CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-7


__ADS_3

Pada saat mereka berbicara tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu kamar mereka dan ternyata itu seorang pelayan untuk mengantarkan pesanan Nicholas.


Setelah pelayan itu pergi, Yuland dan Nicholas pun menyantap makanan itu dan tidak memakan waktu lama kini keduanya sudah siap makan.


Nicholas baru saja duduk di sofa namun Yuland langsung mengkritik Nicholas.


" ini sudah jam satu , lalu kamu kapan akan melakukan tugas mu?? "


" saya bayar kamu bukan hanya untuk duduk diam saja disitu " kata Yuland


" hahahaha.... "


" baiklah jika kamu tidak sabar lagi untuk menunggu belaian ku sayang " kata Nicholas berjalan kearah Yuland.


" aku akan memuaskan mu malam ini" kata Nicholas langsung mencium bibir Yuland.


Dalam hal berciuman Yuland sering melakukan nya bersama dengan Bram, itu sebabnya dalam hal ini Yuland tidak merasa kaku sedikitpun.


Nicholas merasa senang karena Yuland dengan suka rela menyambut ciuman nya. setelah beberapa saat disana, Nicholas berpindah hingga ciuman nya turun ke leher.


Yuland menikmati setiap sentuhan yang di berikan Nicholas kepada nya. semantara Nicholas menikmati setiap inci tubuh milik Yuland.


Dan kini keduanya semaki menggila dan semakin memanas hingga akhirnya dari posisi berdiri kini Nicholas menuntun tubuh Yuland untuk berbaring di ranjang itu.


Namun bayangan Bram dan Carin kembali melintas dipikiran Yuland membuat Yuland semakin membulat kan tekadnya untuk melepaskan mahkotanya pada pria asing yang sedang bersama nya saat ini.


Hingga Yuland tidak menyadari bahwa sejak kapan Nicholas menanggalkan seluruh pakaian yang menempel di tubuh Yuland.


Kini tubuh keduanya tidak dibalut benang sehelai pun, karena keduanya sudah tidak dapat menahan hasrat yang sudah ingin meledak akhirnya Nicholas pun langsung melakukan pekerjaan nya tepat pada intinya, hingga cairan merah berhasil mengalir dari tubuh bagian bawah Yuland.


Nicholas merasa sangat beruntung dan bahagia, karena dia merasa sangat beruntung malam ini karena seumur hidupnya ini pertama kalinya dia mendapatkan wanita perawan.


Bukan munafik, Nicholas memang pernah beberapa kali bermain dengan pergaulan seperti itu.


Sementara Yuland, ini pertama kalinya dia melakukan hal senonoh ini akan tetapi dia sangat merasa bahagia dan bahkan dia tidak menyesal sedikitpun.


Akhirnya dia berhasil membuang apa yang selama ini diharapkan Bram darinya.


Entah kenapa kini sudah jam empat pagi, akan tetapi mereka belum juga selesai dengan aktivitas mereka, keduanya melakukan hal ini dengan berulang-ulang.


Nicholas merasa tidak ingin melepaskan tubuh Yuland, seakan-akan dia ingin memakan Yuland terus-menerus.


beberapa saat kemudian, kini keduanya sudah merasa lelah dan akhirnya mereka berdua pun tertidur.


Waktu terus berjalan, kini sudah jam tujuh pagi.


Nicholas bangun terlebih dahulu, dia memandangi wajah Yuland yang masih tertidur lelap, sesekali Nicholas menyisihkan rambut Yuland yang menurut nya merusak pemandangan nya.


Setelah itu Nicholas mencium kening Yuland, samar-samar Yuland merasakan sesuatu dan akhirnya dia terjaga.


Namun Nicholas melihat Yuland seperti nya akan terbangun akhirnya dia pun berpura-pura tidur kembali.

__ADS_1


Nicholas melihat Yuland turun dari tempat tidurnya, seperti nya Yuland ingin mandi.


Namun pada saat ingin melangkah Yuland tiba-tiba mengeluarkan suaranya.


" aduhh..... " Kata Yuland sambil memegang milik nya, sepertinya dia merasa kesakitan.


mendengar suara Yuland membuat Nicholas terbangun.


