
" oh iya,,,, "
" aku tidak habis pikir padamu, kenapa kamu menerima pernikahan ini?? "
" apa karena kamu merasa kasihan padaku? " kata Yuland
" kasihan untuk apa??"
" untuk apa kamu dikasihani aku tahu kamu orang yang kuat. "
" aku menerima pernikahan ini karena aku mencintaimu " kata Nicholas
" lalu bagaimana jika kamu sudah menikah " kata Yuland
" hehehe.... "
" menikah apa?? "
" aku memang sudah menikah tapi itu tadi, kalau sebelum-sebelumnya sih aku belum menikah. " kata Nicholas
"syukur lah" batin Yuland.
Yuland dan Nicholas pun asyik dengan perbincangan mereka sesekali mereka bercanda hingga mereka tidak menyadari bahwa sekarang sudah jam dua pagi.
" haaahhh.... " yuland pun menguap sambil merenggang kan kedua tangan nya.
" kamu sudah ngantuk??? sebaiknya kita tidur saja " Kata Nicholas
" iya nih.... "
" ternyata udah jam dua, ngk terasa yah" kata Yuland
" kamu sih,,, ngajak bercanda mulu " kata Nicholas
" kamu.... " kata Yuland
" iya...lah...iya... " kata Nicholas
" biar cepet begitu?? " kata Yuland
" hahahaha... " Nicholas kembali tertawa
" hah...."
" kan tertawa lagi, ujung-ujungnya nanti ngk jadi tidur ini" kata Yuland
" iya.. iya... " kata Nicholas menarik hidung Yuland pelan
" udah tidur sana" kata Nicholas.
" kamu??? cuman aku aja nih yang tidur?? " kata Yuland
" aku tidur disini " kata Nicholas
" disofa!? " kata Yuland
" ngk di kulkas " kata Nicholas
" hahahaha.... "
" kan yang ngajak bercanda itu kamu" kata Yuland
" kamu juga, udah jelas ini sofa, malah pake nanya lagi. " kata Nicholas
" ini kan tempat duduk, bukan tempat tidur. tempat tidur disana " kata Yuland
" emang boleh aku tidur disitu?? " kata Nicholas
" tapi tergantung kamu aja deh, kalau kamu mau tidur disini yah udah ngk papa" kata Yuland berjalan naik ke tempat tidurnya.
" jika di ijinkan yah mau dong, rejeki masa di tolak" kata Nicholas
" epsss.... "
"tapi ngk boleh macam-macam iya" kata Yuland
" hahahaha.... "
" berarti kode keras ini" kata Nicholas langsung memeluk Yuland
" hei.... "
" kamu mau ngapain?? " kata Yuland
__ADS_1
" yang kemarin kan ngk jadi dibayar, itu artinya aku menagih nya" kata Nicholas
" ehhh... "
" aku sudah membayar mu yah, lagipula salah kamu sendiri yang merobek nya" kata Yuland
" udah deh, sekarang kamu ngk usah bayar kan udah sah juga" kata Nicholas masih memeluk Yuland.
" hahahaha.... "
" ngomong apaan sih,,, "
" jangan bahas itu lagi, malu tau ngk" kata Yuland
" hahahaha... "
" dulunya pada saat kamu mengajak ku, kamu tidak malu sedikitpun bahkan kamu memaksaku."
" sekarang kenapa kamu malah malu sama suami mu sendiri?? " kata Nicholas
"hahahaha... "
" udah deh ah... "
" jika gini terus kita kapan tidurnya. " kata Yuland
" baiklah jika memang kamu tidak mau memberikannya, aku tidak akan memaksa mu" kata Nicholas mencium kening Yuland.
" kamu juga minta nya dengan kayak gitu" kata Yuland
" berarti itu artinya kamu mengijinkan nya?? " kata Nicholas bersemangat
" emang bisa dilarang " kata Yuland
" jika dilarang pun aku ngk tahu juga apa aku bisa menahan nya atau tidak, bagaimana pun juga aku kan pria normal."
" boleh yah??" kata Nicholas
" ....... " Yuland pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Nicholas yang sudah mendapatkan ijin, dia pun mencium kening Yuland setelah itu mencium bibir Yuland.
Nicholas dan Yuland saling berciuman disana, keduanya tidak ada yang mau kalah mereka saling menautkan lidah mereka masing-masing.
Nicholas begitu lama bermain di benda kembar itu, hingga Nicholas membuat beberapa tanda ke pemilikan nya disana, Yuland merasa sangat bahagia akhirnya dia hanya melakukan ini dengan pria yang sama walaupun mereka dulunya melakukannya tanpa ada ikatan, namun Yuland masih merasa sangat bersyukur akhirnya perawan yang dia berikan kepada pria asing dulu itu tidak lain adalah suaminya.
Hingga kini Nicholas pun membisikkan sesuatu di telinga Yuland.
"sayang.... "
" apa aku bisa melakukan nya lagi?? " kata Nicholas
"....... " Yuland pun dengan ikhlas menganggukkan kepalanya.
" Terimakasih sayang "kata Nikolas dan sambil menjilat kuping milik Yuland.
setelah mendapat ijin kini Nicholas menyatukan miliknya ke milik Yuland, suara-suara ******* Yuland membuat Nicholas semakin bersemangat dan semakin merasa puas, hingga mereka berdua berulang-ulang mengeluarkan cairan kenikmatan mereka.
Walaupun begitu keduanya tidak ingin menyudahi permainan itu. setelah beberapa menit kemudian Yuland kini sudah sangat lelah.
melihat Yuland kelalahan, Nicholas pun menarik tubuhnya dari Yuland.
