CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-14


__ADS_3

Saat di parkiran Yuland memberikan kunci mobilnya kepada Nicholas.


" ini kamu yang nyetir " kata Yuland


Namun sesaat Yuland dan Nicholas diam sejenak saling memandang satu sama lain, sepertinya keduanya sedang bingung.


"maaf.... "


" kita pulang kemana yah?? " kata Nicholas bertanya dengan sangat hati-hati pada Yuland.


" apa kamu punya keluarga?? " kata Yuland


" iya... tapi keluarga ku tidak tinggal disini, mereka ada diluar kota " kata Bram berbohong


" baiklah.... jika begitu kita pulang ke rumah keluarga ku saja. " kata Yuland masuk terlebih dahulu kedalam mobilnya.


Nicholas pun menyusul Yuland masuk kedalam mobilnya.


Diperjalanan Yuland tidak berbicara kecuali hanya menunjukkan arah jalan kepada Nicholas saja.


Satu jam sudah, kini keduanya sudah tiba di tempat kediaman keluarga besar Wijaya.


" mari masuk " kata Yuland berjalan terlebih dahulu dan Nicholas pun hanya mengikuti Yuland dari belakang.


Yuland membawa Nicholas masuk ke sebuah kamar, namun sepertinya itu bukan kamar Yuland karena disana seorang wanita paruh baya sedang terbaring.


" mah.... Yuland datang" kata Yuland menyalam tangan ibunya dan mencium nya. akan tetapi Nicholas hanya berdiri di pintu kamar itu.


Yuland pun menyadari bahwa Nicholas tidak masuk, Yuland berjalan kearah Nicholas dan menggandeng tangan Nicholas masuk kedalam kamar itu.


" ayo masuk " kata Yuland pada Nicholas dan Nicholas masih setia mengikuti Yuland.


" mah.... "


" perkenalkan dia adalah suaminya Yuland. "


" Yuland hari ini menikah dengan dia mah dan bukan kak Bram " kata Yuland menangis dan sambil memeluk ibunya.


" mamah.... " kata Nicholas menyalam tangan ibunya Yuland.


Ibunya Yuland pun ikut menangis, Dia merasa sangat sedih karena dia tidak bisa hadir di acara pernikahan putrinya, untuk mengucapkan sepatah kata pun ibunya tidak mampu karena dia tidak bisa betbicara juga.


Namun ada rasa bahagia dan lega yang dirasakan ibunya Yuland, dimana Yuland tidak jadi menikah dengan Bram dan dia malah menikah dengan pria dihadapan nya itu.


Ibu Yuland tahu apa yang terjadi antara Yuland, Bram dan juga Carina karena Yuland selalu bercerita ke ibunya walaupun ibunya tidak bisa mengatakan apapun, tetapi setidaknya dia masih dapat mendengar dan melihat.


" Banyak yang terjadi hari ini pada Yuland mah.... "


" Yuland..... "


" Yuland.... sendiri mah" kata Yuland menangis


" tidak ada yang percaya pada Yuland... "


" papah.... "


" dan bahkan kakek juga mah... "

__ADS_1


" Yuland butuh mamah.... "


" Yuland butuh mamah mah...." kata Yuland semakin menangis di pelukan ibunya, ibunya pun semakin menangis juga. hanya menangis lah yang bisa dilakukan ibunya bahkan untuk membalas pelukan Yuland pun ibunya tidak mampu.


Nicholas pun menangis melihat kedua wanita itu, dia mengerti apa yang dirasakan Yuland karena Nicholas pun merasakan hal itu juga, dimana Ayah Nicholas keadaan nya lumayan buruk juga.


melihat Yuland seperti itu, Nicholas hanya bisa Mengelus-elus punggung Yuland agar berharap Yuland merasa lebih tenang.


Setelah beberapa menit kemudian kini Yuland sudah merasa tenang.


" Mah Yuland pamit dulu yah,,, "


" Yuland istrahat dulu, besok Yuland akan certain semua yang terjadi pada Yuland hari ini"


" Yuland sayang mamah" kata Yuland mencium kening ibunya.


" tidak apa-apa mamah seperti ini, yang penting Yuland masih bersyukur karena Yuland masih memiliki mamah. " kata Yuland merapikan selimut ibunya dan memberikan semangat untuk ibunya, agar ibunya tidak merasa berkecil hati atas penyakitnya.


" Yulan pamit yah mah" kata Yuland membawa Nicholas pergi dari sana.


Setelah keluar dari dalam kamar ibunya, kemudian Yuland membuka pintu kamar tepat di sebelah kamar ibunya.


" masuk lah... " kata Yuland mempersilahkan Nicholas masuk.


Nicholas pun masuk kedalam kamar Yuland, kamarnya sangat luas, rapi dan juga bersih. didalam kamar itu didesain dominan dengan warna biru.


