
Tangan Yuland gemetaran melihat foto tersebut.
" itu kan alasan kamu yang sebenarnya?? " kata Bram
" darimana kamu dapatkan foto-foto ini?? " kata Yuland
" itu tidak penting aku dapat darimana foto-foto itu,, "
" apakah benar yang didalam foto itu kamu?? "
" seleramu bagus juga, tapi sayang level kamu yang terlalu rendah." kata Bram
Kini Yuland sangat merasa malu terhadap Bram karena kini Yuland yang semakin terpojok.
" jika kamu tetap memaksa pernikahan ini dibatalkan tidak apa-apa, aku hanya tinggal kirim kan foto-foto itu bahwa itu alasan kamu yang sebenarnya. "
" dan dalam sekejap kita lihat apa yang terjadi dengan keluarga mu, selain itu mereka semua akan menyalahkan mu. "
" tentang perselingkuhan aku dengan Carina emangnya kamu punya bukti, tidak kan?? "
" jadi sebaiknya kamu pikirkan lagi" kata Bram kembali meraih foto-foto itu setelah itu dia pergi meninggalkan Yuland.
Kini Yuland semakin bingung, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Dia sengaja merusak dirinya agar berharap setelah pernikahan Bram akan menceraikannya karena Yuland sudah tidak perawan, Namun malah kini keadaannya semakin terbalik.
Bram malah menggunakan itu sebagai ancaman untuk dirinya agar dia tetap bisa untuk melanjutkan pernikahan ini.
Dia tidak tahu apa sebenarnya yang direncanakan Bram untuk nya, Walaupun pun Bram mengetahui bahwa dia sudah tidur dengan pria lain akan tetapi Bram malah menerima Yuland tanpa ada masalah sedikitpun.
Tetapi yang dipikiran Yuland saat ini, apa tujuan Bram melakukan itu padanya, karena beberapa jam yang lalu dia mendengar nya sendiri bahwa setelah pernikahan dia akan menikah dengan seseorang juga, apakah itu Carina atau apa masih ada yang lain lagi.
Yuland hanya menangis disana.
" kamu tidak seharusnya menangis di tempat umum seperti ini" kata seseorang memberikan Yuland sapu tangan.
Yuland seperti kenal dengan suara itu, dia mendongak kan kepalanya ternyata dia adalah Nicholas.
" kamu.... " kata Yuland
" kamu kenapa menangis?? "
" apa ada masalah?? " kata Nicholas
" apa kamu mengikuti ku, kenapa kamu ada disini? " kata Yuland
" aku memang biasa ngafe disini, kebetulan saja kita bertemu " kata Nicholas
" katakan apa yang sudah kamu lakukan, kamu kan yang mengirimkan foto-foto itu kepada Bram?? " kata Yuland
" foto-foto apa?? "
" Bram siapa??? aku tidak kenal siapa itu Bram " kata Nicholas
" sudah cukup.... "
" tidak usah kamu pura-pura tidak tahu. "
" kalau bukan kamu lalu siapa?? "
" kita hanya berdua disana. " kata Yuland
" foto-foto apa maksud kamu, aku ngk mengerti " kata Nicholas
" sekarang tolong tinggal kan aku sendiri, jangan pernah kamu mucul dihadapan ku. "
" aku membencimu " kata Yuland
" kamu kenapa marah pada ku??? " kata Nicholas
Yuland yang semakin kesal akhirnya dia pergi meninggalkan Nicholas disana.
__ADS_1
Haripun berganti sudah satu minggu berlalu. saat Yuland baru saja menyelesaikan operasi nya Yuland langsung pergi ke dalam ruangannya namun dia sangat terkejut karena Carina ada disana.
" hay kak.... " sapa Carina
Dengan malas Yuland berjalan menuju bangkunya.
" ngapain kamu kesini" kata Yuland
" kak Yuland kok judes gitu sih, udah lama juga ngk ketemu. " kata Carina
" buat apa?? " kata Yuland
" kak aku mau ngomong sesuatu kak" kata Carina sambil menyisihkan rambutnya kebelakang, saat itu Yuland melihat bahwa Carina sedang memakai kalung yang di menang kan Bram dua bulan yang lalu.
" katakan apa yang ingin kamu bicarakan. " kata Yuland sambil membereskan meja kerjanya.
" kak aku hamil" kata Carina
Yuland berhenti sejenak dengan aktifitas nya, spontan dia meremas buku yang sedang dia pegang.
" hamil??? "
" anaknya Bram?? " kata Yuland berpura-pura baik-baik saja.
