
Pagi hari di rumah sakit tempat Papah nya di rawat. Hari ini Rangga sengaja tidak berangkat ke kantor. Hari ini dia masih menunggu Papah nya di Rumah sakit. Karena mungkin masih dalam pengaruh obat yang di kasih oleh dokter. Papah Rangga masih belum sadar dari tidurnya.
Rangga masih setia duduk di samping brankar tempat Papah nya berbaring. Tiba tiba tangan Papah nya bergerak, dan di ikuti kelopak mata nya mulai membuka. Dan mengerjap beberapa kali sampai akhirnya terbuka sempurna. Dan memanggil nama nya.
" Rangga." ucap Papah Arya pelan masih terasa lemas.
" Iya Pah, Papah sudah bangun?" tanya Rangga, dia merasa senang Papah nya sudah sadar.Papah Arya hanya mengangguk pelan.
" Rangga, Papah ingin minum nak?" Ucap Papah Arya pelan
Rangga langsung mengambil kan gelas diatas nakas. Dan membantu Papah nya untuk minum.
Tidak lama Dokter Adrian datang. Dokter Adrian adalah Dokter pribadi keluarga Dewangga. Dia adalah sahabat baik nya Rangga. Dokter Adrian memeriksa keadaan Papah nya Rangga dan di bantu oleh Perawat.
" Om, maaf ya saya periksa dulu?". Ucap Dokter Adrian. Pak Arya hanya mengangguk kan kepalanya.
" Bagaimana Om, sudah merasa baikan?" Tanya Dokter Adrian sembari mengecek menggunakan stetoskop untuk memeriksa detak jantung.
"Sudah Om, Om harus banyak banyak istirahat ya?" Ucap Dokter Adrian
Ketika mereka sedang berbincang, Mamah Amelia datang membawa beberapa makanan dan buah-buahan.
" Pagi Tante." Sapa Dokter Adrian
" Pagi juga Nak Adrian, Bagaimana dengan keadaan suami saya?" Tanya Mamah Amelia menanyakan kesehatan suaminya.
" Sudah baik Tante, hanya saja perlu banyak istirahat." Ucap Dokter Adrian
" Om, Tante saya permisi dulu". Ucap Dokter Adrian
" Ya Nak, terimakasih." Ucap Mamah Amelia
Ketika hendak pergi, Adrian berbisik ke telinga Rangga.
" Ayo ke ruangan ku, ada hal yang harus aku bicarakan." Ucap Adrian berbisik di telinga Rangga
Dokter Adrian keluar bersama perawat. Dan di ikuti oleh Rangga di belakang nya. Sedangkan Mamah Amelia menyuapi Suami nya makan.
****
Di ruangan Dokter Adrian
Adrian masuk ke ruangan nya, dan di ikuti oleh Rangga.
" Bro ada hal penting yang aku harus katakan?" Ucap Adrian kepada sahabat nya.
__ADS_1
" Ada apa katakan saja?" ucap Rangga
"Gini Om Arya mempunyai riwayat jantung, Alangkah baik nya Om Arya harus banyak banyak istirahat. Dan tidak boleh stres berlebihan atau banyak pikiran. Ketika merasa stres, detak jantung dan tekanan darah akan meningkat. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hal ini rentan menyebabkan kerusakan pembuluh darah di jantung. Sekaligus resiko serangan jantung." Ucap Adrian panjang lebar mengenai penyakit yang di derita Papah dari sahabat nya.
Rangga hanya terdiam mencerna kata kata yang di ucapkan Dokter Adrian sahabat dia sendiri. Mengenai resiko penyakit yang di derita Papah nya.
" Bro, ko malah diam?" tanya Adrian yang melihat Rangga yang diam tanpa bicara apapun.
Akhirnya Rangga tersadar dari lamunannya, Dan Adrian berbicara kembali.
" Mungkin Om Arya terlalu banyak memikirkan lo yang sampai sekarang masih betah membujang?" Goda Adrian
" Sialan Lo bisa bisa nya bilang gitu." Ucap Rangga memukul lengan sahabat nya
" Lah emang bener kan?, sampe sekarang Lo masih setia membujang." Goda Adrian lagi
" Enak aja Lo gue udah punya calon tau." Ucap Rangga
"Serius Lo, wanita mana yang bisa membuat kamu jatuh cinta lagi? Tanya Adrian penasaran
" Mau tau aja Lo, Kapan kapan gue kenalin." Ucap Rangga sambil berjalan keluar ruangan Adrian
" Ok gua tunggu." Ucap Adrian.
Setelah beberapa detik, Aldo mengangkat telpon Rangga.
" Aldo kamu dimana?, Apa Kamu sudah menjemput Kirana?" Tanya Rangga
" Maaf Pak, tadi saya udah ke kontrakan Kirana tapi saya ketok ketok rumah nya tidak ada yang menjawab. Kata tetangga nya dia sudah berangkat Pak." Ucap Aldo
" Kamu itu bagaimana Aldo, Saya sudah suruh kamu datang pagi untuk menjemput Kirana terlebih dahulu." Ucap Rangga kesal
" Maat Pak, tadi saya kesiangan bangun nya." Ucap Aldo merasa bersalah
" Ah.. alasan saja kamu, Aku potong gaji mu." Ucap Rangga dan langsung mematikan telpon nya.
