
Bimo yang mendengar nya senang dan menghampiri Kirana. Dan berjalan keluar untuk melihat motor barunya. Sedangkan Rangga hanya duduk di kursi menikmati secangkir kopi buatan calon istrinya.
" Kak ini motor baru Bimo?" Tanya Bimo kepada Kirana.
" Iya Dek, ini motor kamu." Jawab Kirana
" Ya Allah kak bagus banget." Ucap Bimo.
" Ya dek, berterimakasih lah sama Kak Rangga yang sudah membelikan kamu motor." Ucap Kirana
"Siap Kak pastinya." Ucap Bimo.
Bimo langsung masuk kedalam rumah menghampiri Rangga yang sedang duduk diruang tamu.
" Kak Rangga, Terimakasih Kak Kakak sudah membelikan aku motor baru." Ucap Bimo kepada Rangga.
" Iya sama sama Dek, Kamu suka motor nya?" Tanya Rangga
" Suka banget Kak." Ucap Bimo.
Rangga memang sengaja membelikan motor untuk Bimo. Dia sudah menganggap Bimo seperti adiknya sendiri. Karena sebentar lagi Kirana juga akan menjadi Istrinya.
" Mas terimakasih kamu sudah membelikan Bimo motor baru." Ucap Kirana
" Iya Sayang." Ucap Rangga
" Kak aku keluar dulu ya?, Aku mau nyobain motor baru." Ucap Bimo.
" Iya, Dek tapi hati hati naik motor nya." Ucap Kirana
" Iya Kakak." Ucap Bimo.
Bimo melangkah keluar, sedangkan Kirana dan Rangga mengobrol di ruang tamu
" Mas terimakasih atas semuanya, Aku tidak tau harus bagaimana membalasnya." Ucap Kirana.
" Iya Sayang, aku tidak butuh apa apa dari Kamu. Yang aku butuh cinta kamu sayang." Ucap Rangga sambil menatap wajah cantik Kirana.
" Aku mencintaimu Mas." Ucap Kirana memeluk Rangga.
" Aku juga sangat mencintaimu sangat mencintaimu sayang." Ucap Rangga membalas pelukan Kirana dan mengelus rambut Kirana.
Kirana melepaskan pelukannya ketika ada yang bedehem, dan benar saja. Aldo sedari tadi di depan pintu.
" Ehemm..." Aldo berdehem
" Selalu saja aku yang melihatnya." Ucap Aldo kesal karena selalu disuguhkan kemesraan Rangga dan Kirana. Jiwa jomblo nya merasa iri.
" Makanya Al cepetan punya kekasih, jangan lama-lama ngejomblo." Ucap Rangga mengejek Aldo.
"Tidak usah meledek gitu Pak." Ucap Aldo kesal
" Sudah Mas tidak boleh seperti itu." Ucap Kirana
__ADS_1
" Iya Sayang." Ucap Rangga
" Al bagaimana sudah beres semua?" Tanya Rangga
" Sudah Pak, Semua sudah beres." Ucap Aldo.
" Bagus, nanti akan aku kasih bonus buat Kamu." Ucap Rangga
" Ok Pak, Terimakasih Pak." Ucap Aldo.
Ketika mereka mengobrol Paman dan Bibi datang mereka dari rumah saudara.
" Assalamu'alaikum." Ucap Paman dan Bibi.
" Waallaikumsalam" Jawab Kirana
" Eh..ada Nak Rangga dan Nak Aldo. Udah dari tadi apa barusan?" Tanya Paman
" Udah dari tadi Pak, Anda dari mana Pak?" Tanya Rangga
" Dari tempat saudara Nak, Silahturahmi sekaligus mengundang mereka untuk menjadi saksi pernikahan kalian." Ucap Paman.
" Kirana kamu tidak mengajak Nak Rangga dan Nak Aldo untuk makan?" Tanya Bibi
" Kami sudah makan Bu tadi." Ucap Rangga
" Mas beneran sudah makan?" Tanya Kirana.
" Aldo kamu sudah siapkan uang untuk Paman dan Bibi Kirana?" Tanya Rangga berbisik pelan kepada Aldo.
" Sudah Pak, ini ada di tas saya." Ucap Aldo pelan dan langsung mengambilkan amplop coklat berisi uang kepada Rangga.
" Pak Bu ini ada sedikit uang untuk kalian." Ucap Rangga memberikan amplop coklat berisi uang kepada Paman Kirana.
" Tidak usah nak, tidak usah repot repot Kami masih ada uang.Nak Rangga sudah mau meminang Kirana dan menerima keadaan keluarga Kirana saja kami sudah bersyukur ." Ucap Paman menolak pemberian Rangga.
" Tidak apa apa Pak, Saya ikhlas lahir batin memberi ini. Dan kalian sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga saya. Saya sudah menggap kalian seperti orang tua saya." Ucap Rangga
" Jadi Saya mohon terimalah Pak." Ucap Rangga menyodorkan kembali amplop coklat tersebut.
