CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-29


__ADS_3

Nicholas merasa sangat kesal dan kecewa melihat Yuland pergi meninggalkan nya.


Dia sangat marah pada dirinya sendiri, karena dia merasa hanya seorang pengecut dihadapan Yuland. Dia tidak bisa berbuat apa-apa saat Yuland mengatakan ingin membawa anak-anak nya pergi menjauh darinya.


Emosi Nicholas sudah tidak terbendung, dengan marah bercampur emosi dia pergi meninggalkan rumah sakit.


kedua tangan Nicholas menyetir mobil, namun pikiran nya ntah kemana, karena dia sama sekali tidak memperhatikan jalan. pandangannya kosong dan bercampur air mata, hingga dia tidak menyadari bahwa sebuah kereta api akan melewati jalan, Nicholas tidak bisa mengontrol mobilnya hingga dia menerobos palang kereta api.


untuk menghindari kereta api tersebut Nicholas pun membanting setirnya kesebelah kirinya, dia menabrak pos penjaga dan setelah itu kini mobilnya terjatuh dengan posisi terbalik.


dalam sekejap Nicholas mengalami kecelakaan. Seketika tempat itu langsung didatangi banyak orang, keadaan mobil Nicholas mengalami rusak yang sangat parah terlebih dibagian depan.


" Orang nya masih ada didalam... " kata seseorang disana


" keadaan nya sangat parah, mungkin saja dia sudah meninggal. " kata salah satunya Lagi.


" bagaimana ini?? "


" apa kita tolong dia atau menunggu polisi??" kata salah satunya.


" sebaiknya kita periksa saja keadaan nya, mungkin saja dia masih hidup" kata seseorang


" mustahil jika dia masih hidup, lihat lah.... "


" dia terjepit didalam dan bahkan untuk mengeluarkan nya itu sangat sulit. " kata seseorang lagi


Namun tidak lama kemudian polisi datang, dan sebelumnya salah satu dari orang yang ada disana sudah menelepon ambulans.


Kini Nicholas sudah dikeluarkan dari dalam mobil, keadaannya sangat parah, kemeja putih yang dia gunakan berubah menjadi merah.


Tidak lama kemudian Nicholas sudah tiba dirumah sakit, darah masih mengalir dan memberikan tetesan sepanjang jalan.


Dokter dan beberapa perawat berlari mendorong brankar Nicholas menuju ruangan ICU, sementara posisi ruangan ICU ada di sebelah ruangan UGD.


Airyn dirawat di ruang UGD, Yuland dan Aditya masih duduk di luar untuk menunggu Airyn sadar, namun dari jarak yang sedikit jauh Yuland melihat tangan yang menggantung di brankar yang akan melewati mereka.


Tangan itu berlumuran darah dan masih meneteskan darah segar, Yuland melihat jam tangan yang menggantung ditangan itu seperti Familiar baginya.


Kemudian Yuland mengingat bahwa itu baru saja digunakan Nicholas.


" kode blue..... code blue " kata salah satu dari mereka.


Kaki Yuland merasa gemetar dan air mata langsung terjatuh.


" Rey....... " kata Yuland spontan berdiri


dia melihat brankar Nicholas melewati nya Yuland langsung terjatuh namun spontan Aditya langsung menopang Yuland.

__ADS_1


" Yuland kamu kenapa??? " kata Nicholas


" Rey..... " panggil Yuland menunjuk brankar yang baru saja melewatinya dia berusaha berdiri namun rasanya dia tidak memiliki tenaga.


" Rey.... Rey siapa?? " kata Aditya


" itu tidak mungkin suamiku kan?? "


" aku hanya salah melihat kan?? "


" katakan padaku bahwa aku salah " kata Yuland semakin menangis.


" apa??? " kata Aditya


" tolong bawa aku kesana " kata Yuland minta bantuan Aditya.


" kamu tenang dulu... "


" mungkin kamu hanya salah melihat. '


" oke kita kesana, tapi kamu harus tenang. " kata Aditya membantu Yuland


" iya... "


" itu tidak mungkin dia, karena kami baru saja bertemu " kata Yuland untuk menenangkan dirinya sendiri.


" suster.... "


" pasien didalam atas nama siapa?? " kata Yuland


" kami memeriksa KTP pasien atas nama Nicholas Reynardo Pradana."


" apakah anda salah satu dari keluarga Pradana??? " kata Suster itu


Mendengar itu sepertinya jantung Yuland berhenti berdetak, dan dia akhirnya jatuh pingsan.


" Yuland.... Yuland.... " kata Aditya


Suster pun membantu Aditya membawa Yuland kesebuah ruangan agar dia istrahat.


setelah tiga puluh menit Yuland terbangun dan menyadari dia ada dirumah sakit, kemudian dia mengingat bahwa Nicholas kecelakaan.


" Rey.... " kata Yuland langsung turun dari tempat tidur.


" Yuland.... "


" kamu jangan seperti ini,,,, "

__ADS_1


" tenangkan dirimu, jika kamu terus begini kamuakan pingsan lagi. " kata Nicholas


" kamu bilang tenang??? "


" kamu tahukan apa yang terjadi pada suamiku??? "


" lalu kamu bilang aku masih bisa tenang?? " kata Yuland menangis.


" kamu tidak mengerti bagaimana perasaan ku sekarang. " kata Yuland


" terus.... "


" jika kamu seperti ini apa dia bisa bangun sekarang?? "


" jika bisa lakukan lah... "


" yang perlu kamu lakukan sekarang adalah, berdoa dan memohon pada yang diatas, kamu harus yakin dan percaya bahwa dia akan baik-baik saja. " kata Aditya


Yuland pun semakin menangis.


" ini semua salah ku... "


" aku orang yang munafik,,,, "


" seandainya aku menuruti permintaan nya mungkin ini tidak terjadi padanya. "


" tapi rasa takutku membuatku jadi pengecut.. "


" aku menyesal..... " kata Yuland menangis


" aku tahu... "


" aku mengerti alasan mu mengambil keputusan itu, kamu juga tidak bisa menyalahkan dirimu, ini semua sudah diatur yang diatas. "


" kamu harus kuat,,,, "


" kamu lihat, Aryni juga masih sakit... "


" jika kamu lemah maka dia pun akan sedih " kata Aditya menenangkan Yuland.


" kamu benar.... "


" maafkan aku yang sudah marah padamu" kata Yuland sambil menghapus air matanya.


" ia sudah... "


" mari kita kesana" kata Aditya

__ADS_1


__ADS_2