CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-47


__ADS_3

Setelah Nicholas mendapatkan surat itu, Dia pun memerintah Steven untuk mengirim surat tersebut ke keluarganya Bram.


Hari pun berganti Nicholas kembali kepedesaan untuk menyakiti Bram. Nicholas melihat Bram tidur dilantai tanpa menggunakan alas apapun.


" sepertinya tidurmu nyenyak satu malam ini, kamu bahkan bisa tertidur dalam keadaan sakit begini. "


" bagaimana jika aku tambahkan lagi. " kata Nicholas mencengkram wajah Bram.


" air..... "


" berikan aku air.... " kata Bram


" hahahaha.... "


" air katamu??? "


" ambil saja sana" kata Nicholas


" bunuh saja aku, jangan biarkan aku seperti ini. " kata Bram


" sudah kubilang aku tidak akan membiarkan mu mati dengan begitu mudah. " kata Nicholas


" tidak kah kamu memiliki hati sedikit pun"


" tolong kasihani aku. " kata Bram


" kenapa kamu bertanya pada ku soal hati, bahkan kamu tega menyakiti orang yang tidak bersalah, aku tidak bisa Terima itu. "


" dan aku akan menambah kan rasa sakit mu" kata Nicholas


doar.... doar.... Nicholas menembak kedua lengan nya Bram.


"a...... a..... a... " Bram berteriak kesakitan


Nicholas memberikan senjata itu kepada Steven setelah itu dia meminta beberapa lemon dari Steven.


" ini mungkin akan meredakan sakit mu. " kata Nicholas memeras beberapa lemon itu tepat diluka tembakan itu.


" a..... a...... "


" berhenti sialan..... "


" dasar bajing*** kamu " kata Bram mengumpat Nicholas.


" kenapa??? "


" bukan kah ini sangat enak. "

__ADS_1


" bahkan kamu masih sanggup untuk mengupat ku. " kata Nicholas


Nicholas tidak membiarkan Bram mati dengan mudah, sebelum dia benar-benar puas menyiksa Bram dia tidak akan membunuhnya.


" besok kita akan bertemu lagi. "


" aku pergi dulu. " kata Nicholas


Nicholas pun pergi meninggalkan Bram. Nicholas pergi menuju rumah sakit dimana Airyn dirawat.


Saat Nicholas masuk ke ruang inap Airyn dia melihat Airyn tertidur, sementara Yuland langsung menghampiri Nicholas mengambil alih kursi roda itu.


" apa dia tidur sayang?? " kata Nicholas


" iya... "


" kamu darimana saja?? " kata Yuland


" aku ada urusan sebentar " kata Nicholas


" bukan kah kamu sudah janji untuk tidak bekerja sebelum kamu benar-benar pulih? " kata Yuland


" tapi kan hanya sebentar sayang. " kata Nicholas


" tadi seorang dokter menemuiku mengatakan bahwa kamu sudah bisa melakukan operasi tulang. " kata Yuland


" benarkah??? "


" tapi yang jadi masalah nya sekarang, operasi nya tidak bisa disini dan kita harus melakukan nya di Amerika. "


" bagaimana ini?? " kata Yuland


" jika begitu, mari kita pergi kesana. " kata Nicholas


"bagaimana cara kita untuk pergi kesana, kamu tahu kan Airyn baru saja beberapa hari yang lalu melakukan operasi jantung, tidak mungkin kan kita membawanya kesana. " kata Yuland


" iya.... kamu benar.... "


" terus jika kita tidak langsung melakukan operasi lalu kapan sayang, lebih cepat lebih baik kan. " kata Nicholas


" itu yang kupikir kan, untuk membawa Airyn kesana itu tidak mungkin. "


" untuk meninggalkan Airyn disini rasanya juga tidak mungkin, dan lebih tidak mungkin lagi mengirim mu sendiri kesana. " kata Yuland


" kenapa??? "


" aku bisa pergi dengan Steven " kata Nicholas

__ADS_1


" sayang..... "


" tapi kamu juga membutuhkan aku disana dan aku ingin sekali menemanimu. " kata Yuland memeluk Nicholas.


" aku memang sangat membutuhkan mu, akan tetapi anak-anak kita lebih membutuhkan mu lagi. "


" aku tidak apa-apa jika harus pergi bersama dengan Steven, yang penting aku bisa sembuh dan berjalan kembali seperti dulu. " kata Nicholas


" kalau begitu masalah ini kita bicarakan lagi dirumah nanti. " kata Yuland


" Airyn kapan diperbolehkan pulang?? " kata Nicholas


" kata dokter besok.... " kata Yuland


" bagus lah kalau begitu. " kata Nicholas


" apa kamu sudah mengetahui siapa orang yang nembunun Adit?? " kata Yuland


Nicholas terdiam sejenak, dia tidak tahu harus menjawab apa. jika dia memberitahukan bahwa pelakunya adalah Bram, dia pasti akan pergi menemui Bram atau keluarga nya. Dan sementara Bram sedang dia tahan sekarang. Dan bisa-bisa nya keluarga Bram akan mencurigai dia.


Nicholas tidak ingin Yuland mengetahui apa yang dia perbuat kepada keluarga Bram, karena jika Yuland mengetahuinya, Yuland pasti tidak setuju dengan Nicholas.


Namun di satu sisi, Nicholas tidak ingin membohongi Yuland lagi.


" sayang.... "


" kamu mikirin apa??? " kata Yuland karena Nicholas sejak tadi hanya diam.


" eh... "


" kamu bilang apa tadi, maaf pikiran ku melayang memikirkan sebentar lagi kita kembali harus berpisah."


" aku tidak yakin apa aku bisa sanggup tanpa mu disana." kata Nicholas


" kamu tidak bisa berkata seperti itu, pokoknya kamu harus bisa, demi aku dan anak-anak, dan demi kita semua. " kata Yuland


" aku akan berusaha. " kata Nicholas


" oh iya... "


" aku tadi bertanya padamu, apa kamu sudah tahu siapa yang membunuh Aditya?? " kata Yuland


" belum sayang, orang itu sangat susah ditemukan. belum lagi itu, dia menutup wajahnya dan bahkan tidak terekam CCTV. "


" mungkin saja dia sudah tahu letak-letaknya CCTV. " kata Nicholas berbohong.


" sayang maafkan aku, aku terpaksa harus membohongi mu lagi. "

__ADS_1


" tapi aku tidak punya pilihan, karena aku ingin membalasnya lebih sakit lagi. " batin Nicholas.


Nicholas merasa bersalah, dia malah memeluk Yuland.


__ADS_2