
Kirana sudah selesai membersihkan diri, Dia langsung menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama Paman, Bibi, dan Bimo. Ketika sedang menikmati makan Paman Slamet bertanya kepada Kirana.
" Nak, Kamu beneran sudah siap untuk menjadi seorang istri?" Tanya Paman
" Insyaallah siap Paman." Ucap Kirana
" Alhamdulillah Nak. Nak Paman hanya ingin berpesan jadilah istri yang berbakti kepada suami, Dan hormatilah mertua kamu. Anggaplah mereka seperti orang tua kandung kamu." Ucap Paman menasehati Kirana
" Iya Paman. " Jawab Kirana.
" Nak sebenarnya Orang tua Nak Rangga itu ke luar negeri ada acara apa Nak?" Tanya Bibi
" Tidak ada acara apa apa bi. Papah nya Mas Rangga sedang menjalani pengobatan di Belanda. Karena sakit Jantung dan dokter menganjurkan untuk dibawa ke Belanda untuk Melakukan pengobatan di sana." Ucap Kirana.
"Semoga Papah nya Nak Rangga diberi kesehatan terus, dan di angkat penyakit nya oleh Allah SWT." ucap Paman.
" Amin.." Ucap Kirana, Bibi, dan Bimo.
" Nak, kenapa calon suami mu ingin secepatnya menikahi kamu?, kenapa dia tidak menunggu orang tua nya sampai benar benar sembuh?" Tanya Bibi
" Aku juga tidak tau Bi, Aku juga sudah bilang ke Mas Rangga kalau sebaiknya menunggu orang tua nya sampai benar benar sembuh dulu. Tapi Mas Rangga tidak mau dia ingin secepatnya menikahi aku." Ucap Kirana
" Karena Kak Rangga begitu mencintai Kak Kirana, makanya dia ingin secepatnya menikahi Kak Kirana. Takut Kak Kirana di nikahi orang lain." Saut Bimo tiba tiba.
Mereka semua yang ada di meja makan hanya tersenyum.
" Sudah sudah Bimo tidak usah meledek Kakak Mu." Ucap Bibi.
Ketika mereka sudah selesai makan, Kirana langsung membereskan meja makan dan membawa piring kotor ke dapur lalu dia cuci. Sedangkan Paman dan Bibi pergi ke rumah saudara saudara terdekat untuk mengundang mereka ke pernikahan Kirana. Mereka tidak banyak mengundang banyak orang. Hanya keluarga dan tetangga terdekat saja.
****
Di lain tempat Rangga masih tertidur di kamar hotel nya, Dia semalam tidak bisa langsung tertidur. Aldo mengetuk pintu kamar Rangga untuk membangun kan bos nya tersebut.
" Tok tok"
" Tok tok"
Rangga terbangun dari tidurnya, Karena mendengar ketukan pintu. Dan dia langsung membukakan pintu kamar.
" Ada apa?, Ganggu aja" Ucap Rangga
" Hanya mengingatkan untuk sarapan pagi Pak." Ucap Aldo
" Iya, Aku mandi dulu." Ucap Rangga
" Baik Pak saya tunggu di depan." Ucap Aldo.
Rangga segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika hendak masuk kamar mandi ponsel nya berbunyi. Di ambil nya ponsel tersebut diatas nakas. Ternyata yang menelpon dia adalah Kirana menelpon menggunakan video call.dia langsung mengangkat nya.
" Iya Sayang." Sapa Rangga.
" Mas pasti baru bangun?" Tanya Kirana
" Iya Sayang Mas baru bangun." Ucap Rangga
" Sayang." Ucap Rangga lagi sambil menatap wajah cantik Kirana di telpon.
" Kenapa Mas?, Mas ko natap aku gitu sih?" Tanya Kirana
" Aku kangen kamu sayang." Ucap Rangga
"Heemmm...baru semalam berpisah aja bilang kangen." Ucap Kirana
" Beneran Sayang aku kangen, Sehari aja aku tidak memandang wajah kamu aku bisa gila." Ucap Rangga
" Gombal kamu Mas." Ucap Kirana malu.
