
Rahmi terus menatap dirinya di cermin. Dia benar-benar malu untuk ke sekolah sekarang!.
"Rahmi.... kok lama sih? Kamu mau telat Mi?" teriak Diana mamanya Rahmi.
dengan langkah gontai dia membuka pintu kamarnya dan menuju meja makan, dimana papa dan mamanya berkumpul.
"ayo duduk..." perintah mama sambil mengoleskan selai coklat ke atas roti Rahmi.
Roti yang di beri mamanya hanya dia tatap tanpa di makan. Melihat tingkah anaknya yang lelet dari tadi membuat mama Rahmi geram.
"Rahmi! jangan santai-santai terus dong. Lihat itu udah jam berapa! Nanti kamu telat Mi!" bentak mamanya yang membuat Rahmi lansung buru-buru memakan rotinya dalam tiga kali gigit.
"ehekkk..." Rahmi tersedak.
"nih minum" kata mamanya sambil meyodorkan susu coklat kepada anak gadis tertuanya itu.
Setelah seluruh susu masuk ke dalam perutnya, dia langsung menatap mamanya dengan muka memelas.
"Ma... hari ini Mi bolos ya?"
"brak" tangan Diana memukul meja.
"sayang... semenjak kapan kamu berani membolos?" nadanya terdengar pelan dan tegas. mata Diana membulat dan dia terlihat seakan-akan ingin menelan putrinya itu.
"eee.... enggak maa... Mi becanda kok" Rahmi mengangkat kedua tangannya. Menyerah.
***
seperti buronan, Rahmi mengendap-endap di tengah kerumunan siswa yang menuju ke gerbang sekolah. Melihat kiri kanan was-was takut bertemu Robi. Kalau sampai ketemu dia gak tau mau ngomong apa.
"Mi!!" Rahmi menoleh ke arah asal suara. Itu suaranya Yeri.
"haaah..., aku... capek tau nge...jar kamu mi, jalannya... cepet banget" kata Yeri sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan ngejar Rahmi.
__ADS_1
(ini yang jadi Rahmi ya😊)
Rahmi menatap dingin Yeri, mengetahui ada aura yang tidak baik di sekitarnya, Yeri nyeringai dan berusaha kabur dari Rahmi.
"eehmmm... kayaknya ada yang mau lepas dari masalah yang udah dia buat nih" sindir Rahmi yang berhasil membuat Yeri berbalik badan.
"Rahmiii... anu... itu.... eh... aku... gini..." Yeri bingung mau menjelaskan dari mana.
Tapi tiba-tiba bel tanda masuk berbunyi, Yeri mengusap dadanya, ini kali pertamanya Yeri senang mendengar bel masuk. Setidaknya dia bisa lepas dari Rahmi selama jam pelajaran.
"ck... ya udah nanti aja jelasinnya, bel udah bunyi tuh" kata Rahmi kesal. Ini juga kali pertamanya Rahmi kesal mendengar bel masuk. AISH...!
***
selama jam pelajaran Rahmi sama sekali tidak fokus. Dia benar-benar takut jika nanti bertemu dengan Robi.
"Mi... mi" panggilan Yeri tak juga di gubris Rahmi.
"Mi... oi... mi?" Kali ini dia melambaikan tangannya di depan muka Rahmi,tapi gadis itu masih tak memberi respon juga.
Yeri mulai geram, dia gak suka di kacangin. Bagi Yeri hal yang paling tidak Yeri sukai adalah di KA-CA-NGIN. Dia merasa gak nyaman kalau udah di cuekin. Dan kali ini sahabatnya sendiri yang ngacangin dia. Yeri benar-benar di buat geram.
Seluruh isi kelas menatap Yeri termasuk guru yang sedang mengajar di depan. Merasa terganggu dengan muridnya itu, dia mengusir Yeri keluar dari kelas.
"Yeri... kamu sekarang berdiri di depan kelas, sampai jam saya selesai!" kata bapak itu dengan tegas.
"Tapii... pak.."
"Tidak ada tapi-tapian Yeri...."
Tak ada pilihan lain Yeri keluar dari kelas, dan menerima hukumannya.
'Hah... setidaknya ini hukuman pertamaku karena berani membeberkan rahasia sahabatku sendiri' batin Yeri.
Lain halnya dengan Rahmi. Dia heran kenapa Yeri harus berteriak memanggilnya? Kan dia ada di sebelah yeri?
__ADS_1
"aneh" pikir Rahmi.
***
"Yeri..." Rahmi berlari ke depan kelas setelah bel istirahat berbunyi.
"kamu ngapain sih pakai acara teriak manggil aku, kan jadinya di hukum gini? " sekarang Rahmi dan Yeri berjalan menuju kantin.
"oh Rahmi ku sayang... aku sudah memanggil mu berkali-kali... tapi kau diam saja... makanya aku teriak" jelas Yeri jengkel.
"Benarkah? tapi aku gak Ri, Maaf ya?" jawab Rahmi merasa bersalah.
"Udahlah santai aja Mi, toh aku juga malas bleajar Mtk untung di suruh keluar" Yeri tersenyum.
Ketika sampai Di kantin, Mereka memilih meja paling belakang dan di pojok,tempat yang satu-satunya kosong.
Baru juga mau makan, tiba-tiba Sheyla datang di antara mereka.
"boleh gabung gak?" Tanya sheyla.
"pakai acara nanya segala, duduk aja kali Shey" jawab Rahmi, seakan-akan tidak ada masalah antara dia dan Sheyla.
Iya, bagi Rahmi dia dan sheyla tidak ada masalah. Toh ini bukan ke salahannya Sheyla,dan lagian pula Rahmi bukan tipikal orang yang lebih milih cowok dari pada sahabat. Bagi Rahmi sahabat adalah segala-galanya.
"Nanti belajar bareng di rumah aku yuk?" Yeri membuka pembicaraan.
"Aku sih mau aja Ri, tapi kamu lupa ya? Rahmi itu gak boleh keluar loh sama ortunya?" Jawab sheyla menggoda Rahmi.
"Gak gitu juga kali shey, kalau untuk belajar orang tua aku ngizinin, tapi harus pulanh tepat waktu. Dan emang untuk belajar bukan keluyuran." Iya itulah Rahmi.
Dia benar-benar sangat di didik dengan ketat oleh orang tuanya. Pergaulan Rahmi sangat di batasi. Dia hanya boleh keluar rumah untuk hal yang penting. Selain itu dia tak boleh keluar. Rahmi di haruskan fokus pada pelajarannya.
"kalau gitu kita bisa dong nanti belajar barengnya" kata Yeri kegirangan.
Melihat tingkah Yeri yang bak anak kecil. membuat sheyla tertawa dan Rahmi tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Tanpa Rahmi sadari ada sepasang mata yang menatapnya dari jauh. Orang itu tersenyum melihat Rahmi yang tersenyum.
"Dia imut" kata Robi. Iya orang itu Robi