" kamu Kenapa?? " kata Nicholas


" tidak apa-apa " kata Yuland malu


" apakah masi terasa sakit?? " kata Nicholas


" iya jelas lah sakit, kamu melakukan nya dengan cara curang " kata Yuland


" kenapa curang?? " kata Nicholas


" kamu melakukan nya berkali-kali " kata Yuland


" tapi kamu menikmati nya kan?? " kata Nicholas


" sudah lah,,,, "


" aku harus pulang " kata Yuland mengambil handuk yang ada sofa itu.


" kamu mau kemana??? "


" Tarif nya sudah cukup" kata Yuland langsung pergi ke dalam kamar mandi namun Nicholas hanya terseyum melihat kepergian Yuland.


" bagaimana jika saya yang akan membayar mu kembali? " Kata Nicholas menggoda Yuland


" memangnya kamu punya uang? " kata Yuland dari balik pintu itu.


"memang berapa kamu mau" kata Nicholas


" sudah diamlah.... " kata Yuland


Nicholas pun hanya terseyum, dia kembali melihat bercak darah yang masih menempel di sprei berwarna putih itu, Saat melihat itu entah kenapa hati Nicholas sangat bahagia.


Beberapa menit pun sudah berlalu, Yuland keluar dari dalam kamar mandi sudah rapi, dia melihat Nicholas berdiri dan sambil melihat pemandangan dari jendela kaca itu dengan membalut tubuh bagian bawah nya menggunakan handuk, sepertinya Nicholas sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.


" nanti aku hubungi lagi" kata Nicholas


Nicholas melihat Yuland sedang sibuk untuk merias dirinya sendiri.


" kamu mau kemana?? " kata Nicholas menghampiri Yuland dan berdiri di belakang Yuland sambil memandangi wajah Yuland kewat kaca rias tersebut.


" saya mau pulang, saya harus bekerja " kata Yuland dan masih pokus ke riasan nya.


" tidak usah memakai benda-benda itu, kamu terlihat lebih cantik tanpa kosmetik itu. " kata Nicholas.

__ADS_1


" anak kecil juga tahu itu"


" cuman karena sudah terbiasa, saya lebih nyaman menggunakan kosmetik ini. " kata Yuland


" setelah ini apakah kita bisa bertemu lagi" kata Nicholas


" apa kamu tidak mengerti kenapa saya rela membayar mu demi merusak diriku sendiri?? "


" saya bukan tidak memiliki teman pria yah, saya bisa saja memberikannya kepada salah satu dari mereka. "


" tapi saya tidak lakukan itu karena apa?? "


" karena saya tidak ingin berurusan dengan mereka apalagi dengan hal seperti ini. "


" jadi saya mohon padamu, setelah ini jangan pernah gangu saya. "


" karena saya tidak ingin berurusan lagi dengan mu. "


" ini selembar cek, kamu bisa menulis berapa pun angka yang kamu butuhkan " kata Yuland memberikan selembar cek kosong yang sudah dia tandatangani kepada Nicholas.


Nicholas mengepal kan tangan nya, sepertinya dia marah karena merasa tersinggung.


" tunggu dulu" kata Nicholas menarik tangan Yuland.


Setelah itu, Nicholas merobek lembaran kertas itu dan melemparkan nya kewajah Yuland.


" saya tahu kamu punya segalanya, tapi kamu tidak berhak bisa membeli harga diri orang dengan sembarangan " kata Nicholas


" hm..... " Yuland tersenyum


"tidak usah merasa bersih deh kamu"


" lagi pula memang pekerjaan mu seperti ini kan?? "


" dan iya,,,, kamu bilang saya membelimu??? "


" memang perjanjian nya dari awal begitukan?"


" lalu salah saya dimana?? " kata Yuland


" ijinkan saya bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan pada mu" kata Nicholas


" tanggung jawab apa?? "


" berbuat apa?? "


" lagi pula saya sendiri kan yang memintanya" kata Yuland


" lalu bagaimana jika kamu hamil, dia adalah anakku " kata Nicholas


" soal itu kamu tidak usah khawatir, saya bisa atasin itu. " kata Yuland

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Yuland langsung pergi meninggalkan Nicholas. Nicholas hanya bisa diam menatap kepergian Yuland.


__ADS_2