Paman melihat istri dan Kirana. Kirana mengangguk kan kepalanya. Paman menghela nafas nya.
" Baik Nak saya terima, terimakasih atas semua yang sudah Nak Rangga berikan. Semoga Nak Rangga bertambah rezekinya dan semoga setelah menikah langsung cepat dapat momongan." Ucap Paman.
" Amin.." Jawab Rangga dan Kirana
Hari sudah mulai malam, Rangga dan Aldo berpamitan untuk pulang ke hotel.
" Pak Bu saya pamit pulang ke hotel dulu." Pamit Rangga mencium tangan Paman dan Bibi disusul Aldo.
" Iya Nak hati hati." Ucap Paman dan Bibi.
Mereka segera menuju ke mobil Kirana ikut mengantar kan Rangga dan Aldo.
__ADS_1
" Sayang Mas pulang dulu ya?" Pamit Rangga.
" Iya Mas, Mas hati hati ya?" Ucap Kirana
" Iya Sayang." Ucap Rangga sambil melangkah membuka pintu mobil nya.
Mobil Rangga sudah pergi meninggalkan rumah Kirana. Dan Kirana langsung masuk kedalam rumah. Dia langsung menuju kamar nya untuk beristirahat. Dia sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok dimana hari pernikahan nya dengan Rangga. Kirana langsung memejamkan mata nya untuk tidur.
****
Terdengar adzan subuh Kirana segera bangun dari tidur nya. Kirana segera bersiap untuk mandi dan wudhu. Setelah selesai mandi Kirana segera melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat Kirana menuju ke dapur. Ternyata sudah ada Bibi dan tetangga terdekat membantu menyiapkan beberapa makanan untuk acara nanti. Kirana mencoba membantu tapi sama Bibi nya dilarang.
" Bu Kirana bantu ya?" Ucap Kirana
" Tidak usah nak. Kamu bersiap siap saja, nanti sebentar lagi ada perias yang datang untuk mendandani kamu Nak." Ucap Bibi.
" Tok tok."
Kirana membukakan pintu rumah, dan benar saja yang dikatakan Bibi. Ternyata yang datang adalah MUA yang sudah Aldo pesan untuk merias Kirana. MUA yang terkenal di Yogyakarta.
" Silahkan Masuk Mba." Ucap Kirana
Kirana langsung mengganti pakaian nya dengan kebayak berwarna putih yang sudah dibawakan oleh perias tersebut. Dan Perias itu langsung make up wajah Kirana.
Sedangkan di kamar hotel Rangga, Tampak Rangga sudah rapih dengan stelan Jas hitam. Rangga terlihat tampan menggunakan stelan Jas hitam.
" Tok tok." Rangga langsung membuka pintu kamar nya.
" Pak Anda sudah siap?" Tanya Aldo
" Sudah, Ayo berangkat." Ucap Rangga
Rangga dan Aldo menuju basmant yang ada di hotel tersebut untuk mengambil mobilnya. Mereka langsung menuju ke rumah Kirana. Tidak membutuhkan waktu lama Rangga dan Aldo sudah sampai di depan rumah Kirana. Rangga langsung masuk kedalam rumah Kirana diikuti oleh Aldo di belakang nya. Di dalam rumah sudah ada Paman, Bimo, Saudara dan tetangga terdekat. Beberapa menit kemudian Pak Penghulu datang. Dan Rangga langsung duduk di depan penghulu.
Sedangkan Kirana sudah selesai di make up Kirana terlihat cantik dan anggun menggunakan kebayak berwarna putih. Dia berjalan didampingi Bibi nya. Dan duduk di sebelah Rangga. Rangga yang melihat Kirana langsung terpana akan kecantikan Kirana. Tidak henti hentinya Rangga memandang wajah cantik Kirana.
" Bagaimana sudah siap?" Tanya Pak Penghulu.
" Sudah Pak." Jawab mereka berdua.
Bismillahirrahmanirrahim
" Saya nikahkan engkau ananda Rangga Aditya Dewangga bin Arya Dewangga. Dengan Ananda Kirana Putri bin Alm Sunarto dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang Lima puluh juta rupiah dibayar tunai." Pak Penghulu.
" Saya terima nikahnya Kirana Putri bin Alm Sunarto dengan maskawin seperangkat alat sholat dan uang Lima puluh juta rupiah dibayar tunai." Rangga.
Mereka yang mendengar Rangga mengucapkan ijab qobul langsung berteriak Sah Sah. Pak penghulu membacakan doa, Dan tak terasa Kirana meneteskan air mata nya. Kirana mencium tangan Rangga yang sekarang sudah menjadi suaminya yang Sah. Dan Rangga mencium kening Kirana.
**Jangan lupa like comen dan vote nya ya 😃😃😃
Maaf untuk Up Cinta Sang Presdir bisa nya malam hari 🙏🙏🙏
Ditunggu kelanjutannya lagi**
__ADS_1