
Satu minggu berlalu,
Malam ini Aditya datang ke rumah Nicholas untuk berkunjung. saat tiba disana, dia melihat Nicholas, Yuland dan sikembar sedang bermain di ruang tamu.
" Adit.... "
" Tumben-tumbenan kamu kemari. " kata Yuland
Melihat kedatangan Aditya, kedua sikembar berlari kearah nya.
" Daddy..... " seru Aryni
" om Adit.... " kata Airyn
Aditya pun menggendong kedua sikembar sekaligus seperti yang biasa dia lakukan pada si kembar.
Sementara Nicholas kini sudah mulai terbiasa menerima kedekatan Yuland bersama kedua anaknya terhadap aditya.
Nicholas hanya tersenyum melihat kedua anaknya memperlakukan aditya dengan seperti itu.
" hai Rey.... "
" bagaimana keadaan mu, apa sudah lebih baik" kata Aditya
" sepertinya akhir-akhir ini keadaan ku semakin membaik seperti yang kamu lihat. " kata Nicholas
" iya kamu benar... " kata Aditya
" tidak biasanya kamu kesini tanpa alasan tertentu, katakan ada apa?? " kata Nicholas
" sayang.... "
" kamu ini.... " kata Yuland
" dia benar Land... "
" aku ingin mengatakan sesuatu " kata Aditya melihat kearah kedua si kembar.
Nicholas pun mengerti dengan tatapan yang diberikan Aditya.
" bibi Jipsa..... " panggil Nicholas, dan tidak berapa lama, seorang wanita muda menghampiri mereka.
" iya tuan.... " kata wanita itu
" bawa anak-anak kekamar nya" kata Nicholas
" baik tuan " kata Wanita itu
Melihat kepergian si kembar, Aditya pun memulai pembicaraan mereka.
" begini.... "
" maksud kedatangan ku kesini aku ingin pamit pada kalian dan sikembar. " kata Aditya
" pamit??? "
" memangnya kamu mau kemana?? " kata Yuland
" sepertinya aku ingin kembali ke London " kata Aditya
" kenapa harus kembali?? "
" bukan kah kita sudah sepakat ingin membuka klinik bersama? " kata Yuland
" maafkan aku Land,,,, "
" sepertinya aku tidak bisa meneruskan nya" kata Aditya
" kenapa??? " kata Yuland
" aku merasa bersalah dan bahkan sangat bersalah padamu. " kata Aditya
" kenapa??? " kata Yuland
" maaf.... "
__ADS_1
" aku tidak bisa membantu mu untuk menolong ibumu, aku sangat merasa malu padamu. " kata Aditya
" apapun yang terjadi pada mamah itu sudah takdir nya. lagi pula kamu hanya seorang dokter dan bukan Tuhan yang bisa Mengembalikan nyawa manusia. " kata Yuland
" tapi setidaknya kita bisa menolong nya. " kata Aditya
" kamu sudah berusaha dan bahkan sangat berusaha, aku tidak menyalahkan mu sedikitpun atas ini. " kata Yuland
" tetap saja aku merasa bersalah. " kata Aditya
" lalu kapan kamu akan pergi?? " kata Yuland
" besok... " kata Aditya
" besok???? "
" kenapa terburu-buru " kata Yuland
" tidak terburu-buru, aku sudah memikirkan ini satu minggu yang lalu, hanya saja aku tidak punya waktu yang tepat untuk menyampaikan nya padamu. " kata Aditya
" lalu bagaimana dengan si kembar?? "
" mereka akan sangat sedih jika mereka tahu kamu pergi " kata Yuland
" itu sebabnya aku kesini, aku ingin pamit pada mereka berdua. " kata Aditya
" tapi bagaimana bisa mereka berdua membiarkan mu pergi. " kata Yuland
" kita hanya perlu berbohong pada mereka, aku akan mengatakan pada mereka berdua bahwa aku hanya sebentar. "
" perlahan mereka akan terbiasa tanpa bersama ku. " kata Aditya
" lalu bagaimana jika mereka terus mencari mu?? " kata Yuland
" aku akan sering melakukan panggilan video dengan mereka. " kata Aditya
Yuland pun akhirnya hanya terdiam, dia merasa sesak dan sangat sedih mendengar Aditya ingin pergi. bagaimana pun juga mereka sudah bersama selama lima tahun ini.
" aku ingin istrahat dulu"
" oh... iya... " kata Aditya dengan senyuman yang terpaksa.
" sayang,,,, "
" aku istrahat lebih dulu, " kata Yuland
" oh... "
" iya sayang,,,, " kata Nicholas mengerti keadaan Yuland sekarang, mungkin Yuland butuh waktu sendiri untuk meluapkan kesedihannya.
" baiklah sebelum kamu pergi, bagaimana jika kita minum malam ini. " kata Nicholas sambil melihat kepergian Yuland.
" iya kamu benar, sejauh ini kita tidak pernah sedekat ini. " kata Aditya.
