
Dua hari pun berlalu, kini Yuland membawa Nicholas pindah ke apartemen nya. Namun sebelum itu Yulan dan Nicholas ke kontrakan Nicholas terlebih dahulu untuk memberesi barang-barangnya Nicholas, tentu Nicholas sudah memerintahkan kepada asisten nya agar mempersiapkan hal itu.
mereka sudah tiba di rumah yang sederhana itu.
" ini kontrakan nya?? " kata Yuland
" iya.... "
" mari kita masuk " kata Nicholas
Yuland pun masuk kedalam rumah itu, dan ini pertama kalinya untuk Nicholas memijakkan kakinya disana.
" apa yang perlu di beresin?? "
" mari aku bantu" kata Yuland
" aku hanya membawa beberapa pakaian saja, jika misalnya bajunya kurang atau gimana aku bisa menjemput nya lagi" kata Nicholas
" iya sudah kalau begitu, mari kita bereskan pakaian mu. " kata Yuland
Yuland pun menemani Nicholas masuk kedalam sebuah kamar dan dia membantu Nicholas menyusun pakaian Nicholas kedalam sebuah koper.
Yuland melihat pakaian-pakaian Nicholas pun masih yang termasuk kategori pakaian bermerek walaupun tidak semahal baju yang dia gunakan sehari-hari. satu koper sudah terisi penuh.
" aku rasa segini sudah cukup " kata Nicholas
" iya sudah kita pergi yuk.... " kata Yuland mereka berdua pun meninggal kan tempat itu.
tidak memakan waktu yang banyak, kedua nya sudah tiba di apartemen milik Yuland Nicholas pun hanya mengikuti Yuland sambil membawa koper itu.
hingga kini Nicholas pun sudah tiba di kamar Yuland, kamar Yuland yang di apartemen pun juga di desain dengan warna biru.
" sini koper nya, biar aku susun baju kamu dilemari itu" kata Yuland
" ini sayang " kata Nicholas
saat Yuland sedang menyusun baju Nicholas, Nicholas pergi keluar balkon karena asistennya sedang menghubungi nya.
Yuland sudah siap dengan pekerjaan nya, namun saat dia ingin menghampiri Nicholas tiba-tiba saja ponsel Yuland berdering disana Monik melakukan video call.
" apa???? " Yuland langsung melemparkan pertanyaan itu saat telepon baru saja dia anggkat, ternyata disana ada Alex juga.
" cie.... cie.... pengantin baru " kata Monik
" loe tahu gue pengantin baru, tapi loe malah ganggu gue" kata Yuland
" hahahaha.... "
" parah loe,,,, "
" belum apa-apa loe udah mulai lupain kita"
" Yul.... "
" laki loe mana,,,, " kata Monik
" kenapa loe nyari laki gue" kata Yuland
" gue pengen liat wajah nya soalnya kemarin kan gue belum jelas liat dia loe udah terus bawa dia pulang. " kata Monik
" iya.... "
" habis gue emosi lihat tuh si kecoa " kata Yuland
" mantan loe... ??? " kata Monik
" mmmm..... " kata Yuland
" suami kamu mana??? " kata Monik
" udah gue simpan, sayang barang cantik di pamerin ntar banyak yang nginginkan. " kata Yuland
Nicholas mendengar Yuland berkata seperti itu dia tersenyum.
" idih..... "
" sombong amat loe,,,, " kata Monik
" hahahaha.... "
" kan benar.... "
" bram aja yang wajahnya pas-pasan bisa direbut dari gue, apalagi ini.... "
" oh..... "
" jangan dong... " kata Yuland
" baru nikah dua hari loe udah bucin gitu,... "
" akh parah loe..... " kata Monik
" hahahaha..... "
" bucin sama suami sendiri kan ngk salah " kata Yuland
" iya lah ya.... "
" yang punya suami" kata Monik
__ADS_1
" hahahaha..... "
" makanya nikah " kata Yuland
" nikah nya ntar aja... "
" gue serius mana suami loe.... " kata Monik
" dia sedang ada urusan di balkon, entar aja ya " kata Yuland
" loe udah balik apartemen?? " kata Monik
" udah.... "
" inikan gue udah di apartemen " kata Yuland
" iya siapa tahu aja loe tinggal ikut suami loe" kata Monik
" ngk.... "
" kita tinggal di apartemen kok" kata Yuland
" iya uda deh,,,, "
" gue sama Alex kesana yah " kata Monik
" iya.... "
" datang lah" kata Yuland
" iya udah dulu deh,,,kita mau siap-siap dulu " kata Monik
" hmm.... " kata Yuland dan setelah itu telpon nya terputus.
