CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode ke-31


__ADS_3

Yuland bangkit berdiri, dia menangis memeluk Nicholas seakan dia benar-benar tidak ingin kehilangan Nicholas.


berkali-kali dia menciumi wajah Nicholas sambil menangis, Aditya pun akhirnya pergi meninggalkan Yuland disana.


Lima menit lebih berlalu, kini Aditya masuk kembali keruangan ICU sambil mendorong kursi roda Airyn dan Aditya juga membawa Aryni masuk kedalam ruangan ICU, Aryni baru saja tiba dirumah sakit bersama dengan Edward.


" mamah... " kata Aryni melihat Yuland yang menangis sambil memeluk Nicholas.


" Om.... "


" om.. baik... "


" mah... "


" om baik kenapa??? " kata Airyn melihat kepala Nicholas dibalut dengan perban, namun perban itu masih berlumuran darah.


" Kalian ingin bertemu dengan papah kalian kan?? " kata Yuland


" iya mah... " kata Airyn


" papah dimana mah?? " kata Aryni


" dia.... "


" dia lah papah yang kalian cari selama ini. " kata Yuland


" mamah serius?? " kata Aryni


" papah... " kata Airyn langsung melepaskan infus dari tangannya dan berlari kearah Nicholas menangis.


" papah.... "


" papah kenapa??? "


" kenapa kepala papah berdarah?? " tanya Airyn semakin menangis


" mah... "


" kenapa papah diam saja?? "


" apa papah tidur? " kata Aryni


" pah.... "


" papah bangun... "


" temanin Airyn main lagi pah... "


" papah kenapa tidak mau bangun??! "


" apa Airyn nakal iyah?? "


" maafkan Airyn pah... "


" gara-gara Airyn mamah jadi marah pada papah, seandainya Airyn ngk nakal papah tidak seperti ini. "


" mamah jahat... "


" mamah memukul kepala papah sampai berdah. " kata Airyn menangis


" maafkan mamah nak.... " kata Yuland sambil menangis.


" jadi mamah benar memukul kepala papah sampai berdarah?? " kata Aryni


" mamah jahat... " kata Airyn


" mamah berarti kuat bisa lawan papah" kata Aryni


"sayang kamu bicara apa?? " kata Aditya


" papah hanya tidur, kenapa kalian menangis?? " kata Aryni


" sayang..... "


" kalian sudah tidak punya papah... "


" papah kalian sudah meninggal nak" kata Yuland


" oohhh" kata Aryni menganggukkan kepalanya seperti tidak terjadi apa-apa padanya. Namun berbeda dengan Airyn dia merasa sangat terpukul.


" tidak.... "


" Airyn ngk mau... "

__ADS_1


" airyn ngk mau papah meninggal, Airyn masih ingin main sama papah... "


" Airyn ngk mau tidak punya papah... "


" Airyn mohon,,,,, "


" papah bangun.... " kata Airyn memeluk Nicholas.


" sayang.... " kata Yuland


" Airyn benci mamah.... "


" Airyn tidak mau lihat mamah"


" mamah pergi dari sini, mamah pergi.. "


" Airyn ngk akan maafin mamah "


" Airyn benci mamah.... " kata Airyn


Yuland pun berlari keluar dari ruangan ICU itu, dia tidak tahan mendengar kata-kata Airyn.


" Yuland... " kata Aditya melihat Yuland pergi meninggalkan mereka.


" kenapa kamu marah pada mamah?? " kata Aryni


" gara-gara mamah papah kita meninggal. " kata Airyn


" tidak...., papah saja yang ingin pergi sendiri. " kata Aryni


" kamu juga sama dengan mamah, kalian berdua tidak suka pada papah aku benci kalian berdua. " kata Airyn


" lagian kan kita memang tidak punya papah. " kata Aryni


" Kamu jahat " kata Airyn


" Airyn.... "


" kita keluar yah... " kata Aditya


" tidak... "


" Airyn mau disini saja " kata Airyn


" kamu harus diperiksa terlebih dahulu, setelah itu kita kembali lagi kesini. " kata Aditya melihat keadaan Airyn masih kurang sehat dia pun membawa Airyn keluar dari sana.


