Cinta Si Pemalu (NoMin)

Cinta Si Pemalu (NoMin)
episode 4


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu setelah hari dimana Rudi dan Rahmi jadian. Tapi hubungan mereka tak ada bedanya seperti berteman biasa. Mereka seperti berpacaran dengan orang berbeda kota. LDR-an istilah anak zaman sekarang. Rahmi kesal di buatnya,setiap bertemu Rudi di sekolah,Rudi seperti menghindari Rahmi, bahkan di hari pertama mereka berpacaran. Setiap Rahmi sms dia, Rudi selalu bilang takut ketauan guru karena guru sudah melarang muridnya berpacaran karena harus fokus menghadapi ujian nasional. Iya.... sebentar lagi mereka akan melepas predikat siswa smp dan menggantinya dengan predikat siswa sma. Rahmi percaya saja dengan Rudi,dia tak mau mengambil pusing. Toh... sekarang dia harus fokus belajar untuk ujian.


***


Di sisi lain, ada seorang pria yang sibuk membungkuskan makanan ke dalam keranjang yang di bawa Riani, nama mama pria itu.


"kamu gak papa bantu mama sayang? Bukannya bentar lagi kamu mau ujian akhir? Mama bisa kok ngurus ini sendirian" kata Riani kepada putra tertuanya itu.


"enggak apa-apa kok ma, biarin aku bantu mama dulu, mama pasti susah kalau ngurus ini sendirian" kata pria itu yang sudah selesai memindahkan makanan ke dalam keranjang yang di sediakan mamanya.


"ya udah terserah kamu aja jaemin" jawab Riani kepada pria itu yang bernama jaemin.


Jaemin tersenyum manis kepada mamanya, lalu dia membawa makanan yang sudah di bungkus itu ke dalam mobil mamanya.Lalu dia membuka pintu depan di samping setir.

__ADS_1


"jaemin ikut ya ma?" Lalu duduk di samping mamanya.


Riani tertegun melihat putranya itu. Lalu menghela nafas dan menganggukkan kepala, dia tak bisa melarang jaemin, dia tau jaemin pasti sudah tidak sabar bertemu dengan anak-anak itu.


Setelah beberapa menit di perjalanan akhirnya mobil Riani menepi di depan sebuah panti asuhan. Riani dan jaemin turun dari mobik dan di sambut teriakan anak-anak yang berlarian ke arah mereka.


"Mama Riani sama Kakak ganteng datang.... yeey...." Teriak mereka kegirangan.


Jaemin tersenyum lebar melihat anak-anak panti asuhan itu. Dia mengusap salah satu kepala anak laki-laki yang berada paling depan.


"Kabar Ciko baik kak, kakak ganteng kok jarang ke sini sih? kamikan kangen?" Jawab Ciko memanyunkan bibirnya.


"kakak gantengnya sibuk belajar untuk persiapan ujiannya dek. Kalian harus ngerti ya?" Jawab seorang gadi dari dalam.

__ADS_1


Gadis itu bernama Vivin, Dia tua dari Jaemin setahun. Tapi jaemin tak mau memanggilnya kakak, karena tubuh Vivin yang terlihat lebih kecil darinya.


"Hy vin" sapa jaemin ramah.


"Hy..." Vivin tertunduk malu setiap melihat jaemin tersenyum padanya. Jujur Vivin sudah mencintai Jaemin dari awal mereka berjumpa tepatnya tiga tahun yang lalu.


Dulu jaemin terlihat imut dan manis tapi entah kenapa semakin bertambah usia Jaemin berubah menjadi pria yang sangat tampan dan menawan, siapa pun yang melihat wajahnya pasti akan susah melepas pandangan darinya. Di tambah lagi sikap jaemin yang sangat baik dan humoris, itu membuat daya tariknya menjadi berpuluh-puluh kali lipat.


"Vin sini nak, bantu tante bawa makanan sama kotak itu" Riani memanggil Vivin yang dari tadi terlihat salting(salah tingkah) saat disapa putranya.


Riani tau Vivin menaruh hati pada putranya, tapi sayangnya putranya itu gak pernah peka dan malah menganggap Vivin seperti saudaranya sendiri. Riani yang notabennya sebagia ibu Jaemin tak mau ikut campur dalam masalah asmara Putranya, Dia membebaskan putranya memilih pasangan yang jaemin suka.


__ADS_1


(ini visual Jaeminnya ya😊)


__ADS_2