
Malam ini Kirana menyiapkan baju milik suami nya menaruh nya kedalam koper. Karena Rangga besok pagi akan terbang ke Belanda untuk menjenguk Papahnya. Setelah pernikahan nya dengan Kirana, dia belum menjenguk Papahnya kembali. Sesekali hanya lewat sambungan telepon untuk menanyakan kabar papah nya.
Ketika dia menata baju suaminya, tiba tiba Rangga memeluk nya dari belakang dan dagunya bersandar dipundak sang istri.
" Mas mengagetkan saja kamu." Ucap Kirana.
" Sayang, belum selesai kah?" Ucap Rangga sambil mengecup leher jenjang Istrinya.
" Sebentar lagi Mas, Jangan seperti ini Mas geli tau." Ucap Kirana merasa geli ketika Rangga mengecup leher nya.
" Sudah teruskan nanti saja sayang, aku menginginkan mu sekarang." Bisik Rangga ditelinga Istrinya.
" Mas aku lelah kamu dari semalam mengerjai aku terus dan kamu lanjutkan sampai tadi pagi." Ucap Kirana karena Rangga mengerjai nya sampai tidak kenal waktu memintanya lagi dan lagi.
Rangga tersenyum mendengar ucapan Istrinya. Dia teringat kembali pergulatan panas nya dengan sang istri diranjang. Dan berakhir tadi pagi dikamar mandi sampai beberapa ronde.
" Tapi Sayang aku menginginkan nya lagi, besok aku sudah berangkat ke Belanda aku disana tiga hari apa kamu tidak kasihan sama aku." Ucap Rangga merayu sang istri. Tidak ada jawaban dari sang istri.
" Apa kamu mau aku melampiaskan nya dengan wanita wanita cantik yang ada di Belanda?" Ucap Rangga menggoda Istrinya.
" Mas,,,ko kamu ngomong gitu sih? Ucap Kirana kesal memukul pelan dada sang suami.
" Abisnya kamu menolak aku, Ya aku cari pelampiasan sendiri saja." Ucap Rangga menggoda Istrinya dan benar saja membuat Kirana bertambah kesal.
" Mas nyebelin..." Ucap Kirana mengerucutkan bibirnya.
" Aku hanya bercanda Sayang." Ucap Rangga memeluk erat tubuh istrinya.
" Bercanda kelewatan.." Grutu Kirana kesal.
" Aku tidak mungkin Sayang melakukan nya dengan wanita lain, istri ku saja sudah cantik begini dan tubuhnya begitu indah mana mungkin aku berpaling dengan wanita lain." Ucap Rangga ngegombal dan merayu sang istri. Kirana langsung tersipu malu.
" Sudah Mas jangan ngegombal terus." Ucap Kirana malu.
" Apa yang aku katakan beneran Sayang." Ucap Rangga mengangkat dagu sang istri dan mengecup bibir Kirana.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Sayang sangat sangat mencintaimu." Ucap Rangga langsung mengangkat tubuh sang istri dan membawanya ke ranjang. Dan membaringkan kan pelan tubuh istrinya ke ranjang.
" Aku menginginkannya Sayang." Ucap Rangga penuh hasrat dan Kirana hanya menganggukkan kepalanya.
Rangga yang mendapat lampu hijau, langsung melakukan aksinya. Malam semakin dingin tapi tidak dengan kamar mereka, hawa panas menyelimuti kamar dengan desahan desahan kedua insan yang sedang memadu kasih. Entah berapa kali mereka melakukan ritual suami istri.
****
Pukul lima pagi Kirana terbangun dari tidurnya, dia segera bangun untuk mandi membersihkan diri. Suaminya masih tertidur pulas ditempat tidur. Setelah selesai dengan aktivitas mandinya dia segera melaksanakan sholat subuh. Selesai sholat dia langsung menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan pagi untuk suaminya. Hari ini dia memasak sayur sop dan ayam goreng.
Setelah satu jam selesai dengan aktivitasnya memasak, dia langsung menaruhnya di meja makan. Dia tidak lupa membuatkan kopi untuk suaminya. Dan langsung membawanya ke kamar sekalian membangunkan suaminya. Kirana tiba dikamar, dia menaruh kopi tersebut diatas nakas.
" Mas bangun udah pagi.." Ucap Kirana lembut membelai wajah suaminya. Rangga membuka matanya perlahan ketika merasakan sentuhan lembut di pipinya.
" Sayang..." Ucap Rangga memandang wajah cantik istrinya dan membelai lembut.
" Mas aku udah buatin kopi, diminum dulu. Nanti keburu dingin Mas." Ucap Kirana
" Iya Sayang." Ucap Rangga sambil bersandar dikepala ranjang. Dan mengambil secangkir kopi buatan Istrinya dan menyeduh kopi tersebut.
