CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode ke-35


__ADS_3

Satu minggu berlalu , Yuland dan keluarga baru saja siap memperingati ketujuh hari kepergian ibunya.


Yuland melihat seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu, hati Yuland masih sedih karena dia kehilangan ibunya.


Karena enggan menangis didepan orang banyak, Yuland pun pergi keluar dari rumah dan berjalan ke taman rumah nya, Disana Yuland duduk di bangku taman dan kembali menangis.


Nicholas memperhatikan Yuland, dia pun menyusul Yuland dan meminta Lusi mendorong kursi rodanya kearah Yuland.


Sementara sikembar mengajak aditya bermain.


" tolong tinggal kan kami berdua " kata Nicholas saat mereka tiba di dekat Yuland.


" baik" kata Lusi


" Yul.... " kata Nicholas mengelus pundak Yuland


"aku tahu rasanya bagaimana sakitnya kehilangan. "


" aku akan munafik jika menyuruh mu untuk mengikhlaskan mamah. "


" tapi bagaimana pun juga, setidaknya mamah sudah sangat kuat bisa berjuang sampai sejauh ini hanya untuk mu."


" lebih baik beliau tidak merasakan sakit dan penderitaan itu lagi ".


" mamah sudah tenang dan bahagia disana. "


" tetapi jika kamu terus begini, beliau akan sedih dan merasa bersalah karena sudah meninggal kan mu. "


" setiap kehidupan pasti ada kematian, kita semua akan menemui kematian itu dengan waktu yang berbeda. "


" dan ini sudah waktunya untuk melepaskan mamah " kata Nicholas


" kamu memang benar.... "


" mamah sudah sangat tersiksa selama ini... ".


" yang kutangisi bukan lah kepergian nya, tetapi hanya penyesalan dan kebodohan ku. "


" aku mengambil sekolah kedokteran hanya bertujuan untuk menyembuhkan mamah, tetapi aku hanya seorang dokter yang bodoh yang tidak bisa berbuat sesuatu melihat mamah ku seperti itu"


" sementara ayah kamu, aku bisa membawa dia dari koma nya. " kata Yuland


Nicholas pun merangkul Yuland untuk menenangkan nya.


" ini bukan salah mu, kamu tidak perlu menyesali kesalahan yang tidak pernah kau buat. "


" setidaknya kamu sudah sangat berusaha." kata Nicholas


Namun kini Bram tiba-tiba ada disana.


" sudah sangat lama kita tak bertemu Yuland. "


" aku memang sudah tahu sebelumnya bahwa kamu sudah kembali, namun aku tidak pernah ada waktu senggang untuk menemui mu. "


" ternyata setelah sekian lama, kamu jauh semakin lebih cantik. " kata Bram


" Bram.... "


" jika kamu ingin mencari keributan dengan ku, setidaknya jangan dengan keadaan ini." kata Yuland


" aku tidak ingin mencari keributan dengan mu, aku hanya ingin menyelamatkan mu dari manusia sampah ini. " kata Bram


" siapa yang kamu sebut sampah?? " kata Yuland bangkit berdiri.

__ADS_1


" dia laki-laki cacat itu, sungguh tidak tahu malu masih menempel padamu. "


" kenapa tidak tinggal kan saja dia,,,, "


" seumur hidup mu kamu akan hanya meladeninya. " kata Bram


" ternyata kamu belum berubah " kata Yuland


" kamu benar. "


" aku belum berubah bahkan sedikitpun, aku masih Bram yang dulu yang masih sangat mencintai mu hingga sekarang. "


" mari kita menikah dan tinggal kan saja suami benalu mu itu. "


" lagi pula tidak alasan kenapa kamu tidak memaafkan ku. buktinya saja suami mu berselingkuh dan menggoda Carina kamu masih memaafkan nya juga." kata Bram


" apa kamu sudah cukup banyak harta untuk mengajak ku menikah?? "


" setidaknya jika aku harus meninggalkan suamiku, aku harus lari kesasaran yang tepat bukan?? " kata Yuland


" soal itu kamu tidak usah khawatir. " kata Bram


" memangnya apa saja yang kamu punya?? " kata Yuland


" apa kamu lupa?? "


" aku Putra tunggal dari keluarga prasetyo, dan hanya aku satu-satunya penerus pt. SNtv" kata Bram


