
Tidak menunggu lama bagi Yuland kini pintu kamar mandi sudah terbuka, Yuland melihat Nicholas dari balik kaca riasnya, Yuland tidak menyadari bahwa dia sudah mematung di sana dengan posisi tangannya menggantung di angin dan sambil memegang sebuah lipstik.
Yulan tidak bisa mengabaikan sedikit pun pandang nya dari bayangan kaca itu, dengan menggunakan pakaian olah raga seperti itu Nicholas terlihat sangat tampan.
Warna baju yang dia kenakan begitu cocok untuk kulit putih Nicholas dan apalagi di padukan dengan poni Nicholas yang masih basah dan jatuh ke keningnya Nicholas.
Yuland tidak menyadari ada apa dengan dirinya, dia ingin sekali memegang mahluk sempurna yang dihadapan nya ini.
" Yuland.... "
" bajunya pas di aku" kata Nicholas melihat kearah Yuland.
Namun Yuland masih sibuk dengan hayalan nya dia bahkan tidak mendengar Nicholas sedang berbicara padanya.
" Yuland..... " kata Nicholas berjalan mendekati Yuland
Nicholas pun menempel kan tangannya ke kening Yuland dengan maksud untuk memeriksa keadaan Yuland. Yuland yang merasakan sentuhan dingin Nicholas membuat dia tersadar, karena Nicholas baru saja siap mandi jadi telapak tangannya masih terasa dingin.
" eh..... " kata Yuland malu.
" kamu mikirin apa??"
" aku manggilin kamu dari tadi kamu ngk nyaut" kata Nicholas
" oh maaf aku tidak mendengar nya" kata Yuland sambil memandang penampilan Nicholas.
" bajunya terlihat sangat cocok untuk mu" kata Yuland
" sejak tadi juga aku sudah mengatakan nya " kata Nicholas
" hehehehe... "
" maafkan aku,,,,, " kata Yuland
" kamu terlihat sangat cantik jika tersenyum begitu" kata Nicholas memandang wajah Yuland.
" eh..... " kata Yuland terkejut
" selalu lah tersenyum " kata Nicholas Mengelus-elus wajah Yuland dan sambil tersenyum.
Yuland menelan ludah nya sendiri, dia merasa sangat gugup menerima perlakuan hangat dari Nicholas.
" mmmm..... "
" kita turun ke bawah yuk, kita makan dulu" kata Yuland mengajak Nicholas untuk keluar dari dalam kamar itu.
" iya udah ayo.... " kata Nicholas
Yuland dan Nicholas pun turun kebawah untuk makan malam, walaupun menikah secara mendadak namun Yuland tetap menghargai dan menyadari posisinya bahwa dia sekarang sudah menjadi seorang istri dan lelaki yang duduk disamping nya itu adalah suaminya.
Sejak mereka sah menikah Yuland selalu menerima dan menghormati Nicholas layaknya seorang suami baginya.
Di meja makan ini pun, walaupun bukan dia yang memasak tetapi dia dengan suka rela meladeni Nicholas dan mengambil seluruh apa yang diperlukan Nicholas.
Nicholas pun senang, ternyata apa yang dia takutkan tidak terjadi. Dia melihat sejak tadi Yuland memperlakukan nya dengan baik dan Yuland pun berusaha untuk lebih akrab dengan nya.
" ini" kata Yuland memberikan Nicholas sebuah piring berisi nasi beserta lauk dan juga sayur.
" kamu tidak makan?? " kata Nicholas sambil menerima piring itu karena dia melihat Yuland hanya mengisi satu piring saja.
" aku tidak terbiasa makan nasi di malam hari, aku setiap malam biasanya makan roti saja " kata Yuland
" lalu dimana roti mu? " kata Nicholas
" kamu makanlah terlebih dahulu, aku masih ingin membakarnya " kata Yuland
" kalau begitu aku akan tunggu" kata Nicholas
__ADS_1
" tidak ini akan lama, nasi yang di piring mu akan dingin nantinya. "
" kamu makan saja lah dulu, aku akan temani kamu" kata Yuland
Akhirnya Nicholas pun mengalah dia tidak ingin berdebat terlalu lama dengan Yuland. Nicholas pun melahap makanan yang dihidangkan Yuland untuk nya.
setelah beberapa menit berlalu kini Nicholas sudah selesai makan. Mereka berdua berbincang sebentar setelah itu Yuland mengajak Nicholas kembali ke kamar.
" kamu belum makan, apa kamu tidak makan?" kata Nicholas
" nanti saja" kata Yuland setelah itu Yuland pergi untuk menemui ART nya. disana Yuland seperti nya mengatakan sesuatu kepada ART nya. setelah itu Yuland kembali menemui Nicholas.
" ayo.... " ajak Yuland
Nicholas pun mengikuti Yuland.
