
Rangga dan Kirana duduk di meja makan untuk sarapan Pagi. Kirana mengambilkan nasi goreng untuk Rangga.
" Sayang aku suka sekali kalau kamu masakin nasi goreng, nasi goreng buatan kamu enak sayang." Ucap Rangga
" Makasih Mas pujian nya." Ucap Kirana
Mereka berdua sudah selesai sarapan, dan bersiap untuk ke kantor. Hari ini Kirana berangkat ke kantor bareng Rangga. Tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua sampai Kantor. Tapi seperti biasa Kirana turun dijalan.
Rangga langsung memarkirkan mobilnya dan masuk kedalam kantor. Dia melihat ke belakang kekasihnya belum ada tanda-tanda nya masuk kedalam kantor. Rangga sambil berjalan pelan mencoba menghubungi Kirana. Kirana yang mendengar Ponsel nya berbunyi dia langsung mengambil ponsel ditas nya sambil berjalan masuk kedalam kantor. Tapi pada saat dia berjalan dia tanpa sengaja menabrak seorang Pria.
Brukk... Kirana menabrak seorang laki laki hingga ponsel nya terjatuh. Kirana berjalan tidak memperhatikan jalan. Pada saat dia mengambil ponselnya yang terjatuh. Dia mendengar suara laki laki yang meminta maaf. Membuat nya mengangkat pandangan.
" Maaf aku tidak sengaja."Ucap laki laki yang menabrak Kirana
" Tidak apa apa.." Ucap Kirana
" Maaf ponsel Anda rusak tidak?" Tanya laki laki tersebut.
" Tidak ini masih bisa digunakan." Jawab Kirana.
"Maaf seperti nya saya pernah melihat anda? Apa dulu kamu pernah kuliah Universitas Y ? Tanya laki laki tersebut.
" Iya saya dulu mahasiswi Universitas Y jurusan Ekonomi lulusan tahun ini. Dan saya mendapat rekomendasi dari kampus untuk bekerja disini. Baru beberapa bulan bekerja disini." Ucap Kirana.
" Aku juga dulu mahasiswa universitas Y. Aku sudah dua tahun lulus nya, berarti aku Kaka tingkat mu ya?, Kalau boleh tau nama Kamu siapa?" Tanya Pria tersebut.
"Heemmm...Saya Kirana."
" Saya Sandi." Ucap Pria tersebut mengulurkan tangannya.
Kirana sedari tadi tidak menyadari ada sepasang mata memperhatikan nya. Rangga dari tadi melihat pemandangan tersebut merasa kesal dan cemburu. Ketika Sandi mengajak Kirana berkenalan. Ingin rasanya dia memukul lelaki tersebut. Kirana menoleh ke arah depan ternyata kekasihnya sedang memperhatikan dirinya dengan raut muka kesal. Buru buru Kirana pergi dari hadapan Sandi.
" Maaf Saya permisi dahulu." Ucap Kirana
" Ya.. " Ucap Sandi, Sandi merasa terpana dengan kecantikan Kirana. Ketika hendak pergi pun Sandi masih menatap Kirana tanpa berkedip.
Kirana berjalan kearah Rangga, Rangga terlihat marah dia menarik paksa tangan Kirana dan menggenggam erat tangan nya sampai masuk lift. Didalam lift tidak ada pembicaraan apapun Rangga hanya diam menahan kesal nya.
Tiingg....
Pintu lift terbuka Rangga masih setia menggenggam erat tangan Kirana. Sampai masuk ke dalam ruangan Rangga. Dia memang sengaja mengajak masuk Kirana keruangan nya. Dan melepaskan tangan Kirana. Rangga berdiri didepan Kirana, kemudian duduk ditepi meja sambil melipat kedua tangannya didepan dada
" Siapa dia?" Tanya Rangga
Karena tidak berani menatap Rangga, Kirana hanya menundukkan kepalanya.
" Siapa dia?" Rangga bertanya kembali ke Kirana
Kirana mengangkat wajahnya, melihat Rangga duduk tepat didepan nya.
" Aku tidak tau, tadi waktu aku sedang berjalan tiba tiba ponsel ku berbunyi, aku mencoba mengambil ditasku. Terus aku tidak sengaja menabrak dia." Ucap Kirana
" Tapi kenapa tadi kalian berjabat tangan, Apa dia mengajak kamu berkenalan?" Tanya Rangga
Kirana hanya mengangguk.
Rangga menghela nafasnya, dan menarik tangan Kirana agar dekat dengan nya.