" kakak kok tahu ini anaknya kak Bram. " kata Carina
" Bram sudah cerita ke aku"
" kamu yakin itu anaknya Bram?? " kata Yuland
" iya kak... "
" kakak kok biasa aja??? "
" kakak ngk marah sama Carin?? " kata Carina
" marah??? "
" kenapa harus marah?? "
" kakak yakin dia akan menikahi kakak?? "
" lalu bagaimana jika dia menikahi ku juga? " kata Carina
" bagus dong jika dia menikahi mu, setidaknya dia bertanggung jawab atas mu" kata Yuland
" kak.... "
" bisa ngk kakak tinggalkan kak Bram, biarkan dia bersama ku"
" Carin mohon" kata Carina bersujud di kakinya Yuland.
Yuland hanya menatap ke atap asbes ruagan itu berharap air matanya tidak jatuh.
" sebaiknya kamu memohon pada Bram, bukan padaku. " kata Yuland
" aku sudah bilang ke dia kak,... "
" tapi dia tidak mau menikahi ku kak, sebelum dia menikahi mu terlebih dahulu kak. "
" kak... "
" apa kakak mau nasib kita sama seperti orang tua kita yang berbagi suami" kata Carina
" seharusnya kamu pikirkan ini terlebih dahulu sebelum kamu melakukan nya. "
" jika kamu tidak ingin nasib kita berdua seperti ibu kita seharus nya kamu jangan lakukan ini." kata Yuland
" aku melakukan ini karena aku mencintai kak Bram, kak " kata Carina
" baiklah.... "
__ADS_1
" mari kita pulang, kita bicarakan ini bersama dengan kakek dan papah" kata Yuland menarik tangan Carina
" tidak kak.... "
" Carin takut kak, kakek dan papah pasti tidak akan setuju"
" mereka pasti malah akan mengusir Carin dan mamah setelah mereka tahu apa yang terjadi. "
" Carin tidak ingin masalah ini diketahui keluarga kita kak. "kata Carina menangis
" lalu mau sampai kapan kamu akan menutup-nutupi kehamilan mu ini, kamu harus cepat menikah dengan Bram jika tidak kandungan kamu akan semakin membesar" kata Yuland
" tapi kak Bram tidak mau menikahi Carina sebelum menikahi kakak terlebih dahulu. " kata Carina
" kenapa??? " kata Yuland
"karena dia juga sangat mencitai kakak, dia tidak mau meninggalkan kakak"
"kak Bram tidak ingin kakak menikah dengan orang lain. "
" jika kakak benar-benar ingin membantuku kita hanya punya satu cara. " kata Carina
" apa itu?? " kata Yuland
" kakak harus menikah terlebih dahulu sebelum hari pernikahan kalian tiba. " kata Carina
" apa kamu gila??! "
" apa kamu pikir menikah itu gampang?? " kata Yuland
" kak hanya ini satu-satunya cara, "
" aku tahu bahwa kakak pun sebenarnya tidak tega menikah dengan kak Bram melihat keadaan ku seperti ini "
" Carin tahu kakak tidak seperti itu orang nya" kata Carina
" Carin..... "
" kamu yang berbuat dan sekarang kamu pikirkan sendiri bagaimana caramu untuk menyelesaikan nya. "
"kamu jangan malah melemparkan nya ke aku donk. "
" aku banyak pekerjaan sekarang, jadi silahkan kamu pergi " kata Yuland
" tidak kak.... "
" aku tidak mau pergi. "
" aku mohon kak... "
" tolong bantu Carin" kata Carina
" jika kamu tidak ingin pergi, baiklah biarkan aku yang pergi" kata Yuland pergi meninggalkan Carina yang masih menangis diruangan itu.
Yuland tidak habis pikir kenapa masalahnya bertubi-tubi datang padanya, kesalahan apa yang dia buat sehingga harus dia yang menanggung semuanya.
Apa mungkin dia harus menyetujui permintaan gila Carin, tapi memang ada benar nya juga.
Mungkin Bram akan melepaskan Yuland saat dia tahu bahwa dia sudah menikah, sekarang dia malah semakin bingung.
" menikah??? "
" lalu aku akan menikah dengan siapa?? " kata Yuland menggigit kuku jempolnya sambil memandang keluar jendela mobilnya, kebetulan mobilnya berhenti karena adanya lampu merah.
Namun pada saat itu, pandangan nya langsung menangkap sosok Nichols yang duduk di belakang pengemudi sambil memainkan ponsel nya.
" huh??? "
" itu si gigolo apa bukan yah?? "
" kenapa dia berpakaian seperti itu? " kata Yuland karena dia melihat bahwa Nicholas mengenakan stelan jas lengkap dengan dasinya.
__ADS_1
" dan mobil itu??? "
" itu kan mobil yang dia gunakan saat kami baru bertemu dan dia bilang dia hanya supir taksi tapi kenapa malah dia duduk disana seolah-olah dia yang menjadi bosnya. " kata Yuland