Cinta Sang Presdir

Cinta Sang Presdir
Episode 67


__ADS_3

" Aku akan mengizinkan mu untuk Ikut ke acara kantor dan bergabung dengan karyawan lain." Ucap Rangga pada akhirnya


" Benarkah Mas?" Tanya Kirana mengangkat wajahnya menatap wajah suaminya dengan aura berbinar karena mendapat izin dari suaminya. Rangga hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


" Terimakasih Mas.." Ucap Kirana langsung memeluk suaminya


" Hanya ucapan terimakasih saja?" Tanya Rangga sambil tersenyum menggoda dengan mengerjipkan satu matanya.


"Terus?" Tanya Kirana polos. Rangga tersenyum licik, tangannya langsung bergeliya kemana-mana membuka kancing piyama istrinya.


" Ah...Mas kamu mesum!!!" Ucap Kirana memukul pelan dada suaminya


" Aku lelah Mas bisakah malam ini tidak usah melakukannya, Aku bukannya tidak mau melayani mu Mas. Aku lelah badan ku terasa sakit semua Mas." Ucap Kirana dengan nada memelas berharap suaminya akan luluh tidak menyerangnya lagi malam ini.


" Heemmm... baiklah malam ini aku lepaskan tapi tidak untuk besok." Ucap Rangga menggoda istri kecilnya.


" Mas tidak usah membahas seperti itu terus. Aku lapar Mas aku pingin bakso yang ada dipinggir jalan mau ke arah Apartemen kita Mas.


" Tapi ini sudah malam Sayang sudah jam delapan apa masih ada?" Tanya Rangga


" Mungkin masih Mas tadi sewaktu kita pulang aku lihat masih berjualan." Jawab Kirana


" Kenapa tadi tidak berhenti sebentar untuk membelinya." Ucap Rangga lagi sambil membuka kemeja kerjanya, tadi sewaktu sampai dia tidak langsung berganti pakaian karena membujuk Istrinya yang merajuk.


" Karena tadi aku kesal sama kamu Mas. Gengsi dong minta dibelikan bakso." Jawab Kirana, Rangga yang mendengarnya hanya tersenyum dan mencubit hidung istrinya lagi.


" Aw...sakit Mas.." Ucap Kirana mengelus-elus hidungnya.


Rangga langsung beranjak ke kamar mandi dan Kirana juga segera berganti pakaian tidak mungkin dia keluar dengan piyama tidur.


Mereka berdua sudah siap, Rangga mengambil kunci mobilnya diatas balas tapi dicegah oleh Kirana.


" Mas tidak usah bawa mobil Kita jalan aja dekat kok Mas." Ucap Kirana

__ADS_1


" Serius Jalan?" Tanya Rangga


" Iya Mas Ayo.." Ucap Kirana langsung menggandeng tangan suaminya.


Mereka berdua akhirnya berjalan kaki menuju penjual bakso. Disepanjang jalan Kirana selalu menggandeng tangan suaminya terus. Mereka berdua sudah sampai didepan penjual bakso.


" Alhamdulillah Mas masih bukak." Ucap Kirana senang karena penjual bakso nya masih bukak.


" Ayo Mas masuk.." Ucap Kirana antusias menggandeng tangan suaminya masuk untuk membeli bakso. Rangga mengikut saja masuk kedalam ini kali kedua Rangga makan dipinggir jalan.


Mereka berdua duduk didalam, malam ini tidak begitu rame. Kirana segera memesan bakso kesukaannya.


" Bang pesan Bakso Dua mangkok minumnya Es jeruk dua." Ucap Kirana kepada penjual bakso.


" Siap Neng.." Jawab penjual bakso.


Penjual bakso langsung membawakan kemeja mereka berdua, Kirana menyambutnya dengan dengan antusias. Rangga yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum. Hanya dengan semangkuk bakso istrinya begitu sangat senang seperti anak kecil yang diberikan hadiah.


" Sayang itu saosnya banyak banget jangan terlalu banyak makan pedas Sayang nanti perutmu sakit." Ucap Rangga mengingatkan istrinya karena melihat istrinya menuangkan saos dan sambalnya terlalu banyak.


" Heemmm Mas enak seperti ini makan Bakso kalau tidak pedas tidak nikmat." Ucap Kirana


" Tapi nanti kalau sakit perut gimana?" Tanya Rangga


" Tidak akan Mas santai aja." Ucap Kirana sambil mengaduk-aduk baksonya agar saus dan sambalnya teraduk rata dengan kuahnya.


