CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-19


__ADS_3

Waktu terus berjalan kini sudah tiga bulan berlalu, minggu depan adalah hari ulang tahunnya Edward Wijaya yaitu kakek nya Yuland.


Yuland dan Nicholas pun berencana tinggal di rumah keluarga nya selama satu minggu ini. setelah tiba disana Yuland dan Nicholas pun melihat Bram dan Carina ada disana, kini perut Carina sudah mulai terlihat buncit.


Nicholas merangkul Yuland masuk kedalam rumah itu, namun Bram menghalangi jalan mereka.


" eh.... "


" supir taksi... "


" loe mau ngapain kesini?? "


" cari sewa???" kata Bram


" saya tidak ada urusan dengan anda" kata Nicholas


" Bram kita tidak ingin ribut, tolong jangan ganggu kami" kata Yuland


" ya jelas lah.... "


" lagian siapa juga yang ingin berurusan dengan manusia benalu seperti mu, yang bisanya hanya numpang hidup sama istri. " kata Bram


plakkk..... Yuland menamparm Bram.


" jaga yah mulut kamu," kata Yuland


" kak Yuland.... " kata Carina


" Yuland..."


" kamu menampar ku demi suami miskin mu ini?? " kata Bram


" aku tidak akan hanya menampar mu jika kamu berani menghina suami ku" kata Yuland


"kenapa??? "


" aku tidak menghina nya, aku hanya berkata yang sebenarnya. "


" atau apa kamu merasa malu punya suami hanya seorang supir taksi" kata Bram


" tidak.... "


" aku sangat beruntung karena aku menikah dengan nya. "


" walaupun hanya supir taksi tapi setidaknya dia bekerja dengan usahanya sendiri"


" daripada kamu,??? "


" kamu tidak ada bedanya dengan anak kecil yang hanya meminta kepada ibunya. " kata Yuland


" apa kamu bilang??? " Kata Bram


" kenapa??? "


" apa kamu merasa tersinggung?? "


" bagus dong setidaknya pikiran mu masih berfungsi " kata Yuland


" aku tidak ada urusan dengan mu yah, aku berurusan dengan orang miskin ini. " kata Bram


" orang miskin itu adalah suami ku, itu artinya itu urusan ku juga. "


" aku tidak akan diam jika ada diantara kalian menghinanya dirumah ini, termasuk kamu " kata Yuland


" oh.... "


" jadi ternyata dia pun berlindung dibawah ketiak mu juga?? "


" rendahan sekali dia" kata Bram


Yuland mengangkat tangannya ingin memukul Bram, namun tangannya ditahan oleh Carina.

__ADS_1


" Cukup..... "


" aku juga tidak akan diam melihat kak Yuland memperlakukan suami ku seperti itu. " kata Carina


" Carina.... "


" tapi suami kamu sendiri yang memulai keributan ini" kata Yuland


" aku ngk perduli,,,, "


" jadi maksud kakak aku diam saja menyaksikan kalian berdua menyerang suami ku begitu?? " kata Carina


" hm.... " Yuland tersenyum kecut.


" apa kamu bilang, suami???? "


" kamu sadar tidak, Bram menikahi kamu gara-gara siapa??? "


" jika bukan gara-gara suami ku yang menolong mu, mungkin kamu akan melahirkan anak


kamu ini tanpa seorang ayah." kata Yuland


" sudah sayang.... "


" sebaiknya kita abaikan saja mereka. "


" aku tidak ingin istriku yang cantik ini bertambah tua. " kata Nicholas memeluk pinggang Yuland dan satu tangannya sambil membelai rambut Yuland, kemudian dia sengaja mencium kening Yuland dihadapan Bram.


Melihat itu Bram sangat kesal, kini dia sudah sangat cemburu.


Nicholas dan Yuland pun masuk kedalam rumah itu dengan mengabaikan mereka berdua.


" kamu tidak apa-apa kak Bram!? " kata Carina


" akh.... " kata Bram mengibaskan tangan Carina dan Bram pun meninggalkan Carina.


" Yuland..... "


" ini semua gara-gara kamu, "


keesokan harinya saat Nicholas dan Yuland sedang sarapan pagi di meja makan Bram pun kembali menemui mereka.


" enak yah.... "


" setelah gembel bertahun-tahun kini kamu memuaskan dirimu memakan semua makanan mewah di rumah ini seperti anjing gila yang terlantar dijalanan." kata Bram


Kini Yuland sudah emosi Yuland ingin menjawab Bram, namun Nicholas memegang tangan Yuland.


