CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-20


__ADS_3

Author : Teman-teman ku yang masih setia mengikuti saya sampai disini, saya ucapkan terimakasih banyak.


Tanpa dukungan dari kalian novel ini tidak ada apa-apa nya. oh iya.....


Episode ke19 itu ceritanya double...


saya minta maaf terlebih dahulu, tetapi saya tidak sengaja melakukan nya karena signalnya kurang bagus jadi tolong di mengerti ya🙏🙏🙏 seya juga tidak akan berhenti meminta komen dan like pada kalian teman-teman ku, jika berkenan memberikan vote nya saya ucapkan terimakasih, salam sehat dari saya🙏🙏🙏🙏


*****


Yuland dan Nicholas pun mengambil peralatan perawatan nya untuk dia bawa kedalam kamar kakeknya.


" tensi kakek normal" kata Yuland setelah memeriksa kesehatan Edward.


" bagaimana mungkin tensi ku bisa normal setelah aku melihat cucuku satu-satunya di pukul. mungkin alat itu yang sudah rusak. "


" buang saja itu, besok beli yang baru lagi. " kata Edward


" Yuland sayang kakek " kata Yuland memeluk Edward


" jadi selama ini kamu tidak menyayangi ku?? " kata Edward


" apa yang kakek katakan, kakek tidak akan pernah bisa tergantikan. " kata Yuland memeluk kakek nya dan meneteskan air matanya.


" Hehehehe..... "


" kamu sudah menikah tetapi kamu tidak berubah, masih saja cengeng " kata Edward menepuk-nepuk punggung Yuland.


Namun Yuland semakin menangis.


" sini peluk kakek juga" kata Edward kepada Nicholas. Nicholas pun memeluk mereka berdua.


" kakek senang melihat kalian berdua saling menyayangi seperti ini, melihat kalian saling mencintai membuat kakek tidak ada penyesalan telah menikah kan kalian berdua. "


" kakek bahagia melihat cucuku mendapatkan suami yang baik, dengan begini kapan pun Tuhan memanggil kakek, kakek sudah siap. " kata Edward


" kakek berkata apa??? "

__ADS_1


" kakek pokoknya harus sehat terus. jangan sakit-sakit. " kata Yuland


" kakek sudah tua, umur kakek sudah 85 tahun jadi wajarlah kakek sakit,"


" oh iya...."


" kapan kalian memberikan kakek cicit??" kata Edward


Yuland dan Nicholas pun saling memandang, mereka tersenyum malu.


" entahlah kek... " kata Yuland


" ia sudah sabar-sabar ajalah, entar juga dikasih. " kata Edward


" iya kek.... " kata Yuland


" Yuland.... "


" kakek lapar.... "


" baiklah kek, kakek tunggu disini biar Yuland ambil kan" kata Yuland pergi.


Edward melihat Yuland pergi, dia memulai berbicara dengan Nicholas.


" nak.... "


" aku minta maaf atas kejadian tadi " kata Edward.


" kakek.... "


" kakek tidak perlu meminta maaf, ini bukan salah kakek " kata Nicholas


" kakek bersalah padamu, karena kakek sudah membiarkan mereka menghina mu. " kata Edward


" kakek tidak seharusnya merasa bersalah atas kesalahan yang bukan kakek lakukan, itu salah besar" kata Nicholas


" nak.... "

__ADS_1


" bagaimana jika kamu bekerja di perusahaan kita saja, kamu tidak perlu repot-repot untuk jadi supir taksi lagi. " kata Edward


" tidak kek.... "


" Rey....tidak bisa menerima itu. " kata Nicholas


" kenapa?? " kata Edward


" karena Rey....tidak menginginkan itu, dan lagi pula Rey..... sudah melamar di PT. PRADANA COMPANY. " kata Nicholas


" buat apa kamu repot-repot melamar pekerjaan ke perusahaan lain sementara kita punya perusahaan sendiri. "


" kamu melamar kesana itu tandanya kamu lebih memilih membantu orang lain daripada keluarga mu sendiri. " kata Edward


" bukan begitu kek.... "


" hanya saja Rey ingin mandiri. " kata Nicholas


" bukan kah ke mandirian kamu selama ini belum cukup. " kata Edward


" hehehe..... "


" apa yang kakek katakan, Rey tidak mengerti." kata Nicholas


" mungkin yang lainnya bisa kamu bohongi Nicholas Reynardo Pradana , tetapi kakek tidak akan bisa kamu bohongi. "


" jangan kamu pikir aku tidak tahu kamu siapa. "


" aku tidak mengerti kenapa kamu melakukan kebohongan ini, tetapi yang aku mengerti mungkin kamu punya alasan tersendiri sehingga kamu harus melakukan ini. " kata Edward


" kakek tahu darimana?? " kata Nicholas


" bagaimana tidak aku tahu, saat pertama kali aku melihatmu wajah mu mengingat kan ku pada temanku dulu, dia masih muda tetapi dia sangat ambisius. "


" walaupun kakek lebih tua dari dia 15 tahun tetapi bagi kakek dia adalah motifasi kakek. " kata Edward


Namun Yuland kini sudah datang, akhirnya pembicaraan mereka pun berhenti.

__ADS_1


__ADS_2