Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 13


__ADS_3

Sekarang sudah waktu istirahat. Tia dan Rahmi sudah berada di bangku taman sekolah mereka dengan di temani roti yang mereka beli dengan susu kotak. Rahmi masih takut jika makan di kantin. Kejadian kemarin saat bersama Jaemin dan Yoga masih terngiang di kepalanya.


"Maaf ya Ti, gara-gara aku kamu juga ikut makan di sini" Rahmi membuka bungkus rotinya yang kedua.


"Santai ajalah Mi, aku gak masalah kok. Malah lebih enak di sini, adem dan gak berisik" Tia mengembangkan ke dua tangannya sambil menutup ke dua matanya, menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi. Tanpa Tia sadari ada seseorang yang mengambil Roti di tangannya dan roti itu belum di buka. Tia yang menyadari itu mendengus kesal dan melihat ke arah Kirinya dan ternyata itu Dika.


"Bang Dika!!!, balikin roti Tia...!!" Tia berteriak kesal. Dika yang mendengar itu lalu berdiri di belakang kursi panjang tempat duduk Rahmi dan Tia.


Tia menoleh ke arah Dika dengan tatapan marah, seakan-akan rasanya dia ingin menelan Dika sekarang juga. Dika hanya tersenyum manis lalu menyandarkan tangan dan dagunya di atas sandaran kurai mereka. Seakan-akan tak mendengar apapun.



(Ini visual Dika nya ya😊)


"Bang... denger gak sih....!!!!" Tia menggertakkan giginya sedangkan Rahmi masih asik mengunyah rotinya dan sekali-kali meminum susu coklatnya, seakan-akan tak ada orang di sekitarnya. Rahmi sudah tau kalau Dika dan Tua adalah sahabat dari kecil. Tia sudah menceritakan tentang Dika yang juga salah satu kakak kelas mereka. Dika adalah murid kelas dua IPS. Dan salah satu murid berpengaruh di sekolah mereka karena ke pintarannya.


"Bilang ku mohon dulu, baru abang kasih" Dia menatap mata Tia yang sudah mulai memerah. Dika sangat tau jelas bagaimana sikap Tia. Karena mereka sudah berteman 12 tahun lebih, jadi masing-masing dari Dika dan Tia sudah saling mengerti. Bahkan hanya dari matanya saja mereka sudah tau apa yang di alami satu sama lain. Begitulah ke dekatan mereka.

__ADS_1


Tia itu orang yang mudah emosi,masalah sepele saja sudah bisa bikin dia meledak. Seperti saat ini, Tia benar-benar marah dan Dika suka itu. Bagi dia Tia terlihat imut saat marah.


"Gak mau... Dasar bang Dika nyebelin" Tia membuang mukanya kesal. Rasanya pengen dia tonjok muka sok gantengnya Dika, tapi gak tega.


"Hahaha....oke deh, nih rotinya" Dika lalu melemparkan roti itu dan di sambut dengan cepat oleh Tia.


"Geser dong Ti" Dika mendorong bahu Tia agar memberikannya ruang untuk duduk.


"Kursi banyak loh bang yang lain, kenapa harus di sini coba?" Tia menolak. dan menahan tubuhnya dengan kuat. Tapi sekuat apapun Tia menahan tubuhnya pasti juga bisa terdorong oleh Dika. Dan Tia hanya bisa mendengus kesal melihat Dika sudah duduk manis di sampingnya.



"Ngapa lihat abang kayak gitu? mau di congkel matanya?" Dika tak terima di pandang sinis oleh Tia.


"Sebelum abang mencongkel mata Tia, Tia pastikan mata abang dulu yang Tia congkel" Balas Tia dengan nada mengancam.


"Kalian kok ngomongnya ngeri amat, masa iya congkel mata??? Gak ada bahasa yang lain gitu?" Rahmi merasa aneh dengan dua orang di sampingnya ini. Katanya udah lama sahabatan tapi kok kelahi mulu kayak tom and jerry.

__ADS_1


"Biarin dia ni gak bisa di baik-baikkin Mi" Kata Tia menunjuk-nunjuk ke arah Dika.


Dika segera memegang tangan Tia yang menunjukya, dan memutar tangan itu agar menunjuk ke Tia lagi. Tia yang melihat itu semakin kesal. Dan terjadilah pukul-pukulan. Tia terus memukul dan menggelitik Dika, sedangkan Dika dengan cepatnya menepis semua pukulan Tia. Melihat tingkah Dika dan Tia, Rahmi tertawa tanpa suara.



Walau sebenarnya Rahmi merasa terganggu dengan dua orang ini,tapi Rahmi pasrah saja. Dari pada di kantin??? Mungkin dia akan mendengar kata-kata kebencian lagi. Dan itu sangat memuakkan.


Jauh di depan mereka ternyata ada seseorang yang memperhatikan mereka bertiga. Tepatnya memperhatikan Rahmi. Dan orang itu adalah Jaemin.


"Aku jarang lihat dia ketawa, apa dia punya masalah? sehingga jarang banget tersenyum? Ck... Ah... ngapai kok jadi mikirin Rahmi?" Jaemin mengacak rambutnya heran. Belakangan ini Rahmi selalu mengganggu pikirannya. Dan entah kenapa setiap berpapasan dengan Rahmi dia tak bisa lepas memandang wajah datar gadis itu.


aneh..


"Jaemin, ngapai di situ?" Riko salah saru teman Jaemin menghampiri Jaemin.


"Ah... gak ada kok" Jaemin jadi salah tingkah. Semoga saja Riko tak tau kalau dia memperhatikan Rahmi.

__ADS_1


"Ya udahlah... Yok ke kelas bentar lagi bunyi bel" Riko merangkul Jaemin dan membawanya ke kelas. Jaemin hanya mengangguk dan mengikuti Riko.


__ADS_2