__ADS_1
" Beneran Sayang ku, Mas tidak gombal sayang." Ucap Rangga
" Iya iya Mas, Sana Mas mandi dulu." Ucap Kirana
" Iya Sayang. I love you." Ucap Rangga
" Love you to." Ucap Kirana. Kirana langsung mematikan sambungan telpon nya.
Rangga langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Aldo sedari tadi sudah menunggu di depan Kamar Rangga.
Ini bos apa ketiduran di kamar mandi ya? dari tadi tidak keluar kamar, pamit nya mandi. Ini udah satu jam aku nunggu disini. Apa aku ketuk lagi pintu kamar nya ya? Batin Aldo.
Ketika hendak mengetuk pintu, pintu kamar terbuka. Dan Rangga keluar dari kamar nya.
" Pak anda ketiduran di kamar mandi ya?" Ucap Aldo menggoda Rangga.
" Sial kamu mana ada, tadi Kirana menelpon ku. Jadi aku angkat dulu telpon nya baru aku mandi." Ucap Rangga
" Owh..ku kira Anda ketiduran di kamar mandi Pak." Goda Aldo.
Rangga bukan nya menjawab, dia malah memukul lengan Aldo.
" Aw.. Sakit Pak." Pekik Aldo
Rangga langsung pergi menuju Restoran yang ada di hotel tersebut untuk sarapan pagi. Dan di ikuti oleh Aldo dibelakang nya. Ketika sudah sampai di Restoran mereka langsung mencari tempat duduk dan langsung memesan makanan. Tidak menunggu waktu lama pesanan mereka datang. Rangga dan Aldo langsung menikmati sarapan pagi mereka di Restoran yang berada di hotel tersebut.
" Aldo sudah kamu urus semua untuk pernikahan ku besok?" Tanya Rangga kepada Aldo.
" Ini baru nanti Pak saya urus, soalnya kan ini masih pagi. Pokoknya Anda terima beres saja Pak." Jawab Aldo
" Ok kalau begitu, dan satu lagi Al tolong kamu Carikan motor baru untuk Bimo. Semalam Aku sudah menjanjikan untuk membelikan motor baru buat Bimo." Ucap Rangga.
" Ok siap Pak pokoknya beres." Jawab Aldo.
Rangga hanya mengangguk, dia melanjutkan lagi makan nya. Setelah mereka selesai sarapan. Rangga kembali kemar hotel nya untuk mengambil kunci mobil. Karena Dia akan berkunjung ke rumah Kirana. Sedangkan Aldo keluar untuk mengurus semua pernikahan Bosnya dan pergi ke deller motor untuk membelikan motor baru untuk Bimo.Dia menggunakan mobil yang sudah tersedia di hotel tersebut.
" Mas yang ganteng ini calon suami Kirana ya?" Tanya tetangga Kirana
" Iya Bu." Ucap Rangga
" Duh beruntung nya Kirana punya calon suami yang ganteng, udah gitu kaya lagi." Ucap tetangga Kirana. Rangga tidak menjawab hanya tersenyum dan berpamitan untuk masuk kedalam rumah Kirana.
" Maaf Bu, saya permisi dulu mau masuk ke rumah Kirana." Ucap Rangga
" Iya Mas ganteng." Ucap tetangga Kirana sambil mengedipkan mata nya.
Rangga langsung berjalan masuk ke rumah Kirana meninggalkan ibu ibu tersebut. Rangga merasa geli saat ibu ibu tersebut mengedipkan mata nya.
Rangga mengetuk pintu rumah Kirana.
" Tok tok."
Kirana membukakan pintu.
" Mas Rangga, Ayo masuk." ucap Kirana mengajak Rangga masuk kedalam rumah.
" Iya Sayang." Rangga langsung melangkah masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tamu tamu.
" Sayang, itu ibu ibu yang di depan tadi siapa?" Tanya Rangga.
" Owh..itu Mbok Jum emang kenapa Mas?" Tanya Kirana
" Tidak ada apa apa sayang hanya saja dia tadi mengedipkan mata nya." Ucap Rangga.
