
Haripun terus berganti, kini sudah dua bulan berlalu sejak kejadian itu dan akhir-akhir ini pun Yuland dan Bram jarang bertemu.
Hari ini Yuland dan Bram akan ke toko butiq untuk fiting baju pernikahan dimana pernikahan mereka akan diadakan satu bulan lagi.
Bram duduk di sebuah kantin rumah sakit sambil menunggu Yuland selesai dengan pekerjaan nya, karena hari ini Yuland ada jadwal operasi. Disana Bram sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.
" Sayang.... "
" soal itu kamu tidak usah khawatir. ok,,,, "
" setelah kami menikah, kamu pergilah ke Paris "
" kita akan bertemu disana dan kita akan menikah juga, Yuland tidak akan tahu soal ini. "
" hanya kamu wanita satu-satunya yang aku cintai," kata Bram
"................. " lawan bicara Bram
" sampai kapan pun aku tidak akan meninggalkan kamu, apapun yang terjadi" kata Bram tanpa Bram sadari bahwa Yuland sudah berada di belakang nya sejak dari tadi.
Mendengar Bram berkata seperti itu, Yuland berlari pergi meninggalkan Kantin tersebut, dia berlari ke dalam ruangan nya.
Disana Yuland menangis.
" apa yang harus aku lakukan sekarang "
" apa sebaiknya aku jujur saja pada kakek dan papah"
" tapi jika pernikahan ini batal bagaimana dengan papah? "
" tetapi jika pernikahan ini berlanjut, lalu bagaimana dengan nasib ku." kata Yuland menangis
Saat ini dia dihadapkan dengan pilihan yang sulit, karena di perjanjian tersebut pihak yang membatalkan pernikahan maka mereka harus bersedia memberikan 40% sahamnya kepada pihak yang bersangkutan.
Lalu jika itu terjadi tentunya keluarga Wijaya akan mengalami kerugian besar danYuland tidak mau itu terjadi.
Yuland kembali merapikan dirinya setelah itu dia menghampiri Bram, disana Bram sudah selesai berbicara.
" kak Bram maaf membuat mu menunggu lama. " kata Yuland kembali mentupi apa yang sudah dia ketahui.
" tidak apa-apa sayang " kata Bram
" bisakah kita secepatnya pergi dari sini? " kata Yuland
" hm...... " kata Bram bangkit berdiri mereka berdua pun pergi menuju butik.
saat tiba di mobil, Yuland duduk menyandarkan kepalanya kesadaran mobil dan menutup kedua matanya.
" sayang kamu kenapa??? kamu sakit yah?? " kata Bram menempelkan tangannya di kening nya Yuland. Namun spontan Yuland langsung menepiskan tangan Bram
" akh..... "
" Yuland lelah kak, Yuland ingin istirahat jadi tolong jangan ganggu Yuland dulu. " kata Yuland
" maaf..... baiklah kamu tidurlah" kata Bram
setelah beberapa menit kemudian mereka berdua sudah tiba di butiq.
Disana Monik berdiri di depan pintu untuk menyambut Yuland. dengan malas Yuland melangkah kan kakinya ke dalam butik itu.
" kalian lama banget sih datang nya, gue sedari tadi nungguin loe tau" kata Monik langsung menggandeng tangan Yuland masuk kedalam tokonya sementara Bram masih memarkirkan mobilnya.
" gue banyak pekerjaan hari ini" kata Yuland.
saat masuk kedalam toko itu Yuland melihat ada Alex disana.
" hei lex.... "
" loe disini juga" kata Yuland
" ternyata kamu Yul tamu spesial yang dibilang Monik, aku penasaran, aku pikir entah siapa " kata Alex namun wajah Alex langsung berubah saat melihat Bram masuk kedalam toko itu menyusul Yuland.
__ADS_1
" kamu masih sama dia Yul...? " kata Alex
" maksud kamu apasih??? ya iya lah mau sama siapa lagi, kan memang dia calon suami nya." kata Monik. Monik tidak tahu apa yang terjadi antara Yuland dengan Bram.
" ayuk duduk dulu mas" kata Monik mempersilahkan Bram duduk di kursi itu.
Bram duduk diseberang Alex, namun Yuland memilih duduk disamping Alex.
" ngk terasa yah pernikahan kamu ternyata satu bulan lagi, ngk nyangka banget ternyata kamu yang terlebih dahulu melepas kan status lajang ini" kata Alex
" gue juga mesih belum percaya sih" kata Yuland
"kalau Loe udah jadi istri, loe jangan berubah yah.... '
" loe harus sering-sering ngumpul ma kita yah" kata Monik
" paling-paling dia makin sibuk, sedangkan gini aja masih lajang dia sudah susuah untuk di temui apalagi udah status istri, iya kan Yul... "
" belum lagi punya anak. " kata Alex
Ketiga sahabat itu melupakan keberadaan Bram disana, terlebih Yuland dan Alex mereka berdua selalu saja mencari alasan untuk tidak mberikan kesempatan untuk Bram berbicara.
