
Kini Nicholas sudah tiba dirumah nya, dia melihat sudah jam tiga kurang. Dia pun langsung bergegas ke kamarnya.
Saat tiba dikamar Nicholas melihat Yuland tertidur, Nicholas membuka Jas nya dan meletakkan nya disofa, setelah itu Nicholas membuka Kaus kaki dan sepatu nya, kemudian tali pinggang nya.
Nicholas pun berniat ingin tidur dan tampa mencuci mukanya, namun dia merasa tidak nyaman jika tertidur menggunakan kameja.
Akhirnya Nicholas pun membuka kameja nya dan memakai kaus oblong berwarna putih polos saja.
setelah itu, Nicholas beralih dari kursi roda ke tempat tidur. Kini Nicholas sudah terbaring, dia pun merentang kan tangan nya kemudian meletakkan kepala Yuland dilengan nya lalu Nicholas mencium kening dan bibir Yuland.
Nicholas belum memejamkan matanya, dia masih mengingat bagaimana dia menghancurkan Bram hanya dalam sekejap.
Saat ingin tidur, tiba-tiba ponsel nya berdering Nicholas melihat bahwa Steven yang menghubungi Nicholas.
" ada apa lagi kamu menghubungi ku? " kata Nicholas
" presidir,,, "
" Ketua direktur William prasetyo baru saja meninggal, beliau mengalami serangan jantung usai rapat. "
" dan menurut informasi, beliau meninggal saat di perjalanan menuju rumah sakit. " kata Steven
" benarkah??? "
" baik... "
" persiapkan dari perusahaan kita berupa karangan bunga. " kata Nicholas dengan tatapan dingin nya.
" baik presidir " kata Steven
Hanya dalam sekejap Nicholas merubah dunia Bram menjadi abu. Begitulah Nicholas, dia sebenarnya orang yang sangat baik dan sabar namun jika kesabaran nya sudah habis dia tidak akan perduli apapun yang terjadi padanya yang penting balas dendam nya tercapai.
Tanpa merasa bersalah, Nicholas pun menutup matanya dan bergabung ke mimpinya.
Keesokan harinya Yuland pun terbangun dan melihat Nicholas tidur di samping nya, dengan perlahan Yuland melepaskan pelukan Nicholas akan tetapi Nicholas semakin mempererat pelukan nya.
" sayang.... "
" diamlah sebentar saja, aku sangat merindukan mu. " kata Nicholas
" kamu sudah bangun?? "
" aku pikir kamu tidak pulang malam ini. " kata Yuland
" apa kamu menunggu ku?? "
" maafkan aku membuat mu menunggu. " kata Nicholas mencium kening dan bibir Yuland.
" selamat pagi sayang " kata Nicholas
" kamu mencium ku bahkan aku belum mencuci wajah dan mulut ku. " kata Yuland
" kenapa??? "
" ini sangat enak dinikmati " kata Nicholas mencium bibir Yuland.
" kamu sedang apa?? "
" setidaknya biarkan aku menggosok gigiku terlebih dahulu. " kata Yuland
" tidak mau.... "
" ini sangat enak" kata Nicholas mencium bibir Yuland, Yuland pun akhirnya membalas ciuman Nicholas.
Hanya berlanjut beberapa menit saja karena Edward mengubungi Yuland.
Edward mengabari Yuland bahwa Ayahnya Bram meninggal dunia.
__ADS_1
" siapa sayang ? " kata Nicholas
" ini kakek.... "
" katanya ayahnya Bram meninggal dunia " kata Yuland
" benarkah??? "
" jika begitu mari kita kesana " kata Nicholas
" iya kamu benar" kata Yuland bangkit berdiri dan membawa Nicholas kekamar mandi untuk dia mandikan.
saat Yuland dan Bram tiba dilantai satu, kedua si kembar sudah ada di bawah.
" mamah.... "
" papah.... " seru kedua si kembar
' sayang.... " kata Nicholas memeluk kedua anaknya
" nak... "
" maaf, mamah dan papah tidak bisa mengantarkan kalian kesekolah, mamah sama papah ada urusan hari ini. " kata Yuland
" iya....ah...... " kata Airyn lemas.
