
Rahmi langsung terduduk di dekat mesin jahitnya setelah pulang sekolah. Otaknya benar-benar capek terutama telinganya.
"Hah... baru juga hari pertama sekolah, udah banyak musuh aja" Rahmi menggerutu.
"Kakak.... udah pulang?" Jisung turun dari tangga dan berjalan ke arah kakaknya.
Rahmi menganggukkan kepala sambil menoleh ke arah adiknya itu.
"Ya udah ganti baju sana gih, baru duduk dekat mesin" Titah Jisung.
Rahmi mengerutkan keningnya mendengar kata-kata adiknya itu.
"Kamu udah pandai nyuruh-nyuruh kakak Jisung?" Rahmi menelengkan kepalanya kekiri.
"Hehehe... jangan marah..." Kata Jisung lalu duduk di Mesinnya yang bersebrangan dengan mesin Rahmi.
Mesin jahit Rahmi terletak di deretan para perempuan yang terletak di sebelah kanan, mesin Rahmi nomor 4 dari depan.
sedangkan mesin yang cowok terletak di sebelah kiri, dan mesinnya Jisung terletak di nomor 3 paling belakang.
"Ya udah kakak ganti baju dulu" Rahmi berjalsn ke arah tangga dan tiba-tiba berpapasan dengan Jeno.
"Udah pulang Mi?" Kata Jeno
"Oh udah kak" Lalu melanjutkan jalan ke atas meninggalkan Jeno yang terpaku di tempat.
"Tu anak dingin banget" Gumam Jeno dalam hatinya.
Tak mau memikirkan sikapnya Rahmi dia berlalu ke arah Jisung.
"Jisung mau ikut gak?" Tanya Jeno
"mau kemana bang?"
" ke minimarket, Sung"
"hmm boleh tuh... " Kata Jisung.
__ADS_1
"Ya udah yok" Baru juga mereka mau pergi tiba-tiba teman Jisung di smp datang ke tempat kerja mereka.
"Eh Sung... kami udah nungguin lama banget di rumah si Cecep tuh, rupanya masih di sini" Kata Rendi salah satu dari tiga teman Jisung yang datang.
"Emangnya ngapa ngumpul di rumah Cecep?" Jisung lupa.
"Tapi mau kerja kelompok tugas mtk tadi Sung" jawab Rendi.
"Ya ampun.... aku lupa Ren... yaudah aku berangkat sama lo aja ya"
"Ya udah buruang naik" Kata Rendi menunjuk ke belakangnya.
"He... bang aku mau kerja kelompok, gak bisa nemenin ke minimarket deh" Kata Jisung merasa bersalah.
"Gak Apa apa Sung, udah gih sana, kamu pake acara lupa segala" Kata Jeno mengusap kepala Jisung, dimata Jeno Jisung mirip dengan Jun adiknya yang sama-sama pelupa dengan Raihan.
"Raihan kembali mengembungkan pipinya,sepertinya itu kebiasaan Jisung sekarang kalau jengkel. Tiba-tiba dia melihat Rahmi yang turun dari tangga.
"Kak... sini deh" Panggil Jisung pada Rahmi.
Rahmi menghampiri Jisung yang sedang bersama Jeno dan ketiga temannya itu.
"Eh... jangan berani ngomongin kakak gue ya... nanti kalian nyesel loh" Ancam Jisung kepada temannya yang ngomong tadi.
"Apa Sung?" Rahmi berdiri tepat di depan adiknya itu.
"Temenin bang Jeno gih, dia mau ke minimarket" , Rahmi membulatkan matanya. Kok adiknya nyuruh dia pergi sama Jeno? Bukannya dia gak suka kalau Rahmi dekat dengan Jeno? Ah dasar anak-anak suka plin plan.
"Hmm... iya deh, kakak juga mau beli shampo" Jawab Rahmi setuju.
'Akhirnya ada kesempatan buat deket sama Rahmi' Batin Jeno.
Iya... Jeno sudah mulai tertarik saat pertama kali melihat Rahmi, Rahmi sepertinya berbeda dari cewek kebanyakan. Biasanya setiap cewek yang lihat dia bakalan kecentilan dan terus deket deket, berbeda dengan Rahmi yang bahkan seperti tak menyadari ketampanan yang di miliki Jeno.
***
Sesampainya di minimarket Rahmi langsung turun dari motor. Dia memegangi dadanya,jantungnya masih tetap berdebar, ini adalah pertama kalinya Rahmi naik motor di boncengi Cowok selain ayahnya dan Raihan. Dia
__ADS_1
benar-benar gugup. Melihat Rahmi yang memucat dan menggigil Jeno menjadi khawatir.
"Kamu kenapa Mi? Sakit" Jeno memegang bahu Rahmi. Rahmi kaget dan menggelengkan kepalanya.
"Biasa kak, rasa gugup Rahmi kambuh, Rahmi gak pernah pergi sama orang asing, ini baru kali pertama, Jadi Mi agak takut". Mendengar penjelasan Rahmi,Jeno tersenyum pada Rahmi.
"Rahmi... mulai sekarang jangan anggap kakak orang asing, kamu bisa anggap aku sebagai abangmu oke?" Kata Jeno.
Rahmi menganggukkan kepalanya canggung, kali ini jantungnya berdegub bukan karena penyakitnya kambuh tapi karena senyumannya Jeno.
'Kenapa kak Jeno manis banget?' Batin Rahmi lalu mengusap mukanya kasar.
"Ya udah,gimana kamu udah mulai mendingan? Atau kita pulang aja?" Tanya Jeno mengingat penyakit yang di miliki Rahmi.
Jeno tau kalau Rahmi mempunyai trauma berat dengan orang asing. Raihan sudah menceritakan semuanya kepada Jeno.
"Rahmi udah baikan kok kak, kita masuk aja yok" ajak Rahmi.
Lalu mereka berdua masuk ke minimarket, membeli apa yang perlu di beli. Sedang asik belanja, tiba-tiba Jeno terdiam menatap sesuatu.
Rahmi yang melihat Jeno terdiam merasa heran lalu bertanya "Ngeliatin apa kak?" Tanya Rahmi yang membuat lamunan Jeno buyar.
"Ah... tidak, gak papa kok" Kata Jeno.
Sebenarnya Jeno dari tadi memandang seorang cewek yang rasanya sangat Familiar, Dia adalah Intan. Sahabatnya Jeno yang sudah pindah ke luar negri. Waktu itu Intan dan Jeno berusia 6.
'Apa itu Intan? Tapi gak mungkin,kan dia sekarang di korea' Batin Jeno.
Namun walau Jeno merasa tidak yakin dia masih memikirkan cewek yang dia lihat tadi.
(Ini visual Intannya ya 😊)
__ADS_1
Bagaimana pun bagi Jeno Intan adalah sahabat terbaiknya. Intan adalah satu-satunya sahabat perempuan yang pernah Jeno miliki. Dan kali ini akankah Rahmi menjadi salah satu perempuan yang berarti juga buat Jeno?