" Iya Mas. Mas nanti pesawat kamu terbang jam berapa?" Tanya Kirana
" Jam sepuluh pagi sayang." Ucap Rangga sambil menyeduh kembali kopi buatan Istrinya.
" Ya sudah Mas cepat mandi ini udah jam tujuh." Ucap Kirana menyuruh suaminya untuk mandi. Dan dia langsung menyiapkan baju untuk suaminya kenakan.
" Iya Sayang ku." Jawab Rangga dan dia langsung berdiri untuk menuju kamar mandi. Pada saat hendak melangkah ke kamar mandi tiba tiba ponsel Istrinya berdering. Rangga mengurungkan niatnya untuk ke kamar mandi. Dia ingin tahu siapa pagi pagi yang menghubungi Istrinya. Dan dia bertanya kepada Kirana
" Siapa Sayang yang menelpon Kamu pagi- pagi gini?" Tanya Rangga penuh selidik..
" Tidak tahu Mas, nomer baru coba aku angkat dulu Mas." Ucap Kirana hendak mengangkat telponnya tapi Rangga mengisyaratkan untuk meloudspeaker ponsel Kirana. Dia langsung mengangkat telponnya dan menggeser tombol hijau di ponselnya dan meloudspeaker ponselnya.
Deg...
" Halo Kirana." Ucap seorang laki laki disambungan telpon
__ADS_1
" Iya, Maaf ini siapa?" Tanya Kirana disambungan telponnya dan melirik suaminya. Terlihat jelas ekspresi wajah Rangga yang sedang cemburu. Kala Istrinya, mendapat telpon dari pria lain.
" Aku Sandy, hari libur ini kamu ada acara nggak Kirana?, Kalau gak ada acara kita nonton yuk." Ucap Sandy disambungan telpon mengajak Kirana jalan.
Rangga yang mendengarnya membuat dia langsung naik darah menahan cemburu, wajahnya memerah menahan amarahnya. Kala mendengar Sandy mengajak istrinya jalan.
" Maaf Sandy tidak bisa nanti aku ada acara." Ucap Kirana menolak
" Ya sudah tidak apa-apa mungkin lain waktu." Ucap Sandy disambungan telpon
" Iya, Maaf." Ucap Kirana langsung mematikan sambungan teleponnya, dia langsung melihat kearah suaminya. Dan benar saja Rangga menatap tajam kearah dirinya.
" Darimana dia tau nomer ponsel mu? Atau jangan-jangan kamu sengaja memberikan nomer ponsel mu kepada dia?" Tanya Rangga menatap tajam Istrinya dengan raut muka kesalanya menahan cemburu.
" Aku tidak tau Mas, dan aku juga tidak pernah memberikan nomer ku kepada dia." Ucap Kirana menunduk karena dia takut dengan tatapan tajam suaminya.
" Terus dia tau nomer ponsel mu dari mana? Kalau bukan kamu yang memberikan nya hah." Bentak Rangga kepada istrinya karena dia benar benar cemburu mendengar sendiri laki-laki lain menelpon Istrinya dan mengajak istrinya jalan.
Kirana yang dibentak oleh suaminya hanya bisa menunduk ketakutan. Dia tidak berani menatap wajah suaminya yang sedang dikuasai api cemburu.
Rangga langsung mendekat kearah Istrinya, dan mengangkat dagu istrinya. "Aku tanya sekali lagi, apa kamu memberikan nomer ponsel mu kepada dia?" Tanya Rangga menatap wajah istrinya.
Kirana hanya menggelengkan kepalanya, dan tak terasa air matanya perlahan jatuh menetes di pipinya. Rangga yang melihat Kirana menangis menghela nafas nya ada penyesalan dihati nya membentak istrinya. Dia langsung memeluk tubuh Kirana.
" Maaf Sayang aku membentak mu, aku cemburu. Sudah beberapa kali aku bilang aku tipe orang pencemburuan aku tidak suka kala wanita ku didekati pria lain. Dan aku sudah pernah mengingatkan kamu jangan pernah menanggapi dia tapi kenapa kamu tidak pernah menghiraukan ucapan ku." Ucap Rangga masih sambil memeluk istrinya.
" Mas, aku tidak pernah memberikan nomer ponsel ku kepada dia. Dan aku pun tidak pernah menganggapinya Mas. Dia selalu mendekati aku terus tapi aku selalu menghindar." Ucap Kirana disela-sela tangisannya.
" Mungkin dia tau nomer ponsel ku dari orang kantor Mas." Ucap Kirana lagi
" Maaf Sayang aku terlalu cemburu, aku terlalu mencintaimu. Aku tidak mau ada yang mendekatimu Sayang." Ucap Rangga
Happy reading 😃😃😃
Jangan lupa like dan komennya 😃😃😃
__ADS_1