" Aryni,,,, "


" kamu juga keluar,,,, "


" para perawat akan mengurus papah mu. " kata Aditya


Aryni pun igin pergi meninggalkan ruangan itu, namun dia melangkah lebih dekat lagi ke sebelah Nicholas.


Aryni duduk dikursi itu dan memegang salah satu tangan Nicholas.


" jadi kamu papahnya Aryni.??"


" papah Aryni ternyata sangat tampan. "


" jika kamu tidur terus, Aryni akan panggil kamu om tampan aja. "


" karena Aryni ngk mau manggil kamu papah kalau hanya cuman sebentar saja. "


" om tampan...... "


" om tampan benaran tidur terus?? "


" Aryni sih ngk papah.... "


" Aryni kan punya daddy Adit, yang akan gantiin papah nanti. "


" tapi kalau om tampan nya mau tidur terus, silahkan saja. "


" itu artinya mamah nanti akan menikah dengan daddy Adit dong... "


" horeee...... asyik..... " kata Aryni kegirangan mengangkat kedua tangan nya.


" om tampan..... "


" kenapa kamu tidur terus??? "


" apa memang enak yah tidur lama-lama??? "

__ADS_1


" ngk bosan??? "


" Soalnya Aryni bosan jika tidur terlalu lama. " kata Aryni


" oh ia om tampan.... "


" kamu tidak tanya Aryni kenapa Aryni tidak menangis??? "


" Aryni kuat om, tidak seperti Airyn dan mamah, mereka berdua kan cengeng. "


" om tampan..... "


" apa kamu orang yang baik?? "


" kalau kamu baik, kamu tidak akan buat mamah sama Airyn menangis kan. " kata Aryni


" de..... "


" adik keluar dulu yah, kita ingin ganti baju papahnya dulu. " kata salah satu perawat itu.


" om tampan nya mau diapain???... "


" ia sudah yah om tampan.... "


" Aryni pergi dulu, " kata Aryni mencium kening Nicholas.


" Sebenarnya Aryni ingin menangis, tapi Aryni malu. "


" Orang-orang disini memperhatikan Aryni. "


" om Tampan Aryni pergi dulu yah" kata Aryni berbisik di telinga Nicholas.


Aryni ingin melepaskan tangan Nicholas namun tangan Nicholas menggenggam tangan Aryni dan sementara Aryni tidak bisa melepaskan tangan itu.


Aryni melihat kearah Nicholas ternyata Nicholas mengeluarkan air matanya.


" tante..... "


" om tampan nya menangis.... "


" dia juga tidak mau melepaskan tangan Aryni " kata Aryni menangis karena merasa ketakutan.


perawat yang disana pun langsung memeriksa keadaan Nicholas, namun setelah itu dia langsung menekan bel yang terdapat di ranjang Nicholas.


Tidak berapa lama kemudian beberapa perawat dan dokter masuk kedalam ruangan itu.


" Suster ada apa?? " kata seseorang


" Dokter.... "


" pasien kembali bernafas " kata perawat itu


" apa??? " kata dokter itu langsung memeriksa denyut nadi Nicholas.


" cepat pasang kembali oksigen nya" kata dokter itu.


Dokter itu melihat Nichols masih menggenggam tangan Aryni, sementara Aryni menangis ketakutan. Dokter itupun mencoba melepaskan tangan Aryni dari Nicholas namun Nicholas seakan tidak ingin melepaskan Aryni.


" adik manis.... "


" kamu jangan menangis yah sayang... "


" soalnya kalau kamu nangis, papah mu jadi sedih." kata dokter itu


" tapi om tampan nya tidak mau lepasin tangan Aryni om" kata Aryni


" ooh... "


" om tampan iyah... "


" om tampan nya tidak ingin kamu pergi, dia mau disini temani om tampan nya. "


" katanya biar om tampan nya cepat sembuh." kata Dokter itu.


" tapi om tampan nya kan sudah meninggal. " kata Aryni


" tidak sayang, om tampan kamu masih hidup " kata dokter itu.


" benarkah?? "


" papah.... " kata Aryni memeluk Nicholas sambil menangis.


dokter dan para perawat yang disana pun ikut menangis mereka merasa terharu melihat ayah dan anak itu.

__ADS_1


__ADS_2