" selain itu, apa kamu punya yang lainnya?? " kata Yuland


" tapi setidaknya aku lebih sempurna daripada di banding suami cacat mu itu. " kata Bram


" begitu bangga nya kamu yang masih menjilat kepada kedua orang tuamu. "


" apa??? " kata Bram


" apa kamu tidak lupa aku siapa??? "


" aku juga putri tunggal keluarga Wijaya, dan satu-satunya penerus Wijaya. "


" aku pikir kita masih setara juga, dan buat apa aku jadikan kamu pelarian yang posisi kita masih sama. "


" jika memang harus lari yah pastinya larilah ke tempat yang lebih sempurna lagi. " kata Yuland


" setidaknya aku lebih baik daripada supir taksi ini. "


" apakah dia masih bekerja sebagai seorang supir taksi?? "


" oh.... "


" aku lupa, bagaimana mungkin bisa menyetir sementara dia cacat. "


" hahahaha..... " kata Bram tertawa.


Nicholas mengepal kan tangan nya emosi.


" hahahaha...... " Yuland pun ikut tertawa


" kamu benar.... "


" tapi setidaknya dia lebih memutu dari pada kamu. "


" kamu ibarat kan sebuah barang yang beli satu gratis satu, tidak ada harganya. " kata Yuland

__ADS_1


" apa???? "


" kamu bilang apa??? "


" kamu berani membanding-bandingkan aku dengan dia?? " kata Bram mencengkram wajahnya Yuland.


" lepaskan tangan mu. " kata Nicholas


" kenapa?? "


" jika kamu bisa, lakukan sesuatu " kata Bram


" Bram.... "


" kamu apa-apaan??? " kata Yuland berusaha menarik tangannya Bram.


" aku masih melakukan hal kecil ini padamu, tapi lihat suamimu tidak bisa berbuat apa-apa. "


" bagaimana jika aku mencium mu saja dihadapan suami mu ini, lagi pula dulu kita sering melakukan nya dan aku sangat-sangat merindukan waktu itu, aku akan melakukan nya sekarang dihadapan suami cacat mu ini. " kata Bram ingin mencium Yuland.


Yuland berusaha ingin melepaskan dirinya dari Bram. Nicholas sangat marah terlebih kepada dirinya sendiri karena dia tidak bisa berbuat apa-apa.


" ayolah sayang" kata Bram semakin menguatkan cengkraman nya ke wajah Yuland karena Yuland selalu bergerak


" lepaskan.... " kata Yuland


Buk....... Aditya menarik Bram dan langsung memukuli Bram.


" sialan kamu bajing***" kata Aditya


buk..... "beraninya kamu menyakiti Yuland"


buk... " enyahlah kamu dari muka bumi ini. "


buk..... " aku tidak akan melepaskan mu". kata Aditya nemukuli wajah Bram dan memberikan beberapa kali tendangan untuk Bram tanpa jeda, sementara Bram tidak memiliki kesempatan untuk membalas pukulan Aditya.


Kini wajah Bram babak belur, mulut dan hidungnya mengeluarkan darah yang begitu banyak.


Sementara Nicholas, melihat Aditya sudah ada disana dia langsung pergi mendorong kursi rodanya sendiri meninggalkan Yuland dan yang lainnya disana.


Hatinya sangat sakit melihat Bram memperlakukan istrinya seperti itu dihadapan nya sendiri, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Nicholas sangat marah hingga dia langsung menyuruh Lusi untuk mengantarkan nya pulang ke rumah nya sendiri.


Sementara Yuland, dia sedang mencoba memisahkan Aditya agar tidak memukuli Bram lagi.


" Adit sudah.... "


" aku bilang sudah... " kata Yuland menarik Aditya


" dia hampir saja melecehkan mu Land... "


" aku akan berikan dia pelajaran. " kata Aditya


" tapi kamu sudah memukuli nya, lukanya sudah cukup parah. " kata Yuland


" aku akan membalas mu, lihat saja " kata Bram pergi meninggalkan Yuland dan Aditya.


" dasar binatang, tidak ada ahklak. " kata Aditya


" makasih" kata Yuland menangis dan langsung memeluk Aditya.


" kamu sudah begitu banyak membantuku. " kata Yuland

__ADS_1


" syukur lah kamu tidak apa-apa. " kata Aditya merasa lega.


__ADS_2