Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 24


__ADS_3

Kirana segera masuk ke kontrakan nya. Dia segera membersihkan diri di kamar mandi. Selesai mandi dia mengenakan piyama nya. Dan mulai menyisir rambut nya, mengucir rambut nya ke atas. Setelah selesai dengan urusan nya,Kirana segera merebahkan diri di atas ranjang. Dan lama kelamaan mata nya terpejam.


****


Di pagi yang cerah ini, Kirana terbiasa dengan aktivitas pagi nya beres beres rumah, mencuci, dan memasak. Hari ini dia memasak nasi goreng telor ceplok. Menu sarapan untuk pagi ini.


Ketika dia sedang memasak, tiba tiba ada yang mengetok pintu rumah. Dia langsung mematikan kompor dan melihat siapa yang pagi pagi datang bertamu


Kirana membuka pintu rumah nya, ternyata yang bertamu pagi pagi adalah bos nya sendiri. Kirana kaget dengan kedatangan Rangga pagi pagi.


" Ko diam? Aku tidak boleh masuk?" tanya Rangga


" Maaf Pak, silahkan masuk." Ucap Kirana mempersilahkan Rangga masuk ke dalam.


Rangga masuk ke dalam kontrakan Kirana. Melihat lihat kontrakan Kirana yang tidak begitu besar. Dan dia duduk lesehan, karena tidak ada kursi.


" Maaf Pak, tidak ada kursi, hanya bisa duduk lesehan." Ucap Kirana


Karena memang betul di ruangan depan hanya ada tikar. Ya maklum saja, dia hanya mengontrak. Lagian cuman hanya dia seorang diri.


" Tidak apa apa." Ucap Rangga sambil memperhatikan Kirana dari ujung atas sampai ujung bawah. Rangga melihat penampilan Kirana yang memakai piyama dan rambut nya yang di ikat ke atas. Menonton kan leher jenjang Kirana yang mulus dan putih. Rangga tidak menyangka Kirana tetap kelihatan cantik walaupun baru bangun tidur.


"Maaf Pak, Saya tinggal sebentar tadi saya sedang masak." Ucap Kirana untuk melanjutkan memasak nya.


" Ya, Kamu masak apa?, Saya dari tadi belum sarapan." Ucap Rangga dengan muka melas nya.


" Saya hanya memasak nasi goreng telor ceplok, apakah Anda mau?" Tanya Kirana


Rangga hanya mengangguk mau


" Tunggu sebentar ya." Ucap Kirana berjalan menuju dapur.


Tidak butuh waktu lama, Kirana datang membawa nampan berisi nasi goreng telor ceplok dan satu gelas teh hangat.


" Maaf Pak ini makanan nya." Ucap Kirana sambil menaruh nampan nya, dan berjalan ke arah dapur lagi.


" Kamu mau kemana?" tanya Rangga


" Saya mau ke belakang Pak." Ucap Kirana


"Di sini dulu, temani aku makan." Ucap Rangga sambil makan nasi. goreng buatan Kirana.

__ADS_1


" Heemm.. enak." Seru Rangga


" Sayang kamu ko malah gak makan?" tanya Rangga dengan sebutan sayang


Kirana kaget dengan ucapan Rangga yang memanggil dia dengan sebutan sayang.


" Sayang" Tanya Rangga lagi


"Heemm...iya nanti saja." Ucap Kirana


Tanpa basa-basi Rangga menyendok kan nasi goreng yang ada di piring nya. Dan menyuap kan ke mulut Kirana. Kirana yang di suapi hanya menurut saja seperti anak kecil. Rangga yang melihat nya tersenyum senang.


"Pintar." Ucap Rangga sambil mengelus pucuk rambut Kirana


Kirana hanya tersenyum malu


" Tidak usah malu sayang, aku ini calon suami mu!" Ucap Rangga dengan Pd nya


" Hah... sejak kapan saya jadi calon istri anda? Saya saja belum menerima atau menolak anda." Protes Kirana


" Mau tidak mau kamu harus mau, Aku tidak mau ada penolakan. Kalo kamu menolak, aku pastikan kamu aku pecat dari kantor ku dan aku pastikan kamu tidak akan di terima di perusahaan mana pun." Ucap Rangga dengan nada mengancam dia hanya menggoda Kirana saja.