" mari kita pergi" kata Nicholas
" kita kemana?? " kata Aditya sambil mendorong kursi roda Nicholas
" disebelah timur, aku ada bar mini disana bawa aku kesitu. " kata Nicholas
" baik... " kata Aditya
Aditya pun membawa Nicholas.
" wah ternyata kamu punya bar mini disini. " kata Aditya saat mereka masuk ke ruangan itu.
" maklum lah.... "
" kami para pengusaha sering mengadakan perkumpulan dan makan malam, itu sebabnya aku membuat bar mini ini. " kata Nicholas sambil memilih botol minuman yang akan mereka minuman.
Nicholas pun mengambil minuman yang terbaik untuk mereka minum, setelah membuka botol tersebut Nicholas menuangkan nya ke gelas mereka berdua.
" terimakasih banyak atas semua yang kamu lakukan selama ini untuk istri ku dan anak-anak ku. "
" jujur sebenarnya aku ingin mengucapkan kata ini sejak dulu padamu, tapi aku tidak punya keberanian untuk itu. " kata Nicholas sambil meminum minuman nya.
__ADS_1
" hehehehe ... "
" apa yang kamu katakan?? "
" sebenarnya aku senang melakukannya, aku sudah menganggap mereka keluarga ku. "
" terlebih si kembar... "
" aku sudah menyayangi mereka saat mereka berdua masih didalam kandungan Yuland. " kata Aditya dan meminum minuman nya.
" kamu adalah termasuk pria yang beruntung, dimana kamu bisa menyaksikan dan melihat tumbuh kembang anak-anak ku. "
" sementara aku ayah mereka tidak tahu apa-apa, bahkan aku hampir saja membunuh mereka dan membuat nyawa Airyn celaka. " kata Nicholas sambil menuangkan anggur itu kembali ke gelas mereka berdua.
" si kembar anak-anak yang penurut dan sangat baik, kebaikan mereka menurun dari kalian berdua orang tuanya. " kata Aditya
" itu juga berkat didikan mu selama ini. " kata Nicholas
" tapi ketahanan fisik Airyn sangat berbeda dengan Aryni. "
" Aryni jauh lebih sehat dibandingkan dengan Airyn. " kata Aditya
" maksud kamu?? " kata Nicholas
" sejak Yuland mengandung mereka berdua, Yuland sudah menjadi pasien ku. "
" waktu itu mereka masih berumur dua minggu didalam kandungan nya Yuland. "
" aku melihat ada kelainan pada Airyn, dia mengalami gagal jantung bawa lahir. " kata Aditya
" apa???? "
" apa Yuland mengetahui ini?? " kata Nicholas menangis
" tidak..... "
" maafkan aku, aku tidak memberitahukan ini pada Yuland.. " kata Aditya
" kenapa?? " kata Nicholas
" aku ingin menyuruhnya untuk menggugurkan si kembar pada waktu itu. tapi melihat betapa bahagianya Yuland mengetahui kehamilannya aku akhirnya tidak tega mengatakan nya. "
" dan setiap aku ingin mengatakan pada Yuland, Aku tidak punya keberanian hingga mereka berdua lahir. "
" saat mereka berdua lahir, aku merasa sudah menjadi seorang ayah walaupun mereka berdua bukan darah dagingku. " kata Aditya menangis.
" aku masih ingat betapa bahagianya aku saat itu, namun hingga sekarang aku tidak bisa merahasiakan ini selama nya dari kalian. "
" kamu lebih kuat dari Yuland, itu sebabnya aku menyampaikan ini pada mu. " kata Aditya menangis.
" dia juga alergi dengan coklat, sementara Aryni tidak. " kata Aditya
Nicholas pun menangis mendengar perkataan Aditya.
" lalu apa ada cara untuk menyembuhkan Airyn?? " kata Nicholas
" ada..... "
" tapi jika kita menemukan donor jantung yang cocok untuk nya. " kata Aditya
" tolong bantu aku, carikan aku pendonor jantung " kata Nicholas semakin menangis.
" sebenarnya sejak dulu aku sudah menemukan pendonor jantung yang cocok untuk Airyn. " kata Aditya
" kenapa kamu tidak melakukan nya?? "
" apa karena biaya nya besar?? "
" kamu tidak usah khawatir soal itu, katakan padanya bahwa aku akan bersedia membayar nya berapa pun yang dia mau. " kata Nicholas menangis.
" jika masalah bayaran, aku tidak meragukanmu. "
" tapi yang jadi masalah nya, jika sudah kehilangan jantung, pendonor juga harus bersedia kehilangan nyawanya. " kata Aditya
Nicholas pun lemas mendengarkan perkataan Aditya. Nicholas dan Aditya pun sama-sama menangis disana.
__ADS_1
Aditya menepuk-nepuk pundak Nicholas sambil menangis, disana Nicholas pun menangis saat mengetahui keadaan Airyn.