CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-46


__ADS_3

Dua hari berlalu dan kini Aditya baru saja di makamkan. setelah dari pemakaman Yuland langsung pergi kerumah sakit untuk menemui Airyn karena Airyn belum diperbolehkan untuk pulang.


Sementara Nicholas dan Steven pergi ke sebuah rumah yang terletak di pelosok pedesaan, Disana lah Bram di sekap oleh Steven.


Steven mendorong kursi roda milik Nicholas masuk ke ruangan itu.


" lepaskan aku sialan" kata Bram saat melihat Steven datang.


" kamu..... "


" sebenarnya apa masalah ku padamu sehingga kamu melakukan ini padaku." kata Bram terkejut saat melihat Steven ada disana, Bram tahu bahwa Steven adalah asisten pribadinya direktur PT. PRADANA COMPANY.


Namun sampai sekarang Bram tidak tahu bahwa Nicholas adalah direktur dari PT. PRADANA COMPANY karena selama ini hanya Steven yang mengurus dan mengambil alih tugas direktur nya.


" Bram prasetyo, bagaimana kabar mu?? " kata Nicholas


" oh...."


" ternyata kamu benalu sialan, lepaskan aku. "


" lihat saja, setelah aku keluar dari sini aku akan membunuhmu. "


" seharusnya dari kemarin-kemarin aku membunuh mu juga. " kata Bram.


" ternyata setelah kamu kehilangan semuanya, itu tidak membuat mu berubah. " kata Nicholas


" katakan kenapa kamu membunuh nya? " kata Nicholas


" itu akibatnya jika mencoba ikut campur dengan urusan ku. " kata Bram


" lalu dengan cara membunuh nya apa kamu pikir aku akan melepaskan mu?? " kata Nicholas


" apa kamu pikir aku takut padamu?? "


" memangnya apa yang bisa kamu lakukan,,, "


" hm.... " bram tersenyum kecut.


" apa kamu bisa berjalan, atau mungkin kamu lupa bahwa kamu hanyalah orang cacat. " kata Bram


Nicholas pun menyodorkan tangannya ke arah Steven dan Steven pun mengeluarkan sebuah senjata api dari dalam kantong jas nya sendiri.

__ADS_1


" bagaimana jika aku membuat kaki mu cacat juga, agar kita sama-sama merasakan nya. "


" aku hanya ingin berbagi dengan mu. "


" bukan kah berbagi itu indah??"


" maka mari kita lakukan." kata Nicholas sambil memainkan senjata itu ditangan nya.


" siapa kamu sebenarnya?? " kata Bram


" seharusnya ini pertanyaan yang harus kau lempar kan padaku saat kita pertama kali bertemu. "


" mungkin kamu tidak akan mengalami kebangkrutan seperti sekarang ini. "


" baiklah karena kamu sudah bertanya, maka aku akan perkenalkan siapa diriku padamu. " kata Nicholas melemparkan kartu namanya kepada Bram.


Bram pun mengambil kartu nama tersebut " 'presidir Nicholas Reynardo Pradana PT. PRADANA COMPANY. ' setelah membaca itu kini mata bram membulat tidak percaya.


Nicholas pun menyadari ekspresi Bram.


" kenapa ekspresi mu berubah?? " kata Nicholas


" tolong maafkan saya tuan" kata Bram langsung bersujud.


" mudah sekali mulut mu mengatakan itu. " kata Nicholas


" saya benar-benar minta maaf Tuan. " kata Bram


" jika kamu ingin di maafkan maka kamu harus menuliskan sebuah surat untuk keluarga mu. " kata Nicholas


" apa??? " kata Bram


Nicholas pun langsung melemparkan beberapa lembar kertas berwana putih dan sebuah pena kearah Bram.


" apa ini?? " kata Bram


" tuliskan disana bahwa kamu akan pergi keluar negeri untuk mencari pekerjaan, katakan kepada keluarga mu agar mereka tidak mencari mu. sampai kamu bisa berhasil maka setelah itu kamu akan kembali. "


" dan jangan lupa kamu tanda tangani surat itu. " kata Nicholas


" apakah anda berkata serius??? " kata Bram

__ADS_1


" iya.... " kata Nicholas


Tanpa curiga sedikitpun Bram langsung menuliskan yang di perintah kan Nicholas Padanya, setelah itu Bram pun menandatangani surat terbut.


Nicholas tersenyum saat Bram sudah selesai.


" kerja bagus..... "


" baiklah kita ke intinya sekarang " kata Nicholas


" apa maksud anda tuan " kata Bram melihat senyuman Nicholas.


" bukan kah aku bilang tadi bahwa aku ingin membagi penderitaan ku padamu? "


" aku akan membaginya untuk mu. " kata Nicholas


Doar....... suara bunyi tembakan.


"ah....... " teriak Bram memegang sebelah pahanya karena Nicholas baru saja menembak pahanya Bram.


" kalian mau apa??? "


" kalian menipuku? " kata Bram


" aku tidak akan membiarkan mu mati dengan begitu mudah, mendapatkan luka tembak dikaki itu tidak akan membuat mu mati. " kata Nicholas kembali menembak paha Bram yang sebelah lagi.


doar........ suara tembakan.


" ah...... " kata Bram merasakan sakit yang dia dapatkan.


" baiklah.... "


" untuk hari ini saya rasa sudah cukup sampai disitu, kita akan bertemu besok dan saya akan datang setiap hari kesini sampai kamu mati. " kata Nicholas


" lebih baik bunuh saja aku, dan berikan mayat ku kepada keluarga ku dari pada kamu memberikan surat itu. "


" jangan siksa keluarga ku dengan berharap aku bisa kembali. " kata Bram


" apa kamu tahu bagaimana sakitnya mengharapkan orang yang sudah tiada kembali?? "


" begitu lah yang dirasakan kedua anakku sekarang, jadi aku akan membalas itu juga kepada keluarga mu terlebih kepada anakmu. "

__ADS_1


" kita sama-sama memiliki anak, dan mereka akan sama-sama merasakan penderitaan itu. " kata Nicholas


setelah itu Nicholas pun memberikan senjata itu kembali kepada Steven kemudian Nicholas membersihkan tangannya dengan sebuah sapu tangan dan pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2