" terimakasih sayang" Kata Nicholas kembali mencium kening Yuland kemudian bibir Yuland sekilas.
Namun Yuland sudah menutup kedua matanya, Nicholas memperbaiki selimut Yuland setelah itu dia menjadikan lengannya untuk bantal Yuland dan kemudian Nicholas pun tertidur dan sambil memeluk Yuland.
Waktu terus berjalan, kini sudah jam sembilan pagi, karena terlalu telah akibat yang semalam membuat Yuland terbangun kesiangan.
Dengan pelan-pelan Yuland berusaha melepaskan pelukan Nicholas namun Nicholas malah mempererat pelukannya.
" kamu mau kemana?? " kata Nicholas dan masih menutup kedua matanya.
" aku mau mandi" kata Yuland
" entar lagi, aku masih ingin" kata Nicholas
" ingin apa?? " kata Yuland
" ingin kamu lagi" kata Nicholas
" tapi aku belum mandi " kata Yuland
Namun dalam sekejap kini tubuh Yuland sudah berada dibawah Nicholas.
__ADS_1
" lalu kenapa memang jika kamu belum mandi?? "
" aku tetap menginginkan mu" kata Nicholas lansung menciumi bibir Yuland, Yuland pun menyambut Nicholas juga.
Kini mereka mengulangi permainan yang tadi malam kembali dan akhirnya mereka tidak jadi mandi dan malah kembali tertidur kerena sudah merasa kelalahan.
Yuland membuka matanya ternyata sudah jam satu siang, dia melihat disamping nya Nicholas sudah terbangun dan sedang memainkan ponselnya.
" kamu sudah lama bangun?? " kata Yuland
cup..... cup..... Nicholas mencium kening dan bibir Yuland.
" belum sayang baru saja. " kata Nicholas
Yuland melihat ponselnya Nicholas.
" bukan kah dia hanya bekerja sebagai supir taksi? "
" lalu kenapa dia bisa punya ponsel semahal itu, padahal ponsel ku saja tidak semahal itu walapun perkerjaan ku terbilang bagus. "
" lalu darimana dia punya uang sebanyak itu untuk beli ponsel?? "
" apa mungkin itu dari hasil gigolo nya?? "
" jadi benar dia itu seorang gigolo. " Batin Yuland.
Yuland pun merasa kesal, akhirnya dia membelakangi Nicholas. sepertinya Nicholas pun menyadari Yuland seperti ada sesuatu.
Nicholas pun menyimpan ponsel itu di narkas.
" sayang kamu kenapa?" kata Nicholas memeluk Yuland
" aku tidak kenapa-kenapa kok" kata Yuland
" tidak kenapa-kenapa tapi kamu kenapa tiba-tiba membelakangi ku?? " kata Nicholas
" aku hanya masih mengantuk aja kok" kata Yuland
" jika ngantuk, maka tidur lah tapi jangan belakangi ku dong sayang. " kata Nicholas
" sudah ah... "
" aku mandi dulu" kata Yuland turun dari tempat tidur nya tanpa mengenakan apapun, namun Nicholas pun langsung menyusul Yuland dan tanpa mengenakan apapun juga.
Yuland masuk kedalam kamar mandi dan langsung ingin menutup pintunya namun dengan sigap Nicholas menahan pintu itu.
Yuland pun akhirnya membiarkan pintu itu terbuka. Nicholas pun masuk kedalam kamar mandi itu dan menutup nya dari dalam
" sayang.... hei... kamu kenapa?? " kata Nicholas memeluk Yuland dari belakang.
" aku sudah bilang aku tidak apa-apa " kata Yuland
" kamu bohong" kata Nicholas menenggelamkan wajahnya di leher Yuland.
"jika memang ada sesuatu katakan padaku, jangan memendam nya itu tidak baik" kata Nicholas mencium Pundak Yuland
" ponsel itu, itu punya siapa? " kata Yuland
" oh.... ponsel itu, memang nya ada apa dengan ponsel itu? " kata Nicholas
" itu bukan ponsel biasa, darimana kamu bisa mendapatkan itu" kata Yuland
" oh... "
" kamu ingat pada saat pertama kali kita bertemu??"
" dia adalah tante raya, sejak kecil aku sudah tidak memiliki ibu aku hanya memiliki ayah. "
" katanya ibu meninggal pada saat melahirkan aku, namun ayah kurang mengerti bagaimana caranya untuk mengurus anak. "
" maklum lah dia masih syok pada saat kehilangan ibu, akhirnya tante raya membesarkan aku dan menjadikan aku anaknya."
" kebetulan dia tidak memiliki anak, ponsel itu dia berikan pada saat aku ulang tahun tiga bulan yang lalu" kata Nicholas berbohong
" apa kamu tidak berbohong?? " kata Yuland
" buat apa aku berbohong sayang, jadi kamu marah gara-gara ponsel itu. huh...? " kata Nicholas menciumi leher Yuland.
" wajar lah, kamu bilang kamu hanya supir taksi, tapi kamu bisa memiliki handphone semahal itu gimana aku tidak curiga " kata Yuland, kini perasaannya sudah membaik.
" tapi kamu terlihat menggemaskan jika kamu marah seperti itu" kata Nicholas membalikkan badan Yuland dan mencium bibir Yuland.
sebelum mandi Mereka pun kembali melakukan ritual yang membuat Yuland dan Nicholas ketagihan.
__ADS_1