" punya anak nya ntar dulu, jangan terus di bikin" kata Monik
" ini udah ada, tinggal nunggu waktunya aja" kata Yuland
" ah???? "
" memang berhasil?? " kata Alex
Sontak Bram melihat kearah Yuland, namun Yuland dan Alex mengabaikan Bram dan pura-pura tidak melihat ekspresi Bram.
" berhasil lah.... "
" emang loe... bantet terus.. "
" gimana mau berhasil, loe nya buang terus "
" hahahaha " Alex tertawa
" nyoblos apa??? "
" hidung Loe,,,,, "
" kapan kalian buatnya?? "
" loe ngk bilang-bilang yah... " Kata Monik
" buat apa??? mangnya kita lagi bahas apa??" kata Yuland
" akh.... "
" loe yah Yul,,,, "
" kirain serius, loe bercanda mulu. "
" eh.... "
" tapi nanti jangan lupa cerita ke kita yah, kalau perlu video call ma kita" kata Monik
" aman itu" kata Yuland
Namun Bram kini mulai gelisah duduk disebrang sana mungkin karena ketiga sahabat itu mengabaikan dirinya.
" Yul.... "
" ini fiting bajunya kapan?? " kata Bram bermaksud untuk menyadarkan Yuland bahwa tujuan utama mereka untuk datang ke tempat itu.
" oh iya.... "
" mana nih bajunya yang mau di cobain?? " kata Yuland
__ADS_1
" bentar yah say, gue ambilin dulu" kata Monik pergi meninggalkan ketiga orang itu.
Tidak beberapa lama kini Monik sudah datang membawa sebuah gaun yang berwarna Gold.
" ini loe coba dulu Yul... " kata Monik
" OMG..... "
" ini gaunnya?? " kata Yuland langsung berdiri dan meraih Gaun tersebut
" iya.... "
" kenapa??? loe ngk suka??? gua bisa ganti kok" kata Monik
" ini mah cantik banget Say,,,, " kata Yuland membuka baju itu untuk dia lihat lebih jelasnya.
Gaun tersebut sangat indah dan terlihat mewah karena di setiap sisi tertabur beberapa berlian asli.
" Syukur lah jika kamu menyukai nya" kata Monik
" tapi sayang di pake untuk ke pernikahan nanti. "
" apa ngk ada yang lain lagi yah... "
" ngk usah yang mewah dan ngk usah yang mahal-mahal juga. kalau bisa sih gaun yang biasa aja lah" kata Yuland
" kenapa??? "
" loe ngk punya duit,.??? "
" calon suami loe kan tajir, buktinya demi beliin kalung untuk loe dia rela sampai 2 M, masa untuk beli baju ratusan juta aja dia ngk punya, iya kan mas??? " kata Monik
Sontak Bram menelan slivanya.
" kalung apaan?? "
" sampe sekarang gue ngk tau keberadaan kalung itu dimana, mungkin dia ngasih ke yang satunya kali. iya kan kak Bram?? " kata Yuland langsung menyindir Bram.
Saat ini Bram tidak bisa berkata-kata apapun lagi, dia hanya salah tingkah.
" loe apa-apa sih," kata Monik
" tapi serius deh Say..."
" bajunya cantik banget, apa ini ngk bisa disimpan aja yah?? " kata Yuland
" buat apa?? " kata Monik
" buat pernikahan gue yang kedua nanti" kata Yuland
" kedua??? "
" mank loe ada niat nikah dua kali?"
" yang ini aja belum kelar, sok-sok an loe mikirin nikah untuk yang kedua. " kata Monik
" iya pasti adalah, kalau gue dapatnya yang lebih terbaik lagi. doain yah" kata Yuland berbicara serius
Monik pun melihat kearah Bram, namun disana ekspresi wajah Bram sudah berbeda.
" nikah sama orang yang sama kan maksud loe" kata Monik
" ya ngk lah.... "
" mank gue se bodoh itu, ya tentu orang yang berbeda tapi jika dapat orang yang baik nantinya. " kata Yuland
" amin...."
" aminkan aja, biar tercapai " kata Alex
mendengar itu kini kesabaran Bram sudah habis dia langsung pergi meninggalkan Yuland dan kedua sahabat nya.
__ADS_1