" Sayang, aku tidak rela kamu didekati laki laki lain. Kamu hanya milikku sayang." Ucap Rangga
" Maaf Mas." Ucap Kirana
__ADS_1
" Hanya minta maaf saja?" tanya Rangga
" Terus?" tanya Kirana
" Kiss nya mana?" Tanya Rangga
Cup... Kirana mencium bibir Rangga, Dengan senang hati Rangga menerima ciuman dari bibir Kirana. Dan Rangga memperdalam ciuman nya.
" Terimakasih sayang, aku mencintaimu." Ucap Rangga mengecup kening Kirana.
" Mas aku ke meja kerja ku dulu ya?" Ucap Kirana
" Iya Sayang.." Ucap Rangga.
Ketika Kirana keluar dari ruangan Rangga. Tiba tiba ponsel Rangga berdering. Dia melihat siapa yang menelepon, yang menelpon nya adalah Papah nya.
" Ada Apa Pah?" Tanya Rangga
" Rangga tolong kamu pulang kerumah sekarang ada yang mau Papah tanyakan." Ucap Papah Arya.
" Iya Pah." Jawab Rangga.
Rangga langsung pulang beranjak pergi untuk pulang kerumah nya. Tapi sebelum berangkat, dia menghampiri Kirana dimeja kerjanya.
" Sayang aku keluar sebentar."Ucap Rangga
" Iya Mas, Mas mau kemana?" Tanya Rangga
"Papah menelpon menyuruh aku untuk pulang sebentar ada hal yang harus dibicarakan." Ucap Rangga
" Oh...ya udah Mas hati hati ya." Ucap Kirana
Rangga segera menuju ke mobil nya dan melajukan mobilnya kerumah orang tua nya. Ketika sampai dirumah orang tuanya Rangga langsung masuk kedalam rumah. Rangga langsung menghampiri Mamah dan Papah nya
" Pah Mah.." Sapa Rangga
" Rangga duduk dulu, ada yang Papah mau tanya kan." Ucap Papah Arya
" Iya Pah ada apa?" Tanya Rangga
" Rangga kenapa kamu mencabut semua saham kamu di perusahaan Roy Wijaya?" Tanya Papah Arya
" Iya Pah aku memang mencabut semua saham ku. Karena perusahaan Roy Wijaya melakukan kecurangan Pah. Membuat kita sedikit merugi Pah. Dan satu alasan lagi mereka mendekati keluarga kita supaya Papah setuju dengan perjodohan antara aku dan Stevani. Mereka hanya ingin memanfaatkan keluarga kita Pah mengincar harta kita Pah." Ucap Rangga
" Dan Stevani bukan perempuan baik baik Pah, Dia sering pergi ke club malam dengan bergonta ganti laki laki." Ucap Rangga sambil menyodorkan foto foto Stevani bermesran dengan laki laki lain.
Papah dan Mamah nya syok mendengar penjelasan dari Rangga. Papah Rangga syok sambil memegang dadanya dan terjatuh dilantai,Papah Arya pingsan.
" Pah..bangun Pah." Mamah Amelia menangis melihat suaminya pingsan.
Rangga langsung berteriak memanggil Pak Ujang untuk membantu membawa Papah nya ke Rumah Sakit.
Mereka sudah sampai di Rumah Sakit. Papah Arya langsung dibawa keruangan ICU. Mereka berdua menunggu di depan ruangan ICU menunggu dokter Adrian memeriksa keadaan Papah nya. Mamah Amelia menagis dipelukan Anak nya. Sudah satu jam Dokter Adrian memeriksa keadaan Papah nya. Dokter Adrian yang memeriksa keadaan Papah nya keluar dari Ruangan ICU. Rangga langsung bertanya kepada Sahabat nya tersebut.
" Adrian bagaimana keadaan Papah ku?" Tanya Rangga
" Om Arya belum sadarkan diri, mungkin beberapa jam lagi akan sadar." Ucap Dokter Adrian.
" Rangga ayo keruangan ku sebentar ada yang mau aku bicarakan." Ucap Dokter Adrian
" Baik." Ucap Rangga
__ADS_1
" Mah mamah tunggu disini dulu, Aku keruangan Adrian dulu." Ucap Rangga kepada Mamah nya. Mamah Amelia hanya mengangguk tanpa berkata apa apa.
Rangga langsung masuk keruangan Dokter Adrian
"Rangga sebaiknya kamu bawa Om Arya ke luar negeri di Belanda ada Rumah Sakit spesialis Jantung terbaik di Dunia. Pengobatan disana lebih baik di tangani Dokter dokter spesialis Jantung terbaik di dunia." Ucap Dokter Adrian.
" Baik aku akan bawa Papah ku kesana." Ucap Rangga.
" Ok, kalau begitu nanti akan aku persiapkan semua dan nanti akan aku hubungi dulu Dokter spesialis Jantung disana." Ucap Dokter Adrian.
