
Setelah tiba di hotel Pradana, kini mereka berdua langsung menuju resepsionis. saat melihat Nicholas petugas resepsionis pun diam sejenak, namun Nicholas memberikan sesuatu perintah lewat matanya.
" selamat datang dihotel kami yaitu hotel Pradana."
" tuan dan nyonya,"
" ada yang bisa kami bantu" kata petugas resepsionis tersebut.
" begini mbak, kita mau menyewa satu kamar hanya Malam ini saja, harganya berapa yah" kata Yuland
" kita menyediakan beberapa jenis kamar nyonya, dari yang biasa hingga kamar berjenis VVIP "
" nyonya mau pesan kamar yang mana?? " kata Resepsionis
" kalau gue pesan yang biasa, ntar ni gigolo malah berpikir gue ngk punya duit lagi." batin Yuland
" saya pesan yang VVIP saja"
" harga satu kamar berapa yah mbak jika dia VVIP? " kata Yuland
" Untuk malam ini jika dia VVIP 15 juta nyonya " kata Resepsionis tersebut melihat kearah Nicholas
Namun Nicholas hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kearah resepsionis itu.
" huh???? "
" mahal banget... "
" ngk salah itu??
" coba cek dulu lagi deh mbak" kata Yuland
" maaf nyonya memang begitulah harganya " kata resepsionis itu kembali melihat kearah Nicholas. Namun Nicholas malah mengalihkan pandangan nya kelain arah.
" perasaan selama ini ngk segitu deh,,, "
" saya dan keluarga saya sering datang kesini loh mbak," kata Yuland
" mungkin nyonya datang kemari pada saat kita mengadakan diskon, itu sebabnya nyonya mendapatkan harga kamar yang murah. " kata resepsionis
" ngk ada.... "
" mana ada seperti itu, lagi pula jika pun benar masa langsung jauh banget sih bedanya" kata Yuland
" maafkan kami nyonya, kami hanya mengikuti peraturan pemimpin di hotel ini. "kata resepsionis itu dengan sengaja menyindir Nicholas.
" bilangin ke bos mbak yah.... ini pemerasan namanya" kata Yuland.
" baik nyonya " kata resepsionis itu
" udah deh...., jika kamu tidak punya uang kita pinda saja kalau begitu" kata Nicholas
" kata siapa saya tidak punya uang " kata Yuland tidak mau kalah.
" baik deh mbak, saya mau kamarnya satu yang VVIP yah mbak " kata Yuland memberikan sebuah Kartu kepada petugas resepsionis itu.
" baik nyonya " kata resepsionis itu dan menerima Kartu tersebut.
setelah pembayaran selesai kini sang resepsionis membawa Yuland dan Nicholas menuju kamar mereka.
Yuland dan Nicholas pun masuk kedalam kamar tersebut. Nicholas langsung memilih duduk di kursi sofa yang sudah di sediakan.
" hotel apaan ini, mahalnya minta ampun padahal tidak ada istimewa nya sedikitpun " kata Yulan mengumpat hotel tersebut.
" kan bagus sih" kata Nicholas
" bagi kamu mungkin iya,,,, bagusan juga kamar saya" kata Yuland
Yulan langsung beralih ke lemari yang terdapat disana.
" ini juga, paling-paling handuk bekas " kata Yuland mengeluarkan beberapa jubah mandi dan handuk dari sana, lalu melemparkan nya ke sembarangan arah.
" sprei nya juga,, sepertinya ini tidak di ganti. hotel apaan ini" kata Yuland
" Sembarangan ngatain ini bekas, ini masih baru tau " kata Nicholas mengambil handuk dan jubah mandi tersebut.
" kamu tahu darimana itu masih baru?? " kata Yuland
__ADS_1
" inikan masih ada cap nya" kata Nicholas
" terserah lah" kata Yuland duduk diatas tempat tidur itu.
Nicholas mengambil buku menu yang terdapat di meja tamu itu.
" kamu mau makan apa biar saya pesankan sekalian" kata Nicholas
Yuland pun menatap tajam ke arah Nicholas.
" aku yang traktir " kata Nicholas
" memang nya kamu punya uang " kata Yuland
ingin rasanya Nicholas tertawa mendengar pertanyaan nya Yuland.
" punya lah,,,, "
" kamu kan sudah bayar saya 150 juta" kata Nicholas
" bagus deh kalau begitu,,, "
" saya mau yang paling mahal lah pokoknya " kata Yuland
Nicholas hanya dapat tertawa didalam hatinya.
Sejenak keduanya terdiam, Nicholas melihat kearah Yuland sepertinya Yuland sedang memikirkan sesuatu. Nicholas pun menghampiri Yuland dan duduk di samping ranjang.
" kamu kenapa?? " kata Nicholas
" saya tidak apa-apa kok" kata Yuland tersenyum.
"kamu yakin ingin melakukan ini??? " kata Nicholas
" kenapa tidak?? " kata Yuland
" karena saya melihat seperti nya ada keraguan di wajah kamu" kata Nicholas
" saya terlihat gugup yah??"
