
Di Belanda tepatnya di Rumah Sakit Gelderse Vallei Hospital
Hari demi hari kondisi dari Pak Arya Dewangga semakin kesini semakin membaik. Mungkin bulan depan bisa kembali lagi ke Indonesia. Sebenarnya dia sudah mengetahui pernikahan putranya yang dilakukan secara diam-diam dengan wanita pilihannya. Dia sangat kecewa dengan sikap Rangga yang menikah secara diam-diam tanpa meminta restu kepadanya.
" Mah lihatlah foto putra mu ini?" Ucap Papah Arya menunjukkan foto kemesraan putranya. Yang dikirimkan oleh orang suruhannya
Mamah Amelia tersenyum melihat kemesraan Rangga dengan wanita yang dicintainya. " Mamah sangat senang Pah melihat Rangga begitu sangat bahagia dengan wanita yang dicintainya." Ucap Mamah Amelia
" Heemmm..iya Mah Papah juga senang, hanya saja Papah sangat kecewa dengan sikap Rangga. Kenapa dia harus diam-diam menikahi wanita tersebut tanpa memberitahukan kita Mah." Ucap Papah sambil bersandar di kepala Ranjang Rumah Sakit.
" Mungkin karena Rangga takut kalau kita tidak merestui hubungannya dengan wanita tersebut, makanya dia menyembunyikan hubungan ini Pah. Setelah kita memaksa menjodohkannya dengan Stevani. Dia takut akan kondisi Papah yang sedang sakit" Jawab Mamah Amelia.
" Heemmm..iya Mah Papah dulu salah memaksa Rangga untuk menikah dengan Stevani yang ternyata keluarga mereka sangat licik ingin merebut Perusahaan kita." Jawab Papah Arya menyesal karena memaksa Putra semata wayangnya menikahi wanita tidak baik.
" Sudahlah Pah tidak perlu dipikirkan lagi yang terpenting Rangga sudah menemukan kebahagiaannya dengan menikahi wanita yang dicintainya." Ucap Mamah Amelia
" Iya Mah tapi seenggaknya biar Papah membuat perhitungan dulu dengan Rangga." Ucap Papah Arya
" Maksud Papah gimana?" Tanya Mamah Amelia merasa bingung dengan ucapan suaminya.
" Nanti Mamah juga akan tahu." Jawab Papah Arya dengan santai.
" Terserah Papah sajalah yang terpenting Papah jangan nyakitin mereka berdua." Ucap Mamah Amelia
" Heemmm.. tidak akan menyakiti mereka Mah tenang saja, Papah tetap akan merestui hubungan mereka Mah hanya Papah ingin berpura-pura saja menentang hubungan mereka. Karena Rangga tidak memberitahukan kita tentang pernikahannya." Ucap Papah Arya
Mamah Amelia hanya menggelengkan kepalanya mendengar apa yang akan direncanakan suaminya untuk anak dan menantunya.
****
Pagi-pagi Rangga sudah terbangun dari tidurnya, dia melihat kearah istrinya yang masih tertidur pulas. Mungkin kecapean karena semalam Rangga menyerang istrinya hingga tengah pagi. Senyum mengembang di bibir Rangga mengingat percintaannya semalam dengan sang istri. Karena istrinya sekarang begitu sangat pintar memimpin permainan membuat Rangga ingin lagi dan lagi.
Dikecupnya kening sang istri dia langsung beranjak turun dari ranjang dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kirana terbangun mendengar suara gemricik air dari kamar mandi. Dilihatnya suaminya sudah tidak ada disampingnya. Dia langsung bangun dari ranjang dan mengambil baju-bajunya yang berserakan dilantai dan memakainya kembali. Setelah itu Kirana segera menyiapkan baju kerja untuk suaminya dan dirinya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit Rangga sudah selesai dengan aktivitas mandinya, dia keluar dari kamar mandi dan berjalan kearah istrinya yang sedang menyiapkan baju untuk dirinya. Memeluknya dari belakang dan memberikan morning kiss dipipi istrinya.
" Morning kiss Sayang.." Ucap Rangga sambil mencium pipi istrinya. Dan Kirana membalikan badannya menghadap suaminya.
" Mas maaf aku bangunnya kesiangan." Ucap Kirana
"Heem...tidak apa-apa Sayang mungkin kamu lelah karena semalam kamu begitu menikmati permainan kita." Ucap Rangga menggoda sang istri, membuat Kirana tersipu malu.
