
Keesokan harinya, seperti janji Nicholas kepada Aditya bahwa hari ini Nicholas dan keluarganya akan mengantarkan Aditya ke bandara.
Kini waktunya untuk Aditya Cek in, sementara sikembar menangis memeluk Yuland saat melihat Aditya pergi.
Aditya merasa tidak tega pergi, dia pun langsung meninggalkan sikembar tanpa menoleh ke belakang, Yuland yang melihat kedua anaknya menangis akhirnya air mata yang dia tahan pun terjatuh juga.
Steven berdiri dengan jarak yang sedikit jauh dari Nicholas.
" Daddy...... " kata Aryni berlari ke arah Aditya. akhirnya Aditya pun merentang kan kedua tangan nya untuk menyambut Aryni, Airyn pun berlari juga kearah Aditya.
Kedua sikembar menangis memeluk Aditya.
" daddy..... "
" Don't go" kata Aryni menangis sambil menggelengkan kepala nya.
" I'm sorry ... " kata Aditya
" om.... "
" cepat kembali "
" kita ingin bermain dengan om... " kata Airyn
" iya sayang.... "
" om akan segera pulang... "
" sekarang kalian pergi pada ibu kalian, om bisa ketinggalan pesawat nanti. " kata Aditya
" daddy hati-hati disana " kata Aryni mencium Aditya Airyn pun juga mencium Aditya.
" iya sayang... " kata Aditya menangis.
Yuland dan Nicholas pun menangis menyaksikan mereka bertiga. kini sikembar berjalan kearah Yuland, sementara Aditya melambaikan tangannya kearah sikembar.
Namun seorang pria memakai topi dan masker menabrak Aditya, Aditya pun langsung menurunkan lambaian tangannya dan memegang perutnya, kini tangannya berlumuran darah.
__ADS_1
seketika darah segar menetes di lantai, sebelum hilang kesadaran Aditya masih menyempatkan melihat kearah si kembar.
" apa yang terjadi?? " kata Nicholas
" Adit.... " kata Yuland berlari dan Steven pun langsung berlari kearah Aditya.
Sementara Nicholas langsung memeluk kedua sikembar agar kedua sikembar tidak melihat kejadian itu, kini Aditya tergeletak tak sadarkan diri.
" daddy...... " Aryni menangis dengan suara yang kencang.
" om Adit.... " kata Airyn
" cepat bawa dia kerumah sakit" kata Yuland menangis.
Mereka pun langsung membawa Aditya ke rumah sakit.
Setelah dua puluh menit berlalu seorang dokter keluar dari ruang ICU.
" bagaimana keadaan nya dok? " kata Nicholas
" sepertinya tidak ada kemungkinan untuk dia selamat, pembunuhnya menusuk pasien dengan pisau beracun. "
Yuland menangis mendengarkan perkataan dokter itu.
" lakukan sesuatu dok.... " kata Nicholas
" apa ada diantara kalian yang bernama Rey??" kata dokter itu.
" iya saya dok.. " kata Nicholas
" pasien ingin bertemu dengan anda, mari ikut saya. " kata Dokter itu.
" iya dok... " kata Nicholas
Saat Nicholas tiba disana, dia melihat Aditya tersenyum kearah.
" kamu harus bertahan " kata Nicholas menangis.
__ADS_1
" ......... " Aditya menggelengkan kepala nya.
" Rey.... "
" aku tidak akan bisa selamat, seluruh darah ku sudah terkena racun. "
" Rey.... "
" cepat ambil jantung ku untuk Airyn. " kata Aditya
Nicholas langsung memeluk tubuh Aditya dan menangis sejadi-jadinya.
" tidak... "
" tidak... "
" kamu tidak bisa lakukan ini" kata Nicholas menangis.
" Rey.... "
" kita tidak punya waktu banyak... "
" sebelum racun itu menyebar ke jantung ku, cepat ambil jantungku. "
" jauh hari dari sebelumnya aku sudah mencek jantung ku, jantung ku dengannya Airyn cocok."
" maka cepat lah Rey.... "
" setidaknya biarkan jantung ini tetap hidup didalam keluarga kalian, dan jadikan lah aku sebagai anggota keluarga kalian. " kata Aditya
" Adit..... " kata Nicholas semakin menangis
" cepat lah.... "
" kita tidak punya waktu.... " kata Aditya
Nicholas tidak punya pilihan, akhirnya mereka pun melakukan operasi mendadak sementara Yuland masih belum mengerti apa yang terjadi sebenarnya pada Airyn.
__ADS_1
Nicholas tidak punya waktu untuk menjelaskan nya kepada Yuland, Airyn pun langsung dibawah ke ruang operasi.