Rangga keluar dari Ruangan Sahabat nya, Dia menghampiri Mamah nya untuk memberitahu kan bahwa Papah nya harus dibawa keluar negeri untuk menjalani pengobatan. Rangga dan keluarga nya akan berangkat ke luar negeri besok Pagi menggunakan pesawat Pribadi. Dan tidak lupa Rangga membawa beberapa Asisten rumah tangga untuk menemani Mamah nya selama di Luar negeri.
****
Kirana mencoba menghubungi kekasihnya. Tapi tidak pernah diangkat, dia sangat khawatir karena tadi Rangga hanya berpamitan sebentar. Tapi sampai sekarang Rangga belum balik ke kantor lagi. Dia takut kalau terjadi apa apa.
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, tapi sampai saat ini Rangga belum balik juga ke kantor. Akhirnya Kirana memutuskan pulang ke Apartemen nya. Aldo menghampiri Kirana dimeja kerjanya mengajak Kirana untuk pulang bersama.
Mereka berdua pulang bersama, Aldo terlebih dahulu mengantar Kirana ke Apartemen nya. Beberapa menit kemudian Kirana sudah sampai di Apartemen nya. Dia langsung menunju ke Apartemen nya di lantai atas. Dia segera memencet password Apartemen nya langsung masuk kedalam. Dia duduk disofa sambil mencoba menghubungi Rangga kembali tapi nomer nya sekarang malah tidak aktif.
Menambah kepanikan Kirana. Setelah mencoba menghubungi Rangga tapi tidak ada jawaban. Kirana melangkah ke kamar nya untuk membersihkan diri di kamar mandi. Setelah selesai mandi Kirana memakai piyama tidur nya menyisir rambut nya dan dia ikat keatas.
Setelah selesai dengan aktivitas nya, Kirana langsung merebahkan diri di tempat tidur nya untuk istirahat. pada saat ingin memejamkan mata nya, Bel Apartemen nya berbunyi. Dia segera turun untuk membukakan pintu. Dibuka pintu nya ternyata yang datang adalah Rangga. Kirana langsung berhambur kepelukan Rangga.
" Mas dari mana?, dari tadi aku telpon tidak bisa." Tanya Kirana
" Maaf sayang ponsel ku tadi mati." Ucap Rangga mengelus rambut Kirana.
" Terus Mas tadi dari mana?, kok tidak balik ke kantor lagi. Aku khawatir Mas." Ucap Kirana
" Mas dari Rumah Sakit sayang, Papah masuk rumah sakit." Ucap Rangga
" Mas ko bisa Papah Mas Masuk kerumah sakit?" Tanya Kirana
" Papah kena serangan Jantung, Pada saat aku menceritakan semua tentang keluarga Stevani. Papah syok dan pingsan." Ucap Rangga
" Ya ampun Mas, terus sekarang keadaan Papah bagaimana?" Tanya Kirana
" Sudah agak mendingan sayang, ini sudah dipindahkan keruang Perawatan." Ucap Rangga.
" Alhamdulillah Mas." Ucap Kirana..
" Tapi besok Pagi aku harus keluar negeri Sayang, Mengantarkan Papah untuk sementara waktu menjalankan pengobatan di Rumah Sakit yang ada di Belanda." Ucap Rangga
" Iya Mas tidak apa apa kesehatan Papah Mas lebih penting." Ucap Kirana
" Terimakasih Sayang, kamu sudah pengertian. Aku mungkin hanya satu Minggu di sana. Disana Papah ditemani Mamah dan beberapa asisten yang ada di rumah aku bawa kesana untuk menemani Mamah." Ucap Rangga.
" Iya Mas sama sama." Jawab Kirana.
" Sayang, Aku balik lagi ke rumah sakit dulu. Kamu jaga dirimu baik-baik sayang, Aku pasti akan merindukan mu." Ucap Rangga mengecup kening Kirana.
" Iya Mas hati hati ya? Dan Mas juga jaga diri baik-baik disana. Cinta ku hanya ada disini, dihati mu Mas." Ucap Kirana sambil memegang dada Rangga.
" Terimakasih Sayang, Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu." Ucap Rangga memeluk erat tubuh Kirana.
Dan Akhirnya Rangga harus balik lagi ke rumah sakit dimana Papah nya dirawat. Dia malam ini yang menjaga Papah nya. Mamah nya dia suruh pulang, karena kasihan kalau terlalu capek dan tidak bisa beristirahat.
**Jangan lupa untuk like comen dan vote ya????😄😄😄😄
Mau tau siapa Sandi??? Tunggu episode selanjutnya 😄😄😄😄**
__ADS_1