" siapa sayang??? "
"kayak nya kamu senang banga't" kata Nicholas
" itu teman aku" kata Yuland
" oh... " kata Nicholas
" bentar lagi mereka akan datang kesini, kita belanja dulu Yuk. " kata Yuland
" iya udah.... " kata Nicholas
Yuland membawa Nicholas ke supermarket terdekat disana, mungkin karena ini sudah sore supermarket itu terlihat ramai pengunjung.
saat masuk Yuland tidak lupa mengambil sebuah Troli, namun Nicholas langsung mengambil alih troli tersebut.
" sini biar aku saja " kata Nicholas
" disinikan ramai orang, mereka akan menatap mu aneh nanti" kata Yuland
" tidak usah pikirin mereka, yang penting kamu tidak menganggap ku aneh itu sudah cukup " kata Nicholas mendorong troli tersebut dan tangan satunya lagi langsung merangkul pundak Yuland dia bawa untuk berbelanja.
Yuland merasa begitu bahagia, karena Nicholas begitu menyayangi nya.
Nicholas setia menemani Yuland kadang-kadang mereka berdua tertawa jika ada hal yang lucu. banyak yang memperhatikan mereka berdua terlebih kaum wanita atau dominan nya ibu-ibu rumah tangga.
mereka memandang aneh kearah Yuland dan Nicholas, beberapa diantara mereka tersenyum juga. dan ada juga yang kecentilan pada Nicholas.
Namun Nicholas semakin mempererat rangkulannya ke Yuland, Nicholas berpikir agar orang-orang itu tahu bahwa dia sudah memiliki Yuland.
Saat Yuland pokus memilih bahan masakan disana, seseorang wanita paruh baya menemuinya.
" neng.... "
" itu suaminya?? " kata Ibu-ibu itu
" iya bu... kenapa yah dengan suami saya??" kata Yuland
" neng sangat beruntung, selain dia tampan sepertinya dia juga baik. "
" makasih bu... " jawab Yuland dengan tersenyum.
" jarang loh laki-laki mau bantuin istrinya berbelanja seperti ini, paling-paling mereka nunggu nya diluar " kata Ibu-ibu itu
namun Yuland tidak menjawabnya lagi, dia membalas dengan tersenyum saja.
Kini Yuland sudah siap berbelanja dan waktunya untuk mereka membayar belanjaan nya.
Namun disana terlalu panjang antriannya. Nicholas melihat giliran mereka untuk membayar masih lumayan lama sementara kasir banyak yang tidak beroperasi.
" sayang kamu tunggu sebentar aku mau ambil sesuatu " kata Nicholas
" oh iya... " kata Yuland
Nicholas pun pergi menjauh dari Yuland, disana dia menghubungi seseorang.
" iya halo tuan" kata asisten pribadinya Nicholas.
" super market yang ada di jalan X, berapa banyak karyawan yang bekerja disana? " kata Nicholas
" kurang lebih 700 orang tuan" kata Asisten itu
"di bagian Kasir?? " kata Nicholas lagi
" sekitar 25 orang tuan" kata Asisten itu
__ADS_1
" berikan sangsi kepada menejer yang menangani Supermarket X. "
" beraninya dia membuat saya dan instri saya mengantri." kata Nicholas
"maafkan saya tuan" kata Asisten itu
Sontak saja seluruh karyawan yang ada disana tiba-tiba langsung ramai padahal tadinya mereka begitu sunyi.
