CINTA SATU MALAM SANG CEO

CINTA SATU MALAM SANG CEO
Episode Ke-30


__ADS_3

Yuland dan Aditya kembali ke ruang ICU untuk menunggu kabar Nicholas, mereka melihat disana Reynard dan dua orang pria berjas hitam berdiri.


Reynard melihat Yuland datang.


" sini nak.... " kata Reynard


" kakek.... " kata Yuland menangis memeluk Reynard


" apa yang kamu katakan??? "


" aku adalah ayah mertua mu, panggil aku papah sama dengan Niko memanggilku" kata Reynard membalas pelukan Yuland.


" Sudah.... "


" dia pasti kuat,,, "


" dia pasti baik-baik saja. " kata Reynard menghibur Yuland.


Pada saat itu pintu ICU terbuka dan seorang perawat keluar dari dalam dengan keadaan panik.


" sus.... "


" apa yang terjadi??? " kata Yuland


" kita ada masalah bu,,, "


" sebuah besi tertusuk perut pasien dan benda tersebut masih tertinggal didalam perut pasien. "


" kita harus mengeluarkan benda tersebut dari dalam sana secepatnya. jika tidak, maka benda itu akan berkarat dan menjadi infeksi, akan tetapi dokter bedah sedang tidak ada disini karena beliau sedang bekerja dirumah sakit yang lain. "


" untuk merujuk pasien, itu tidak mungki karena Pasien mengalami kritis,,, " kata perawat


" biarkan saya yang mengambil alih operasinya. " kata Yuland


" tapi buk..? " kata perawat itu


" saya seorang dokter juga " kata Yuland


" tapi ini sudah diluar prosedur rumah sakit bu..." kata perawat.


" dia adalah suamiku, aku yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padanya saat operasi. "


" aku tidak perduli dengan prosedur rumah sakit ini, yang terpenting sekarang adalah nyawa suamiku" kata Yuland


" biar saya yang berurusan dengan pihak rumah sakit ini" kata Reynard


" jika begitu ibu silahkan bicara dengan dokter umumnya saja bu... kata Perawat itu


" baik " kata Yuland


perawat itu pun kembali masuk kedalam ruangan ICU dan tidak berapa lama seorang dokter keluar dari sana.


Yuland dan dokternya itu pun berbicara membahas sesuatu, kurang lebih lima menit kini keduanya menghampiri Reynard dan juga Aditya.


" bagaimana Land?? " kata Aditya


" ....... " Yuland mengagukkan kepalanya.


" ijinkan aku membantu mu" kata Aditya


" terimakasih banyak, aku berutang budi sangat banyak padamu. "


" aku tidak akan pernah lupa atas semua kebaikan mu padaku dan juga keluarga ku. " kata Yuland semakin menangis.


" kamu adalah temanku, dan sebagai teman aku harus membantu mu" kata Aditya


" bu... "


" sebelum operasi dilakukan, ibu tandatangani terlebih dahulu berkas perjanjian ini. "


" jika sesuatu hal buruk terjadi maka pihak rumah sakit tidak bertanggung jawab. " kata perawat itu


" baik" kata Yuland


setelah menandatangani surat perjanjian tersebut, Yuland dan Aditya pun masuk kedalam ruang ICU.


Saat Yuland masuk, Air matanya semakin deras. melihat keadaan Nicholas yang begitu parah.


Kepala Nicholas di bungkus dengan perban untuk menghentikan darah yang masih mengalir.

__ADS_1


Yuland dan Aditya pun mensterilkan diri mereka terlebih dahulu, akan tetapi air mata itu selalu saja keluar, Yuland sudah berusaha menahannya namun dia tidak mampu.


Aditya pun yang melihat Yuland seperti itu, dia tidak tega.


" Land.... "


" apa kamu yakin kamu bisa??? " kata Aditya


" ........ " Yuland mengagukkan kepalanya dan masih menangis.


" jika kamu tidak bisa, serahkan saja semua ini padaku. " kata Aditya


" apa gunanya aku seorang dokter jika untuk menolong suamiku sendiri pun aku tidak bisa. " kata Yuland


" tetapi jika kamu menangis terus seperti ini, air matamu akan menutupi pemandangan mu, lalu bagaimana kamu akan mengoperasi dia. " kata Aditya


" aku yakin aku pasti bisa" kata Yuland


" iya sudah, jika begitu mari kita mulai operasi nya" kata Aditya


perawat yang ada disana pun langsung membantu Yuland dan Aditya untuk persiapan operasi mereka.


Yuland mulai membedah perut Nicholas Aditya pun juga turut membantu Yuland.


Setelah tiga jam lebih Yuland dan Aditya sudah siap melakukan operasi. Yuland dan Aditya menghembuskan nafas lega karena operasi mereka berjalan dengan lancar.


