
Haripun berganti, sudah dua minggu berlalu dan kini waktunya untuk Nicholas pulang ke rumahnya.
Hati Yuland sangat sakit saat melihat wanita itu yang mendorong kursi rodanya Nicholas, wanita itu masuk membawa Nicholas masuk kedalam mobil asisten pribadinya Nicholas.
saat Nicholas dan wanita itu melewati Yuland dan sikembar beserta Aditya dia hanya mengatakan beberapa hal pada Yuland.
" Yuland jika kamu ingin tinggal dengan ku maka silahkan susul aku menggunakan mobil yang berbeda. " kata Nicholas
" apa kita harus berbeda mobil juga?? ". kata Yuland
" iya.... "
" aku lebih nyaman seperti itu. " kata Nicholas
Hati Yuland sangat sakit mendengar Nicholas berkata seperti itu, tapi mau bagaimana Nicholas hanya ingin membalas bagaimana Yuland mengabaikan nya selama ini. itu yang dipikirkan Yuland.
" papah..... '
" apa Airyn boleh pulang ikut papah?? " kata Airyn
" tentu boleh dong sayang.... "
" ayok jika mau ikut papah" kata Nicholas tersenyum
" mah.... "
" ngk papa kan??? " kata Airyn
" tidak apa-apa..... " kata Yuland
" Aryni juga ikut sama papah aja" kata Aryni
" ayo anak-anak papah,,, kita pulang" kata Nicholas.
Aditya hanya melihat selama ini Yuland bersabar menghadapinya.
" Yuland.... "
" kamu ngk papa?? " kata Aditya
" iya.... "
" aku tidak apa-apa kok, aku tahu dia hanya ingin membalas semua apa yang ku lakukan padanya selama ini.," kata Yuland mencoba menghibur dirinya sendiri.
" membalas apa??? "
" apa dia menyalahkan mu atas kecelakaan ini??? "
" dia tidak seharusnya begitu. " kata Aditya
" Dit.... "
" mari kita pergi, jika tidak kita akan ketinggalan nanti" kata Yuland mengalihkan kemarahan Aditya padanya.
" hm....... " Aditya menghembuskan nafas nya dan menggelengkan kepalanya dan kemudian masuk kedalam mobil untuk mengikuti mobil Nicholas.
Nicholas membawa Yuland beserta anak-anak nya tinggal dirumah nya.
Rumah Edward memang besar tetapi jika dibandingkan dengan rumah Nicholas, rumah Nicholas lebih besar lagi.
Setibanya mereka disana, beberapa asisten rumah tangga Nicholas sudah bersedia menyambut Nicholas di luar rumah.
Steven asisten pribadi Nicholas membantu Nicholas untuk duduk di kursi rodanya, sementara Lusi wanita yang merawat Nicholas mengambil alih kursi Roda Nicholas untuk dia dorang.
" papah.... "
" rumah papah sangat besar, nanti Aryni pasti akan kebingungan disini" kata Aryni
" hehehehe..... "
" sayang kamu bicara apa???, papah akan tugaskan Pengawal masing-masing untuk kalian berdua, jadi jika kalian butuh sesuatu kalian tinggal bilang kepengawal kalian. "
" Nah.... "
" dia adalah om Steven.... ".
__ADS_1
" om Steven akan mengantar kalian kedalam kamar kalian untuk istirahat. " kata Nicholas dan matanya langsung melihat sosok Yuland dan Aditya yang baru saja tiba diluar rumah itu.
" mari non.... " kata Steven kepada sikembar.
" Lusi bawa aku kekamar ku. " kata Nicholas
" baik... " kata Lusi mendorong kursi rodanya Nicholas.
" berikan padaku " kata Yuland langsung meraih kursi roda Nicholas.
" tapi dia minta aku yang mengantarkan nya" kata Lusi
" aku adalah istrinya dan masih istri nya hingga detik ini" kata Yuland dengan menekankan statusnya kepada Lusi.
" jika begitu, tanyakan saja langsung kepada orang nya. " kata Lusi
" istri???? "
" yang aku tahu status suami istri itu adalah dimana kedua belah pihak saling mencintai. "
" sementara kita berdua, adalah kebalikannya saja. "
" status itu hanya tertulis di dalam sebuah kertas. "
" lagi pula bukankah pernikahan kita terjadi karena kamu hanya ingin menebus kesalahan kan?? "
" aku sudah bilang padamu, kamu tidak perlu melakukan tugasmu layaknya sebagai istri dan aku tidak akan pernah memaksa mu untuk mencintai ku. "
" jadi biarkan saja,,, " kata Nicholas
" itu artinya, apa kita akan berbeda kamar juga?? " kata Yuland
" menurut mu??? "
" itu semua tergantung padamu. " kata Nicholas
" baik.... "
" jika memang begitu mau mu. "
" aku tidak menyuruh mu untuk meninggalkan rumah ini, aku hanya menyuruh mu untuk memilih. " kata Nicholas
" buat apa aku disini??? '
" untuk menyaksikan kemesraan kalian berdua??" kata Yuland
" kenapa??? "
" apa kamu cemburu? " kata Nicholas melihat lebih dalam lagi kepada Yuland.