" sayang.... "


" jika kita meladeni orang gila, itu artinya kita lebih gila darinya." kata Nicholas


Namun tiba-tiba Bram menyiram Nicholas dengan segelas jus.


" kurang ajar banget kamu mengatai saya gila, dasar gembel. " kata Bram


^^^Buk...... sontak Nicholas meninju mulut Bram. ^^^


" Bahkan ajing gila pun bisa menggigit jika kamu selalu menggangu nya" kata Nicholas


Dalam sekejap keributan pun terjadi, Bram dan Nicholas saling memukul disana namun Yuland tidak menelarai mereka karena dia melihat bahwa Nicholas lebih banyak memukul Bram, sementara pukulan Bram selalu meleset.


Kini Bram tergeletak dilantai itu dan wajah nya sudah babak belur dalam sekejap.


" aku tidak pernah mengusik kehidupan mu, jadi jangan pernah mengusikku juga. " kata Nicholas mencengkram kerah baju Bram.


" kak Bram..... " teriak Carina karena dia baru saja tiba disana.


mendengar teriakan Carina, membuat orang-orang disana pun langsung berkumpul.


" Carin ada apa ini"

__ADS_1


" astaga.... "


" apa-apaan ini.... " kata Sintya


" mah.... "


" dia memukul kak Bram mah" kata Carina menangis


" beraninya tangan kotor mu itu menyentuh menantuku, jangan karena kami menikahkan kamu dengan putri kami seakan-akan kamu sudah bagian dari keluarga ini, ingat kasta kamu dengan keluarga ini berbeda. "


" gembel tetap gembel " kata Sintya


" apa??? "


" tante bilang tadi Yuland putri keluarga ini, dan suami Yuland bukan bagian dari keluarga ini?? "


" apa ngk salah??? "


" Bram dan Carina lah yang bukan bagian dari keluarga ini, tetapi suami Yuland adalah menantu satu-satunya keluarga ini"


" tante jangan berpikir seakan-akan Carina adalah keturunan Wijaya karena sejak kecil dia sudah menumpang disini. "


" hanya akulah keturunan Wijaya disini. "


" dan iya, tante mengatakan suamiku gembel??"


" lalu bagaimana dengan anda??"


" anda menikah dengan ayah saya dan beraninya membawa anak sampah ini kesini " kata Yuland


plak........ Sintya memukul Yuland.


" kenapa?? "


" apa kamu merasa tersinggung?? "


" memang benarkan?? "


" kamu melahirkan dia yang bahkan kamu sendiri tidak tahu siapa ayah nya. " kata Yuland sambil memegang wajahnya.


plak...... Herry memukul wajah Yuland. melihat itu kini Nicholas sangat marah.


" tutup mulut mu"


" beraninya kamu mengatakan itu pada wanita yang selama ini yang sudah membesarkan mu. " kata Herry Wijaya


Plakkk....... Edward Wijaya memukul Herry Ayah nya Yuland.


" yang dikatakan cucuku benar, "


" kamu yang sudah di butakan cinta mu dan membawa wanita liar ini kesini. "


" selama aku masih hidup, aku tidak akan pernah membiarkan cucuku ditindas oleh orang-orang seperti kalian. "


" janga kalian pikir aku tidak tahu apa yang terjadi disini. "


" kalian menghina suami dari cucuku, lalu kenapa memangnya jika dia orang miskin? "


"dia mampu menyanggupi semua kebutuhan Yuland, dia tidak pernah mengemis kekeluarga ini. "


" jadi siapa pun yang berani menghina suami cucuku Yuland itu artinya kalian harus berurusan dengan ku. " kata Edward


" kakek..... " kata Yuland menangis langsung berlari kepelukan Edward.


" sudah...."


" cepat segera periksakan keadaan ku, mungkin darah tinggi ku sudah naik. " Kata Edward Wijaya pergi meninggalkan tempat itu berjalan dibantu dengan tongkatnya. Namun sebelum dia benar-benar pergi, Edward berhenti sejenak.


" Yuland...."


" bawa juga cucuku menemui ku. " kata Edward Wijaya.

__ADS_1


" baik kakek " kata Yuland


Yuland pun merasa sangat bahagia, ternyata kakek nya masih ada dipihak nya.


__ADS_2