Kirana yang mendengar Rangga bilang seperti itu dia malah tertawa.
" Sayang kamu ko malah tertawa sih?" Tanya Rangga lagi.
__ADS_1
"Iya iya maaf Mas, dia mbok Jum alias Mbok Rondo." Ucap Kirana
" Maksud kamu apa sih sayang, Mbok Rondo?" Tanya Rangga, karena terdengar aneh namanya.
" Rondo itu bahasa Jawa Mas yang artinya Janda. Dia ditinggal suami nya sejak satu tahun menikah, di tinggal menikah dengan wanita lain. Dan sampai sekarang dia masih betah menjanda, makanya orang kampung sini menjuluki dia Mbok Rondo." Ucap Kirana.
" Owh..gitu sayang, lah abis nya dia mengedipkan mata gitu. Aku kan merasa geli sayang. Kalau janda nya muda terus cantik aku mau mau aja. Malahan Aku bawa aja ke Jakarta." Ucap Rangga usil menggoda Kirana.
" Mas apaan sih?" Ucap Kirana memukul pelan pundak Rangga.
" Sayang Aku hanya becanda, Kamu yang ada di hatiku sayang. Walaupun wanita manapun secantik apapun. Aku tidak akan tergoda sayang. Karena dihatiku cuman ada satu nama Kirana Putri." Ucap Rangga
" Gombal kamu Mas." Ucap Kirana tersipu malu mendengar ucapan Rangga barusan.
" Mas aku bikinin minum dulu ya?" Ucap Kirana lagi.
" Iya Sayang." Ucap Rangga
Kirana langsung pergi ke dapur dan membuat kan minuman untuk Rangga. Dia membuat kan kopi kesukaan Rangga.
" Mas ini kopi nya Mas." Ucap Kirana menaruh di atas meja.
" Makasih Sayang." Ucap Rangga
Rangga langsung menyeduh kopi buatan Kirana.
" Sayang Paman dan Bibi kemana?" Tanya Rangga
" Ketempat saudara Mas, Mengundang Saudara terdekat untuk datang menjadi saksi pernikahan kita Mas." Ucap Kirana
" Owh.. Terus kalau Bimo kemana sayang?" Tanya Rangga lagi
" Bimo main ke rumah temannya, paling bentar lagi pulang." Ucap Kirana.
Ketika mereka sedang berbincang bincang, Bimo datang.
" Tuh kan bener kan Mas, baru aja di bilangin orang nya udah nongol." Ucap Kirana
" Emang kenapa Kak?" Tanya Bimo
" Tuh Kamu dicarin Mas Rangga." Ucap Kirana
" Ada apa Kak?" Tanya Bimo Rangga.
" Tidak apa apa Bim, Kakak cuman tanya aja. Ko rumah sepi." Ucap Rangga
" Owh.. gitu." Ucap Bimo.
Mereka bertiga sedang asyik mengobrol. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumah. Kirana langsung berjalan ke arah pintu membukakan pintu nya.
" Assalamu'alaikum Maaf ini apa benar dengan rumah nya Pak Slamet Rahardjo?" Tanya Mas mas yang memakai seragam merah.
" Iya Benar. Maaf ada apa Ya?" Tanya Kirana
" Saya hanya mau mengantar kan Motor baru untuk di antarkan ke alamat rumah Bapak Slamet Rahardjo."Ucap Mas nya.
" Iya Mas terimakasih. Ucap Kirana.
" Mba motor nya saya taruh depan. Dan kunci nya sudah ada di motor tersebut. Dan Ini kwitansi nya mba." Ucap Mas nya.
" Terimakasih Mas." Ucap Kirana
Bimo yang mendengar nya senang dan. menghampiri Kirana. Dan berjalan keluar untuk melihat motor barunya. Sedangkan Rangga hanya duduk di kursi menikmati secangkir kopi buatan calon istrinya.
Yuk jangan lupa like comen dan vote nya ya😃😃😃😃
Tunggu kelanjutan kisah Kirana dan Rangga yang sebentar lagi akan menikah 😃😃😃
__ADS_1