
Author : Teman-teman ku yang masih setia mengikuti saya sampai disini, saya ucapkan terimakasih banyak.
Tanpa dukungan dari kalian novel ini tidak ada apa-apa nya. oh iya.....
Episode ke19 itu ceritanya double...
saya minta maaf terlebih dahulu, tetapi saya tidak sengaja melakukan nya karena signalnya kurang bagus jadi tolong di mengerti ya🙏🙏🙏 seya juga tidak akan berhenti meminta komen dan like pada kalian teman-teman ku, jika berkenan memberikan vote nya saya ucapkan terimakasih, salam sehat dari saya🙏🙏🙏🙏
*****
Yuland dan Nicholas pun mengambil peralatan perawatan nya untuk dia bawa kedalam kamar kakeknya.
" tensi kakek normal" kata Yuland setelah memeriksa kesehatan Edward.
" bagaimana mungkin tensi ku bisa normal setelah aku melihat cucuku satu-satunya di pukul. mungkin alat itu yang sudah rusak. "
" buang saja itu, besok beli yang baru lagi. " kata Edward
" Yuland sayang kakek " kata Yuland memeluk Edward
" jadi selama ini kamu tidak menyayangi ku?? " kata Edward
" apa yang kakek katakan, kakek tidak akan pernah bisa tergantikan. " kata Yuland memeluk kakek nya dan meneteskan air matanya.
" Hehehehe..... "
" kamu sudah menikah tetapi kamu tidak berubah, masih saja cengeng " kata Edward menepuk-nepuk punggung Yuland.
Namun Yuland semakin menangis.
" sini peluk kakek juga" kata Edward kepada Nicholas. Nicholas pun memeluk mereka berdua.
" kakek senang melihat kalian berdua saling menyayangi seperti ini, melihat kalian saling mencintai membuat kakek tidak ada penyesalan telah menikah kan kalian berdua. "
" kakek bahagia melihat cucuku mendapatkan suami yang baik, dengan begini kapan pun Tuhan memanggil kakek, kakek sudah siap. " kata Edward
" kakek berkata apa??? "
__ADS_1
" kakek pokoknya harus sehat terus. jangan sakit-sakit. " kata Yuland
" kakek sudah tua, umur kakek sudah 85 tahun jadi wajarlah kakek sakit,"
" oh iya...."
" kapan kalian memberikan kakek cicit??" kata Edward
Yuland dan Nicholas pun saling memandang, mereka tersenyum malu.
" entahlah kek... " kata Yuland
" ia sudah sabar-sabar ajalah, entar juga dikasih. " kata Edward
" iya kek.... " kata Yuland
" Yuland.... "
" kakek lapar.... "
" baiklah kek, kakek tunggu disini biar Yuland ambil kan" kata Yuland pergi.
Edward melihat Yuland pergi, dia memulai berbicara dengan Nicholas.
" nak.... "
" aku minta maaf atas kejadian tadi " kata Edward.
" kakek.... "
" kakek tidak perlu meminta maaf, ini bukan salah kakek " kata Nicholas
" kakek bersalah padamu, karena kakek sudah membiarkan mereka menghina mu. " kata Edward
" kakek tidak seharusnya merasa bersalah atas kesalahan yang bukan kakek lakukan, itu salah besar" kata Nicholas
" nak.... "
__ADS_1
" bagaimana jika kamu bekerja di perusahaan kita saja, kamu tidak perlu repot-repot untuk jadi supir taksi lagi. " kata Edward
" tidak kek.... "
" Rey....tidak bisa menerima itu. " kata Nicholas
" kenapa?? " kata Edward
" karena Rey....tidak menginginkan itu, dan lagi pula Rey..... sudah melamar di PT. PRADANA COMPANY. " kata Nicholas
" buat apa kamu repot-repot melamar pekerjaan ke perusahaan lain sementara kita punya perusahaan sendiri. "
" kamu melamar kesana itu tandanya kamu lebih memilih membantu orang lain daripada keluarga mu sendiri. " kata Edward
" bukan begitu kek.... "
" hanya saja Rey ingin mandiri. " kata Nicholas
" bukan kah ke mandirian kamu selama ini belum cukup. " kata Edward
" hehehe..... "
" apa yang kakek katakan, Rey tidak mengerti." kata Nicholas
" mungkin yang lainnya bisa kamu bohongi Nicholas Reynardo Pradana , tetapi kakek tidak akan bisa kamu bohongi. "
" jangan kamu pikir aku tidak tahu kamu siapa. "
" aku tidak mengerti kenapa kamu melakukan kebohongan ini, tetapi yang aku mengerti mungkin kamu punya alasan tersendiri sehingga kamu harus melakukan ini. " kata Edward
" kakek tahu darimana?? " kata Nicholas
" bagaimana tidak aku tahu, saat pertama kali aku melihatmu wajah mu mengingat kan ku pada temanku dulu, dia masih muda tetapi dia sangat ambisius. "
" walaupun kakek lebih tua dari dia 15 tahun tetapi bagi kakek dia adalah motifasi kakek. " kata Edward
Namun Yuland kini sudah datang, akhirnya pembicaraan mereka pun berhenti.
__ADS_1