" Apaan sih kamu Mas selalu berkata mesum.!!" Ucap Kirana sambil mencubit pinggang sang suami.
" Aw..sakit Sayang.."
Kirana tidak menghiraukan dia langsung masuk kedalam kamar mandi. Rangga hanya tersenyum bisa menggoda sang istri.
Kirana sudah selesai dengan aktivitas mandinya lalu bersiap memakai setelan baju kantornya. Diliriknya sang suami masih duduk di sofa kamar sambil memainkan ponselnya. Dan dasinya pun masih belum ia kenakan masih berada di sandaran sofa. Kirana segera menghampiri suaminya dan memakaikan dasinya. Setelah mereka sudah rapi mereka segera turun kebawah langsung menuju meja makan. Kirana segera mengoleskan selai diatas roti dan tidak lupa membuatkan segelas susu untuk suaminya. Pagi ini dia tidak memasak seperti biasanya karena kesiangan.
" Mas.." Panggil Kirana
" Iya ada apa Sayang?" Jawab Rangga
" Baiklah nanti biar aku sama Aldo saja, kamu tidak usah ikut Sayang. Aku tidak mau nanti klien ku menggoda kamu seperti dulu. Dan memandangi mu dengan tatapan mesum." Ucap Rangga
" Iya Suami Ku kamu cemburu ya?" Goda Kirana kepada sang Suami. Membuat Rangga tersenyum gemas dan mencubit hidung istrinya.
" Aw..Mas sakit tau.!" Ucap Kirana sambil mengelus hidungnya.
" Itu hukuman buat istri yang selalu menggoda suami." Ucap Rangga sambil tersenyum membuat Kirana cemberut.
" Iya...iya gak bakal deh goda kamu lagi Mas." Ucap Kirana
" Ayo Mas berangkat udah siang.." Ajak Kirana
" Ayo Sayang.." Jawab Rangga.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya berangkat kekantor. Rangga selalu menggandeng tangan istrinya sampai di basmant Apartemen.
" Silahkan masuk tuan putri." Ucap Rangga membukakan pintu mobil untuk istrinya. Kirana hanya tersenyum malu.
" Terimakasih Mas.." Ucap Kirana sambil tersenyum manis dan melangkah masuk kedalam mobil.
Mobil Rangga melaju menuju kantor, sesekali Rangga melirik istrinya yang sedang asyik memainkan ponselnya.
" Ehemmm..." Rangga berdehem
" Kenapa Mas?" Tanya Kirana mendengar Rangga berdehem.
" Kamu chattingan sama siapa sih yang, dari tadi asyik sendiri aku dianggurin nggak diajak ngobrol." Keluh Rangga.
"Heem..maaf Mas ini aku lagi chattingan sama Mba Ayu dia ngajak makan siang bareng." Ucap Kirana
" Ayu siapa Sayang?" Tanya Rangga
" Mba Ayu temen aku waktu di divisi pemasaran Mas, boleh ya aku makan siang sama Mba Ayu." Ucap Kirana
" Boleh Sayang.." Ucap Rangga
" Terimakasih Mas.." Ucap Kirana tersenyum.
" Iya Sayang..." Jawab Rangga
Mereka berdua sudah sampai di depan kantor. Ketika hendak berhenti didepan Kantor Kirana mencegah untuk berhenti.
" Mas jangan berhenti disini kita langsung menuju ke parkiran saja aku takut ada karyawan lain yang melihat aku turun dari mobil." Ucap Kirana, Tanpa menjawab Rangga langsung melajukan mobilnya ke basmant Kantor.
Mobil Rangga sudah berada di basmant Kantor. Kirana melihat kanan kiri ada karyawan lain atau tidak. Dirasa aman Kirana segera keluar dari mobil dan berjalan agak tergesa menuju kantor. Dia tidak menghiraukan suaminya membuat Rangga menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah lucu istri kecilnya seperti maling takut ketahuan.
Rangga juga segera masuk kedalam kantor. Semua Karyawan menyapa Rangga. Ia hanya membalasnya dengan senyuman dan Rangga segera menaiki lift khusus Presdir menuju keruanganya yang berada dilantai atas.
__ADS_1
Happy reading maaf membuat kalian menunggu lama. 🤗🤗🤗