Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 15


__ADS_3

*Kau pergi?? Aku berusaha memaklumi. Setidaknya mungkin kali ini aku menyadari. Bahwa hati itu tak untuk ku lagi. Hai bawelku, aku sadar kok dari awal hati itu bukan untukku. Aku tau kau menerimaku karena tidak enak mengabaikan cinta yang aku beri. Seandainya saja kau tau, lebih baik kau abaikan cintaku dari pada kau menerimanya tanpa membalasnya. Menjalin hubungan denganku tanpa menaruh rasa pada diri ini. Kau bilang mencintaiku namun pada kenyataannya hatimu hanya untuk dia. Kau bahkan malu menyatakan hubungan kita di depan umum. Aku mengikutimu begitu saja untuk merahasiakan hubungan yang pernah kita jalin. Aku punya pacar, tapi seperti jomblo akut. Jika suatu saat kau menyadari betapa besar ketulusanku maka saat itu pula kau akan sadar bahwa insan ini telah mati rasa akan segala yang bernama cinta.


Kau berhasil bawel.... membuatku tak bisa berpaling darimu. Kau berhasil membuatku takut untuk membuka hati kembali. Lihatlah hatiku sudah lama kosong dan di penuhi debu ke hampaan. Aku takut untuk memberi cinta, jika nanti hanya berakhir untuk sekedar di abaikan atau dijadikan permainan. Rudi... terimakasih untuk semuanya. terimakasih untuk cinta sampah ini*!!!.


21 april 2019.


Rahmi menutup lembaran terakhir di buku bersampul langit biru itu. Dia menarik nafasnya, lalu menyandarkannya di atas tangannya yang terlipat di atas meja. Sudah berapa kali dia membacanya tetap saja ada sisi perih di hatinya. Walau perih itu tidak separah dulu. Awalnya dia malas membaca buku biru langit itu. Karena isinya hanya tentang awal bertemu dengan Rudi hingga semuanya berakhir perih. Ada yang bilang pada Rahmi semakin sering kau mengingat betapa perihnya hati mu bersamanya maka kau akan terbiasa dan mati rasa akan dirinya.


Dan sepertinya itu berhasil untuk Rahmi, hatinya kian hari makin ikhlas menerimanya.


"Pada dasarnya kita tidak bisa memaksa seseorang mencintai kita. Karena cinta hanya soal memberi dengan ikhlas bukan tanpa berharap penuh akan balasan. Jika dia tidak bisa mencintai kita lantas jangan di paksa. Toh cinta yang hadir karena di paksa hanya berakhir dengan kata tidak ikhlas dan perpisahan. Seperti aku sekarang. Biarlah untuk sekarang aku serius sama studi ku saja. Hati tolong kerja samanya,lupakan dia di masa lalu dan jaga cinta ini agar tidak terjatuh ke sembarangan orang lagi". Rahmi bergumam sendiri mengeluarkan pendapatnya.


"Aku senang kalau kakak berfikir begitu, jangan jadi bucin terus makanya" Rahmi terkaget mendengar suara adiknya yang tiba-tiba ada di belakangnya.


"Jisung?? Dosa loh nguping diam-diam" Kata Rahmi sambil memutar arah duduknya menghadap adiknya itu.


"Kak... boleh lihat bukunya?" Jisung menunjuk ke buku diary Rahmi yang berisi puisi-puisi yang sering dia buat tentang suasana hatinya yang pastinya semua menyangkut tentang Rudi.


"Untuk apa?? Gak ah... malu" Rahmi langsung mendekap buku itu ke dadanya. takut Jisung mengambil paksa. Saat Rahmi menarik buku yang dari meja itu ke pelukannya ada selembar foto yang terjatuh. Sontak mengundang sepasang mata mereka mengikuti arah mendaratnya foto itu.


"Foto apaan tu kak?" Sayangnya foto itu jatuh dalam keadaan terbalik. Yang nampak hanya putih dari kertas foto itu saja.