Setibanya dikamar, Yuland duduk di kursi sofa itu sambil memainkan ponselnya. Nicholas pun duduk disamping Yuland, saat Nicholas duduk disamping Yuland Yuland langsung meletakkan ponselnya di meja itu.
" apa kamu tidak lelah?? "
" kenapa tidak langsung istirahat?? " kata Nicholas
" jika kamu mau istirahat, ngk papa istrahat lah lebih dulu" kata Yuland
" aku tunggu kamu saja" kata Nicholas
" kenapa harus nunggu aku, jika aku tidak tidur satu malam ini itu artinya kamu juga ngk tidur dong" kata Yuland tersenyum
" iya mungkin " kata Nicholas
" hahahaha... "
" apa-apaan sih" kata Yuland
tok.... tok... suara ketukan pintu kamar Yuland.
Yuland yang mendengar ketukan itu pun dia bangkit berdiri.
" makasih ya bi" kata Yuland menerima nampan itu
" sama-sama non" kata asisten itu
Yuland berjalan kearah Nicholas membawa sebuah nampan berisi dua gelas jus jeruk dan dua potong roti bakar.
" ini... kita minum dulu " kata Yuland memberikan segelas jus kepada Nicholas.
" terimakasih " kata Nicholas
" apa kamu mau rotinya juga?? " kata Yuland
" tidak aku sudah keyang" kata Nicholas
" padahal aku udah sengaja bikin nya dua loh" kata Yuland
" maksa nih ceritanya?? " kata Nicholas
" hehehe... "
" sebenarnya sih bukan maksa, cuman sayang kan kalau ngk habis " kata Yuland
" hahahaha.... "
" apa bedanya, sama aja kali" kata Nicholas tertawa
" eh iya juga ya" kata Yuland tersenyum namun seyum di bibir Yuland berhenti karena tiba-tiba Nicholas memakan roti yang di tangan Yuland.
" jika makan nya begini mungkin kenyang nya tidak terasa" kata Nicholas
__ADS_1
" hm.... "
" bilang aja kalau mau disuapin " kata Yuland
" abis kamu ngk peka juga" kata Nicholas
" hehehehe,,,, " Yuland hanya tersenyum namun seyum Yuland kembali hilang karena tiba-tiba saja tangan Nicholas menyentuh bibir Yuland dengan lembut Nicholas menyapukan ibu jarinya tepat di bibir Yuland.
" ada selesai nya yang tertinggal, kamu sudah sangat manis jangan tambah pemanis lagi, entar semutnya juga datang" kata Nicholas
Yuland semakin salah tingkah dibuatnya, akhirnya Yuland tidak berani menggigit langsung roti itu lagi.
Kini mereka berdua sudah siap melahap roti itu.
" besok apa kamu bekerja?? " kata Nicholas
" tidak,,,, cutiku masih ada dua hari lagi"
" kenapa memang nya? " kata Yuland
" tidak apa-apa, jika begitu berarti besok aku juga tidak usah bekerja. " kata Nicholas
" eh..... '
" jangan.... "
" jika kamu dimarahin bos mu bagaimana?? " kata Yuland
" tidak apa-apa, aku sudah ijin terlebih dahulu " kata Nicholas
" oh.... " kata Yuland
" apa aku bisa meminta sesuatu darimu?? " kata Nicholas
" apa?? " kata Yuland
" mau kah kamu kita pindah dari sini?? kita pindah ke kontrakan ku saja. "
" aku hanya merasa tidak enak jika kita tinggal disini" kata Nicholas
" kenapa harus mengontrak?? " kata Yuland namun belum siap Yuland berbicara Nicholas sudah langsung memotongnya.
" maaf, aku hanya bisa membawa mu ke kontrakan saja. "
" kamu kan tahu sendiri bahwa aku bekerja hanya supir taksi saja. " kata Nicholas
" hehehehe.... " Yuland tersenyum
" maksud aku kan bukan seperti itu, aku juga sewaktu lajang tidak tinggal disini, cuman aku sering kemari untuk mengunjungi mamah. "
" sebenarnya aku punya apartemen, kita bisa tinggal disana. daripada mengontrak kan lumayan uangnya. " kata Yuland
" tetap saja aku tidak enak pada mu" kata Nicholas
" kenapa tidak enak??? "
" aku tidak ada masalah kok dengan pekerjaan mu, apapun itu yang penting halal. " kata Yuland
" terimakasih banyak, tapi aku janji aku tidak akan membuat mu terlantar atau kesusahan. " kata Nicholas
" terimakasih " kata Yuland
" sebenarnya aku sudah menjatuhkan lamaran di PT. PRADANA COMPANY. Mudah-mudahan aku bisa lolos " kata Nicholas
" PT. PRADANA???"
" itu PT bagus,,,, tapi untuk masuk kesana sangat susah tidak lah gampang. "
__ADS_1
" Mudah-mudahan aja kamu diterima disana. kata Yuland
" amin... " kata Nicholas