
Diruangan Aldo
Kebimbangan Aldo
Aldo tampak bingung dia harus gimana, Dia ingin mendekati Kirana. Tetapi disisi lain bos nya tersebut menyukai Kirana. Dia tau dari pertanyaan pertanyaan bosnya tadi, Mempertanyakan perihal hubungan mereka dengan Kirana.
Apa pak Rangga benar benar suka dengan Kirana? Batin Aldo
Kalo memang benar, aku tidak apa apa kalo harus mundur, kirana juga dilihat lihat belum menyukai aku.Batin Aldo
"Kalo memang Pak bos benar benar menyukai Kirana, aku malah ikut senang. Berati Pak bos udah move on dan membuka hatinya untuk wanita lain." Ucap Aldo
Aldo memang sudah lama bekerja dengan Rangga sudah bertahun tahun. Dia tau masalah yang dihadapi Rangga waktu itu. Kala calon tunangannya mengkhianati nya. Rangga sangat terpuruk dia sama sekali tidak pernah mau membuka hatinya untuk wanita manapun. Dia juga menjadi pribadi yang dingin.
"Kalo begitu aku harus mendekatkan Pak bos dengan Kirana". Ucap Rangga sendiri.
Aldo melanjutkan pekerjaannya kembali, Dia akan keruangan bos nya lagi. Karena hari ini ada jadwal rapat dengan perusahaan A dan para staf lainnya.
Aldo segera keruangan bosnya tersebut
"Tok tok tok"
"Masuk" Ucap Rangga
"Pak hari ini anda ada rapat dengan Perusahaan A jam 10 pagi pak". Ucap Aldo.
Ketika Aldo sedang membacakan agenda agenda bos nya hari ini, Kirana masuk dengan membawa tumpukan beberapa dokumen yang harus ditanda tangani.
"Kalo begitu saya permisi dulu pak, saya akan menyiapkan dokumen untuk rapat hari ini" Pamit Aldo meninggalkan ruangan bosnya
"Maaf pak ini dokumen dokumen yang harus anda tanda tangani". Ucap Kirana sambil menaruh dokumen tersebut dimeja bosnya.
__ADS_1
"ya terimakasih". Ucap Rangga
"Apa aku tidak salah dengar pak Rangga mengucapkan terimakasih, Biasanya dia cuek". Batin Kirana
"heemm". Rangga berdehem
Kirana tersadar dari lamunannya
"Maaf pak, saya permisi dulu". Ucap Kirana gugup
"Ya", Ucap Rangga sambil menahan tawanya melihat ekspresi Kirana yang gugup.
"Dia sangat menggemaskan kalo terlihat gugup". Batin Rangga
Kirana kembali kemeja kerja nya,dan melanjutkan kembali pekerjaan nya. Rangga dan Aldo segera menuju ruangan rapat.
****
Ketika Rangga sedang rapat, Ada tamu yang datang wanita cantik dan seksi.
"Maaf Bu Pak Rangga sedang ada rapat, Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Kirana dengan sopan.
"Ya sudah saya tunggu diruang nya". Ucap Stevani sambil melangkah ke Ruangan Rangga.
"Maaf Bu anda tidak boleh masuk, karena pak Rangga tidak ada ditempat, pak Rangga juga berpesan tidak ada yang boleh masuk keruangan pak Rangga tanpa seizin nya". Ucap Kirana
"Apa kamu tidak tau kamu berbicara dengan siap ha?", Ucap Stevani dengan marah marah.
"Saya ini calon tunangannya bos kamu, saya akan bilang ke bos kamu agar memecat kamu karena tidak mengizinkan saya masuk keruangan Rangga". Ucap Stevani dengan nada ancaman.
"Maaf Bu". Ucap Kirana dengan takut
__ADS_1
Stevani tidak menghiraukan Kirana, dia segera masuk kedalam ruangan Rangga. Kirana merasa takut dengan apa yang dikatakan Stevani, Karena Kirana benar benar tidak tau kalo dia tunangannya pak Rangga. kalo memang benar. Kirana benar benar takut seandainya dia benar benar dipecat.
Beberapa menit kemudian bosnya datang yang diikuti asisten Aldo. Rangga segera akan masuk keruangan nya. Rangga yang melihat Kirana gugup ketakutan. Akhirnya dia bertanya ke Kirana.
"Ada apa?", Tanya Rangga
"Maaf Pak ada tamu yang mencari anda, seorang wanita. Dia sudah ada diruangan bapak". Ucap Kirana dengan takut.
Tanpa menjawab apa yang dikatakan Kirana, Rangga langsung masuk keruangan nya. Dan dilihat nya wanita itu duduk di shofa. Ternyata wanita itu Stevani Wijaya. Tanpa basa basi Rangga bertanya
"Ada apa kamu kesin?" Tanya Rangga dingin
" Mau mengajak kamu makan siang?" Ucap Stevani sambil melangkah kearah Rangga.
"Maaf aku sibuk!!!", Jawab Rangga dengan ketus.
"Ayolah Rangga, cuman sebentar makan siang". Ucap Stevani dengan memainkan dasi Rangga.
Rangga yang melihat tingkah laku Stevani yang agresif. Merasa muak.
"Stop Stevani, tidak usah menggoda ku seperti ini". Ucap Rangga.
"Kamu merasa tergoda dengan ku?". Tanya Stevani dengan nada nada manja nya.
"Hentikan Stevani, jaga sikap kamu". Ucap Rangga lagi.
" Ini kantor ku jangan banyak bertingkah kamu disini." ucap Rangga tegas
Tapi bukan nama nya Stevani, dia masih saja tidak menyerah. Dia tetap ada di ruangan Rangga. Sampai sampai Rangga merasa ilfil terhadap Stevani.
Dasar wanita murahan bisa bisanya dia seperti tidak punya urat malu. Batin Rangga
__ADS_1
Kenapa aku harus bertemu dengan wanita seperti ini lagi, aku
Yuk tunggu kelanjutan nya ya??? Jangan lupa like comen dan vote nya ya😄😄😄