" mamah sama papah udah baikan? ngk berantem lagi?? " kata Aryni
" papah sama tidak berantem sayang, kita berdua hanya menunggu waktu saja kok. " kata Nicholas
" bagus lah, " kata Aryni
" terus yang antarin kita sekolah siapa dong mah?? " kata Airyn
" untuk hari ini kalian berdua diantar sama supir saja yah nak. " kata Nicholas
" bagaimana jika diantar sama Daddy aditya saja?? " kata Aryni
Yuland pun melihat kearah Nicholas, dia seakan meminta inji padanya.
" kenapa harus om aditya sayang?? " kata Yuland
" daddy Adit kan ngk sibuk lagi, karena nenek sudah meninggal itu artinya Daddy Adit ngk sibuk. " kata Aryni.
" iya sudah.... "
" papah ijinin, tunggu sebentar om adit nya di hubungin mamah dulu gimana?? " kata Nicholas menganggukkan kepalanya pada Yuland.
Yuland pun akhirnya pergi menjauh untuk menghubungi Aditya.
" hore..... " kata Aryni
" om aditya juga ajak kita main-main kok hari ini, . " kata Airyn
" benarkah??? "
" terus main nya sama papah kapan dong, masa mainnya sama om Adit terus. " kata Nicholas
" papah kan bisa main sama mamah, sementara Daddy Adit ngk ada teman. " kata Aryni
sementara Yuland menghubungi Aditya.
" iya Land ada apa? " kata Aditya disebrang telepon.
" Dit aku bisa minta tolong lagi ngk?? "
" sebenarnya aku ngk enak nyusahin kamu terus. "
__ADS_1
" tapi ini permintaan si kembar " kata Yuland
" katakan ada apa? " kata Aditya
" begini, aku dan Rey tidak bisa antar si kembar kesekolah hari ini, tadinya ingin diantar supir. "
" tapi kamu kan tahu sendiri lah sikembar seperti apa. "
" mereka tidak mau diantar sama supir, mereka ingin kamu yang mengantarkan nya. " kata Yuland
" oh... "
" ngk apa-apa kok, ya udah aku kesana sekarang yah". kata Aditya
" makasih ya dit.... " kata Yuland
" iya.... iya... " kata Aditya.
setelah itu Yuland dan Aditya pun pergi dan kini Yuland dan Bram tiba dirumah duka, Bram tidak tahu bahwa Nicholas adalah Direktur Ceo dari PT. Pradana company.
Setelah tiga puluh menit berlalu Edward pun menemui Nicholas.
" Rey.... "
" bisa kita berbicara sebentar?? " kata Edward
" kakek??? "
" tentu saja bisa" kata Nicholas
" kakek ada masalah apa menemui Rey... " kata Yuland
" ini hanya urusan kami berdua. " kata Edward
Yuland pun melihat kearah Nicholas, Nicholas hanya menganggukkan kepalanya kepada Yuland.
Edward pun membawa Nicholas kesebuah tempat yang suyi.
" kenapa kamu melakukan ini? " kata Edward
" aku tidak melakukan apa-apa padanya kek, aku hanya berbisnis. " kata Nicholas
" apa ini karena dendam pribadi mu?? " kata Edward
" apa salah jika aku ingin membeli perusahaan?? "
" aku hanya membeli anak perusahaan yang terikat kepada Perusahaan mereka, tetapi mereka juga mengincarnya dan almarhum memberikan harga beli yang begitu tinggi, sementara aku merasa harga tidak sesuai dengan kwalitas peruasahaan itu. itu sebabnya aku mundur. "
" lalu salah ku dimana kek?? " kata Nicholas
" kakek tahu kamu melakukan itu pasti ada sebab, katakan ada apa?? " kata Edward
" apa yang kakek rasakan jika kakek berada di posisi ku yang sekarang, melihat Bram melecehkan Yuland di hadapan ku kemarin. "
" dengan keadaan ku yang seperti ini, aku tidak bisa berbuat apa-apa akan tetapi aku bisa membuat nya bangkrut. " kata Nicholas
" apa??? "
" kenapa kamu tidak beritahukan masalah ini padaku, mungkin saja aku yang akan membunuhnya. " kata Edward sangat emosi.
" aku tidak ingin kehilangan nyawa disini, tujuan ku hanya ingin menghancurkan Bram. "
" akan tetapi ini sudah terjadi. " kata Nicholas
" dia mengalami serangan jantung akibat kebangkrutan yang melanda nya tadi malam. "
kata Edward
__ADS_1