" Selalu mengancam!" Ucap Kirana kesal sambil mengerucutkan bibir nya


" Bodo amat!" Ucap Kirana sambil berjalan ke arah belakang


Rangga hanya tersenyum senang, menggoda Kirana. Dia senang melihat Kirana cemberut. Karena Kirana terlihat menggemaskan.


Kirana segera meninggalkan Rangga, dan menuju ke kamar mandi. Tidak lupa sebelum ke kamar mandi. Dia mengambil baju nya terlebih dahulu di lemari. Karena tidak mungkin Kirana harus masuk ke Kamar nya hanya memakai handuk saja. Karena kalau dari kamar mandi ke kamar akan terlihat dari ruang depan.


Setelah selesai dengan aktivitas mandi. Kirana keluar dengan memakai dan dress selutut berwarna putih. Dan bersiap diri, Kirana menyisir rambut nya dan dia biarkan terurai. Memakai make up tipis di wajah nya, dan memakai warna lipstik yang natural tidak mencolok. Di padu pada kan dengan dengan baju yang dia pakai. Dan tidak lupa memakai sepatu flat coklat. Menambah kecantikan dan ke feminiman nya.


Setelah selesai, dia langsung keluar kamar menghampiri Rangga. Rangga yang melihat Kirana terpana dengan ke cantik kan Kirana.


" You are beautiful dear." Ucap Rangga melihat ke cantik kan Kirana tanpa mengalihkan pandangan nya.


Kirana yang di pandang Rangga terus, merasa malu. Rangga yang melihat Kirana yang hanya tertunduk malu. Hanya tersenyum dan membelai wajah cantik Kirana. Dan berbisik di telinga Kirana.


" Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu." Ucap Rangga membuat Kirana deg degan.


Mereka keluar dari kontrakan Kirana. Tapi sebelum itu Kirana mengunci pintu terlebih dahulu. Pada saat sedang mengunci pintu, tetangga sebelah kontrakan Kirana menyapa Kirana.

__ADS_1


" Neng Kirana, mau kemana?" tanya Bu Siti tetangga Kirana


" Mau keluar bentar Bu." Ucap Kirana


" Neng sebelah neng mas yang ganteng itu siap neng?" tanya Bu Siti


Pada saat Kirana mau menjawab, tiba tiba Rangga yang berbicara


" Saya calon suami Kirana." Ucap Rangga dengan Pd nya.


" Wah ternyata neng Kirana sudah punya calon suami, Kalian cocok yang satu ganteng dan ya satu cantik." Ucap Bu Siti memuji mereka berdua.


" Bu Siti bisa saja, Ya sudah kalo begitu saya permisi dulu Bu." Ucap Kirana melangkah keluar


Kirana dan Rangga sampai di depan mobil, tidak lupa Rangga membukak kan pintu mobil untuk Kirana


" Silahkan tuan putri." Ucap Rangga sambil membukak kan pintu mobil


" Kamu itu bisa saja." Ucap Kirana sambil mencubit lengan Rangga.


" Aw..sakit sayang." Ucap Rangga manja


Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Rangga segera melajukan mobilnya ke tempat yang dia ingin tunjukkan ke Kirana. Rangga fokus menyetir, dan Kirana yang duduk di sebelah nya. Dia hanya memainkan kan ponsel nya.


Rangga sekilas memandangi Kirana.


Ditengah perjalanan, pada saat lampu merah berhenti.Kirana melihat ada yang berjualan cilok dipinggir jalan. Kirana yang melihat nya ingin membeli nya Rangga seolah tahu kalau Kirana ingin membeli cilok tersebut. Karena Kirana memandang ke arah penjual cilok terus.


" Kamu mau beli itu?" Ucap Rangga sambil menunjuk ke arah penjual cilok dipinggir jalan.


" Mau banget." Ucap Kirana dengan senang hati


" Sebentar ya?, habis lampu merah ini jalan. Kita menepi dulu mobil nya." Ucap Rangga


" Ok." Ucap Kirana sambil tersenyum


Lampu sudah hijau, Rangga segera melajukan mobilnya. Dan menepi kan mobil nya untuk mencari parkiran yang aman. Dan tidak terlalu jauh dari penjual cilok tersebut.


**Jangan lupa like, comen dan vote nya ya😄😄😄


Yuk kita tunggu episode selanjutnya

__ADS_1


Hubungan Spesial antara Kirana dan Rangga**


__ADS_2