Akan tetapi tiba-tiba saja mesin detak jantung Nicholas memberikan tanda bahwa jantung nya berdetak dengan tidak normal, detak jantung Nicholas semakin memberikan bunyi yang semakin cepat.


" apa yang terjadi?? " kata Yuland melihat kearah monitor itu.


" pasien kritis " kata Aditya


" Rey.... "


" Rey..... " kata Yuland menggoyang tubuh Nicholas


tit... tit.... tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit...........


Yuland melihat kearah monitor itu.


" tidak.... tidak.... " kata Yuland memeluk Nicholas


" 100 joule.... " kata Aditya mencoba mengagetkan Jantung Nicholas, namun Nicholas tidak merespon. Aditya mencoba lagi tetap tidak ada respon.


" 150 joule " kata Aditya dan mengangkat tubuh Nicholas menggunakan kan kedua benda yang dia pegang namun tak berhasil, Aditya mencobanya berulang-ulang namun tetap hasilnya nihil.


Aditya memeriksa denyut nadi Nicholas, disana tidak ada gerakan apapun lagi.


" .......... " Aditya menggelengkan kepalanya kearah Yuland.


" Tidak........ " teriak Yuland dengan tangisan yang begitu keras.


" Rey.... "


" bangun..... " kata Yuland menggoyang tubuh Nicholas


" kamu tidak bisa seperti ini.... "


" bahkan kamu belum mendengar anak-anak kita memanggil mu papah. "


" apa kamu sungguh ingin pergi dari kehidupan kami??? "


" apa memang kamu benar-benar membiarkan mereka tumbuh tanpa kamu?? "


" buka matamu Rey..."


" jika bukan untuk ku setidaknya untuk kedua anak kita.. "


" aku mo....hon.... aa... akhh... '


" aaa..aku memang jahat.... "


" bukan menjauh seperti ini yang kuminta.. "


" dan semua perkataan ku itu... "


" aku benar tidak sungguh-sungguh mengatakan nya Rey... "


" aku hanya ingin bermaksud agar kamu tidak mengetahui perasaan ku pada mu... "

__ADS_1


" aku mengatakan itu karena, "


" aku malu Rey... "


" aku malu karena masih sangat mencintaimu.."


" aku Mohon... "


" maafkan aku... "


" tolong kembali.... "


" berikan aku kesempatan Rey... " kata Yuland menangis sejadi-jadinya...


dia merengek bagaikan anak kecil disana, sementara Aditya tidak tahan melihat Yuland seperti itu.


" Yuland.... " kata Aditya menangis menenangkan Yuland.


" aku jahat.... "


" aku yang membunuh nya,... "


" aku membunuh nya... " kata Yuland menangis.


" seandainya aku tidak munafik, ini tidak akan terjadi padanya. " kata Yuland semakin menangis.


" aku pembunuh.... "


" aku pembunuh.... " kata Yuland


" kamu bukan pembunuh... "


" tapi ini sudah takdir nya,,,,, "


" kamu harus kuat.... "


" ikhlaskan dia.. " kata Aditya


" tidak..... "


" aku tidak bisa,,,,, "


" bagaimana bisa aku ikhlas...


" dia tidak bisa pergi begitu saja... "


" urusan kami belum selesai... "


" ada yang tidak beres.. " kata Yuland mengambil benda untuk memompa jantung Nicholas.


Yuland mengangkat badan Nicholas menggunakan kedua alat yang ditangan nya. Entah sudah berapa kali dia mencoba namun tidak berhasil, Yuland mencabo terus-menerus tetapi tidak berhasil juga.


Aditya melihatnya sudah tidak tahan lagi.


" Yuland hentikan.... " kata Aditya


" dia pasti bangun.... "


" dia hanya berpura-pura tidur saja. " kata Yuland bertingkah seperti anak-anak.


" Yuland.... " kata Aditya dengan suara yang keras.


" Bangun.... "


" kamu harus bangun. " kata Yuland menekan dada Nicholas terus menerus.


Akhirnya Aditya menarik tubuh Yuland menjauh dari Nicholas.


plaaakkkk..... Aditya menampar Yuland.


Yuland merasakan Tamparan Aditya berdiri diam mematung disana.


" kamu harus sadar... "


" dia sudah pergi... " kata Aditya


Yuland pun terduduk dengan lemas, air matanya tak henti mengalir pandangan nya kosong, Dia mengingat kenangan mereka sejak pertama bertemu hingga Yuland pergi meninggalkan nya.


walaupun hanya sebentar dia bersama Nicholas. akan tetapi waktu yang sebentar itu, membuat dia tidak mampu untuk melupakan Nicholas dan jatuh cinta dengan pria yang lain.

__ADS_1


semuanya kisah yang sangat indah. kebahagiaan Yuland selama bersama Nicholas adalah kebahagiaan yang paling berharga baginya hingga dia mendapatkan dua putri yang sangat cantik.


__ADS_2