Rangga terlihat khawatir dan marah kepada Kirana. Kirana dari tadi di telpon tidak bisa terus. Dia takut kejadian yang kemarin kemarin terulang kembali. Rangga pikiran nya sangat kacau. Akhirnya Rangga memutuskan untuk ke kantor nya. Karena dirasa Papah nya sudah baikan dan ada Mamah yang menjaga Papah. Rangga menelpon Mang Ujang untuk membawakan baju kantor nya ke rumah sakit.
Beberapa menit kemudian Mang Ujang datang membawa kan baju kantor nya. Dan Rangga langsung bersiap untuk ke kantor tanpa mandi. Dia segera berpamitan kepada kedua orang tua nya.
Dan langsung menuju parkiran mobil yang ada di rumah sakit, untuk mengambil mobil nya. Dan langsung mengendarai mobil menuju Kantor nya. Dia mengendarai mobil sambil menelpon Asisten nya. Menanyakan apa Kirana sudah sampai kantor apa belum.
Aldo mengantakan kalau Kirana belum ada dimeja kerjanya. Itu yang menambah kekhawatiran Rangga kembali.
" Sayang, Kamu dimana? kenapa ponsel kamu tidak bisa di hubungi. Dan sampai sekarang kamu belum sampai Kantor, Kamu dimana sayang." Ucap Rangga sambil memukul stir mobilnya.
__ADS_1
Dia berusaha melaju kan mobil nya dengan cepat, tapi apa daya dia harus terjebak macet di jalan. Karena ini jam jam orang kebanyakan ke kantor. Terjebak macet menambah emosi nya.
Tiba tiba waktu dia terjebak macet. Dia seperti melihat Kirana berdiri ditepi jalan. Seperti menunggu angkutan umum. Tapi dia tidak bisa menrobos mobil yang ada di depan nya. Ketika mobil yang ada di depan nya sudah berjalan lancar. Dia langsung menuju ke arah Kirana berdiri. Rangga langsung menepikan mobilnya. Dan keluar dari mobil nya untuk menghampiri Kirana.
Rangga spontan langsung menarik tangan Kirana untuk masuk ke dalam mobil nya. Kirana yang ditarik tangan nya oleh Rangga meringis kesakitan.
Rangga membukak kan pintu mobil untuk Kirana. Dan dia juga langsung masuk ke dalam mobil.
" Mas.." Panggil Kirana
" Hemmm..." Ucap Rangga datar
"Mas, kenapa terlihat kesal?" tanya Kirana
"Kamu masih nanya kenapa?" Bentak Rangga
Kirana yang di bentak Rangga hanya tertunduk diam tidak berani berkata apa apa. Rangga yang melihat Kirana ketakutan akhirnya dia menurunkan emosi nya.
" Maaf sayang aku membentak kamu?" Ucap Rangga menyesal. Kirana hanya menunduk tidak menjawab ucapan Rangga.
Rangga langsung menepikan mobilnya, dia berhenti sebentar. Untuk menenangkan Kirana.
" Sayang aku sekali lagi minta maaf." Ucap Rangga menyesal, sambil memegang tangan Kirana. Kirana langsung menatap Rangga dengan berkaca kaca.
" Maaf sayang, aku tidak sengaja membentak mu. Aku khawatir sama kamu sayang, Aku takut kamu kenapa kenapa." Ucap Rangga sambil mengusap air mata Kirana
" Aku menghubungi ponsel mu tidak bisa, dan pada saat Aldo menjemput mu kamu sudah pergi. Waktu Aldo sampai kantor kamu juga belum datang. Aku sangat khawatir sayang, terlebih ponsel mu tidak bisa di hubungi sayang. Dan sekarang aku melihat mu berdiri di tepi jalan seperti ini." Ucap Rangga pada akhirnya.
Akhirnya Kirana membuka suaranya
" Maaf Mas, tadi Aku udah nunggu Aldo tapi Aldo tidak datang datang. Aku tadi takut telat ke kantor nya, Dan Aku mau menghubungi Aldo ponsel tiba tiba tidak bisa dipakai, mungkin rusak. Akhirnya aku berinisiatif untuk berangkat duluan Mas." Ucap Kirana
" Lah terus kenapa kamu bisa disini?" Tanya Rangga penasaran
" Tadi bus yang aku naiki, tiba tiba mogok dan semua penumpang diturunin di jalan. Akhirnya aku menunggu bus umum lain nya." Ucap Kirana
" Mas maafin aku udah bikin kamu khawatir?" Ucap Kirana lagi memeluk Rangga dengan manja nya
Rangga yang tiba tiba dipeluk oleh Kirana merasa bahagia. Rangga mengelus pundak Kirana dan berbisik
" Sayang aku mencintaimu, jangan bikin aku khawatir, I love you honey" Ucap Rangga sambil mengangkat dagu Kirana dan mencium bibir Kirana.
**Jangan lupa like comen dan vote nya ya😃😃😃😃
Maaf baru bisa up lagi**
__ADS_1