek online tersebut. Dan berjalan menuju kontrakan nya.


Diraihnya gagang pintu dan membuka pintu tersebut. Kirana lekas masuk dan bersiap untuk mandi. Setelah mandi dia menunaikan ibadah sholat maghrib. Setelah selesai sholat, tidak terasa perut nya berbunyi menandakan kalau diri nya lapar. Dia mau memasak rasa nya malas.


Diraihnya ponsel yang ada di tas nya, dan memesan makanan lewat go food. Dia milih makanan apa yang dia harus pilih. Dia memilih nasi goreng ati ampela kesukaan nya.


Beberapa menit kemudian pesanan nya datang, dan dia segera makan. Karena perut nya benar benar terasa lapar. Kirana makan sampai sampai benar benar tak tersisa.


"Hu... kenyang." Ucap Kirana sambil mengambil air putih.


Tiba-tiba ponsel nya berdering. Ada pesan masuk

__ADS_1


Rangga : " Kirana."


Kirana : " Iya"


Rangga. : " Belum tidur?"


Kirana. : " Belum , Anda sendiri belum


tidur?"


Rangga : " Tidur lah sudah malam, I love you "


Kirana : " Iya"


Kirana senyum senyum sendiri setelah membaca pesan dari Rangga. Dia membayangkan kejadian tadi waktu diruangan Rangga. Rangga mengatakan cinta untuk nya.


Aku harus menjawab apa? apa aku tolak saja, tidak mungkin aku terima. Aku hanya wanita biasa, Sedang kan Pak Rangga orang yang punya segalanya. Batin Kirana


"Ah sudah lah aku mau tidur besok kan hari Sabtu aku akan bersih bersih kontrakan, dan siang nya aku ada janji sama Mba Ayu." Ucap Kirana


Akhirnya Kirana merebahkan diri di kasur nya. Lama lama akhirnya tertidur pulas juga.


****


Di Apartemen Rangga


Rangga setelah mengirim pesan kepada Kirana, dia senyum senyum sendiri. Hati Dia sangat bahagia, Karena telah menemukan cinta kembali setelah penghianatan Clarissa lima tahun yang lalu. Kirana wanita satu satu nya yang bisa mengisi kekosongan hati nya. Ya walaupun belum tentu Kirana menerima nya. Rangga yakin bahwa Kirana adalah jodoh nya dan cinta terakhir nya.


Aku tahu Kirana kamu adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuk ku, kamu adalah cinta terakhir ku, kamu adalah ibu dari anak anak ku kelak, Aku yakin itu . Batin Rangga


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Rangga masih setia di balkon kamar nya, melihat pemandangan ibu kota malam hari. Dia masih dengan pikiran nya sendiri.


" Aku sangat mencintaimu Kirana, kamu wanita berbeda." Ucap Rangga disela sela lamunan nya.


Sampai sudah larut malam pun Rangga tidak bisa memejamkan mata nya, Dia sudah berbaring di kasur empuknya. Tapi tetap saja dia tidak bisa memejamkan mata nya. Akhirnya Rangga menuju ruang kerja pribadi nya, untuk mengecek pekerjaan yang tadi dikirimkan Asinten nya Aldo lewat email.


Rangga akhirnya merasakan kantuk juga, setelah dirinya di sibukkan dengan pekerjaan nya. Dia akhirnya menyudahi pekerjaan nya. Dan melangkah ke kamar nya lagi. Berbaring di kasur empuk nya dan lama lama terpejam.

__ADS_1


**Jangan lupa like comen nya ya..☺️☺️☺️


Yuk kita tunggu episode selanjutnya**


__ADS_2