Wallpaper dinding nya berwarna biru muda, sementara Gorden berwarna biru Elektrik, Sprei juga berwarna Biru. belum lagi barang-barang yang kecil dan yang Lain-lainnya.


" apa kamu menyukai warna biru?? " kata Nicholas berjalan duduk di sofa berwarna biru juga yang terdapat disana.


" kenapa?? " kata Nicholas


" karena menurutku biru itu memiliki arti khusus bagi ku seakan-akan dia memberikan ketenangan padaku. " kata Yuland


"........ " Nicholas hanya menganggukkan kepalanya.


" kamu tunggu sebentar, aku mandi dulu" kata Yuland pergi masuk kedalam kamar mandinya.


Saat Yuland masuk kedalam kamar mandi itu, Nicholas berjalan kearah narkas milik Yuland dia melihat disana dua buah foto Yuland, dimana salah satunya Yuland Foto sendiri saat dia mendapatkan gelarnya sebagai Dokter, dan Yang satunya saat dia bersama dengan Monik dan Alex disebuah tempat.


Nicholas tahu pekerjaan Yuland adalah seorang Dokter karena sejak saat malam pertama mereka Nicholas langsung mencari tahu tentang Yuland.


Tidak berapa lama kini Yuland sudah siap dengan mandinya, dia keluar dari kamar mandi dengan kepalanya dibungkus sebuah handuk berwarna biru muda.


Sesaat Nicholas terpana melihat wajah Yuland yang begitu cantik menurut nya, dia lebih suka melihat Yuland dengan wajah polos daripada Yuland mengenakan kosmetik. Yuland pun menyadari pandang Nicholas terhadap nya.


" apa kamu tidak mandi?? " kata Yuland menyadar kan Nicholas


Mendengar suara Yuland Nicholas pun tersadar.


" akh..."


" iya... " kata Nicholas gugup bercampur malu


" Hm.... " Yuland pun tersenyum melihat Nicholas seperti itu.


" aku tidak memiliki pakaian ganti " kata Nicholas

__ADS_1


" terus bagaimana ini?? "


" bagaimana kita jemput aja?? " kata Yuland


Sejenak Nicholas bingung, tidak mungkin dia membawa Yuland ke rumah nya sementara dia dikatakan hanya seorang supir taksi.


" kenapa bingung?? "


" kamu lelah yah, bagaimana jika begini saja, aku ada baju olahraga. "


" Cuman masalah nya... " kata Yuland berpikir sejenak.


" masalahnya apa?? " kata Nicholas


" bajunya sudah pernah aku pakai, tapi cuman sekali saja sih, aku sebenarnya sangat menyukai baju itu hanya saja bajunya kebesaran dengan ukuran ku itu sebabnya aku tidak memakai nya lagi. " kata Yuland


" iya sudah tidak apa-apa, berikan itu padaku" kata Nicholas


" tapi aku tidak enak loh... "


" itu kan sudah bekas, ngk baru lagi" kata Yuland.


" tidak masalah,,,, "


" lagi pula kan bekas istri sendiri' kata Nicholas


mendengar Nicholas berkata seperti itu membuat Yuland merasa malu dan salah tingkah.


" iya sudah, kamu tunggu sebentar aku akan ambilkan. " kata Yuland pergi mengambil baju itu.


Tidak lama kemudian kini Yuland menghampiri Nicholas dengan membawa kaos berkerah berwarna putih yang berlabel kan Nike√ dan celana training berwarna hitam berlabel kan Nike√ juga.


" ini.... " kata Yuland memberikan pakaian itu.


" makasih,,,, " kata Nicholas menerima pakaian itu, namun kini satu tangan Nicholas meraih kepala Yuland dan membuka bungkusan handuk tersebut. Kini handuk itu sudah terlepas dari kepala Yuland, dan rambut panjang Yuland pun langsung jatuh ter urai begitu saja.


Yuland diam terpaku, dia tidak tahu Nicholas akan melakukan apa padanya dan kini didalam dadanya dia sudah merasakan sport jantung.


" aku pinjam handuk kamu juga yah" kata Nicholas


Mendengar itu Yuland pun merasa sedikit lega.


"huh??? "


" jangan yang itu, tunggu sebentar " kata Yuland ingin pergi kearah lemari nya namun kini salah satu tangannya sudah dipegang Nicholas.


" tidak usah terlalu repot, aku suka yang ini saja" kata Nicholas


" tapi itu sudah kotor " kata Yuland


" ini masih wangi kok" kata Nicholas mencium Handuk yang lembab ditangan nya itu.


melihat itu spontan Yuland menelan ludah nya sendiri.


" iya sudah deh terserah kamu saja. " kata Yuland


Nicholas pun pergi masuk kedalam kamar mandinya.

__ADS_1


__ADS_2