Nicholas pun kembali menemui Yuland. Namun dia tidak membawa apa-apa.
" mana yang ingin kamu beli?? " kata Yuland
" tidak jadi,,, "
" sepertinya barang nya kosong. " kata Nicholas kembali merangkul Yuland dan mengambil alih troli itu.
Nicholas melihat semua kasir yang tidak beroperasi tadi kini dibuka.
seorang pria berumur pun langsung mengambil alih sebuah kasir disana, dengan wajah pucat berkeringat dingin dia mempersilahkan Nicholas dan Yuland.
" Tuan... nyonya silakan... " kata Pria itu mempersilahkan Nicholas dan Yuland membayar belanjaan itu terlebih dahulu.
Pada saat Yuland ingin nembayar belanjaan nya, Tiba-tiba Nicholas langsung menahan nya. Nicholas langsung mengambil alih untuk membayar semua belanjaan itu lewat aplikasi di ponselnya.
" maafkan saya tuan sudah membuat anda menunggu " kata Manager itu setelah Nicholas selesai membayarnya, namun Nicholas tidak menjawab manager it.
Setibanya di mobil Nicholas langsung meninggalkan tempat itu.
" makasih loh sudah dibayarin" kata Yuland
" kok makasih sih sayang, aku kan suami kamu " kata Nicholas Namun Yuland hanya tersenyum dengan perkataan Nicholas.
" kamu merasa aneh tidak sih sama kasir itu tadi? " kata Yuland
" tidak.. apanya yang aneh?? " kata Nicholas dan sambil fokus menyetir.
" aneh aja, dia menganggap kita terlalu formal " kata Yuland
" memang harus seperti itu kan jika masih didalam pekerjaan" kata Nicholas
" iya.... tapi ngk gitu juga kali" kata Yuland
Namun Nicholas tidak menjawab dia malah mengalihkan topik pembicaraan nya.
" sayang aku lihat tadi kamu belanja masakan banyak, emang kamu bisa masak?? " kata Nicholas
" aku ngk bisa masak, bukan ngk bisa sih tapi ngk pandai" kata Yuland
" hahahaha.... "
" apa bedanya?? " kata Nicholas satu tangannya langsung mengacak-acak kepala Yuland.
" ia jelas bedalah.... "
" ngk bisa itu berarti memang sama sekali nol. tapi tidak pandai berarti ada kemauan untuk belajar " kata Yuland
" hahahaha.... "
" istriku pandai amat ngelak nya" kata Nicholas
"memang kenapa nanya begitu?? " kata Yuland
" aku heran saja jika kamu bisa masak, kapan belajar nya?? " kata Nicholas
" dulu sih pada saat aku umur belasan aku sering belajar sama ART dirumah, cuman ngk pandai-pandai sampe sekarang. gagal terus" kata Yuland
" terus itu belanjaan mau untuk apa??? " kata Nicholas
" sebenarnya kita punya ART, tapi kerjanya hanya paruh waktu saja. "
" dia ngk tinggal di apartemen, cuman setiap paginya dia bekerja dirumah, masak sarapan dan beresin rumah. "
" setelah itu dia pulang"
" lagi pula aku jarang kan di apartemen, paling-paling cuman malam saja. "
" kalau misalnya aku dinas malam, yaah... "
" aku pulang kerumah " kata Yuland
" owh.... " kata Nicholas
" kenapa??? "
" kamu ingin istri kamu pintar masak iya?? " kata Yuland
" ngk kok.... "
" kamu selalu ada buat aku itu sudah cukup. " kata Nicholas
" pandai amat gombal nya" kata Yuland
" hahahaha.... "
" kok gombal sih?? " kata Nicholas
" tapi kayak nya aku harus belajar lagi deh masaknya " kata Yuland
" tidak usah dipaksakan " kata Nicholas.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju apartemen mereka tidak berhenti berbicara, dan mereka tidak menyadari kini mereka sudah sampai.