" Terserah kamu, tapi awas saja kalau besok mengeluh sakit perut." Ucap Rangga dengan sedikit mengancam.


" Iya-iya Mas.." Jawab Kirana santai dan mulai menyuapkan satu sendok bakso kedalam mulutnya.


Pada saat mereka menikmati makan bakso. Mereka berdua tidak menyadari ada seseorang yang memata-matai pergerakan mereka. Ya dia adalah orang suruhan dari Pak Arya Dewangga yang tidak lain adalah orangtua dari Rangga. Tanpa disadari Orang tersebut memfoto mereka berdua diam-diam. Lalu orang tersebut mengirim foto-foto kemesraan mereka kepada Pak Arya Dewangga dan seketika pergi begitu saja.


" Mas Ayo pulang aku sudah kenyang." Ucap Kirana sambil mengusap mulutnya dengan menggunakan tissue setelah selesai makan.

__ADS_1


" Benar sudah kenyang, tidak mau tambah lagi?" Goda Rangga kepada istrinya


" Heemmm... tidak Mas aku sudah kenyang." Jawab Kirana


" Ya sudah ayo kita pulang." Ucap Rangga dia langsung berdiri dan menghampiri penjual bakso untuk membayar makanan mereka.


Disepanjang perjalanan menuju Apartemen sepasang suami istri ini begitu sangat mesra dengan saling bergandengan tangan seperti remaja yang sedang kasmaran. Tibalah mereka di Apartemen, Sepasang suami istri ini langsung masuk kedalam Apartemen mereka. Mereka berdua tidak langsung ke kamar melainkan bersantai diruang keluarga sambil menonton televisi. Dengan Rangga tiduran dipangkuan sang istri, Kirana membelai lembut rambut suaminya.


" Mas..."


" Heemmm.."


" Mas bolehkah Aku menggunakan Kartu yang kamu berikan untuk mentransfer uang kepada Paman dan Bibi di Kampung Mas?" Tanya Kirana ragu, Rangga langsung menatap istrinya langsung tersenyum.


" Gunakanlah sesuka hatimu Sayang itu hak kamu. Masalah Paman dan Bibi dikampung sudah aku transfer setiap bulan untuk kebutuhan hidup mereka dan biaya sekolah Bimo." Ucap Rangga


" Benarkah Mas, Kenapa Kamu tidak memberitahukan Aku Mas?" Tanya Kirana


" Maaf Sayang Aku lupa tidak memberitahukan kepada Kamu." Jawab Rangga


Kirana merasa sangat senang Rangga begitu sangat perhatian dengan keluarganya. " Mas terimakasih Kamu sudah banyak membantu keluarga ku Mas Aku tidak tahu harus membalas dengan apa Kamu begitu baik." Ucap Kirana


Rangga menatap istrinya " Kamu tidak perlu membalasnya dengan apa-apa, hanya dengan cukup mencintai Aku, menyayangi Aku sepenuh hatimu dan jangan pernah mencoba untuk pergi meninggalkan Aku apapun yang terjadi Kita harus selalu bersama." Ucap Rangga sambil mengecup telapak tangan istrinya penuh dengan kasih sayang.


" Aku akan selalu mencintaimu Mas dan hati ini selalu untuk Kamu takan pernah untuk pergi dari hidupmu Mas. Maafkan perkataan Ku yang tadi Mas." Ucap Kirana merasa bersalah karena tadi sempat mengatakan akan pergi dari kehidupan suaminya kalau restu tidak didapat.


" Tidak apa-apa Sayang Aku hanya meminta Kamu untuk bersabar restu pasti kita akan dapat dari kedua orangtuaku. Bersabarlah Sayang, bulan depan Papah dan Mamah sudah kembali ke Indonesia. Aku akan membawamu kepada mereka akan Aku perkenalkan kamu sebagai istriku." Ucap Rangga menyakinkan istrinya.


" Iya Mas.." Jawab Kirana


" Semoga saja cepat hadir malaikat kecil didalam sini, sebagai hadiah pernikahan kita Sayang." Ucap Rangga sambil mengelus perut rata istrinya dan menciumnya.


Happy reading 😃😃😃

__ADS_1


__ADS_2