" cemburu??? "
" buat apa? "
" aku juga bisa melakukan hal itu dengan orang lain jika aku mau. " kata Yuland
" lakukan, aku tidak akan melarang mu. "
" lusi mari kita pergi. " kata Nicholas
Lusi pun langsung membawa Nicholas ke pintu lift. Saat Nicholas pergi, air mata Yuland pun langsung terjatuh dan langsung terduduk.
" Yuland..... "
" buat apa kamu menahan nya??? "
" menyerah lah,,, " kata Aditya
" Dit.... "
" pergilah " kata Yuland
" baiklah... "
" tapi jika kamu tak bisa menahan nya lagi, datang lah padaku. aku akan selalu menunggu mu. " kata Aditya pergi meninggalkan Yuland.
__ADS_1
Sementara Nicholas baru saja tiba dikamar nya.
" tinggal kan saya sendiri " kata Nicholas
" tuan tidak apa-apa?? " kata Lusi
"........... " Nicholas memberikan tatapan tajam kepada Lusi.
" baik tuan, saya permisi" kata Lusi meninggalkan Nicholas.
Setelah Lusi pergi Nicholas langsung memecahkan gelas air minum yang ada disamping tempat tidurnya.
" Yuland.... "
" apa memang tak ada lagi cinta mu tersisa untuk ku walaupun hanya sedikit saja?? "kata Nicholas menangis.
" jika memang cinta itu masih ada, kenapa kamu harus menutupi nya."
" aku merindukan kamu yang dulu. " kata Nicholas berbicara sendiri.
Yuland pun menyadari beberapa asisten rumah tangga Nicholas melihat nya menangis, Yuland pun langsung bangkit berdiri dan merapikan dirinya.
" mbak...bisakah kah kamu antarkan saya kekamar tamu?? " kata Yuland.
" mari Nyonya " kata Asisten tersebut
asisten itupun langsung membawa Yuland ke pintu lift dan tidak lama kemudian kini mereka tiba di lantai tiga.
" nyonya untuk sementara, anda tinggal di kamar ini " kata Asisten itu
" kenapa kamar tamu di lantai tiga?? " kata Yuland
" sebenarnya ini bukan untuk tamu, cuman karena kamar tamu sedang di renovasi jadi nyonya tinggal disini dulu. " kata asisten itu berbohong.
" panggil saya Yuland, saya lebih nyaman dipanggil seperti itu. " kata Yuland
" maaf nyonya, saya tidak bisa. " kata Asisten itu
" kenapa??? " kata Yuland
" anda adalah istri dari tuan saya. "
" saya tidak punya keberanian untuk itu. "kata Asisten itu
" Gelar itu terlalu berlebihan untuk saya. " kata Yuland
Namun asisten itu hanya terseyum dan menundukkan kepalanya setelah itu dia pergi.
Yuland melihat disana hanya terdapat dua pintu saja, Yuland tidak tahu bahwa ruangan disebelah Yuland adalah kamar Nicholas.
Nicholas berbaring di tempat tidurnya dan sambil memperhatikan ponselnya, ternyata dikamar Yuland Nicholas memasang beberapa kamera tersembunyi tanpa diketahui Yuland.
Disana Nicholas memperhatikan setiap gerak gerik Yuland.
Yuland pun berdiri di balkon kamar nya sambil menatap pemandangan diluar, Nicholas melihat sepertinya Yuland sedang memikirkan sesuatu karena Yuland hanya memberikan tatapan kosong.
Kini waktunya untuk Nicholas untuk mandi, dia pun memencet bel yang ada di samping tempat tidur nya, tidak berapa lama Lusi pun datang.
" ada apa tuan??? "
" apa anda sedang membutuhkan sesuatu?? " kata Lusi
" saya mau mandi, tolong persiapkan semuanya. " kata Nicholas
" baik Tuan, anda tunggu sebentar saya akan mempersiapkan semuanya. " kata Lusi
Lusi pun langsung mempersiapkan air hangat dan pakaian untuk Nicholas, setelah itu dia keluar dari dalam kamar mandi.
saat dia keluar dari dalam kamar mandi, Lusi melihat Steven sudah ada disana.
" Tuan silahkan, semuanya sudah siap " kata Lusi
Steven pun langsung membawa Nicholas masuk kedalam kamar mandi itu sementara Lusi langsung pergi meninggalkan kamar.
Begitulah kebiasaan yang mereka lakukan, Nicholas mencoba memancing kecemburuan Yuland lewat Lusi agar Nicholas tahu bagaimana perasaan Yuland terhadap nya.
__ADS_1