"Kakak juga gak ingat ada nyimpan foto" Rahmi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, berusaha mengingat-ingat foto apa itu.


Jisung yang penasaran dengan sigap mengambil foto itu dan meletakkannya di atas meja. Saat foto itu di balik Jisung kaget dan Rahmi terdiam.

__ADS_1



"Ini Rudi" Kata Jisung dengan nada datarnya. Rahmi menghela nafasnya dan memalingkan wajah dari foto itu. Entah kenapa terselip rasa rindu di hatinya.


"Ngapain lama amat natapnya Sung? Mau? ambil aja? Lata Rahmi lalu mendorong foto itu ke arah Jisung.


"Kakak kira aku penyuka sesama jenis???" Dia melotot menatap kakaknya.


"Yah... habisnya kamu lama amat natap tuh foto" Rahmi menunjuk foto itu dengan bibirnya.


"Yah... heran aja sih, kok dia gak jadi model aja ya?? Kan cocok." Kata Jisung sambil mengusap dagunya.


"Aish...Kamu muji tampang dia Sung??" Rahmi melempar boneka yang ada di sampingnya ke arah Jisung.


"Ih... jadi maksud kakak dia jelek gitu?? " tanta Jisung.


"mau kemana kak?" tanya jisung mengikuti kakaknya dari belakang.


"Ke minimarket,ikut?" Rahmi menoleh ke arah adiknya. Jisung mengangguk lalu mereka berjalan kaki menuju minimarket berdua.


********


Sesampainya di minimarket Rahmi berjalan ke arah snack-snack yang berjajar rapi. Dia pengen ngemil malam ini. Sedangkan Jisung berjalan ke arah ice cream.


"Rahmi?" Rahmi menoleh ke arah asal suara, dan itu Jaemin.

__ADS_1


"Jaemin" Balas Rahmi namun masih berdiri di tempatnya tanpa ada inisiatif mendekati Jaemin atau tersenyum.


"Kesini sendiri?" Tanha Jaemin yang sekarang sudah berada di sampinh Rahmi.


"Enggak, aku ke sini sama...." Belum selesai Rahmi menjawab Jisung datang ke arah mereka.


"Oi... udah belum?" Jisung memegang pundak kakaknya, yang sekarang pendek darinya. Rahmi menoleh ke arah Jisung dan tersenyum.


"udah,nih bawain", Rahmi menaruh semua snack yang dia pilih ke pangkuan tangan Jisung. Jisung hanya pasrah.


"Eh... bang jaemin bukan?" Jisung baru sadar ada orang lain di antara mereka berdua.


"Kok kamu tau nama ku?" Kata Jaemin heran dan Rahmi juga keheranan. Perasaan dia gak pernah ngenalin nama oom lili sama Jisung.


"Aku tau abang dari Abangnya bang Jaemin" Kata Jisung tersenyum ke arah Jaemin.


"Oh... gitu toh" Jaemin mengangguk mengerti.


"Oh ya bang, kenalin aku Jisung adeknya Kak Rahmi" Jisung berusaha mengulurkan tangannya ingin berjabat tangan, tapi kesusahan karena banyaknya snack Rahmi di tangannya.


"Hahaha.... sini abang bantuin bawanya Sung" Jaemin pun mengambil sebagian snack di tangan Jisung dan membawanya ke kasir.


Setelah seleaai membayar makanannya mereka bertiga keluar dari minimarket. Dan Cerobohnya Rahmi berjalan melenggang ke tengah jalan tanpa melihat kiri kanan, Sehingga ada sebuah mobil mengelakson kuat dari arah Kanan. Sontak Rahmi, Jisung dan Jaemin terkaget.


"Kak!!!!" Jisung tak sadar karena asih mengobrol dengan Jaemin dan melihat kakaknya sudah berada di tengah jalan tepatnya di depan sebuah mobil yang sebentar lagi akan menghantam Rahmi.

__ADS_1


"TIIIITTT.....TIIIIIIT..."


__ADS_2