" mungkin karena ini yang pertama kali buat saya?? " kata Yuland
" iya...., kenapa?? "
" kamu belum pernah sama orang yang belum berpengalaman yah?? "
" kamu tenang aja, saya tidak selugu itu kok"
kata Yuland
"????? " Nicholas bingung
" itu artinya, berarti kamu masih perawan dong?? " kata Nicholas
" iya seperti itu lah" kata Yuland
" terus kenapa kamu harus melakukan ini jika bukan karena uang??"
" karena jika saya lihat, kamu memiliki uang yang cukup. " kata Nicholas
" karena saya tidak ingin memberikan nya kepada suami saya jika saya menikah nantinya. " kata Yuland
" loh.... "
" kenapa?? "
" bukan kah itu malah lebih bagus jika suami kamu yang mendapat kan nya?? " kata Nicholas
" biasanya memang begitu, tapi saya berbeda. " kata Yuland
" itu seharusnya kan hak suami kamu" kata Nicholas
" sebenarnya kamu mau tidak?? "
" jika kamu tidak mau ngk papa, saya bisa cari pria yang lain" kata Yuland
" mau sih,,, cuman ngk tega aja sama kamu" kata Nicholas
__ADS_1
" kenapa tidak tega??? "
" apa begitu menyedihkan nya hidupku iya, sehingga kamu mengasihani saya " kata Yuland
" bukan begitu.... "
" maksud saya, jaman sekarang untuk mendapatkan wanita seperti kamu sangatlah susah " kata Nicholas
" kalau begitu anggap saja ini sebagai keberuntungan bagimu" kata Yuland
" terus apa kamu tidak pikir kan apa jadinya nanti pernikahan kamu setelah suami kamu tahu bahwa kamu sudah tidak..... " kata Nicholas terdiam untuk meneruskan perkataan nya.
" jika dia langsung menceraikan saya pada malam itu juga, itu malah bagus untuk saya" kata Yuland
" apa kamu dinikahkan dengan secara paksa?? " kata Nicholas
" dinikahkan secara paksa sih bukan, cuman kita di jodohkan lagi pula kita dulunya saling mencintai " kata Yuland
" jika kalian saling mencintai lalu kenapa kamu malah menghianati nya" kata Nicholas
" karena dia juga sudah menghianati saya, Diam-diam dia dan adik saya sendiri berselingkuh " kata Yuland menundukkan kepalanya karena dia kini sudah menitikkan air matanya dan sambil memainkan kuku jari-jarinya.
" owh.... "
" jadi itu alasannya, kasihan sekali dia. " batin Nicholas
" kalau begitu kenapa kamu tidak batalkan saja pernikahan kalian " kata Nicholas
" tidak bisa, jika pernikahan saya gagal maka keluarga saya yang akan menanggung akibatnya " kata Yuland
" kamu tidak seharusnya melakukan hal seperti ini. "
"kamu bisa jelaskan semuanya kepada keluarga mu dan keluarga tunangan mu, siapa tahu saja mereka mengerti dan biar tunangan mu bertanggung jawab juga untuk adik mu" kata Nicholas
" tidak bisa,,,,"
" keluarga tunangan saya menginginkan kan saya keturunan yang sah, sementara dia bukan adik kandung saya" kata Yuland
" maksudnya?? " kata Nicholas
" sebenarnya dia anak dari tante saya"
" pada saat saya berumur lima tahun, ibu saya mengalami kecelakaan. "
" sejak kejadian itu, ibu saya mengalami kelumpuhan di seluruh tubuhnya hingga sekarang dan karena ibu saya sakit akhirnya ayah saya menikah dengan adik dari ibu saya sendiri, cuman dia sudah punya anak sebelumnya. " kata Yuland
" maksudnya turun ranjang begitu?? " kata Nicholas
" iya.... " kata Yuland
" maaf.... "
" saya sudah membuat kamu menangis " kata Nicholas
" tidak apa-apa" kata Yuland
" ini.... " kata Nicholas memberikan sapu tangan nya pada Yuland.
" Terima kasih banyak " kata Yuland menerima sapu tangan tersebut.
" kasihan sekali dia. "
"dibalik ke galakan nya ternyata dia menyimpan begitu banyak luka" batin Nicholas
" kamu bisakan bantu saya?? " kata Yuland
" saya bertanya sekali lagi"
" apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu?? " kata Nicholas
" saya yakin dan sangat yakin " kata Yuland
" apa kamu tidak akan menyesal nantinya?? " kata Nicholas
" tidak, keputusan saya sudah bulat " kata Nicholas
" lalu bagaimana jika tunangan mu tidak akan menceraikan mu setelah kalian menikah? " kata Nicholas
__ADS_1
" saya tidak perduli, yang penting saya hanya tidak ingin memberikan apa yang paling berharga di dalam diri saya untuk nya" kata Yuland
" baiklah jika kamu yang meminta nya" kata Nicholas